Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 343 : Pesta Perpisahan


__ADS_3

Aku dan Wisteria bermain voli pantai bersama, beberapa menit kemudian Hime dan Yukisa turut bergabung.


Aku menggunakan Magic Tree untuk membuat sulur demi menutupi bagian tubuh sensitif mereka tapi entah kenapa kini malah lebih terlihat mesum dari sebelumnya.


"Lion bolanya."


"Ah."


Aku mengembalikan pukulan keras dari Hime dengan baik yang mana diterima oleh Yukisa yang memberikan umpan kembali pada Hime yang sudah melompat untuk memberikan smash keras.


Bola itu menukik dengan kuat ke sisi samping Wisteria yang hanya tertegun tak percaya.


"Satu kosong," teriak Hime.


Benar-benar, mereka menggunakan kekuatan iblis mereka dalam olah raga ini, jika demikian kami juga tidak boleh menahan diri.


Pada akhirnya olah raga voli yang seharusnya menjadi olah raga santai menjadi pertarungan mengerikan.


Bola itu meledak di manapun dia mendarat dan aku ingin menyelesaikan pertandingan ini dengan nilai seri.


Hime meletakkan kedua tangannya di pinggang selagi berkata.


"Sekarang mari lomba lari, siapa yang berhasil mengelilingi pulau ini akan dianggap menang dan mendapatkan jatah daging lebih banyak dari yang lain."


Mendengar hal itu dua wanita lainnya berubah ke mode pertarungan, aku akan menjadi wasit saja.. ketika aku bilang mulai mereka berlari dengan senang.


Setelah sosok ketiganya menghilang aku mengalihkan pandanganku ke arah laut biru, aku tidak bisa membayangkan bagaimana pemandangan sebelumnya dengan langit jingga, pasti kurang nyaman.


Aku duduk bersila selagi menatap kumpulan burung yang terbang untuk menangkap ikan di bawah mereka. Tanpa perlu menunggu lama ketiga orang yang berlomba telah sampai di sisi lain pantai.


Dari kaki mereka pasir beterbangan ke udara.


"Aku akan menang, nona Hime dan Yukisa hanya akan makan sedikit daging untuk hari ini."


"Hal itu tidak akan terjadi, aku yang akan makan daging banyak."


"Kalian bisa bermimpi semau kalian tapi tentu aku yang menang sebagai kaisar."

__ADS_1


Jika menyangkut daging wanita cenderung berubah jadi ganas. Aku siap-siap untuk menentukan siapa yang akan jadi pemenangnya dan dia adalah..


Malam hari yang damai diisi dengan sebuah panggangan barbekyu serta langit berhiaskan bintang-bintang.


Siang hari aku telah berkeliling di pulau ini dan mengambil beberapa makanan juga, ada buah seperti kelapa namun kulit luarnya sangat lunak hingga sangat mudah untuk mengupasnya.


Aku memasukan airnya ke dalam gelas kami masing-masing lalu memberikan pada mereka yang masih berdebat mendapatkan daging yang banyak. Tentu Wisteria yang mendapatkannya bagaimanpun dialah orang yang memenangkan pertandingannya.


Masing-masing kami akan memberikan setengah jatah kami padanya. Aku tidak keberatan karena terlalu banyak makan daging juga bukankah hal baik.


Kebersamaan seperti ini mengingatkanku saat aku berpetualang bersama Rion, Valentine dan juga Harty.


Mereka benar-benar mirip saat memakan daging.


Di sini adalah tempat yang nyaman tapi di duniaku juga memiliki banyak orang yang menungguku kembali.


"Ada apa Lion? Kau dari tadi hanya diam saja," tanya Hime.


"Bukan apa-apa hanya saja aku mungkin akan merindukan hal ini saat kembali."


Mereka bertiga tersenyum senang.


"Yang dikatakan nona Hime benar, aku akan selalu mengingatmu."


"Aku juga, kami berfikir akan membuat patungmu di kota untuk memperingati semua jasamu," tambah Yukisa.


"Patungku sendiri, kurasa tidak usah."


"Meski kau menolak kami tidak akan menerimanya."


Kupikir aku tidak bisa melarang mereka.


"Kalau begitu mari kita berpesta lagi sampai pagi, bersulang."


"Bersulang."


Kami mengikuti apa yang dilakukan Hime.

__ADS_1


Dengan Teleportasi Gate keesokan paginya kami kembali ke istana, ini adalah perpisahan untuk kami, Ringbel yang menunggu di istana keluar lalu berlari untuk merangkul tanganku.


Aku sudah mengajaknya pergi tapi dia bilang akan lebih baik untuk menunggu di sini saja. Kupikir dia tidak ingin menganggu kami.


Aku mengulurkan tanganku pada Hime.


"Terima kasih untuk semuanya, aku benar-benar senang telah datang kemari."


Disusul Hime dan Yukisa juga.


"Harusnya aku yang mengatakan itu... jaga dirimu Lion."


"Kalian juga."


Wisteria melambaikan tangannya ke arahku, selama ini aku belum memberikan apapun padanya karena itu aku mengeluarkan hadiah dari sihir penyimpananku.


"Ambilah ini."


Wisteria tampak terkejut.


"Bukannya ini?"


Itu adalah benda yang selama ini Wisteria inginkan, sebuah bunga Wisteria.


Selama ini dia hanya mendengar bentuknya dari kedua orang tuanya saat mereka masih hidup.


"Dari mana kau mendapatkannya?"


"Dengan keadaan dunia bawah yang berubah, bunga Wisteria kini bisa tumbuh di sini juga... di masa depan seluruh wilayah pasti akan dipenuhi bunga tersebut."


Pandangan Wisteria berkaca-kaca.


"Terima kasih banyak."


"Kalau begitu aku pergi... Yukisa, Hime."


"Aah."

__ADS_1


Aku menggunakan cincin yang sebelumnya diberikan oleh Clarisa Marie, entah aku dan Ringbel kami berdua menghilang seutuhnya.


__ADS_2