Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 145 : Jantung Untuk Kerajaan Suci


__ADS_3

Tembok Suci Maria merupakan salah kota besar yang menopang kerajaan Ortodok suci, sejak kota ini diambil alih oleh Titan kini para pasukan militer yang dipimpin oleh kerajaan mulai mencoba merebutnya kembali.


Tentu bukan hanya di sini, beberapa kota kecil serta pelabuhan hampir seluruhnya telah diambil oleh mereka memaksa seluruh umat manusia bertarung untuk memastikan bahwa mereka tidak akan punah.


Salah satunya di pelabuhan Regional.


"Gwwaaaahh," teriakan itu melengking ke udara bersamaan potongan tubuh yang terkoyak-koyak, darah segar berceceran mewarnai setiap jalan dengan warna merah.


Dalam sejarah manusia melawan para raksasa ini adalah pertama kalinya raksasa berbeda muncul dan memakan mereka.


"Aku tidak mau mati, aku tidak mau mati.. tidak."


Seekor raksasa melahap kepala pria di tangannya lalu membuang isi perutnya ke tanah bagaikan hewan liar.


Beberapa orang menganggap ini adalah sebuah kutukan karena sebelumnya para manusia telah mengambil tanah mereka namun di sisi lain banyak orang yang menyalahkan atas pilihan para dewa.


Jika di masa lalu para dewa tidak membantu manusia hal ini tidak terjadi, walau mereka musnah itu lebih baik dibanding menyaksikan tragedi yang terjadi di sini.


"Sial....." teriakan pria itu menggema di udara saat dia berlari menerjang ke depan salah satu Titan yang hendak memakan ibu dan anak yang saling berpelukan.


Dengan sedikit sihir dia melompat tepat di hadapan Titan tersebut, lalu menyayat matanya hingga raksasa itu hanya bisa kesakitan, tepat saat dia meraung-raung pedang berikutnya telah memotong lehernya dari belakang.


Kepala besar itu jatuh tanpa daya.

__ADS_1


"Ketua Viral, apa Anda baik-baik saja?"


"Aku tak apa, bawa keduanya pergi aku akan menghambisi Titan yang tersisa."


"Itu mustahil, lebih baik ketua juga harus pergi... para pahlawan dari ibukota sudah mengorbankan tempat ini untuk dimusnahkan, dan seluruh pasukan kita sudah tewas."


"Aku akan bertarung, pergilah dan bawa semua orang ke tempat aman."


"Ketua."


Pria bernama Viral mencengkeram kerah lawan bicaranya selagi berteriak.


"INI PERINTAH, PALING TIDAK ADA SATU ORANG SELAMAT DARI PASUKAN KITA... SEBAGAI PEMIMPIN AKU AKAN MATI BERSAMA YANG LAINNYA UNTUK MENGULUR WAKTU... INI ADALAH TANGGUNG JAWABKU SEBAGAI PEMIMPIN."


"Bodoh, kita tidak bertarung untuk mereka, kita bertarung untuk umat manusia."


"Baik."


Viral yang hanya bisa melihat kepergian mereka dari kejauhan menarik dua pedang ke tangannya sebelum mengalihkan pandangan ke arah para Titan yang berlari padanya.


"Kemarilah kalian semua."


Dengan langkah besar dia berlari ke depan, menggunakan lingkaran sihir untuk memperkuat pedang serta langkahnya. Dia melompat ke udara menebas leher Titan sesuai urutan kedatangan mereka.

__ADS_1


"Gwaah..."


Dua dari mereka rubuh menimpa bangunan di bawahnya dan sisanya mulai membalas.


"Air Strike Blade."


Sebuah bilah angin memotong Titan yang terus mengejarnya, dengan ringan Viral melompat ke bangunan lalu melompat kembali sebelum tubuhnya dihancurkan.


Hempasan angin menerbangkannya ke belakang, sebelum dia bisa bergerak satu Titan meluncur dari bawahannya lalu menggigit setengah tubuhnya.


Di saat itu dia menancapkan kedua pedangnya menembus kepala Titan hingga jatuh ke tanah bersama dirinya


Darah menyembur dari mulut Viral saat dia menyeret tubuhnya yang penuh darah, pandangannya mulai kabur dan tubuhnya telah mati rasa.


Hal yang membuatnya bisa bergerak sampai sekarang hanyalah semangatnya.


Dia bersandar di dinding bangunan untuk menghadap ke ujung tinggi dari tembok yang mengelilingi kota ini lalu bergumam.


Apakah ada harapan untuk manusia hidup meski di luar tembok?


Dan saat tangannya terjulur ke depan seolah mengambil harapan tersebut, Titan setinggi 70 meter menginjaknya hingga tubuhnya hancur berkeping-keping bersamaan material yang berhamburan ke udara.


Hal yang bisa digenggam oleh manusia sekarang hanyalah keputusasaan.

__ADS_1


__ADS_2