Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 150 : Penginapan Murah


__ADS_3

Angin berhembus menerbangkan sekeliling area hutan.


"Mustahil? Jadi ini yang disebut Titan, kenapa kau ada di benua ini? Aaaa."


Pria itu menekuk lututnya sebelum melompat ke atas, dia mengayunkan pedangnya dan dengan mudah di tangkap oleh tangan Lu Shang dalam versi Titan.


Tubuhnya dihempaskan jatuh ke tanah menciptakan ledakan luar biasa berbentuk kawah kecil.


"Gwaaah.... sialan."


Di tambah dengan pukulan bertubi-tubi akhir dari ketua perampok telah ditentukan.


Di guild itu Lia telah menyerahkan formulir pendaftaran miliknya, kecuali namanya dia tidak menulis hal yang lainnya hingga Mei Ling memiringkan kepalanya bingung.


"Itu... aku kehilangan ingatan jadi tak apa jika aku hanya menulis namaku saja."


"Apa kau serius?"


"Tentu saja, aku terjatuh dan tiba-tiba muncul di sini."


"Walau terdengar mencurigakan aku memilih untuk tidak bertanya lagi, setiap petualang akan mendapatkan rank sesuai kemampuan mereka untuk menentukan tugas seperti apa yang akan bisa mereka ambil... besok datanglah lagi pagi-pagi maka ada tes yang akan menunggumu dan lainnya."

__ADS_1


"Ada ujiannya... tapi aku belum belajar."


Mei Ling menghela nafas panjang.


"Hanya ujian fisik dan sihir, nanti pengawas akan menentukan nona Lia berada di tingkatan apa, semakin kecil peringkatnya maka semakin sulit tugas yang bisa diambil namun tentu dengan bayaran setimpal."


"Aku mengerti, ngomong-ngomong apa di sini ada penginapan murah?"


"Aku punya beberapa kenalan penjaga penginapan jadi aku akan merekomendasikan tempat yang tepat."


"Terima kasih, pasti anda sering masuk ke luar penginapan."


"Hanya untuk bercinta dan membuang sedikit stress dari pekerjaan."


Tempat penginapan yang dipilih oleh Lia adalah penginapan sederhana di mana dijaga oleh anak pemilik penginapan.


Usianya sekitar delapan tahunan akan tetapi dia sangat cakap untuk pembisnis seusianya serta cantik juga.


"Selamat datang di penginapan, namaku Lihua, apa kamu ingin memesan kamar."


"Satu kamar untukku."

__ADS_1


"Baiklah, berapa lama Anda akan tinggal?"


"Aku akan coba tiga hari saja dulu."


"Oke... kamar mandi hanya ada di lantai bawah di pemandian umum dan makanan akan disediakan dua kali sehari pagi dan malam, pastikan untuk tidak terlambat."


"Oh baiklah."


Lia memberikan sejumlah uang yang diminta sebelum menaiki tangga untuk sampai ke kamarnya, ruangannya tidak terlalu besar akan tetap ada ranjang serta meja serta kursi di dekat jendela.


Untuk lemari sendiri tidak tersedia kendati demikian hal itu bisa diselesaikan dengan beberapa paku yang ditancapkan di dinding. Sebagai dewi dia bisa membuat uang sebanyak yang ia inginkan dan tinggal di tempat semewah Istana.


Namun bagi Lia, menjalani hidup seperti manusia biasa pada umumnya sesuatu yang harus dia coba.


Sebelum beristirahat Lia memutuskan menghabiskan waktu untuk merawat dirinya di pemandian air panas, ada beberapa pelanggan wanita juga di sana yang tampak terkejut saat kemunculan Lia.


Walau terlihat masih muda, bentuk tubuh Lia begitu ideal bahkan itu akan tumbuh lebih bagus lagi ke depannya. Jadi tidak aneh ada wanita lain yang ingin menanyakan rahasianya.


"Aku tidak tahu tapi aku sudah terlahir seperti ini."


"Aku sangat iri."

__ADS_1


Mungkin di dunia manusia, topik seperti ini memang sering dibahas? Gumam Lia tanpa terdengar siapapun. Setelah semuanya puas dengan jawaban Lia akhirnya dia bisa sedikit bersantai selagi membersihkan tubuhnya dan merasakan air panas yang sangat menenangkan.


__ADS_2