Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 86 : Sebuah Kebohongan


__ADS_3

Di tempat lain para penjaga mulai mengungsikan semua orang keluar dari kota.


"Lewat sini, cepat tinggalkan kota."


Salah satu penjaga berkata.


"Kapten, seluruh pasukan barisan depan telah dihabisi."


"Kau pasti bercanda, mereka lebih dari 100 orang."


"Dengan tubuh sebesar itu bahkan ribuan juga tidak akan ada artinya."


"Kita hanya harus pasrah dengan ini, aku akan mengulur waktu kalian juga tinggalkan kota."


"Tapi kapten Ryker."


"Ini perintah."


Semua penjaga memberikan hormat sebelum berlari bersama para penduduk lainnya.


Walau Ryker masih berumur 18 tahun dia telah menempati posisi kapten paling muda di antara semuanya karena kemampuannya, karena itu juga dia memiliki tanggung jawab besar yang harus dia tanggung.


Meski dia mati paling tidak, itu akan sedikit lebih banyak nyawa terselamatkan.


Ryker menarik pedang di pinggangnya sementara pedang lain dia dapatkan di tubuh bawahannya yang tak bernyawa.

__ADS_1


"Majulah kalian Titan."


Rambut pirang Ryker berkibar saat dia melompat dari atas bangunan rumah ke arah raksasa di dekatnya.


Dia mengayunkan pedangnya semampu yang dia bisa lakukan, pedang itu mampu menghancurkan sihir pelindung yang menyelimuti para raksasa namun tepat saat bilah mengenai bagian pelapis besi.


Kedua pedangnya hancur berserakan.


Sebagai serangan balasan tubuh Ryker di terbangkan jauh menembus beberapa rumah, tepat saat dia berdiri satu keluarga tampak saling memeluk satu sama lain dengan tatapan ketakutan.


"Kenapa kalian ada di sini, cepat pergi?" tepat saat dia mengatakan itu sebuah tangan menghancurkan dinding rumah sekaligus satu keluarga tersebut hingga berkeping-keping menyisakan darah segar yang mengalir jernih.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa."


Saat dia putus asa sebuah tangan lain mencengkeram tubuhmu, ketika dia akan dihancurkan.


Sosok Ranger muncul dari atas dan mendarat di atas rumah.


"Kurasa sudah cukup, biarkan yang satu ini tetap hidup... dia pemimpin penjaga di kota ini namun dia lebih mementingkan orang lain dibandingkan dirinya, paling tidak kita beri dia hidup kali ini saja."


Si raksasa hanya berjalan pergi setelah menaruh Ryker di depan Ranger, hingga keduanya bisa saling menatap satu sama lain.


Nama mereka terdengar mirip akan tetapi mereka jelas tidak memiliki hubungan saudara atau sebagainya, itu hanya murni sebuah kebetulan saja.


"Kenapa kau melakukan ini? Kau menghancurkan kota ini bahkan membunuh semua orang," suara Ryker diselimuti kemarahan.

__ADS_1


"Kenapa kau bertanya? Bukannya sudah wajar bukan.. kalian manusia merebut tanah kami dan kami ingin merebutnya kembali."


"Apa maksudmu... sejak awal ini adalah tanah kami, kalian para Titan yang mencoba merebutnya ribuan tahun lalu."


"Benar juga itulah yang kalian ketahui... jika kau ingin tahu semuanya kenapa kau tidak tanyakan pada salah Arch Priest yang melayani dewi suci, di mana dia? Jika tidak salah dia berada di menara Aira.. kurasa jika kau bertanya padanya kau akan diberitahu atau mungkin malah dibunuh."


"Jangan mengatakan hal aneh tentangnya."


Ryker berlari menuju ke arah musuhnya, sebelum dia menyadarinya sebuah pukulan lebih dulu mendarat di perutnya hingga dia tumbang dan jatuh dari ketinggian atap rumah.


"Jika kau ingin menyalahkan seseorang maka salahkan nenek moyangmu dan juga dewi yang kau puja itu."


Malam harinya sensasi berat dirasakan oleh Ryker, dia buru-buru membuang reruntuhan yang menimpa tubuhnya dan sesegera mungkin bangkit untuk mengalihkan pandangannya ke segala arah.


Kecuali bencana tidak ada yang bisa ditemukan, terlebih tubuh-tubuh manusia yang terpotong-potong di jalanan membuatnya ingin muntah.


Dia meninju tembok selagi bergumam.


"Sebenarnya apa yang terjadi di benua ini?" tentu pertanyaan itu tidak mencapai siapapun, berapa kali pun dia bertanya tidak ada jawaban yang diterimanya.


Walau kesal apa yang dikatakan musuhnya memanglah benar, jika dia ingin mengetahuinya maka hanya dengan satu cara, dia harus pergi ke menara Aira.


Entah akhirnya dia akan diberitahu atau dibunuh apapun itu tidak jadi masalah? Yang ingin dia dengar sekarang hanyalah sebuah kebenaran.


Dengan langkah pelan awal dari perjalanan Ryker dimulai.

__ADS_1


__ADS_2