
Wanita elf berambut pirang dengan mata biru bernama Friella sementara wanita elf dengan rambut hitam serta mata coklat bernama Laina.
Dengan senang keduanya menuntunku ke berbagai tempat di istana selagi mempertunjukkan keahlian mereka.
Pertama tempat yang kami kunjungi merupakan area perkarangan istana, kebetulan untuk bagian belakang telah masuk waktunya pemeliharaan dan di sana banyak semak-semak yang harus dirapikan, mereka mengambil gunting besar dan yang pertama maju adalah Friella.
"Aku akan membuat bentuk kucing raksasa," katanya demikian.
Friella menutup matanya sesaat sebelum memulai dengan gerakan cepat darinya, ia memotong di sana sini kemudian diam sejenak sebelum kembali melakukannya. Tak perlu lama baginya untuk membuatnya, hingga dengan santai Friella menunjukkan hasil karyanya dengan suara datar.
"Tadaa."
Aku maupun Laina bertepuk tangan bersama.
Karyanya benar-benar luar biasa itu menyerupai karya 3 dimensi dengan tanpa menghilangkan detailnya seperti kumis, sudut mata serta ekornya.
Bagaimana dia melakukannya? Ini bukan lagi pekerjaan amatir, ini karya profesional yang bisa masuk buku rekor tertentu.
"Kalau begitu sekarang giliranku, aku akan membuat seekor anak ayam," ucap Laina melangkah maju.
Kucing dan ayam aku pikir itu perpaduan yang bagus meskipun sebenarnya tikus jelas lebih cocok juga.
Beberapa saat kemudian kami bertepuk tangan.
"Ayamnya sangat indah."
__ADS_1
"Menatapnya membuatku lapar," tambah Friella sebelum beralih padaku.
"Jadi bagaimana tuan?"
"Kalian luar biasa, baru pertama kali aku langsung yakin kalian bisa melakukan segala hal."
Keduanya tersenyum bangga, meski aku mengatakan itu sepertinya mereka tidak berniat melepaskanku dan lanjut ke tempat lainnya yaitu aula istana, banyak ruangan yang tersedia di sini dan mereka membersihkannya dengan cepat.
Itu semacam mereka menggunakan sihir, Friella mengepel lantai sementara Laina mengelap jendela, aku jelas tak bisa berkata apapun untuk mereka selain bertepuk tangan.
Selanjutnya mereka beres-beres rumah selanjutnya ke area pemandian yang luas. Dengan sedikit menggabungkan sihir air mereka lebih cepat melakukannya juga.
Kurasa sudah cukup melihat mereka bekerja, aku akan mengatakan bahwa mereka seorang Maid bersertifikat tinggi.
"Apa tuan puas?"
"Yatta."
Mereka pantas mendapatkannya meskipun aku tahu bahwa perkataan itu yang mereka inginkan sejak lama. Itu terbukti bagaimana mereka terus menunjukkan kemampuan mereka sejak tadi.
Untuk menghabiskan waktu aku memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Elfdian tepatnya di pinggir pulau untuk memperhatikan air yang menggenang di sana.
Saat aku memperhatikannya secara teliti seseorang muncul dari dalam, ketika pandangan kami bertemu aku pura-pura terkejut.
"Ayam, ayam, ayam."
__ADS_1
"Hentikan... kau malah terdengar mengejekku Lion."
"Aku cuma bercanda, jadi apa yang sedang kau lakukan?"
"Seperti biasa aku hanya bermalas-malasan, tapi saat aku butuh uang aku akan ke darat lalu menyanyikan beberapa lagu sebagai pembayaran mereka memberikanku uang."
Sepertinya Hualing memiliki kehidupan santai di sini, aku merasa iri dengannya.
Aku duduk saat Hualing juga duduk selagi memainkan ekor ikannya di permukaan air.
"Ngomong-ngomong soal rasku, apa sudah ada kemajuan?"
"Aku sudah meminta sekertarisku untuk menyelidikinya lewat perdagangan, guild serta informasi atas benua, kita hanya bisa menunggu sampai ada kabar."
"Begitu."
"Dulu sebelum aku kemari dunia ini banyak intimidasi dari berbagai ras, karena itulah sebagian ras lebih suka menyembunyikan dirinya jauh dari publik."
"Aku bisa mengerti itu."
"Saat infomasinya datang, aku akan segera melaporkannya padamu dan kita bisa bersama-sama pergi ke sana."
"Aku mengandalkanmu Lion."
"Serahkan padaku."
__ADS_1
Aku harap dia bisa sedikit bersabar.