Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 513 : Sebuah ingatan Yang Tersembunyi Dari 4000 Tahun Yang Lalu


__ADS_3

Di dalam menara Babel sosok bayangan hitam duduk di singgasana selagi memegang buku hitam di tangannya, dia adalah Asteroid, sementara itu di depannya berlutut puluhan orang yang terdiri dari berbagai ras termasuk kedua orang tua Nightmare.


Si bayangan tertawa.


"Kini akhirnya Embrio yang kita buat telah tercipta, hanya perlu satu hal lagi yang dilakukan untuk membuatnya sempurna dan dengan itu aku bisa mengunakan tubuhku yang sempurna dan menghancurkan alam dewi dengan tanganku... tentu saja bagi kalian pengikutku akan kuberikan hal yang pantas sebagai bayarannya."


Ayah Nightmare yang memiliki jabatan sebagai pemimpin maju ke depan.


"Jadi apa yang harus kami lakukan?"


"Mudah saja, kalian harus membunuh anak kalian dan persembahkan jiwanya padaku."


Orang-orang di menara ini telah kehilangan kewarasannya maka dari itu hal seperti itu tidaklah membebani pikiran mereka, mereka hanya berlutut dan mengiyakan apa yang dikatakan bayangan tersebut.


Hingga ketika malam harinya, semua pengikut itu membunuh anak-anak mereka lalu mengirim mayat mereka ke dalam menara Babel namun hanya satu anak yang tidak bisa diberikan pada Asteroid dan itu adalah Nightmare atau namanya sekarang paling tidak bernama Noir Jessamyn.


Dia berdiri di tengah ruangan selagi memegang pisau sementara kedua orang tuanya telah tergeletak di bawah kakinya mati.


Dia berteriak sekuat tenaga hingga akhirnya seseorang muncul menerobos, dia adalah Clarisa yang sebelumnya menjadi gurunya.


Dia selalu menghabiskan waktu bersamanya, mengobrol santai dengan secangkir teh serta mengajarinya berbagai hal.


"Aku terlambat tapi syukurlah kau masih hidup."


Clarisa memeluk tubuh Noir yang mematung dengan air mata menetes dari wajahnya, pisau di tangannya pun jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Guru."


"Ini tidak bisa dihindarkan, orang tuamu telah bergabung dengan Sekte gelap... aku telah menyadarinya dan mereka berniat membunuh anak-anak mereka untuk dibawa ke menara Babel."


"Ayah, ibu, uwaahh."


Noir kemudian tak sadarkan diri dan Clarisa akhirnya membawa Noir ke berbagai tempat untuk bisa melupakan semuanya, sejak saat itu Noir tidak mengatakan apapun lagi.


Clarisa berfikir terjadi sesuatu pada Noir saat malam itu, jadi jika dia mencari tahu ke menara Babel dia akan bisa mengetahui sesuatu yang bisa menyembuhkan muridnya seutuhnya.


Pada akhirnya Clarisa pergi menemui Harty untuk menitipkan Noir padanya.


"Kau yakin menitipkannya padaku, aku seekor naga."


"Tak masalah aku hanya akan pergi sebentar ke menara Babel... aku yakin ada sesuatu yang bisa menyembuhkan Noir di sana."


Saat Clarisa sampai di tempat tujuannya tampak mayat-mayat yang telah berserakan di bawahnya sementara itu menara yang seharusnya berdiri di sana kini telah menghilang seutuhnya.


"Bagaimana bisa, seharusnya menaranya ada di sini."


Tanpa ia tahu Amnesty lah yang melakukan ini semua, dia memindahkan menara tersebut ke tempat yang tidak bisa dijangkau siapapun.


Tepat saat dia kebingungan ia teringat sosok Noir jadi dengan terburu-buru ia kembali ke tempat Harty berada, dan mendapati bahwa muridnya tidak berada di sana lagi.


Naga tersebut terlihat terluka parah dimana dia berada di tumpukan hartanya sendiri.

__ADS_1


"Ada apa Harty? Kemana Noir."


"Dia tiba-tiba saja berubah dan lalu menghajarku tanpa ampun."


"Mustahil."


"Aku tidak tahu tapi dia benar-benar mengerikan seolah ada semacam kutukan di tubuhnya dan saat aku bertanya siapa namanya?"


"Dia bilang bahwa dia tidak butuh nama itu dan mulai menyebut dirinya Nightmare."


"Dia merubah ingatannya sendiri."


"Tidak salah lagi... bahkan lebih dari itu dia sepertinya membenci dunia ini."


Clarisa hanya duduk dengan lemas dan semenjak itu dia terus mencari keberadaan muridnya yang telah dijadikan budak dari satu tempat ke tempat lainnya.


Dan saat mereka bertemu kembali ingatan Nightmare telah sepenuhnya hilang.


"Apa kau baik-baik saja, siapa namamu?"


"Namaku Nightmare."


"Nama yang buruk, bagaimana jika aku menyebutmu Noir Jessamyn saja."


"Aku tidak peduli, tolong ajari aku untuk menjadi semakin kuat dan aku akan membalas dendam pada mereka semua."

__ADS_1


Bagi Clarisa semua ini membuatnya sakit, padahal mereka selalu menghabiskan waktu bersama bahkan dia ingat bagaimana Noir memberikan bunga padanya dengan senyuman indah.


Ia hanya berharap hal itu kembali sedia kala sayangnya itu tidak pernah kembali lagi.


__ADS_2