Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 194 : Mengumpulkan Daun Herbal


__ADS_3

Aku berjongkok selagi mencabuti beberapa rumput liar saat beberapa orang berbondong-bondong memasukan seluruh perabotan ke dalam rumah.


Aku tidak tahu berapa uang yang mereka habiskan namun itu pasti jumlah yang sangat besar.


Kebanyakan petualang jarang menetap tapi kami memilih jalan yang berbeda, meski berpergian jauh aku bisa menggunakan Teleportasi Gate jadi pulang pergi itu merupakan hal mudah.


Salah satu pengantar berkata ke arahku selagi mendorong rekannya untuk mengirim ejekan yang sama padaku.


"Mereka memperkejakan tukang kebun bertopeng, dia pasti memiliki keberuntungan luar biasa bisa serumah dengan majikan cantik."


"Benar sekali, aku ingin menenggelamkan wajahku ke dalam dada nona Rion."


Yah sejujurnya itulah yang sering aku lakukan padanya.


Lebih baik diam saja agar tidak memancing amukan massa.


"Aku tidak ingat ada rumah di sini."


"Aku juga."


"Semua barang telah dikirimkan, kalau begitu kami pergi sekarang, sampai nanti."


"Terima kasih banyak."


Seluruh anggota partyku mengantarkan kepergian para pekerja itu sementara aku menghela nafas panjang.


Kalau bukan karena wajahku terlalu ganteng, aku ingin sekali menemui mereka tanpa mengenakan penutup wajah dan lihat apakah aku mirip pelayan atau tidak.


Setelah selesai aku membuka wajahku dan membaringkan tubuhku di atas sofa mahal.


Aira muncul dengan wajah puas.


"Bagaimana rasanya, nyaman bukan?"


"Iya, berapa ini?"

__ADS_1


"Mereka menawariku dengan harga 100 koin perak tapi aku tidak mau."


"Wah, mungkinkah harganya lebih murah?" tanyaku antusias.


"Aku membelinya dengan harga 200 koin perak."


"Itu malah lebih mahal," teriakku.


Aku menarik wajah Aira.


"Kyaa.. jangan menarik wajahku."


Aku akhirnya mengumpulkan mereka semua dan bertanya satu persatu tentang berapa banyak mereka menggunakan uangku dan hasilnya mereka semua membuatku bangkrut dalam sehari.


"Lihat ini Lion, lukisan ini sangat indah.. penjualnya menawariku 1 koin perak tapi sayang jika membelinya dengan harga segitu, jadi aku memberinya 1 koin emas."


Bukannya kau dewi jahat? tanyaku dalam hati.


"Kalau aku membeli makanan sebanyak mungkin, mereka bilang beli 100 gratis satu."


Itu namanya keterlaluan, terlebih jika tidak dimakan mereka akan kadaluarsa besok jadi aku memaksa Harty memakannya. Lagipula dia sendiri yang membelinya.


Untuk Valentine apa yang dia beli.


Aku bertanya-tanya apa yang dia beli?


Dia menunjukkannya dengan malu.


Dan aku tahu apa itu.


"Itu obat kuat."


Aku memegangi kepalaku frustasi, kalian semua adalah tipe orang yang tidak boleh memegang uang, mulai sekarang aku yang akan mengaturnya.


"Apa?"

__ADS_1


Harusnya aku yang terkejut dengan kalian.


Paling tidak kami memiliki rumah nyaman dengan perabotan lengkap di dalamnya.


Esok harinya kami mulai mengambil quest untuk mendapat uang kembali, dari ratusan quest yang tertempel kami memilih pekerjaan yang tidak jauh dari kota yaitu mengumpulkan tanaman herbal.


Setelah diberitahu seperti apa tanaman itu, kami pergi ke padang rumput untuk mengumpulkannya dalam keranjang. Beberapa orang tampak kecewa karena kami hanya mengambil pekerjaan kecil namun aku memilih mengabaikannya.


Tujuan kami bukanlah untuk menjadi petualang besar atau menarik banyak perhatian, kami hanya ingin menjalani kehidupan secara perlahan selagi mengetahui apa saja yang bisa kami pelajari dan terapkan di negara kami.


Pertama dimulai dari sekitar kota kemudian mencoba ke tempat lebih jauh sedikit demi sedikit.


Harty berteriak lalu membaringkan tubuhnya terlentang.


"Aku lapar, aku ingin makan."


"Kau baru saja makan. Bagaimana jika kau mencoba makan daun ini."


"Lion, kau pasti bercanda?"


"Tidak, daun ini bisa dimakan."


"Yang benar?"


Aku tanpa ragu mengambil beberapa lalu memakannya.


"Daun herbal yang kita ambil akan dijadikan obat-obatan namun sejujurnya memiliki fungsi berbeda sebagai makanan juga."


"Meski begitu naga tidak makan sayuran," Harty menegaskan dengan tatapan serius.


Aku mengulurkan daun itu pada yang lainnya.


"Elf tidak makan sayuran."


"Bahkan Dewi juga."

__ADS_1


"Aku vampir sayuran kurang bergizi untuk tubuhku."


Seberapa besar sebenarnya kalian menyukai daging, gumamku dalam hati.


__ADS_2