Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 236 : Perburuan


__ADS_3

Di luar kota aku memeriksa peta wilayah kerajaan Frames, satu kota telah kami beri tanda dan tersisa 6 lagi yang menjadi titik gerbang Solomon.


Aku bisa saja menggunakan Teleportasi Gate untuk memindahkan kami dengan mudah hanya saja iblis titan bukan hanya ada di dalam kota melainkan beberapa lagi berada di luar.


Ketika kami memutuskan kota berikutnya, aku naik ke atas kuda dan yang lainnya juga mengikuti kecuali Harty yang lebih suka mengawasi dari atas dengan wujud naganya.


Kami mulai memasuki desa-desa yang dihancurkan kemudian masuk ke dalam hutan berantara.


Weis, Ace, Edmund, Qiana dan Glory telah menarik pedangnya tepat saat kami sebentar lagi keluar dari hutan.


Untuk Valentine dan Clarisa mensejajarkan kuda mereka denganku. Cahaya yang redup berubah menjadi cahaya menyilaukan mata, bersamaan kami keluar tampak padang rumput luas telah menyambut kedatangan kami.


Tentu jika tidak ada iblis titan semuanya akan sempurna.


Aku berkata untuk memberikan komando.


"Weis dan Ace kalian ke kiri."


"Baik."


"Qiana, Gloria dan Edmund ke kanan, dan untuk Valentine maupun Clarisa akan ikut denganku dari tengah. Kita akan mengepung mereka dari segala arah dan jangan sampai ada yang dibiarkan lolos."


"Dimengerti."


Aku mengangkat satu tanganku dan kami mulai berpencar seperti apa yang kuperintahkan.


Clarisa menghela nafas panjang.


"Aku juga ingin menggunakan pedang yang sama seperti mereka, hey Lion biarkan aku juga?'

__ADS_1


"Tidak, pedang jelas tidak cocok untukmu."


"Kalau belum dicoba tidak akan tahu."


Aku jelas meragukannya.


Di sisi lain Valentine duduk menyamping tanpa meninggalkan payungnya, terlihat aneh saat kau sedang menaiki kuda.


"Kita menemukannya," ucap Valentine menunjuk ke depan dan bisa kulihat lima ekor iblis titan bergerak dalam kawanan menuju ke arah kami


Mereka berlari menggunakan empat kaki seperti yang pernah kulihat sebelumnya.


"Waktunya untuk bertarung."


Aku berdiri di atas kuda, sementara kudaku berhenti aku melompat ke depan lalu berlari menerjang ke arah mereka.


Jumlahnya hanya lima saja.


"Graaaaaah."


Tanpa perlu menunggu mereka menyerang pukulan Clarisa menyelesaikannya hingga mereka tumbang dengan mudah, selanjutnya kami kembali menerobos maju.


Sekarang jumlah iblis titan yang berkumpul jauh lebih banyak, itu sekitar 20 ekor, pasukan pejuang tampak memberi aba-aba dengan suar yang mereka tembakan ke langit.


Perburuan sesungguhnya barulah di mulai, dalam waktu singkat kami berhasil mengalahkan mereka hingga kami semua terbaring di rumput hijau selagi menatap langit biru cerah.


Jika dilihat dari atas kami dalam posisi melingkar.


Sekujur pakaian kami banyak ternoda oleh darah merah dan terkesan aroma amis yang menyengat.

__ADS_1


"Lelah sekali, aku ingin istirahat sebentar," ucap Qiana dan aku juga berfikiran sama.


Adapun yang tidak merasa lelah hanya kedua dewi dan juga Harty yang dengan mudah memakan para mayat iblis tersebut.


Glory tertawa lalu melanjutkan.


"Tak kusangka kita bisa seperti ini, kupikir aku hanya akan hidup sebagai penyihir dengan bayaran kecil tapi sekarang aku bisa mendapatkan uang dan bisa dianggap sebagai pahlawan juga."


Jika mereka tahu apa yang ditawarkan kerajaan, mereka akan jauh lebih senang.


"Begitu juga denganku, aku hanya berasal dari keluarga petani bersama Ace.. tapi sekarang aku yakin kami bisa hidup lebih baik dan membantu desa juga."


Atas pernyataan Weis, Ace mengangguk mengiyakan.


Edmund menyusul.


"Aku sudah menjadi lebih kuat, aku yakin tidak akan ada orang yang meremehkanku lagi ke depannya."


"Aku juga setuju."


Mereka tertawa bersama dengan senang.


Sebelumnya aku meminta gadis loket untuk mengumpulkan penyihir tingkat S, namun sayangnya seperti mereka katakan mereka bukankah seorang yang dimaksud.


Aku sempat memprotes ke gadis loket namun dia bilang.


"Penyihir tingkat S memiliki ego tinggi, bahkan jika mereka dibayar sangat tinggi mereka tetap tidak akan menuruti permintaan petualang berlevel satu... meski mereka bukan peringkat tinggi jumlah mana mereka cukup tinggi jadi bisa diandalkan juga."


Saat itu aku memegangi kepalaku frustasi selagi berteriak.

__ADS_1


"Mereka pasti akan mati dengan cepat."


Aku menyesali karena tidak mempercayainya, kurasa manusia memang bisa lebih cepat berubah dan beradaptasi saat mereka dibutuhkan.


__ADS_2