Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 300 : Serangan Iblis Titan Tengkorak


__ADS_3

"Bagaimana Aoi, apa kau terkejut?"


Sudah jelas terkejut, aku memang merasa ada yang aneh padanya tapi jika dia benar-benar kaisar aku telah banyak melecehkannya saat mandi. Tak hanya dibunuh aku juga akan dikutuk oleh seluruh negeri ini jika aku ketahuan adalah pria.


Aku hanya menghela nafas panjang sebelum beberapa penjaga menerobos masuk.


"Maaf atas kelancangan saya, tapi ibukota sedang di serang sekarang."


"Apa?" teriak Rin.


Ekpresi senang yang ditunjukkan semua orang kini berubah menjadi senyuman pahit, aku baru saja tiba kemari sudah ada masalah saja.


Wisteria bangkit lalu berkata setelah membungkukan badannya.


"Biar aku saja yang mengatasinya, tuan Genjitsu dan nona Yukisa sedang berada di tempat lain maka dari itu aku yang akan bertanggung jawab."


"Aku juga ikut," kataku memotong.


"Kalau begitu kuserahkan pada kalian berdua, untuk Aoi setelah selesai tolong mampir ke kamarku."


"Ah iya," jawabku ragu.


Kurasa dia mau menjelaskan semuanya.


Tanpa menunggu lagi aku maupun Wisteria berlari ke luar istana dan melihat sesuatu yang mengejutkan, di tembok yang mengelilingi kota ini tampak seekor raksasa setinggi 80 meter sedang mencoba menerobos masuk.

__ADS_1


Dia menghancurkan semua dinding penghalang dengan mudah, sementara orang-orang mencoba menyelamatkan dirinya dia terus mengamuk tak terkendali, beberapa penjaga berusaha untuk melawannya namun semua itu berakhir sia-sia.


Sejak aku berhasil menyelamatkan manusia dari Titan ataupun sebaliknya, aku berfikir tidak akan pernah melawan hal semacam ini lagi, namun sayangnya itu malah berbeda dari apa yang kuinginkan.


Titan itu tidak memiliki kulit dan daging melainkan tubuhnya hanya tulang putih bersih, bagian tubuhnya mengeluarkan asap ke udara yang tampak terlihat seperti sebuah mimpi buruk yang keluar dari kematian.


Kurang tepat juga jika menyebutnya Titan, itu jelas iblis titan tengkorak bagaimanpun ada dua tanduk di kepalanya.


Aku melirik ke arah Wisteria yang diam dengan gemetaran.


"Kau pasti bercanda, kenapa makhluk raksasa seperti itu ada di Ibukota?"


Sepertinya ini pertama kalinya semua orang melihatnya di sini, dia tidak memiliki kulit dan daging meski begitu aku hanya perlu memenggal kepalanya.


Iblis titan tengkorak dalam hitungan detik telah berhasil menerobos masuk lalu dia berjalan menuju istana.


Aku memegangi bahunya.


"Aoi."


"Jangan hanya diam kita harus menghentikannya paling tidak cobalah untuk mengungsikan semua orang ke tempat aman, dia sudah jelas mengincar Rin, bukan... mungkin nama aslinya Hime."


"Nona Hime dalam bahaya... benar, aku akan memimpin pasukan untuk menghentikannya."


"Akhirnya dia sadar, kalau begitu aku yang duluan pergi."

__ADS_1


"Aoi?"


"Jangan khawatir selama mereka memiliki bentuk maka kita bisa menebasnya," mendengar pernyataanku sorot mata Wisteria yang ragu-ragu kini telah menghilang, digantikan tekad kuat untuk melindungi.


Syukurlah dia kembali sedia kala.


Aku melompat dari rumah ke rumah tanpa menarik pedang dari pinggangku, dengan kecepatan ini aku masih bisa melihat iblis titan tengkorak membuka mulutnya selagi mengeluarkan asap dari sana.


Asap itu sangatlah panas jika seseorang mendekatinya tubuh mereka langsung hancur, rasanya seperti melihat asap yang turun dari gunung merapi. Kurasa zirah besi bisa menahannya karena itu apa boleh buat.


Asap mengepul keluar dari tubuhku.


Aku menciptakan lingkaran sihir di bawah kakiku yang mana membuatku terdorong jauh di atas kepalanya.


Tengkorak itu juga telah melihatku, dia mencoba meraihku dengan tangannya saat dia menangkapku ledakan angin terjadi, tubuhku telah berubah menjadi raksasa dengan zirah besi perak menyelimutinya.


Aku mendaratkan kakiku lalu memukul wajah tengkorak itu hingga terlempar jauh menabrak dinding yang sebelumnya dia hancurkan sampai keluar kota.


Tak hanya tangannya rahangnya pun hancur berserakan.


Tulang-tulang yang berserakan mulai berterbangan lalu menyatukan dirinya pada tubuh utama.


Aku meletakkan kedua tanganku pada sisi tembok selagi meraung.


"Graaaahh."

__ADS_1


Tengkorak itupun melakukan hal sama.


Apa tubuh tengkoraknya tidak bisa dihancurkan?


__ADS_2