Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 413 : Lantai Yang Tersisa


__ADS_3

Sudut pandang Lion.


Di lantai 90 aku menambang batu bintang untuk kesembilan kalinya, hanya satu lagi maka pekerjaan ini akan selesai, mengingat bagaimana pertarungan berlangsung itu sedikit membuatku mual.


Kami tak hentinya bertarung dan terus menerobos, jika manusia normal kami sudah mati di pertengahan lantai.


Aku menyimpan batu bintang di tempat seharusnya sebelum menuruni lantai 91 dan 92, tadinya kami ingin berisitirahat di lantai 91 sayangnya itu hanya area gersang dengan asap dan bau belerang yang menyengat dan di lantai 92 itu jauh lebih baik, labirin ini menjulang ke langit namun pondasinya sendiri membuat seseorang menggelengkan kepalanya. Semua hukum tidak berlaku di sini di sini ada sebuah pemandian air panas yang diisi oleh monster slime.


Hanya mengalahkan mereka dengan mudah kami bisa menggunakan pemandian tersebut, aku tidak mandi dengan mereka melainkan menggunakan kolam di sisi lain.


Harty dan Livia tidak keberatan aku melihat tubuh telanjang mereka namun di sisi lain aku juga tidak boleh melupakan keberadaan Siel dan Farida jadi aku memilih untuk menjauhkan diri.


"Ngomong-ngomong tempat ini sangat nyaman."


Aku yakin bahwa sama seperti lantai yang dipenuhi bangunan tempat ini merupakan salah satu yang disebut bonus lantai di mana setiap petualang mendapatkan keringanan. Sejauh ini hanya kami orang pertama yang sampai sejauh ini karena itu semua perjalanan yang telah kami lalui sama sekali tidak tertulis di arsip guild bahkan perpustakaan kota.


Harty berenang dan muncul di sampingku setelah menyelinap.

__ADS_1


"Fuah, nyaman sekali."


Aku bukan orang yang akan berteriak saat seorang wanita menyelinap ke tempat mandiku, aku adalah pria dewasa yang mampu membaca situasi dengan tenang.


"Ah, Lion bagian bawahmu mulai...."


"Jangan melihatnya."


"Kau tertarik dengan tubuh kecilku juga, Lolicon."


"Kenapa kau ada di sini?"


Aku menyandarkan punggungku lalu melanjutkan.


"Sebenarnya aku meminta Clarisa untuk membuat gerbang yang menyatukan dunia bawah dengan dunia kita dan salah satu bahannya adalah batu bintang."


"Ah, saat kau pergi waktu itu."

__ADS_1


"Banyak hal yang terjadi di sana saat menyelamatkan Ringbel kupikir tidak salah untuk bisa menemui mereka kembali, dan juga aku perlu memberitahukan kematian Solomon pada seseorang."


"Aku mengerti, sejauh ini Lion telah banyak merubah dunia... hal seperti menggabungkan dunia bawah dan dunia ini bukanlah hal yang sulit dilakukan bagimu."


"Harty?"


"Itu sebuah pujian, aku senang menjadi bagian dari petualanganmu sejauh ini aku hanya berfikir akan terkurung di satu tempat tanpa mengenal apapun, tugasku hanya membunuh siapapun naga yang turun ke alam manusia hanya itu... tapi sejauh itu, sekarang aku merasa lebih menikmati hidupku."


"Apa sebelumnya kau tidak pernah berfikir untuk kembali ke sana? Mengingat bahwa Harty adalah ratu naga."


"Meski mereka mengatakan aku ratu naga aku sama sekali tidak pantas mendapatkannya, aku hanya pembunuh yang membunuh ratu sebelumnya untuk mencegah semua orang yang terluka, aku mana mungkin pantas untuk memimpin mereka."


"Menurutku tidak begitu, karena kau mementingkan banyak orang selain dirimu bukannya itu adalah sosok ratu sesungguhnya."


Harty tertawa.


"Yah, aku sudah tidak peduli dengan statusku... bahkan jika suatu hari ada naga yang ingin menggantikanku aku tidak keberatan sama sekali, di sini rumahku dan itu tak pernah berubah."

__ADS_1


Aku tersenyum sebagai balasan.


Harty terlihat kekanak-kanakan namun jauh di dalam hatinya dia lebih dewasa dari siapapun.


__ADS_2