Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 411 : Perubahan


__ADS_3

Sudut pandang Farida.


Hanya dalam waktu beberapa hari saja banyak hal yang telah kami alami, seperti apa yang dikatakan peramal yang kami temui tempo hari aku maupun Siel menemukan hal yang merubah hidup kami.


Dalius dan Theo telah tewas dan kini kami harus terus bergerak ke lantai terakhir dari labirin ini, awalnya setelah kematian mereka aku merasa kami juga akan mati namun jelas hal itu berbeda dari yang kubayangkan.


Di depanku pria bertopeng mencurigakan dengan mudah menghalau serangan yang datang padaku, sementara rekannya yang bertarung dengan Siel turut membasmi monster yang tersisa.


Setiap hari kami dihadapkan dengan situasi hidup dan mati dan seiring waktu aku maupun Siel terus semakin kuat, terlepas kami menjadi kuat semuanya berkat orang bertopeng ini. Dia dengan senang menjaga kami dan melindungi kami dengan kekuatannya yang bisa dibilang sesuatu yang diluar akal sehat.


Dia menggunakan seluruh elemen sihir dari dunia ini bahkan mahir menggunakan sihir suci yang hanya bisa dipelajari saat kau bergabung dengan pihak gereja suci, sebenarnya siapa dia?


Seiring berjalannya waktu aku semakin penasaran hingga suatu hari di lantai 45 aku mendekati pria itu yang duduk di sungai selagi membasuh wajahnya, aku sangat penasaran bagaimana wajahnya sebenarnya dan ketika aku melihatnya aku mungkin telah menginjak ranjau.


Dia benar-benar tampan serta berkarismati, dia memiliki mata jernih yang sedikit tajam serta hidup mancung, hanya satu yang bisa aku katakan dia adalah sosok yang mungkin akan muncul sekitar 10.000 tahun sekali atau lebih.


Itu sangat mengagumkan ada sedikit ketertarikan seksual saat melihatnya dan saat itu akhirnya aku menyadari satu hal.

__ADS_1


"Jadi begitu."


Alasan kenapa dia menyembunyikan wajahnya karena dia mungkin akan terlibat hal merepotkan dengan wanita, ketampanan memberikan sebuah keuntungan namun di sisi lain juga seperti sebuah pedang bermata dua.


Banyak pria yang menggunakan ketampanan itu untuk menjerat wanita, mereka akan mencoba bermain-main dengan mereka lalu menidurinya sebanyak yang mereka lakukan dan beralih ke wanita yang baru yang lebih menjanjikan namun sepertinya Lion bukan orang seperti itu.


Dia mungkin punya alasan untuk berjuang hingga sejauh ini untuk mencapai lantai terakhir ini, aku akan melupakan apa yang kulihat barusan dan hanya fokus untuk membantunya serta keluar dari sini.


Setelah aku maupun Siel keluar kami akan pensiun dan mencoba hidup dengan uang yang kami dapatkan di sini, itu adalah rencananya.


Aku tidak sanggup untuk melihat jika seseorang rekan kami terbunuh lagi seperti itu.


Siel memberikanku potongan dagingnya.


"Makanlah kau harus memulihkan tenagamu juga."


"Terima kasih."

__ADS_1


Atas pernyataanku wajah Siel terkejut bahkan yang lainnya juga, aku bertanya padanya.


"Ada apa?"


"Bukan apa-apa, tapi Farida kau barusan menjawab pertanyaanku dengan lancar."


"Aah...aaaa.."


"Ya ampun, dia kembali lagi," ucap Harty dan semua orang tertawa kecil.


"Yap, manapun yang ditunjukkan Farida dia tetaplah sama."


"A-aku ingin... mencoba u-untuk sesering mungkin bicara."


"Begitu."


Semenjak insiden Theo dan Dalius aku berusaha keras untuk bisa berkomunikasi, saat itu aku diam-diam mengikuti keduanya karena merasa ada yang aneh tahu-tahu Dalius hendak menyerang Theo dan aku buru-buru ingin mencegahnya dengan memperingatinya sayangnya suaraku tidak keluar dan akhirnya terlambat.

__ADS_1


Dengan kejadian itu aku ingin merubah hidupku mulai sekarang.


__ADS_2