
Sudut pandang Kizuna.
Aku memberikan barang tersebut pada pelanggan itu dan dia tampak senang, dia bukan berarti ingin mencari keributan dia hanya ingin mendapatkan barang itu untuk putrinya yaitu sebuah boneka kayu.
Erik yang berada di sampingku berterima kasih untuk sesuatu yang tidak penting dan aku hanya melambaikan tangan ke arahnya lalu pergi.
Hanya satu yang ingin kukatakan pada Erik yang sekarang.
Dia pria malang.
Di sudut jalan aku membeli roti lalu memakannya bersama Charlotte yang kembali ke wujud manusianya di atas genteng.
"Kau yakin tidak ingin mengatakan apapun lagi padanya."
"Jika kukatakan itu akan terasa sakit, saat kita berada di ibukota mereka mencampur obat-obatan di dalam makanan kita, dengan hanya memakannya maka ingatan kita akan terhapus bahkan alasan kenapa dia tidak marah soal kejadian itu karena dia tidak mengingatnya."
"Soal pembantaian itu kah?"
"Benar, aku tidak bisa berbuat apapun lagi terlebih dua roh itu sudah memanfaatkan Erik."
"Roh memiliki kehendak mereka sendiri bahkan aku yang merupakan ratu tidak bisa berbuat apa-apa, setiap dia melakukan hubungan intim dengan mereka jiwanya secara perlahan terkikis, yang harus disalahkan adalah Venus."
"Ketika ada jalan aku akan membunuhnya."
"Lalu bagaimana kau kebal dengan racun yang diberikan mereka."
"Di dalam jendela statusku ada skill yang membuatku kebal dari racun, entah itu berbetuk cair atau gas."
"Begitu, syukurlah aku memilihmu saat ini."
"Kurasa ini yang dinamakan takdir."
__ADS_1
Aku memakan roti di tanganku sampai kulihat seorang pria di bawahku yang berteriak-teriak tak karuan.
Asap mengepul dari tubuhnya membuat kulit dan dagingnya terkelupas.
"Itu?"
"Apa yang terjadi?"
Pria itu menatap ke arahku namun matanya telah berubah merah terang.
"Bunuh dia, Kizuna."
Aku melompat dengan pedang Charlotte di tanganku, ujung bilah yang kutancapkan menusuk tembus dari bagian atas.
"Apa kita diserang?"
"Sudah jelas begitu, jika kau terlambat membunuhnya dia akan berubah jadi Titan, tapi ini aneh orang ini hanya manusia."
Tepat saat aku mengalihkan pandanganku ledakan terjadi di mana-mana, saat aku menengadah puluhan Titan muncul secara serempak lalu menghancurkan setiap bangunan di sekelilingnya, tak hanya itu mereka juga memakan manusia.
"Bukannya Titan tidak makan manusia."
"Lihat baik-baik Kizuna, Titan ini berwarna merah serta tubuh mereka tanpa pakaian kecuali daging dan urat.. kelamin mereka juga telah lenyap, tidak salah lagi mereka bukan Titan asli."
"Ada yang merubah penduduk jadi Titan."
"Tepat sekali, ini jelas mengerikan.. kenapa kau tersenyum?"
"Tidak kusangka situasi seperti ini terjadi juga padaku, ini mirip seperti di manga dan Anime Attack of Titan yang kulihat."
"Berhentilah mengatakan hal aneh, dua Titan datang dari arah belakangmu."
__ADS_1
SRAK.
Tangan mereka kutebas dengan sekali ayunan, ketika mereka tertegun kupotong-potong tubuh mereka menjadi beberapa bagian.
"Cepat seperti biasanya Kizuna."
Aku melompat ke atas atap dan kulihat para pahlawan dan penjaga saling berjuang menjatuhkan raksasa ini, ada Erik juga di sana.
"Sudah kuduga kau memang tidak terpengaruh obat-obatan itu."
Suara itu berasal dari pria berotot yang muncul di depanku.
"Marshell Braughman. Apa ini ulahmu?"
"Benar sekali, aku didatangi oleh salah satu Titan untuk menjadi bagian dari kelompoknya.. dibanding memihak negara ini aku lebih memilih orang yang mampu memberikanku kesenangan seperti ini... lihat di sana."
Dia menunjuk ke arah pria yang ditangkap salah satu Titan, dengan sekali gigitan tubuhnya dilahap masuk ke dalam perut kecuali setengah bagian tubuhnya yang dibiarkan kembali ke tanah.
"Kau?"
Aku meluncur ke arahnya dengan mengayunkan pendangku. Dari dulu aku penasaran artefak suci seperti apa yang dia gunakan dan itu adalah sebuah hal yang mengerikan.
Seorang wanita dengan dingin meninju perutku hingga aku menghancurkan bangunan di bawahku menciptakan ledakan dahsyat.
Wanita itu tidak memiliki ekpresi dan terkesan dingin. Dia berkata.
"Lama tak bertemu ratu roh, apa kau mengenalku."
"Felly, itukah kau..."
"Tepat sekali, aku akan membalas dendam untuk manusia."
__ADS_1