
Saat aku mengatakan metode untuk berternak lebah dan cara mengambil madunya membuat seluruh elf memasang wajah terkejut.
Saat masuk kemari aku disangka sebagai orang aneh bertopeng sekarang mereka malah berbalik 180 derajat.
"Tuan Lion benar-benar luar biasa, jadi kita bisa membuat kotak-kotak kayu untuk memasukan masing-masing ratu lebah ke dalamnya lalu membiarkannya begitu saja sampai waktu panen tiba."
Aku mengangguk mengiyakan lalu salah satu tertua entah siapa namanya melanjutkan.
"Hanya dengan menyalakan asap kita bisa membuat para lebah berhamburan, sungguh luar biasa."
Itu hanya pengetahuan umum, tapi kenapa mereka malah sangat bangga mengetahuinya.
"Untuk sekarang lakukan yang dikatakan tuan Lion dan coba dapatkan lebah dari alam liar sebanyak mungkin dan bawa kemari dengan kotak-kotak yang sudah tuan Lion ciptakan."
"Laksanakan."
Beruntung karena aku memiliki sihir kayu.
Seluruh Dark Elf di pemukiman ini menyebar dengan jumlah yang sangat banyak, mereka menunggangi capung lalu menghilang setelahnya.
Aku yang menatap dari bawah hanya memasang wajah bermasalah.
__ADS_1
"Kalian semua terlalu berlebihan."
Selena mendapatkan banyak pujian dari tetua dan mereka memberikan izin pada kami untuk bermalam di sini, sebenarnya kami ingin segera pergi dari sini akan tetapi kurasa tidak baik menolaknya.
Aku melirik ke arah Laurenta dan dia mengangguk sebagai persetujuan, saat aku bilang akan terlambat untuk sampai ke ibukota Frames, Selena menggelengkan kepalanya.
"Jangan khawatir aku akan mengantar kalian dengan kendaraan kami, jadi tidak ada waktu yang terbuang meskipun kalian bermalam di sini."
Kami benar-benar merasa lega untuk itu.
Laurenta mengangkat tangannya.
"Bolehkah aku mendapatkan kamar pribadi, ketiga orang ini suami istri, aku tidak ingin menggangu mereka saat mereka bermesraan."
"Baik."
"Laurenta bukannya kau cepat dewasa dari umurmu?" kataku demikian hingga dia menjulurkan lidah sebelum berjalan mengikuti Selena.
Yah kurasa aku akan memiliki malam seperti biasanya dengan dua wanita sekaligus.
Kami mendapat ruangan sederhana dengan satu ranjang, satu meja dan empat kursi serta beberapa rak berisi pakaian.
__ADS_1
Ruangan ini diperuntukkan untuk tamu penting ternyata, meskipun aku yakin bahwa ruangan ini jarang digunakan. Aku mencoba menjelajahi desa ini seorang diri dan melihat bagaimana mereka hidup di sini.
Mereka mendapatkan air lewat akar-akar pohon yang merambat di sekeliling desa, untuk makanan sendiri mereka lebih memakan buah-buahan yang tumbuh di atas pohon.
Ada beberapa jamur yang bisa diolah dan itu lebih besar dari seharusnya, ukurannya sama seperti daun talas dewasa.
Ada beberapa wanita Dark Elf yang mencoba mengambilnya, aku pun turut membantu.
"Apa yang akan kalian lakukan dengan ini?"
"Ini untuk pesta nanti malam, hmm kupikir kami akan memanggangnya seperti biasa."
"Sayang jika hanya dipanggang bagaimana kalau kita buat tumis jamur saus tiram, pepes jamur, sup jamur, gorengan jamur dan juga beberapa olahan lainnya, rasa jamur tidak kalah dengan rasa daging."
Setelah mendengar penjelasanku mereka semua menatapku dengan pandangan berbinar, itu cukup membuatku takut meskipun wajahku sepenuhnya tertutup topeng.
"Tolong ajari kami memasak."
"Terlalu dekat, aku akan mengajari kalian berbagai hal bahkan cara mengolah talas, ubi-ubian dan juga sayuran."
Karena anggotaku adalah karnivora aku jarang membuat terlalu banyak olahan seperti ini, namun di sini aku bisa menunjukkan seluruh kemampuanku memasak.
__ADS_1
Aku memegang topengku dengan satu tangan selagi berpose.
"Aku master chef akan menunjukkan bagaimana cara memasak sesungguhnya... let's cooking."