
Ini adalah kota yang besar di mana dipenuhi orang-orang yang berlalu lalang, biasanya kau akan menemukan orang-orang seperti pada umumnya namun di sini kurasa berbeda.
Mereka semua jelas vampir.
Biasanya orang menyajikan makanan untuk dijual tapi seberapa kau pergi semua orang hanya menjanjikan darah serta daging mentah. Mereka jelas-jelas telah melupakan hidup seperti manusia.
Ada satu tempat yang menyediakan manisan jadi aku membeli satu selagi bertanya.
"Semua orang di sini vampir yah?"
Bibi penjual tersenyum.
"Benar, pasti tuan berasal dari luar kekaisaran."
"Iya, aku sebenarnya baru tiba kemari tapi kulihat semuanya tampak berubah jauh dari sebelumnya aku ingat."
"Itu karena yang menjadi penguasa di negeri ini adalah Nona Blossom, Kaisar sebelumnya dikatakan terbunuh saat peperangan jadi beliau yang naik tahta."
"Apa semua orang langsung menerimanya begitu saja?"
"Dari awal nona Blossom putri pertama Kekaisaran jadi jelas bahwa ia memiliki hak untuk jadi kaisar."
Aku bisa mengerti hal itu... dibanding Barnett yang merupakan orang luar, garis keturunan penguasa sekarang memang dipegang oleh orang yang tepat.
__ADS_1
"Tapi aku penasaran kalian sepertinya tidak keberatan jika menjadi vampir, tapi bagaimana kalian bisa semuanya berubah di waktu bersamaan?"
"Dalam waktu tiga hari sekali akan ada hujan darah yang turun di negeri ini, dan saat seseorang terkena... mereka akan langsung jadi vampir."
Jadi begitu, pantas saja bibi ini dengan mudahnya berbicara padaku tanpa takut informasi ini bocor.
Pada dasarnya jika seseorang masuk ke negeri ini, mereka akan jadi vampir jadi informasi apapun pasti akan bocor nantinya.
Aku lebih tertarik satu hal tentang apa mereka suka meminum darah manusia? Saat aku hendak mengatakannya Rion dalam pedang berbisik.
"Lebih baik kita pergi dulu."
Aku menurutinya lalu masuk ke dalam gang sempit sebelum akhirnya aku bisa melihat beberapa penjaga mulai bermunculan.
"Sekarang bagaimana Lion?" tanya Aira.
"Kalau soal itu kami sudah tahu."
Atas pernyataan Rion aku sedikit terkejut.
Mereka adalah dewi pasti keduanya sudah mendapatkan petunjuk saat membaca isi kepala mereka.
Tak lama sebuah keributan terdengar dari arah jalan, aku mengintip dan melihat seorang sedang mengamuk tak terkendali.
__ADS_1
Beberapa penjaga yang kulihat sebelumnya berusaha menenangkannya atau lebih tepatnya membunuhnya.
Istri dan anaknya hanya menangis di pinggir jalan.
"Mereka sangat kejam," ucap Aira.
Dari tempatku berdiri aku tidak bisa mendengarkan percakapan apapun meski begitu aku tahu bahwa mereka juga akan membunuh keduanya, karena itu aku melangkah maju menebas mereka dengan cepat sebelum mengambil ibu dan anak itu untuk berlari bersama.
Aku tidak tahu harus pergi kemana karena itu aku hanya menggunakan Teleportasi Gate untuk pergi ke tengah hutan.
Di sana ibu dan anak itu saling memeluk satu sama lain, tubuh mereka gemetaran karena ketakutan.
"Tolong jangan sakiti kami."
"Aku bukan orang jahat, tunggu sebentar."
Aku menggunakan sihir kayu untuk menciptakan rumah sederhana yang bisa mereka tinggali sementara waktu ataupun selamanya.
Aira dan Rion kembali ke wujud mereka lalu mencoba menenangkan keduanya.
Setelah mereka tenang mereka duduk di meja bersama sementara aku memberikan teh pada semua orang.
"Terima kasih," kata si ibu mencoba tegar.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya tapi kenapa mereka membunuh suami Anda?"
Keheningan terasa di antara kami semua sampai akhirnya dia membuka mulutnya.