
Dalam perjalanan kami tak sengaja bertemu seorang pria yang mengapung di perahunya yang terbalik, saat aku bertanya apa yang terjadi dia membalasnya dengan perkataan kecewa.
Aku datang kemari untuk memancing ikan marlin sebesar 10 meter dengan pancinganku, sayangnya dia malah mematahkan pancinganku lalu membalikan perahuku seperti ini."
Memancing ikan sebesar itu dengan pancingan biasa sudah jelas mustahil. Untuk sekarang mari kita naikan pria tua ini ke perahu kami.
Ada pulau kecil di dekat kami hingga kami bisa berlabuh di sana tanpa kesulitan.
"Ikan sebesar itu bagiku masih terlihat kecil, apa aku bisa menangkapnya?"
"Kurasa kau tidak boleh ikut campur dalam pertarungan mereka. Biarkan dia sendiri yang melawannya."
"Apa boleh buat."
"Terima kasih anak muda, sebenarnya aku sudah mengincarnya sejak lama... jika aku berhasil menangkapnya keluargaku pasti akan senang."
"Meski kau tidak menangkapnya bukannya keluargamu masih akan senang jika kau kembali dengan selamat.. aku lihat ada tenda di sini, berapa lama kau tinggal?"
"Sudah enam bulan, aku bilang tak akan kembali ke rumah sebelum bisa mendapatkannya."
Dia benar-benar keras kepala.
"Aku berfikir jika aku berhasil menangkapnya aku tidak akan pergi memancing lagi."
Aku bisa mengerti situasinya, ia ingin berhenti setelah melakukan pencapaian tinggi untuknya. Aku mungkin sedikit kasihan dengannya jadi mari bantu sedikit.
__ADS_1
Aku menciptakan pancingan dengan Magic Tree-ku walau kecil ini sangatlah kuat hingga setara dengan satu pohon besar, untuk benang kurasa akan kubuat dari manaku termasuk kailnya.
"Ini?"
"Ini alat pancing yang kuat, jika menggunakan ini kau bisa bertarung dengan ikan marlin tersebut."
"Kau yakin memperbolehkan aku menggunakannya."
"Tak masalah lagipula aku pikir akan lebih baik jika kau segera menemui keluargamu."
"Terima kasih banyak."
Sementara kami duduk di belakangnya pria tua itu melemparkan kain pancingnya, benang mana yang kubuat bisa memanjang sangat jauh jadi dia tidak perlu menggunakan perahu lagi untuk memancingnya.
"Tarikan ini, tidak salah lagi ini dia."
"Owh... apa dia akan berhasil?" tanya Hualing dan aku membalas dengan ringan.
"Tergantung usahanya."
Sudah sepuluh menit saat pria tua saling tarik menarik dengan ikan targetnya, ikan tersebut melompat ke udara menunjukkan tubuhnya yang berkilauan serta moncong yang mirip seperti sebuah pedang.
Jika dia tidak cepat menyelesaikan ini maka tenaganya akan segera terkuras dan dirinya sendiri yang tertarik ke air laut.
"Jika kau merasa akan kalah lepaskan pancinganmu," aku memperingati.
__ADS_1
"Mana mungkin aku menyerah, ini adalah kemenanganku aaaahh."
Tiba-tiba tubuhnya berotot dan saat dia menarik pancingannya dengan kuat, ikan marlin terlempar ke udara dan mendarat di sisi lain kami.
Pria tua terduduk dengan wajah menangis.
"Aku berhasil."
Kami juga menyemangatinya dengan tepuk tangan meriah.
"Kerja bagus dengan ini kau bisa kembali."
"Terima kasih banyak, dengan ini aku bisa pulang dengan bangga."
Aku tersenyum sebagai balasan lalu membuatkan perahu untuknya.
"Kalian yakin tidak ingin pergi ke tempatku, kalian bisa berisitirahat di sana."
"Kami memiliki perjalanan yang berbeda, jaga dirimu."
"Kalian juga."
Kami hanya melihat kepergiannya lalu berlayar kembali ke arah yang berbeda. Dari kejauhan kami bisa melihat pulau besar di depan sana.
Di dalam pulau terlihat banyak bangunan modern yang ditempatkan mengerucut dan di atasnya terlihat sebuah istana putih yang megah.
__ADS_1