
Pagi berikutnya setelah festival kami semua memutuskan untuk pergi ke danau indah yang berada di belakang kota.
Receptionis sexy, Lien dan Lena pun turun bergabung bersama kami walaupun tujuannya sedikit berbeda dariku.
Mereka telah membawa pakaian renang mereka termasuk beberapa bekal dalam keranjang sementara aku datang ke sana hanya untuk memancing sesuatu.
Aku berjalan dengan Lien di barisan paling belakang. Aku bertanya padanya.
"Apa ingatanmu sudah kembali?"
"Iya, aku bersyukur bahwa semuanya telah selesai. Aku sangat berterima kasih padamu."
"Syukurlah, itu melegakan.... jika untuk ucapan terima kasih aku hanya meminta untuk membangun wilayah tanah jadi semakin baik ke depannya."
"Akan kulakukan."
Aku tersenyum sebagai balasan, sesampainya di danau yang menampilkan permukaan air berwarna biru indah aku akan mengambil tempat sedikit jauh dari mereka yang sedang melepaskan pakaian mereka.
"Lion, kau tidak iku bermain dengan kami?" tanya receptionis sementara aku menggelengkan kepalaku.
"Aku datang untuk urusan yang sangat penting di sini."
Harty memotong.
"Dia katanya ingin menangkap putri duyung."
"Dengan sebuah pancingan itu jelas mustahil."
"Terserah mau bilang apa? Menurut legenda jika aku bisa berhasil menangkapnya dia akan membawaku pergi ke tempatnya dan membiarkanku untuk menjarah seluruh harta mereka."
__ADS_1
"Yang ada kau malah ditangkap."
Aku melemparkan pancinganku yang kuberi umpan sebuah apel tanpa kail.
Selagi menunggu aku melepaskan topengku untuk merasakan hembusan angin menerpa wajahku.
"Boleh aku juga bergabung."
"Tentu "
Suara itu berasal dari Valentine yang duduk di pangkuanku, dia mengambil tanganku lalu menghisap darahku sebanyak dia inginkan.
Lama-lama aku bisa anemia karena ini.
"Bukannya ini terlalu panas?"
"Benarkah, kata Rion aku harus sering-sering berdekatan denganmu seperti ini."
"Dewi itu."
Apa boleh buat? Aku hanya akan fokus dengan apa yang kulakukan. Karena merasa canggung aku bertanya ke arah Valentine.
"Aku sempat mencari tahu tentang vampir, aku berfikir untuk mengembalikanmu menjadi manusia sayangnya sampai sekarang aku belum bisa menemukan caranya"
Valentine menggelengkan kepalanya.
"Terima kasih tapi tolong jangan lakukan itu, aku sama sekali tidak keberatan terus seperti ini, yang lebih penting aku bahagia sekarang."
"Begitu."
__ADS_1
Berbeda dari biasanya hari ini Valentine tidak membawa payung, kurasa dia ingin mencoba terpapar sinar matahari sesekali.
Kulitnya yang putih porselin tampak terlihat jelas di sini.
"Pancinganmu ditarik sesuatu."
"Oh benar."
Aku menariknya dan yang muncul di sana bukan putri duyung melainkan Harty. Dia berfose dua jari dengan mulut masih menggigit apel.
"Jangan menggangguku Harty."
"Aku hanya tidak ingin Lion kecewa, aku sudah berenang ke dalam dasar danau ini tapi tak melihat satu pun putri duyung.. sepertinya kamu telah dibohongi."
"Apa?" teriakku.
Aku meminta Valentine untuk bangun dari pangkuanku, sementara aku mengutuk si penjual pancingan ini hingga Harty tertawa.
"Kenapa Lion ingin sekali melihat putri duyung mereka sama seperti manusia hanya saja kaki mereka berbentuk sirip tidak ada hal istimewanya."
"Kudengar putri duyung juga bisa mengeluarkan air mata berlian."
"Apa-apaan itu? Lagipula mereka tinggal di laut bukan di danau."
Aku sepertinya baru ingat hal itu.
Valentine menggenggam tanganku lalu menyeretku jatuh ke dalam danau yang dingin.
"Aku belum mengenakan topengku," kataku demikian.
__ADS_1
"Hanya ada kita yang ada di sini, mari bersenang-senang bersama."
Aku tanpa sadar tersenyum kecil dan Rion muncul untuk merusak hariku yang damai ini.