Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 359 : Mempertahankan Kota Bagian Dua


__ADS_3

"Tapi sebelum itu sepertinya banyak orang baru di kota ini, biar aku perkenalkan diriku, namaku Mavier aku adalah orang yang bertanggung jawab atas kota ini... seperti kalian tahu, kota ini sebentar lagi akan diperluas dan dibangun tembok sekelilingnya karena itulah apapun yang terjadi kita harus mempertahankan tempat tinggal kita."


Salah satu orang di dekat Rion mengangkat tangannya.


"Kami belum diberitahu namanya, apa bisa kami mendengarnya lebih dulu?"


"Ah, benar... nanti kota ini akan disebut sebagai Tembok Suci Maria sampai seterusnya."


"Tembok Suci Maria kah, terdengar hebat."


"Aku juga bersependapat, kami akan melindungi kota ini."


"Kami juga."


"Terima kasih semuanya, langsung saja kelompok akan dibagi menjadi tiga kelompok menjadi kelompok A, B dan C... kelompok A akan diisi oleh orang-orang yang memiliki pertahanan kuat serta serangan baik. Untuk kelompok B akan dimasukkan petulang menengah, penyihir dan juga para pendeta sebagai serangan lanjutan serta penyembuhan bagi yang terluka, dan terakhir untuk kelompok C akan menjadi dinding pertahanan terakhir maupun penyerangan terakhir jika kelompok sebelumnya kewalahan. Siapapun yang terluka bisa langsung mundur jika kondisinya tidak memungkinkan untuk bertarung lagi.. ngomong-ngomong jumlah iblis yang akan kita lawan semuanya kurang lebih ada 10 ribu."


Mendengar fakta yang mengejutkan itu membuat semua orang saling berbisik satu sama lain. Dilihat dari manapun pasukan ini hanya sekitar 1000 orang dengan latar belakang bervariasi.


Jumlah penduduk yang bisa bertarung dari kota ini hanya 500 orang sementara sisanya Mavier bawa dari tempat lain. Bukan hal aneh jika mereka semua akan dibantai habis.


Rion mengangkat tangannya saat semua orang merasa ragu tentang mempertahankan kota ini.

__ADS_1


"Anu... aku ingin bertanya, bagaimana jika iblis yang kita lawan bisa terbang bukannya hal itu pantas kita pikirkan juga."


Mavier memegangi kepalanya karena pusing, apa yang ditanyakan oleh Rion adalah sesuatu yang masuk akal.


"Memang benar, kemungkinan hal itu tidaklah nol."


"Kalau boleh aku ingin menjadi kelompok D yang mengatasi serangan udara," tambah Rion.


"Apa kau memerlukan anggota?" tanya Mavier yang mendapatkan gelengan kepala Rion.


"Aku sendiri sudah cukup, aku hanya ingin ditempatkan di belakang saja."


Semua orang tampak terkejut.


Rion mengangkat tangannya hingga sekitar puluhan pedang cahaya tercipta di atas kepalanya. Semua orang yang terdiam menjadi lebih semangat.


"Sesuai yang diharapkan gadis peramal kau benar-benar hebat."


"Aku membenci penampilanmu tapi kurasa kau cukup berguna untuk kami," tambah seorang wanita petualang.


Mavier mengangguk mengiyakan lalu melanjutkan dengan sebuah pertanyaan.

__ADS_1


"Namamu?"


"Rion, seorang peramal pengelana."


"Mohon bantuannya."


"Serahkan padaku."


Karena kota ini tidak memiliki pertahanan sama sekali para penyihir membuat tembok sementara terbuat dari tanah yang mana mengelilingi kota tersebut.


Rion berdiri di atasnya selagi melirik seluruh pasukan yang ada di bawahnya. Seperti dikatakan Mavier seluruh pasukan dibagi menjadi tiga kelompok.


Bagi Rion juga 1000 orang melawan 10 ribu musuh sesuatu yang tidak masuk akal. Pada akhirnya mereka mungkin akan mati.


Tapi rencana Mavier bukanlah untuk memenangkan pertarungan ini melainkan..


Dia berteriak.


"Kita harus bertahan sampai nona Venus datang kemari. Semuanya bersiaplah, mereka datang."


"Baik."

__ADS_1


Di depan para pasukan adalah padang rumput yang luas dan jauh dibelakangnya lagi merupakan hutan rimbun, dari sana sekumpulan monster bermunculan. Itu aneh karena mereka terlihat seperti goblin hanya saja memiliki tubuh lebih besar mirip Orc serta kulit hitam.


Sekilas Rion bisa mengetahui bahwa monster ini telah diubah menjadi iblis secara sengaja, jika Lucifer yang melakukannya maka manusia sudah jelas tidak memiliki kesempatan untuk mengalahkannya.


__ADS_2