
Keesokan paginya aku mengenalkan sosok Clarisa kepada guild, hampir seluruh petualang mengerumuninya memberikan rasa ketertarikan yang lebih tinggi saat mereka bertemu dengan Rion.
Sementara anggota partyku sibuk dengan makanan mereka aku diam-diam pergi ke ruang khusus untuk minum teh dengan gadis loket yang sejujurnya adalah seorang guild master.
Aku menyeruput tehku lalu meletakkannya kembali di meja.
"Jadi apa yang kau butuhkan hari ini Lion?"
"Aku memerlukan bantuanmu, aku ingin kau mengumpulkan para penyihir di setiap guild yang memiliki peringkat level S untuk bergabung di pasukanku."
"Apa kau tahu penyihir itu sangat sulit ditemukan jumlah mereka sangat sedikit di kerajaan ini."
"Kalau bisa yang bisa menggunakan sihir terbang."
"Kau sama sekali tidak mendengarku."
"Mau bagaimana lagi, aku memerlukan bantuanmu mereka untuk membunuh Iblis Titan."
Pernyataanku membuat gadis loket kesulitan, ia yang sebelumnya mendesakku kini memilih menyandarkan punggungnya ke sofa tampak lesu.
"Dari mana kau tahu tentang itu semua?"
"Sebelumnya kota yang dikunjungi Clarisa dihancurkan makhluk itu."
"Jadi begitu."
Gadis loket diam sejenak lalu melanjutkan.
"Informasi ini belum sepenuhnya di terima penduduk lainnya tapi tidak salah lagi bahwa iblis Titan memang ada, kupikir makhluk ini sama seperti dengan Titan yang menyerang kerajaan ortodoks suci."
__ADS_1
"Bukan, ini jelas berbeda."
"Kenapa kau begitu yakin?"
Pandangan kami saling bertemu dengan suasana serius.
"Karena akulah yang menyelesaikan konflik Titan tersebut."
"Mustahil, bukannya kau hanya level satu."
"Kemampuan seseorang tidak bisa dinilai dari angka-angka."
Aku mengulurkan tanganku dan sekitar lima elemen dasar dari sihir muncul membentuk bola-bola kecil.
"Ka-kau bisa menggunakan setiap sihir."
"Aku hanya salah satu dari kebanyakan orang yang bisa melakukannya."
Air, tanah, api, air, cahaya dan juga kegelapan sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan siapa diriku.
Ini bukan untuk pamer melainkan agar gadis loket bisa mempercayaiku.
"Melihat wajah aslimu sudah membuatku terkejut sekarang kemampuanmu juga, aku tidak yakin bisa terkejut lagi denganmu."
Jika dia tahu Aira dan Rion adalah dewi, ia akan lebih terkejut lagi.
"Aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan ke depannya, untuk sekarang aku akan mengirimkan surat permintaan ke setiap guild dan menyuruh para penyihir untuk datang kemari... aku akan mengabarinya nanti saat semuanya terkumpul."
"Terima kasih, untuk bayaran mereka akan ditanggung oleh kerajaan."
__ADS_1
Aku memberikan kartu mirip ATM pada gadis loket, dengan kartu ini ia bisa mengambil uang sebanyak apapun dari penyimpanan dana negara.
"Jika tuan putri sudah memberikan dukungannya semuanya akan jauh lebih mudah... lagipula penyihir atas hanya akan bergerak dengan bayaran tinggi juga, tapi kau yakin aku yang memegangnya."
"Tentu saja, jika aku yang memberikannya mereka akan menganggap bahwa permintaan ini bukan dari guild melainkan pribadi, mereka jelas akan menolaknya."
"Itu memang benar, setiap anggota guild dilarang untuk menerima Quest dari luar. Kau memberikan quest lewat kami jadi bisa dibilang ini quest resmi yang tidak bisa mereka tolak meskipun guild tidak memberikan uang pada pencapaian mereka."
Aku mengambil topengku lalu meletakkannya kembali ke wajahku.
"Aku akan mengambil quest hari ini, apa ada yang ingin kau rekomendasikan untuk kelompokku."
"Ada satu hal, aku ingin kalian membantu salah satu desa."
"Aku akan melakukannya."
Itu adalah sebuah sungai di tengah hutan yang jelas memiliki lebar menakjubkan, tapi bukan di sana saja yang lebih menakjubkan adalah fakta bahwa di setiap pinggirannya di isi bangunan perumahan seperti pada gaya abad pertengahan.
Di tempat ini hanya bisa d isi dua barisan rumah sementara jika seseorang membuat rumah baru mereka harus membuatnya di sampingnya hingga mengikuti jauhnya sungai ini mengalir.
Begitu juga sisi yang lain, aku mungkin akan menyebutkan desa bantaran sungai.
Pinggir sungai satu dengan pinggir lainnya adalah desa yang berbeda, karena Itulah mereka selalu berkonflik satu sama lain.
Ini seperti hidup di dua negara yang dibatasi sungai walaupun sebenarnya mereka berada di negara sama.
Sisi lain memperburuk sisi lainnya dan masing-masing juga berebut hasil ikan di sungai.
Apa-apaan ini?
__ADS_1
Guild meminta kami untuk membuat dua desa ini berdamai meski begitu aku tidak yakin bisa melakukannya, untuk sekarang mari temui kepala desa masing-masing dan mencari jalan penyelesaiannya.