
Aku mengalihkan pandanganku ke arah Rosvalia.
"Apa?"
"Benua iblis itu sangat luas aku akan buatkan kerajaan untukmu di sana dengan wilayah yang sangat luas, paling tidak aku ingin ada dua negara di sana ke depannya."
"Kau pasti punya penawaran untukku, apa yang ingin aku lakukan?"
Hari penentuan telah tiba, di sofa itu aku duduk bersama pangeran menghadap penjual budak bernama Jones sementara tiga wanita yang kami ingin beli berada di belakangnya.
"Mari kita tentukan harganya."
Ini mirip seperti sebuah pelelangan yang diadakan di kebanyakan tempat.
Pedagang ini jelas sangat licik dan juga suka dengan uang.
"Penawaran pertama 1 juta koin emas."
"Aku 2 juta," pangeran menyela pembicaraan Jones, di sini hanya kami berdua yang akan bertaruh.
"Tiga juta," kataku demikian.
"Empat juta."
"Lima juta."
Tawar menawar terus berlangsung sampai akhirnya nominalnya mencapai puluhan juta lebih. Aku bisa melihat senyuman di wajah pedagang tersebut.
Aku berkata ke arah si pangeran.
"Kau yakin akan menghabiskan uang sebanyak itu, jika kau lakukan kau mungkin akan kehilangan wilayahmu atau bahkan lebih dari itu kau akan kehilangan posisi sebagai penerus kerajaan ini dan digantikan oleh adikmu."
__ADS_1
Wajahnya jelas memucat.
Bagaimana pun berlebihan membuang banyak uang untuk tiga budak, tapi bagiku itu harga yang murah demi membantu Rion.
"Aku menyerah."
"Terjual dengan harga 30 juta koin emas, Anda yang memiliki ketiganya... apa aku perlu membuat segel budaknya."
"Kurasa tidak usah, aku dari awal hanya ingin membebaskan ketiganya."
"Aku mengerti."
Aku memunculkan beberapa peti harta yang seluruhnya diisi oleh koin emas.
"Semuanya sebanyak yang kau inginkan, kau bisa menghitungnya."
"Tidak usah, aku mempercayai anda sepenuhnya."
Pangeran hanya bisa membuang wajahnya kesal sebelum akhirnya meninggalkan ruangan, beberapa saat kemudian kami juga keluar dari bangunan tersebut.
Friella, Laina dan Misa tampak menunggu perkataanku.
"Kenapa kalian tidak senang begitu? Bukannya kalian sudah bebas."
"Bukan begitu, hanya saja kami tidak tahu bagaimana harus membayarnya... uang sebanyak itu, bahkan kami merasa bahwa diri kami tidak seberharga itu."
"Apa yang kau katakan Misa? Semua nyawa itu berharga, bahkan jika mereka pengemis atau hanya seorang bayi yang baru lahir, semuanya sangat berharga. Yang membuatku muak adalah negeri ini, bisa-bisanya mereka memperjualbelikan kalian. Walau kalian diperlakukan baik tetap saja kalian berhak mendapatkan hidup seperti layaknya kebanyakan orang lain."
"Kurasa kami beruntung bisa bertemu dengan tuan?"
"Kami juga berfikiran sama."
__ADS_1
"Owh, kalian memanggilku tuan?"
Friella menjelaskan.
"Paling tidak kami ingin melayani tuan sebagai pelayan sebagai ucapan terima kasih, bahkan jika melakukan itu kami bersedia."
"Saat itu aku cuma berbohong, aku bukan orang yang terbawa hawa nafsu jadi tak usah dipikirkan... tunggu, kenapa wajah kalian terlihat murung."
Dewi jahat di sampingku tertawa puas.
"Kau masih belum bisa memahami perasaan wanita."
Aku sama sekali tidak mengerti di sini, di sisi lain Misa merangkul tanganku dan berkata.
"Sepertinya kau tertarik dengan bola yang kubawa bukan?"
Dia mengetahuinya.
"Itu adalah kekuatan lain milik Rion yang ingin aku ambil dari wilayah tanah, bisa kau berikan padaku."
"Tentu saja, aku meletakannya di belahan dadaku kau bisa mengambilnya sendiri."
"Biar aku yang mengambilnya," Rion menerjang dan memasukan tangannya dengan kasar.
"Hentikan."
Pemandangan apa ini?
Saat Rion bilang bahwa kekuatannya disegel dalam tubuh manusia adalah tidak benar, yang sebenarnya hanyalah Misa membawanya bersamanya.
"Kupikir benda itu sangat menarik jadi aku membawanya."
__ADS_1
Memang terlihat berharga apalagi benda ini sengaja disembunyikan.
Syukurlah bahwa Misa bukan salah satu dari tujuh mahkota dewi yang dulu pernah melawan Rion.