Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 345 : Gadis Rubah Ricol


__ADS_3

Memasuki gerbangnya kami disuguhkan dengan pemandangan kota abad pertengahan pada umumnya, setiap jalan dilapisi dengan batu marmer dan di sisinya pertokoan dapat bisa dijumpai berbaris dengan rapih.


"Hmm... aku merasakan aroma yang enak."


Berbeda dengan tempatku kota ini memiliki ciri khasnya sendiri entah itu makanan ataupun orang-orangnya.


"Kau bisa membeli apapun yang kau suka loh."


"Kalau begitu aku menerimanya, aromanya dari sana."


Aku mengikuti Atlas yang berjalan di depan, dia berhenti di kios sup daging.


"Uwaaahh."


"Apa kalian mau beli?"


"Tolong dua."


"Aiyo."


Kami duduk di pinggir jalan selagi ditemani sup daging, mereka juga menambahkan kentang dan roti sebagai tambahan. Benar-benar sangat murah mengingat makanan ini sangat enak.


"Selanjutnya ke sana."


Aku hanya tersenyum sebagai balasan saat Atlas melirik ke sana kemari dengan semangat. Kesembilan ekornya bergerak ke kiri dan ke kanan namun di terdiam selagi mengendus penasaran hingga aku bertanya padanya.


"Ada apa?"


"Aku mencium aroma rubah."


Rubah bisa mencium bau ras mereka, itu menakjubkan.


"Ke arah sini," Atlas menarik tanganku untuk pergi bersamanya dan berdiri di depan jendela toko sebuah kafe.


Aku bisa melihat seekor gadis rubah dengan rambut putih serta ekor lebat di sana.

__ADS_1


Ia mengenakan pakaian pelayan yang cocok dengannya, telinganya tampak bergerak kecil saat memandangku dan terkejut saat melihat Atlas di sampingku.


Dia sepertinya berkata sesuatu pada manajer kafe sebelum berlari keluar secara tergesa-gesa. Ia melompat ke arah Atlas lalu memeluknya erat.


"Hentikan, jangan memelukku."


"Empuknya, kamu punya ekor sembilan jarang sekali."


Melihat dua gadis saling berpelukan adalah pemandangan yang menghangatkan hati.


"Ah, maafkan aku... namaku Ricol, aku belum pernah melihat rubah di kota ini apa mungkin kamu juga berasal dari kekaisaran."


Atlas mengangguk mengiyakan


Para rubah memiliki cerita yang panjang, singkatnya mereka ditangkap dan dijual belikan sebagai budak karena sebuah insiden tertentu.


"Masuklah, sebentar lagi shift kerjaku akan berakhir aku akan mentraktir kalian sebagai pengenalan."


Sama seperti kami ia pasti memiliki hal untuk ditanyakan jadi tak masalah untuk menerimanya. Aku meletakkan tanganku di kepala Atlas.


"Yataa.. ayo."


Aku berkata.


"Nona Ricol sangat ceria dan imut apa aku boleh merawatmu?"


"Ara, aku sedang dilamar, maaf tapi aku sudah punya lima anak... anak-anak pasti tidak setuju punya ayah baru."


Guakh.


"Berapa umurmu?"


"Tujuh belas tahun."


"....."

__ADS_1


"Tujuh belas tahun," dia mengatakannya dua kali seolah itu hal yang penting.


Sudah jelas dia bohong.


Aku memutuskan untuk diam dan hanya menikmati makanan yang ditaruh di meja.


"Apa ini, rasanya dan teksturnya baru aku nikmati tuan?"


"Ini namanya puding rumput laut."


"Rumput laut? Apa di laut ada padang rumput?"


Aku sedikit tertawa, hingga wajah Atlas memerah.


"Mooo."


"Tidak, rumput ini hanya mengambang di permukaannya... lain kali kita bisa pergi untuk melihatnya."


"Aku tidak sabar untuk pergi."


Atlas kembali menyuapi dirinya dengan makanan.


Setelah Ricol mengganti pakaiannya kami baru pergi bersamanya. Dia menggandeng tangan Atlas selagi menceritakan berbagai hal menarik tentang kota ini.


Aku sempat bertanya siapa pemilik tanah ini dan dia mengatakan tuan siapa.


"Namanya siapa?"


"Sudah kubilang namanya Siapa."


Bikin emosi, entah nama kota ataupun pemilik tanah sama-sama ngeselin. Ricol mulai membahas tentang dirinya dan desanya.


Saat mereka dijual mereka bisa menyelamatkan diri dan akhirnya menetap di sini secara tersembunyi.


Hanya Ricol saja yang diizinkan untuk pergi ke kota demi bekerja dan sisanya hanya bermata pencarian sebagai petani, ketika panen Ricol lah yang menjualnya serta menukarnya dengan alat-alat yang dibutuhkan semua penduduk desanya.

__ADS_1


Ia memiliki peran penting untuk desa rupanya sebagai harga kebebasannya.


__ADS_2