
Pada akhirnya aku mengatakan apa yang terjadi dan Thalisa melompat ke arahku dengan pedang pendek di tangannya.
"Kau berani melakukan itu pada adikku."
"Tenanglah Thalisa, dia bilang tidak sengaja."
"Mana mungkin tidak sengaja saat dia memainkannya dengan senang."
Ketika kami bertengkar suara yang lain muncul dari balik pintu, dari suaranya jelas itu seorang gadis hanya saja tubuhnya terselimuti perban dan hampir seluruh wajahnya tertutup layaknya mumi.
"Maaf Mitha, apa aku membangunkanmu?"
Dia menggelengkan kepalanya lalu berkata.
"Siapa mereka?"
"Mereka adalah kenalan Diona, dia berhasil melarikan diri juga."
"Syukurlah."
Pir menjelaskan selagi berbisik padaku.
Di depanku adalah gadis suci ke tiga bernama Mitha yang tinggal bersama Thalisa, saat kediaman mereka diserang kediaman mereka dibakar dan orang yang menyelamat keduanya adalah Pir, namun sayangnya Mitha tidak terlalu beruntung hingga tubuhnya terbakar akibat tertimpa puing-puing reruntuhan dan kemungkinan besar dia akan selalu terbungkus perban selamanya.
"Saat itu aku hanya anggota baru, saat aku disuruh untuk mencelakai gadis suci aku lebih memilih untuk menyelamatkannya."
Aku tidak menyalahkannya tentang serangan tersebut, lagipula jika tidak ada Pir mungkin kedua orang ini sudah terbunuh. Aku mendekat ke arah Mitha dan berlutut untuk mensejajarkan tinggi badan kami.
"Tunggu, jangan bilang kau ingin melecehkan adikku yang paling kecil."
"Kau ini, aku bukan orang mesum seperti itu.. aku akan menyembuhkan lukanya."
__ADS_1
Aku mengeluarkan tanganku membuat gelembung air yang menelan keseluruhan tubuh Mitha.
"Kau, apa kau ingin membunuhnya?"
"Walau aku memasukannya ke dalam air dia tetap masih bisa bernafas."
Pir maupun White Tiger telihat lebih dulu mempercayaiku, setelah beberapa menit Mitha keluar dengan wajah kebingungan.
Perban yang menutupinya sedikit merosot hingga menampilkan wajah maupun sedikit tubuhnya dari leher ke tangan.
"A-aku sembuh."
"Mitha wajahmu kembali," teriak Thalisa.
"Benar, terima kasih kakak."
"Senang bisa membantu lebih baik kita segera pergi dari sini dan bergabung dengan yang lainnya."
"Kita bisa mengurusnya nanti lebih baik cepat keluar... kota ini tidak aman untuk kita."
"Aku juga merasa begitu, terlebih aku yakin para pasukan sebentar lagi akan menerobos masuk," ucap White Tiger mengendus.
White Tiger memiliki penciuman luar biasa, dia pasti sudah mencium aroma mereka. Aku mengulurkan tanganku dan berkata.
"Teleportasi Gate," namun tidak muncul apapun.
"Apa yang terjadi?"
"Sial, teleportasi tidak bisa digunakan."
"Priest Agung pasti sudah melakukan sesuatu di kota... kita akan menerobos keluar."
__ADS_1
Sebuah ketukan terdengar dari pintu depan, aku maupun White Tiger berdiri di sampingnya, saat pintu terdorong ke depan aku maupun White Tiger memukuli para bawahan Laxus hingga tak berdaya sebelum menyuruh mereka mengikuti kami.
Beberapa penjaga telah datang menghadang, di luar dugaan Pir dapat bertarung dengan tangan kosong menumbangkan mereka ke tanah.
"Selesai."
Aku maupun White Tiger hanya bisa mengangguk mengiyakan.
Pir melanjutkan di sela-sela pelarian kami.
"Sekarang priest agung sedang menyapa seluruh penduduk kota, kalau saja mereka tahu bahwa gadis suci masih hidup mereka pasti tidak akan mendengarkan orang itu."
Aku sedikit memikirkannya lalu berkata.
"Itu dia... jika Diona yang muncul mereka akan menganggapnya sebuah kebohongan, tapi jika itu Thalisa mereka akan mendengarkannya."
"Oi, oi, jangan bilang kau... Lion."
"Sudah waktunya menyelesaikan masalah di negeri ini... tanpa Venus, priest agung lawan yang mudah untuk dihadapi."
"Kau cepat sekali berubah pikiran, tapi aku suka," ucap Pir demikian.
Asap mengepul dari tubuhku, membuat semua orang terdiam kecuali White Tiger yang hanya menghela nafas panjang.
"Tunggu, apa yang dia lakukan?" tanya Thalisa kebingungan sementara aku melompat jauh dari mereka.
"Lihat saja."
Bersamaan suara ledakan angin yang menggema ke udara, aku telah berubah menjadi raksasa setinggi 80 meter dengan seluruh tubuh diselimuti zirah besi perak.
Kemunculanku membuat tanah berguncang dan semua orang berhamburan melarikan diri.
__ADS_1