Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 66 : Rumah Bagi Berang-berang


__ADS_3

Banyak hal yang diceritakan oleh para berang-berang ini, khususnya saat mereka mendapatkan perbuatan tidak enak dari para manusia di benua manusia, singkatnya mereka hanya dijadikan sebagai sirkus hiburan.


"Syukurlah Rosvalia, kini kau menjadi ratu berang-berang."


"Hah?"


Mendapati perkataan Rion, keduanya saling menatap penuh permusuhan.


"Sekarang bagaimana Lion?"


"Pasti banyak hal terjadi pada mereka mari izinkan mereka tinggal di sini, aku tidak mengizinkan kalian membuat rumah di danau tapi jika ditepian aku tidak keberatan."


"Jangan khawatir, kami hidup seperti manusia kami juga memasak makanan kami."


"Itu melegakan."


Aku memanggil Agil dan Anil untuk membantu dalam pembuatan rumah mereka.


Keduanya berkata," Graaa," lalu melakukan tugasnya.


Masalah ini telah selesai.


"Ratu berang-berang."


"Dasar dewi jahat."


Mereka berdua masih berdebat satu sama lain dan sekarang saling menahan tangan masing-masing.


"Aku pegang Rion?"


"Aku tuan putri."


"Aku ratu."


Kalian semua sama saja.


Aku, Valentine, Harty dan juga Rion berpamitan untuk melanjutkan perjalanan kami, kini daya terbang Harty lebih cepat dari sebelumnya.


Misa menggunakan sihir ilusi untuk menyembunyikan kediaman kami jadi mereka akan baik-baik saja, sekarang aku lebih khawatir pada Valentine.


"Ini terlalu cepat," teriaknya.


"Apa aku harus mengurangi kecepatannya."

__ADS_1


"Tidak usah, Valentine dan Rion bisa memegangiku."


"Oke."


"Tidak..."


"Ini menakutkan."


Sesekali mengerjai mereka memang cukup menyenangkan.


Ada sesuatu yang janggal di bawah kami jadi aku meminta Harty untuk menurunkan kami ke bawah, seingatku saat kami melewatinya tidak ada kerusakan seperti ini.


Di hutan itu ada kawah raksasa yang tercipta, pohon-pohon hancur berserakan ditambah potongan tulang berulang manusia ada di mana-mana.


"Lion mungkin kamu harus melihat ini?"


Atas pernyataan Valentine aku mendekat ke arahnya bersama yang lainnya dan kulihat jejak kaki raksasa yang begitu dalam.


Harty yang sudah hidup paling lama berkata setelah memikirkannya sejenak.


"Ini jelas jejak kaki Titan, dilihat dari bentuk dan kedalamannya ini jelas Titan yang tingginya sampai 80 meter."


"Itu sangat tinggi," kata Valentine kagum.


Ekpresi Rion tampak menegang jadi aku bertanya ke arahnya.


"Ada apa Rion?"


"Sebenarnya Dewa Titan memiliki satu putri dan aku diminta untuk mencarinya."


"Kenapa bisa?" tanyaku kembali.


"Ceritanya panjang akan kuceritakan lain kali saja."


Jika dia bilang begitu kami hanya mengangguk mengiyakan.


Harty menunjuk ke arah langkah kaki yang semakin lama semakin mengecil.


"Sepertinya dia pergi ke wilayah negara api, apa kita akan menyusulnya?"


"Itu adalah tujuan kita, mari pergi sebelum matahari tenggelam."


"Baiklah."

__ADS_1


Rion berubah jadi pedang di pinggangku saat kami memasuki bagian kota luar negeri api. Para penjaga tiba-tiba saja meletakan pedang ke arah kami.


"Siapa kalian? Apa kalian iblis?"


"Kami manusia biasa, kami petualang."


Aku menunjukkan kartu petualangku yang di dalamnya tertera namaku berserta levelku yang tetap satu.


"Kalian dari negeri air, turunkan senjata kalian."


"Apa terjadi sesuatu di sini?"


"Kemarin kota kami diserang pasukan dari Raja Iblis Barat, maaf atas ketidaknyamanannya jika kau ingin tinggal di sini kalian harus membayar lima koin emas perorang."


Setelah dituduh sebagai iblis sekarang mereka merampok kami.


Walau mereka sedang dalam kesulitan, ini perbuatan yang sangat tidak terpuji.


"Kami tidak memiliki uang sebanyak itu, kami akan bermalam di luar saja," saat kami berjalan pergi, pria lain muncul.


"Ada apa ini?"


"Komandan, mereka ingin masuk ke dalam kota sayangnya mereka tidak memiliki uang."


"Biarkan saja... dia pasti petualang, kupikir mereka bisa sedikit membantu kita sebagai ganti uangnya."


"Lupakan saja, dia hanya petualang level satu komandan, terlebih kita tidak bisa melanggar perintah dari bangsawan pemilik tanah ini."


"Kalau begitu biar aku yang membayar uangnya."


Aku sedikit tersenyum ke arahnya.


"Hoh, apa kau ingin memperkejakan kami sebagai hewan ternak untuk mengganti uangmu."


"Tidak, aku lebih ingin mengatakannya sebagai permintaan tolong.. anggap saja ini permintaan Quest yang biasa kalian ambil, tentu aku akan membayarmu nanti."


"Komandan kau hanya membuang uangmu demi orang lemah?"


"Menurutmu begitu, bagaimana jika kau berduel dengannya?"


"Aku setuju saja, akan kutunjukan seberapa kuat diriku."


Valentine dan Harty melirik ke arahku dan aku menjawab dengan anggukan. Keduanya mungkin akan sedikit kurang nyaman jika tidur di luar.

__ADS_1


__ADS_2