
"Apa ini? Ternyata kau Lion."
Secara tidak terduga kami bertemu dengan party Alexander yang melakukan tugas sama seperti kami.
"Kukira kalian sudah pergi dari kota?" kataku dan Alexander menaikan bahunya selagi membalasku.
"Kami masih memiliki satu pekerjaan lagi yaitu melindungi kota ini, sebelum itu selesai kami akan terus berada di sini."
Kukira dia aneh ternyata dia petualang normal pada umumnya yang tidak bisa pergi sebelum menyelesaikan tugasnya, aku memperkenalkan anggota partyku dan mereka menyambut dengan ramah.
Kami hanya mengobrol sebentar sebelum akhirnya berpisah, bagaimanapun kami telah memulai pekerjaan lebih awal sudah waktunya untuk melaporkan hasil pekerjaan kami.
Kami menerima uang dan lalu kembali ke penginapan dengan membawa banyak makanan untuk kami nikmati, ada sebuah permainan kartu yang cukup populer di sini maka dari itu kami bermain semalaman, sebelum akhirnya tertidur dan baru keesokan paginya kami telah berjaga di luar kota bersama seluruh petualang.
Lawan kami sekarang Skeleton lengkap dengan armor serta senjata, bisa dibilang tidak ada yang jauh lebih kuat dari ini. Party Alexander bersiap dan dia berlari bersama rombongan petualang lainnya.
Musuh dan kawan bertemu di tengah-tengah hingga pertempuran terjadi di sana.
"Hualing dan aku hanya akan mengawasi dari belakang, kalian berjuanglah."
"Bukannya itu tidak adil."
"Jika aku ikut campur yang ada semua orang di sini tidak akan berkembang, aku yakin kalian bisa mengatasinya."
"Kami mengerti."
Dan begitulah akhirnya aku bisa membohongi mereka, aku berbalik lalu berjalan pergi.
"Lion, kau tidak ingin melihat pertarungan ini?"
"Hasilnya aku sudah tahu, kita akan menang meskipun aku tidak berada di sini."
__ADS_1
"Tapi menurutku jenderal tengkorak itu sangatlah kuat."
"Aku pikir tidak begitu juga."
Petualang ini berasal dari peringkat menengah dan atas, kemampuan mereka bukan sesuatu yang bisa diremehkan.
"Kalau sudah selesai aku akan menunggu di kedai biasa, kita akan berpesta untuk merayakannya."
"Aku ingin makan yang manis-manis."
"Kalau begitu di kafe kucing saja."
"Baik."
Hualing berlari ke medan perang sementara aku berbalik untuk meninggalkan tempat ini, Estelle telah berkembang dia benar-benar telah menjadi pahlawan sesungguhnya.
Saat pintu dibuka seorang dewi yang tidak ingin kulihat telah berdiri di balik pintu selagi menirukan gaya kucing.
"Selamat datang nyan... apa untuk lima orang nyan."
Dia malah nyengir.
"Silahkan ikuti aku nyan."
"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku hanya mampir setelah pekerjaanku selesai... bagaimana apa aku cocok dengan pakaian ini nyan."
"Kurasa hari ini pemilik kafe akan mengalami kerugian dengan adanya keberadaanmu."
"Itu mustahil nyan, aku ini dewi nyan, memberikan keberuntungan bukan hal sulit bagiku nyan."
__ADS_1
"Kalau begitu kenapa aku tidak memiliki keberuntungan bagus."
"Apa menurutmu begitu? Bukannya tinggal di dunia lain dengan banyak Harem ada sebuah keberuntungan, kebutuhanmu banyak terpenuhi bukan."
Aku tidak bisa menyangkalnya.
"Silahkan nyan.... aku bekerja hanya satu hari jadi silahkan nikmati harimu dengan melihat keindahanku nyan."
"Bisakah kau tidak memakai akhiran nyan."
"Sulit karena ini sudah peraturan di kafe ini nyan."
Ratu dewi ini memang suka bekerja terakhir kali aku bertemu dengannya sebagai pedagang ramen pinggir jalan.
"Kalau begitu aku ingin memesan sekarang."
"Silahkan, kita punya ciuman menggairahkan, pelukan hangat yang indah serta xxx dan xxx."
"Memangnya ini toko apa coba, aku minta pelayannya diganti."
"Itu tidak bisa."
"Manajer."
Manajernya langsung melarikan diri.
"Apa yang kau lakukan padanya?"
"Aku hanya menamparnya dengan ribuan koin emas."
"Kau melakukannya?"
__ADS_1
"Kenapa tidak, di sini soalnya tidak ada uang kertas."
Bukan itu masalahnya.