Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 211 : Gua Goblin


__ADS_3

"Tidak ada tempat yang lebih bagus selain tempat sendiri."


Aku mengatakan itu saat aku kembali ke kota petualang Gordan, aku sempat singgah di pemukiman Dark Elf dan mereka bilang tidak akan ikut denganku ke Elfdian.


Sangat disayangkan namun mereka berhak memutuskan.


Rion melompat ke sofa dan meminta aku untuk tidur di pangkuannya sementara itu Aira juga tidak mau kalah dan memintaku dengan hal sama.


Memiliki istri lebih dari satu memang sedikit sulit.


Tapi cukup menyenangkan saat aku bisa melakukan itu dengan keduanya sekaligus di sini.


Sehari sesudahnya Harty dan Valentine kembali ke kediaman sederhana kami, mereka bercerita tentang berapa banyak semangka yang mereka makan.


Terutama Harty kemana pun aku pergi dia terus mengatakan soal semangka.


"Kalau begitu, makan malam hari ini sayuran."


Ekpresinya berubah serius dalam sekejap.


"Aku hanya makan daging."


Di saat seperti ini saja dia jadi seperti itu.


Beberapa hari berikutnya lagi aku kembali ke guild untuk mengambil pekerjaan, seperti biasa pekerjaan yang akan kuambil hanyalah pekerja sederhana seperti berburu monster, kami sudah lelah berurusan dengan slime jadi mari pergi untuk berburu goblin di habitatnya.


Itu adalah sebuah gua goblin yang cukup terkenal, beberapa petualang pernah menantangnya namun mereka dinyatakan gagal.


Orang-orang akan senang masuk ke dalamnya dan berlarian keluar untuk menyelamatkan diri mereka, syukurlah bahwa goblin di dunia ini tidak melecehkan para wanita, mereka murni menatap manusia sebagai makanan.

__ADS_1


Harty yang paling bersemangat tentang ini. Dia bahkan telah memutuskan banyak resep untuk dirinya sendiri.


"Roti lapis goblin, goblin sup, sate goblin dan goblin kering."


"Hentikan aku tidak sanggup mendengarnya lagi," teriakku sementara Valentine sudah berlari ke semak-semak untuk muntah.


Adapun untuk Aira dan Rion mereka santuy saja.


"Apa kita akan masuk sekarang?" tanya Aira.


"Kita tidak perlu repot-repot masuk ke dalam gua yang gelap, pengap dan juga berbahaya mari tunggu di luar."


"Lion kau malah terdengar seperti takut masuk, kalau begitu biarkan aku saja."


Aku memegangi kerah baju Harty yang hendak melangkah maju.


"Biar aku juga."


"Kalian tenanglah, aku tahu Harty ingin memakan daging goblin tapi jika Rion bukannya aneh?"


"Aku hanya ingin main gelap-gelap dengan Rion, dan melakukan banyak hal di tempat berbeda."


Orang ini sesat jadi jangan hiraukan.


Di sisi lain Valentine telah kembali tanpa meninggalkan payungnya.


"Kau baik-baik saja Valentine?" tanyaku.


"Tak masalah, hanya saja hampir seluruh makanan yang kumakan keluar lagi."

__ADS_1


"Ini gara-garamu Harty."


"Aku? Aku hanya bilang kalau usus goblin adalah bagian yang paling enak, membungkusnya dengan daun dan kemudian memanggangnya."


"Hentikan."


Kini aku yang muntah di semak-semak.


Harty melanjutkan.


"Jika kita tidak masuk apa yang akan kita lakukan?"


"Mudah saja, kita akan membuat mereka keluar lagipula para petualang sudah tidak masuk lagi kemari dan kita bebas melakukan apapun."


Di saat mereka kebingungan aku telah mengumpulkan beberapa daun kering di depan mulut gua.


"Hanya ada satu jalan keluar masuk karena itu, aku membuat mereka keluar dengan sebuah asap."


"Hoho, itu ide bagus kurasa daging goblin yang diasapi akan lebih enak."


"Bisakah kau berhenti memikirkan daging."


"Mustahil, naga hanya makan daging."


Naga ini.


Dia sudah mengatakannya ratusan kali, padahal sebelumnya dia selalu mengatakan soal semangka. Apanya yang hanya makan daging.


Tanpa memperdebatkan hal itu lagi, aku membuat api kecil dari jariku. Sementara aku membakar dedaunannya mereka semua malah membakar ubi.

__ADS_1


Kenapa aku malah terlibat dengan orang-orang ini.


__ADS_2