Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 197 : Permintaan Khusus


__ADS_3

Itu adalah hari santai setelah menyelesaikan banyak quest kecil beberapa hari yang lalu, aku berkata pada diriku.


Aku ingin menjadi petani.


Meski aku menginginkannya hal itu jelas mustahil aku telah menjadi raja dari sebuah wilayah dan juga banyak orang yang menaruh harapannya padaku.


Aku menghela nafas panjang selagi merapikan beberapa kebun tomat dan juga semangka milikku sendiri, tak hanya mengirim jenis tanaman yang berguna pada benua iblis aku juga menanam untuk diriku sendiri.


Mereka tumbuh dengan cepat, saat aku sadari aku bisa memanen buahnya.


Aku mengambil satu lalu meletakkannya di lantai, saat aku menanamnya tidak ada seorang pun yang membantu namun saat aku akan memakannya Aira, Rion, Harty dan Valentine muncul dengan cepat.


"Kalian?"


"Cepat belah Lion, rasanya pasti sangat enak," ucap Rion di susul Aira.


"Kupikir buah yang ditanam sendiri akan jauh lebih segar."


"Aku tidak ingin mendengarnya darimu, saat aku meminta untuk membantuku kalian malah lari."


"Aku tidak ingat itu."


Mereka semua komplotan, karena aku baik hati jadi tidak masalah membaginya. Aku memotong semangka dengan semestinya dan membiarkan mereka menikmatinya.


"Enak sekali," kata Harty membusungkan dadanya seolah dia sendiri yang telah menanamnya.

__ADS_1


Aku menanamnya dengan waktu yang sama di benua iblis jadi di sana kuyakin mereka juga sedang panen bahkan lebih banyak, saat aku mengatakannya Harty memutuskan untuk kembali bersama Valentine jadi aku membukakan Teleportasi Gate agar mereka bisa sampai secepatnya.


Jika untuk kembali mereka bisa melakukannya sendiri.


Setelah selesai aku meregangkan ototku lalu mengganti pakaianku dengan baju petualang biasanya, tak lupa aku juga menutupi wajahku dengan topeng sebelum pergi bersama Rion dan Aira untuk berjalan-jalan di kota.


Mereka berdua mendekapku dari samping selagi berbicara segala hal yang mereka sukai, terutama soal makanan dan juga tempat-tempat bagi pasangan.


Dalam perjalanan aku bertemu dengan Hendrik.


Ia berkata ke arahku setelah menyapa.


"Belakangan ini kalian belum kembali ke guild, sepertinya gadis loket menanyakanmu?"


"Kurasa ada misi khusus untukmu, lebih baik kau menemuinya dan bertanya langsung padanya."


"Aku mengerti."


Kasihan juga jika membuat gadis loket harus repot-repot datang untuk menemuiku, karena itu kami segera pergi ke guild untuk menanyakannya langsung.


Di dalam ruangan khusus gadis loket mengutarakan sesuatu tentang quest khusus seperti apa yang dikatakan Hendrik. Tapi bukan quest biasa melainkan quest pengawalan untuk mengantar tuan putri kerajaan kembali ke ibukota.


"Mohon maaf merepotkanmu, tapi tidak ada siapapun yang bisa melakukannya selain kalian semua."


"Apa terjadi sesuatu?"

__ADS_1


Gadis loket mendekatkan wajahnya dengan suara kecil agar tidak ada siapapun yang mendengar kecuali kami bertiga.


"Sebenarnya tuan putri belakangan ini mendapati ancaman pembunuhan."


"Sebuah masalah serius," ucap Aira.


"Benar, kami perlu petualang peringkat atas untuk mengawalnya kembali sayangnya di kota ini hanya kalian yang bisa diandalkan."


Walaupun sebenarnya aku ada di level satu sih.


"Apa kalian mau menerimanya?"


"Harty dan Valentine sedang pergi apa kami bisa menunggu sampai mereka kembali."


"Kurasa itu sulit, putri telah menunggu lama untuk bisa kembali awalnya beliau datang untuk kunjungan ke kota sebelah namun tiba-tiba saja mereka diserang dan putri berhasil diselamatkan ke kota ini, tolonglah jika kita tidak bisa membantunya beliau akan kecewa pada guild dan bisa saja mereka akan menutup tempat ini selamanya."


"Lalu di mana guild masternya?"


Gadis loket memiringkan kepalanya.


"Aku guild master."


"Ugh..."


Itu jelas sebuah kejutan.

__ADS_1


__ADS_2