
"Jadi apa lagi yang ingin kau sampaikan?"
"Yang mulia raja memanggil Anda ke ibukota untuk mendiskusikan langkah selanjutnya."
Aku memotong.
"Bukannya itu bagus, hanya ini saja akademi yang tersisa dan sudah dipastikan bahwa raja iblis juga akan mengincar negara ini dalam waktu dekat."
"Ini akan merepotkan, nah Lion... bisakah aku memperkerjakanmu sebagai petualang, aku akan membayarmu dengan harga pantas."
"Itu tidak masalah, tapi aku ingin bertemu raja sekarang."
"Aku mengerti, aku tidak tahu apa yang kau rencanakan."
"Bukan hal besar."
Berbeda dari akademi untuk bangsawan yang ditempatkan di kota lain, akademi ini jelas berada tidak jauh dari istana karena itu kami bisa lebih cepat sampai ke sana walaupun itu hanya berjalan kaki.
Gerbang dibuka dan kami masuk ke dalam aula singgasana di mana raja duduk di sana dengan pandangan khawatir.
Aku dan kepala sekolah menunjukkan penghormatan ke arah raja sementara Rion tidak diam dan berjalan-jalan ke sana kemari hingga sekali-kali berputar dengan senang.
"Tuan Lion."
__ADS_1
"Maafkan aku, akan lebih baik jika kita tidak menghiraukan wanita ini, jika ngamuk istana ini akan hancur dalam sekejap."
Tentu itu bukan sebuah kebohongan, walau aku telah mengambil kekuatannya, Rion tetap saja seorang dewi, kekuatannya diluar nalar.
"Kami mengerti."
"Terima kasih atas pengertiannya," aku mengatakan itu dengan hormat.
Aku membawa nama akademi milik Gracia, aku tidak ingin membuat namanya tercemar.
Raja memulai perkataannya.
"Sungguh disayangkan bahwa kita kehilangan satu akademi terbaik di negara ini dan banyak keluarga bangsawan yang telah kehilangan penerus utama mereka.. aku memanggilmu untuk meminta sebuah penanggulangan akan hal ini, jika bersedia tolong katakan apa yang sebaiknya dilakukan pihak kita dalam penyerangan raja iblis ini."
"Yang mulia sebenarnya saya menyewa seorang siswa akademi dari akademi Harfia untuk membantu, jadi menurut saya lebih baik diserahkan padanya."
Rion yang sibuk dengan kelakuannya melompat ke arahku seolah tak peduli.
"Lion kau ditertawakan, padahal kau telah mengalahkan banyak raja iblis."
"Hanya dua tidak bisa disebut banyak bukan."
Kini semua orang terdiam.
__ADS_1
"Mohon maaf nona Rion, maksud mengalahkan raja iblis apa itu?"
"Seperti yang kukatakan, Lion telah mengalahkan raja iblis dengan kekuatannya, jika mau dia bisa melakukan hal sama untuk kalian."
"Kau malah memberikannya beban berat padaku."
Raja kini menatapku sangat tertarik bahkan kepala sekolah juga.
"Ah iya... kurasa aku tidak bisa menyembunyikannya lagi."
"Kalau demikian, maukah tuan Lion meminjamkan semua kekuatan Anda. Aku pasti akan memberikan apapun yang Tuan Lion inginkan, wilayah, jabatan bahkan kekayaan yang tak terbatas."
"Maaf mengatakannya tapi aku tidak memerlukannya, yang kuinginkan hanyalah aku ingin Akademi Dahlia menjadi akademi utama yang mengijinkan semua kalangan bisa bersekolah di sana tanpa memikirkan status atau apapun itu, pembiayaan yang memadai serta sekolah yang sangat besar."
"Bukannya itu hanya akan memberikan keuntungan pada orang lain?"
"Aku tidak masalah lagipula kepala sekolah telah memberikan apa yang kuinginkan."
"Kalau demikian aku sepakat... Akademi Dahlia akan menerima semua uang hasil pencapaianmu dan semua siswa bisa menjadi apapun yang mereka inginkan bahkan jika itu pejabat pemerintah."
"Untuk seragamnya juga sebaiknya diganti."
"Tentu, semuanya."
__ADS_1
"Uwaaahhh... terima kasih banyak tuan Lion, aku tidak tahu harus berbicara apa?"
"Tolong berhenti menangis," kataku demikian.