
Sehari setelah mengalahkan naga, aku mengunjungi pandai besi di ibukota, aku datang bersama Estelle yang memiliki keperluan yang sama.
Satu belatinya rusak dan ia perlu menggantinya dengan yang baru.
Menggunakan sisik naga yang kami kalahkan adalah pilihan bagus untuk membuat senjata.
"Untuk belatinya aku bisa membuatnya dengan cepat, tapi untuk pedang mungkin sekitar seminggu," kata si pemilik toko yang merupakan pria paruh baya dengan rambut yang telah memutih.
"Tidak masalah, aku akan menunggu."
"Baiklah, tidak ada permintaan khusus dari nona ini lalu bagaimana denganmu?"
"Aku ingin membuat pedang dengan memasukkan batu ini sebagai intinya."
"Bukannya ini inti naga."
Aku mengangguk mengiyakan.
"Baiklah, akan kubuat... aku yakin aku bisa membuat karya yang luar biasa dengan bahan-bahan ini."
"Terima kasih."
"Ngomong-ngomong apa kalian petualang, aku sebenarnya punya permintaan?"
Aku dan Estelle meninggalkan toko pandai besi dengan sebuah misi yang kami terima.
__ADS_1
"Kamu yakin ingin melakukannya Lion?"
"Kenapa tidak, kurasa itu akan menyenangkan."
"Jika Lion bilang begitu, apa boleh buat."
Kami pergi menuju hutan yang lebat di mana merupakan habitat berbagai hewan serta monster berada, permintaan dari pemilik toko itu adalah untuk menangkap seekor Boar yang memiliki cita rasa daging yang enak, istri dan anaknya ingin memakannya dan sebagai seorang suami dan ayah ia ingin melakukan hal terbaik.
Karena kerajaan ini sebelumnya mengalami krisis maka harga Boar melambung tinggi di pasaran, jika meminta dari petualang harganya akan jauh lebih murah bahkan untuk upahnya sendiri.
Ia bilang akan mengurangi biaya pembuatan senjata kami setengahnya dan itu sudah cukup membuatku bergerak.
Kami naik ke atas beberapa pohon yang tumbang sebelum menembus rawa-rawa yang cukup merepotkan, di ujung sana ada sungai dan kuyakin Boar bisa kami temukan dengan mudah
"Ah lihat Lion di sana ada satu?"
"Eh, benarkah?"
"Ada anak-anaknya di sana.. jika membunuh induknya mereka juga akan mati, ada apa?"
"Bukan apa-apa, ternyata kamu lebih peduli dengan hal kecil."
Mengabaikan perkataan Estelle kami akhirnya menemukan target yang cocok yang berada di atas bukit batu, berat tubuhnya memiliki dua kali lipat dari seharusnya, ada beberapa pedang serta sayatan di tubuhnya dengan kata lain dia mungkin diburu oleh banyak petualang sebelumnya.
Boar tersebut mengais-ngais kakinya sebelum berlari ke arah kami, Boar memiliki pola serangan lurus jika di dalam game mungkin dia setara dengan slime atau goblin.
__ADS_1
Aku melompat ke atasnya untuk mencabut satu pedang di tubuhnya, pedang ini ringan jadi aku tahu bahwa ini kualitas rendah.
Estelle yang berguling ke samping bersiap untuk menggunakan belatinya namun sepertinya Boar ini hanya mengarah padaku.
Tepat saat dia menyerang untuk kedua kalinya, aku menebasnya hingga tubuhnya jatuh ke samping.
"Misi kita sudah selesai," saat aku mengatakan itu beberapa orang muncul dari kejauhan.
"Hoyah, hoyah, ada apa ini? Apa kita kedatangan tamu."
Seorang berkata demikian yang mana membuatku mengerenyitkan alis dalam kecurigaan, Estelle masih bersiaga dengan pisaunya.
"Siapa kalian?" tanyaku.
"Boar di sana itu adalah buruan kami, jadi serahkan itu kembali."
"Kami yang mengalahkannya jadi kamilah yang berhak memilikinya," balas Estelle.
Dari ketiga orang itu mereka segera menarik pedang mereka.
"Kau tidak tahu kami, kami ini berasal dari aliansi kejahatan yang ditakuti kerajaan ini.. jika kau berani maka kami akan dengan mudah membunuhmu."
"Aku tidak pernah dengar tapi jika kalian mau bertarung maka majulah."
Dalam waktu singkat aku berhasil memukuli mereka sampai babak belur lalu mengikatnya dengan tali.
__ADS_1
Kurasa Varlia bisa menjelaskan tentang ini nanti.