
Bersama Livia aku memeriksa wilayah yang akan dibuat sebagai jalan dari ibukota ke kota Dark Elf, kira-kira sejauh 5 Km.
Seluruh benua telah kusulap menjadi lahan hijau yang dipenuhi pepohonan sayang sekali bahwa aku harus memotongnya agar bisa dibuat jalan.
Livia berkata.
"Apa aku harus menggunakan wujud Titanku?"
"Tidak usah, potong saja pepohonan selebar 10 meter nanti potongannya akan digunakan untuk membangun hal lain... nanti setelah jalannya terbuka para pekerjaan akan mulai menyusun lantai batu serta lampu-lampu di sepanjang jalan."
"Jika demikian maka seseorang bisa berpergian walau malam hari."
"Benar, aku akan menggunakan kristal matahari, ketika siang hari mereka akan menyerap cahaya dan malam hari mereka akan bersinar."
"Itu ide bagus tuan... kalau begitu aku akan segera memotong."
"Tolong yah, untuk potongannya akan kumasukan ke sihir penyimpananku."
"Baik."
Pertama Livia memotong pohon lalu memisahkan daun dan dahannya hingga mendapatkan batang yang bagus yang mana kumasukan ke dalam sihir penyimpananku.
"Apa begini?"
"Iya."
"Kalau begitu aku akan langsung memotongnya sangat banyak."
"Tentu."
__ADS_1
Sekali ia menebas sekitar 5-7 pohon terpotong dengan rapih, untuk potongan pohon sendiri Agil dan Anil yang mencabutnya kemudian bekas lubangnya aku yang menutupnya dengan sihir tanah.
Saat sore hari kami telah menyelesaikan sejauh 1 kilometer.
"Dengan ini pekerjaan kami telah selesai untuk hari ini."
"Tuan, aku akan menebas lagi.. aku bisa bekerja tiga hari tiga malam tanpa harus tidur."
Aku jelas melarangnya.
"Dengar Livia, sehari aku hanya memberlakukan berkerja hanya selama 8 jam dan libur di hari ke tujuh, setelah pekerjaan pembangunan selesai libur juga akan ditambah satu hari."
"Bukannya itu namanya pemborosan waktu."
Aku menggelengkan kepalaku.
"Bekerja akan sangat menyenangkan jika tidak terlalu memaksakan diri, itu agar tidak membebani mental maupun fisik seseorang."
Baguslah jika dia tahu maksudku.
Untuk hari ini kami kembali ke ibukota.
Keesokan paginya para pekerja mulai menyusun bebatuan di tanah yang telah kuatur sedemikian rupa.
Tak hanya elf berkulit putih para Dark Elf turut membantu juga bersama Selena. Dari awal aku hanya membuat negara khusus elf sungguh menyenangkan mereka berkumpul di satu tempat.
Elf terkenal dengan wajah mereka yang cantik dan tampan.
Kisaran hidup elf hingga ratusan tahun namun beberapa juga ada yang hidup abadi, bukan tidak aneh bahwa populasi elf akan jauh lebih banyak ke depannya.
__ADS_1
Aku ingin melihat itu suatu hari nanti.
"Jangan lupa memasang tiang lampunya."
"Baik."
Aku juga harus kembali bekerja bersama Livia di bagian depan.
Pohon-pohon telah disusun baik dan aku segera memasukannya ke dalam sihir penyimpananku, aku yakin jumlahnya sekitar lebih dari 200 pohon.
Aku berfikir mungkin sisanya akan kujual kepada pihak kerajaan Ortodok suci, nanti akan kutanyakan pada Winny yang merupakan pemimpin di sana.
"Tuan ada gunung yang menghalangi, apa kita akan membuat jalannya memutar?"
"Kalau memutar itu akan lebih jauh, potong saja gunungnya dan pastikan jalurnya lurus untuk sungai atau danau nanti akan dibuat jembatan dengan sihirku."
"Oke, tapi apa jembatannya akan kuat meski dengan sihir kayu."
"Tidak, aku menggunakan Magic Tree... aku akan membuat jembatan yang kuat sampai ribuan tahun."
"Owh, sesuai yang diharapkan dari tuan, aku akan melayanimu sepanjang hidupku."
Aku terdiam sejenak menatapnya.
"Ada apa?"
"Banyak hal yang berubah darimu Livia."
"Aku masih tetap sama."
__ADS_1
Tidak, jelas berubah.
Bagaimana aku mengatakannya, dia lebih ceria.