
Setelah menghabisi para monster bawahan yang ada untuk dilawan hanya raja iblisnya, mereka dikenal sebagai Raja Iblis Selatan dan juga Raja Iblis Timur.
Aku yakin untuk jenderal yang mereka miliki telah dikirim ke tempat lain untuk misi berbeda.
Keduanya memiliki tampang iblis pada umumnya hanya saja memiliki jubah serta keagungan yang berbeda.
"Jadi kau yang telah membunuh raja iblis lainnya?" tanya salah satunya.
"Seperti itulah dan sekarang tinggal kalian berdua yang harus kuhabisi."
"Omong kosong, kami yang akan membunuhmu."
Hanya demi mengalahkanku mereka repot-repot bekerja sama tapi sekarang berbeda, aku bisa mengandalkan Gracia yang berada di sampingku untuk menghemat kekuatanku.
Saat aku menoleh dia sudah menghilang.
"Gracia di mana kau?"
Aku mencari keberadaannya dan kulihat dia duduk di atas langit menggunakan lingkaran sihirnya.
"Aku penasaran seperti apa pertarunganmu, jadi silahkan lawan keduanya."
Orang ini tak bisa diharapkan.
Raja iblis tertawa.
"Temanmu tidak ikut bertarung, dia mungkin sudah tahu tidak bisa mengalahkan kami."
__ADS_1
"Aku juga sudah cukup."
Aku menggenggam pedang Rion untuk melangkah maju. Kuberikan gaya tusukan pada salah satunya yang mana di tahan dengan baik oleh satu tangan.
Di saat itu Raja Iblis Selatan menciptakan pedang besar untuk menyisir bagian sampingku, aku memiliki skill tujuh dosa, kendati demikian di level seperti ini aku tidak perlu terlalu cepat menggunakannya.
Aku menghindarinya dengan menarik setengah tubuhku ke belakang, sebelum membalas dengan tebasan dan sebuah tendangan.
Kedua iblis ini memiliki kulit yang keras hingga pada saat itu menghantam tubuhnya mampu memercikan api.
"Dark Lugion."
Bola api ditembakan dari Raja Iblis Timur, membuatku terbang menjauh ke belakang, di saat yang sama Raja Iblis Selatan telah muncul di atasku bersiap mengayunkan pedang besarnya.
Aku menahannya dan itu seketika hancur berkeping-keping.
Raja iblis yang kebingungan kutendang hingga dia menyisir tanah, kulesatkan bola api pada keduanya yang mana menghantam secara langsung dengan sebuah ledakan.
"Lion tidak perlu bertarung serius, saat Gracia selesai mempersiapkan sihirnya keduanya akan tamat."
"Bukannya dia hanya duduk-duduk saja di sana?"
"Kau tidak tahu yah, Gracia itu kekuatannya hampir menyamaiku dia sedang membuat lingkaran sihir di atas awan."
"Kau tidak sedang bercanda."
"Tentu saja, bahkan raja iblis sekalipun akan hancur.. dibanding itu lebih baik kau membuat pelindung kalau tidak mau terkena juga."
__ADS_1
"Dia ingin mengenaiku juga yah," kataku lemas.
Dari kepulan asap yang menutupi kedua raja iblis mereka menembakan sihir hitam. Aku menahannya dengan satu tangan yang memunculkan lingkaran sihir.
"Sekarang tamatlah kau bocah."
"Dengan ini hanya akan ada dua raja Iblis yang akan berkuasa di benua ini haha."
"Kalian terlalu percaya diri, kalian bukanlah raja iblis dari masa lalu kalian hanya mengklaim diri kalian sendiri untuk menyebarkan ketakutan."
"Apa?"
Seperti yang dikatakan Rion, bola cahaya muncul di atas langit, itu seperti melihat cahaya matahari yang berbeda.
Aku bisa melihat Gracia berdiri selagi meletakan tangannya di pinggang, memberikan tatapan merendahkan.
"Sudah selesai, aku akan mengakhirinya... Grand Chaos Ariesta," bersamaan perkataannya, cahaya menyilaukan dijatuhkan yang mana menelan seluruhnya dalam cahaya.
Selanjutnya.
Ledakan menelan kedua raja iblis dengan guncangan mengerikan yang menggemparkan permukaan tanah, setelahnya hanya ada kawah raksasa sebagai bukti dari kehancurannya.
Aku bertanya pada Rion.
"Bagaimana?"
"Kedua raja iblis sudah dihabisi, aku bahkan tidak bisa merasakan sedikit pun energi sihirnya."
__ADS_1
Aku melirik ke arah Gracia kembali.
Kekuatannya sangat hebat tapi dia tidak bisa mengubah benua manusia, aku yakin lawanku di sana akan jauh lebih kuat dari ini semua.