Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 327 : Sebuah Jimat Perpisahan


__ADS_3

Aku menguap lebar selagi meregangkan otot-otot tanganku, ini adalah pagi biasanya yang terlihat damai dan sunyi.


Semua orang telah disibukkan untuk festival kemenangan walaupun sebenarnya masalahnya masih belum tuntas sepenuhnya.


Kaisar Hime telah kembali ke singgasananya yang mana sebelumnya telah diculik dan para iblis titan telah berhasil di kalahkan.


Kedua alasan itu telah menjadikan festival ini menjadi agenda tahunan. Wisteria muncul dari belakangku dengan banyak berkas di tangannya.


Istana sebelumnya telah dihancurkan di pertarungan sebelumnya yang mana istana ini sebenarnya dibangun dari kayu yang kubuat menggunakan sihir.


"Aku tadi ke kamarmu dan ternyata kau ada di sini."


"Tidak baik untuk seorang gadis pergi ke kamar pria."


"Jika terjadi sesuatu aku akan menerima apapun."


Orang ini tak bisa dinasihati.


"Jadi apa yang kau inginkan dariku? Bukannya aku sudah bilang aku tidak ingin terlibat dalam festival."


"Bukan itu, kita kekurangan staf... setelah festival, akan ada wawancara untuk pasukan elit berikutnya aku ingin Lion juga menjadi staf dalam perekrutan anggota."


"Pasukan elit?"


"Bukan hanya pasukan elit tapi pasukan biasa juga, kebanyakan pasukan elit dipilih di waktu yang sama."

__ADS_1


Aku bisa mengerti itu.


Mereka pasti akan diberikan ujian bagi yang bisa menyelesaikannya sampai akhir mereka akan dijadikan pasukan elit sementara yang tidak, hanya berada di pasukan biasa.


Itu terasa adil bahwa semua orang memiliki kesempatan sama terlebih tidak akan ada orang yang akan dianggap gagal juga.


Aku pikir tidak masalah untuk terlibat jadi aku mengangguk mengiyakan, wajah Wisteria terlihat senang dan ia pamit untuk membuat persiapannya.


Tiga hari ke depan kota ini akan disebut kota yang paling sibuk, selama itu aku hanya akan bersantai tanpa melakukan apapun kecuali berjalan-jalan dan makan sebanyak yang kusuka.


Ngomong-ngomong soal makan, dewi yang terus mengikutiku di sini masih ada di kota, dia menyamar sebagai penjual mie ramen dengan harga selangit.


Aku tidak ingin datang ke kiosnya namun karena rasanya enak aku jelas tidak bisa melewatkannya juga.


"Aiyo.. satu mangkuk untuk pria kesepian ini."


"Berhentilah memberikan julukan aneh padaku setiap datang kemari," kataku datar.


"Karena aku menyukainya jadi tidak akan kulakukan... pelanggan yang lain apa ada lagi yang kalian butuhkan?"


"Aku ingin pesan lagi dengan ektra daging."


"Aku juga."


Kurasa bisnisnya semakin maju setiap harinya.

__ADS_1


"Terima kasih untuk hidangannya."


Aku hendak pergi sebelum Amnesty memangilku.


"Hey Lion, ambillah ini."


Aku menerima sebuah kertas jimat darinya.


"Apa ini?"


"Jika kau berada di situasi buruk gunakan itu... besok aku akan kembali ke alam dewi jadi ini pertemuan terakhir kita di dunia bawah."


"Aku mengerti."


Dia hanya tersenyum lembut selagi melambaikan tangan padaku, dewi dan iblis menyimpan kebencian satu sama lain tak kusangka dia bisa sejauh ini datang kemari untuk membantuku.


Aku jelas sangat berterima kasih padanya.


Di jalanan utama aku melihat Yukisa tampak sibuk dengan penduduk desa yang memasang kios-kios dadakan, festival tidak bisa disebut festival jika tidak ada berbagai makanan di dalamnya serta kios permainan di dalamnya.


Even-event lainnya juga harus ada.


Jadi aku tidak sabar menantikan seberapa besar festivalnya akan dilaksanakan, saat perayaan langit biru aku tidak terlalu fokus pada festivalnya.


Kurasa aku akan menebusnya untuk acara ini dengan mencoba semuanya.

__ADS_1


__ADS_2