
1 bulan kemudian, hari ini Dimas dan Hermione akan praktek kerumah sakit untuk memake up mayat.
"Mayatnya nanti gak hidupkan kalau dimake up sama kita?" tanya Dimas.
"Hidup, nanti kalau kamu sedikit aja salah mata mayatnya bakal kebuka natap kamu" jawab Hermione.
"Ihhh jangan dong" ucap Dimas membayangkan jika mata mayatnya terbuka.
"Jangan nakutin" ucap Dimas lagi.
"Kamu sih nanyanya aneh" ucap Hermione.
"Ayo kita pergi kerumah sakit liat yang lain udah pergi sisa kita berdua dikelas" ucap Hermione.
"Yaudah ayo" ucap Dimas menggandeng Hermione.
Skip.
Hermione dan Dimas sampai dirumah sakit ternyata disana sudah ada mahasiswa/i jurusan kedokteran yang lain, mereka diarahkan untuk pergi kekamar mayat yang sudah disiapkan untuk mereka. Mereka masuk kedalam kamar mayatnya sebelum itu mereka sudah diberikan kotak rias.
"Untung rame-rame jadi gak takut banget kalau sendiri malah gue ikut jadi mayat kayaknya"
"Bener kalau sendiri ogah banget gue"
"Pindah jurusan gue"
Begitulah bisikan mahasiswa/i yang lain.
"Benerkan mayatnya nggak bakal hidup?" tanya Dimas berbisik.
"Bener" jawab Hermione.
"Hidup kok khusus untuk anda" ucap Andre yang tiba-tiba muncul tapi hanya bisa dilihat oleh Hermione.
"Jangan macem-macem" batin Hermione.
"Hanya mau melatih mental mereka aja" jawab Andre.
"Terserah kamu" batin Hermione.
"Ayo mulai biar cepet selesai" bisik Hermione.
"Ayo" jawab Dimas, tangannya bergetar membuka kotak rias. Hermione mulai menghiasi wajah mayatnya.
Mereka semua menghiasi mayat dengan hati yang tak karuan, tangan bergetar, keringat bercucuran dan bibir yang pucat. Saat Dimas sedang memakaikan lipstik kepada mayatnya tiba-tiba mata mayatnya terbuka, karena terkejut Dimas memakaikan lipstiknya sampai kepipi mayatnya.
"Akhhh" teriak Dimas melemparkan lipstiknya kewajah mayat itu, Hermione dan yang lain lalu melihat kearah Dimas karena kaget mendengar teriakannya.
"Daraaa mata mayatnya kebuka" ucap Dimas langsung memeluk yang ada disampingnya, Hermione yang terkejut dan tidak siap tubuhnya menjadi tidak seimbang dan terjatuh bersama Dimas, posisinya sekarang Dimas ada diatas tubuhnya. Mayat yang dirias Dimas lalu duduk, mahasiswa/i yang melihatnya ikut berteriak.
"Akhhhh mayat hidup" teriak mereka, mereka ada yang berpelukan, ada yang pingsan, ada yang lari keluar dari kamar mayat, ada juga yang kencing dicelana. Mayatnya lalu menatap yang ada didalam ruangan itu dengan nata melotot.
__ADS_1
"Mamaaaaa mayat ada mayat hidup"
"Ya Allah ampunilah dosa hamba, cabutlah nyawa mayat itu supaya mati dua kali ya Allah"
"Aaaaa jangan melotot ntar matanya lepas dari tempatnya"
"Gue masih mau hidup gak mau jadi mayat"
"Allahumma bariklana, ampunilah dosa hamba"
"Astagfirullah salah doa"
"Bacaan ayat kursi gimana sih gue jadi lupa"
"Kagak tau gue tremor ini"
Begitulah perkataan yang keluar dari mulut mahasiswa/i yang ketakutan itu.
"Dara takut" Dimas memeluk Hermione erat tubuhnya bergetar.
"Pulang Ra ayo pulang" ucap Dimas.
"Udah jangan takut ada aku disini" ucap Hermione mengusap punggung Dimas.
"Andre keluar dari tubuh mayatnya" batin Hermione.
"Lucu tau ekspresi wajah mereka" batin Andre.
"Daraaaaa" Dimas semakin takut.
"Andre" batin Hermione.
"Iya iya" batin Andre lalu membaringkan tubuh mayatnya, setelah itu dia keluar dari tubuh mayatnya.
"Dadah aku mau pergi dulu" ucap Andre yang hanya didengar oleh Hermione lalu menghilang.
"Pak bener tadi mayatnya bangun"
"Serem pak"
"Aneh- aneh aja kalian ini"
Pintu dibuka, mahasiswa/i yang kabur dari ruangan itu memanggil dosennya. Dosennya masuk bersama mahasiswa/i melihat orang yang pingsan.
"Kalian kenapa malah bertimpa kayak gitu?" tanya dosen saat melihat Dimas dan Hermione.
"Pak mayat yang saya rias hidup, jadi saya refleks meluk Dara eh malah jatuh" ucap Dimas lalu beranjak dari tubuh Hermione walaupum masih gemetar. Hermione lalu berdiri dia membersihkan pakainnya yang kotor.
"Mayatnya baik-baik aja nih baring dibilang hidup, ini kenapa kamu pakaikan lipstiknya sampai belepotan gini" ucap dosen.
"Pak kaget karena hidup, duet hidup pak" ucap Dimas.
__ADS_1
"Iya pak tadi hidup mana melotot lagi" ucap salah satu mahasiswa.
"Saya tidak mau mendengar alasan kalian, pokoknya selesaikan ini kalau gak selesai berarti kalian gak dapat nilai. Yang pingsan itu bangunkan" ucap dosen lalu pergi.
Yang lain saling tatap mereka masih takut dengan kejadian tadi tapi mau tak mau mereka harus menyelesaikannya. Mereka semua membangunkan yang pingsan setelah yang pingsan bangun mereka menyelesaikan merias mayatnya dengan perasaan nano-nano.
Skip.
Dimas dan Hermione masuk kedalam mobil, Dimas bernafas lega bisa keluar dari kamar mayat.
"Ihhh serem banget yang tadi" ucap Dimas.
"Kerjaan Andre" ucap Hermione.
"Jadi tadi Andre yang bikin mayatnya hidup" ucap Dimas.
"Hmm" balas Hermione sambil mengangguk.
"Wah bikin jantungan tu orang" ucap Dimas.
"Iblis bukan orang" ucap Hermione.
"Nah itu maksudnya iblis" ucap Dimas. Dimas lalu melajukan mobilnya keluar dari area rumah sakit.
"Bener gak ya tuan Azazel bakal mempercepat waktu membawa Reno, aku harus gimana jika itu terjadi" batin Hermione.
"Ariel dkk beberapa hari lagi luluskan?" tanya Dimas.
"Hmm iya" jawab Hermione.
"Mereka bakal lanjut kuliah dimana kamu tau gak?" tanya Dimas.
"Sama ditempat kita" jawab Hermione.
"Wih, berarti nanti pas mereka masuk ada pesta" ucap Dimas.
"Pesta apa?" tanya Hermione.
"Pesta menyambut kedatangan mahasiswa sama mahasiswi baru" jawab Dimas.
"Ohhh" balas Hermione.
Tak terasa mobil Dinas sudah berada didepan rumah Hermione, Hermione ingin keluar dari mobil tapi tangannya dipegang oleh Dimas.
"Apa?" tanya Hermione menatap mata Dimas. Dimas menunjuk bibirnya. Hermione mendekat lalu mencium bibir Dimas, Dimas langsung menekan tengkuk Hermione saat Hermione ingin melepaskannya.
"Udah" ucap Dimas saat sudah melepaskan ciumannya lalu tersenyum kepada Hermione..
"Ck aku masuk dulu" ucap Hermione langsung membuka pintu mobil dan berjalan masuk, Dimas menjalankan mobilnya setelah melihat Hermione masuk kedalam rumah.
Bersambung...
__ADS_1