RATU IBLIS

RATU IBLIS
Untuk Kesembuhan Ayah


__ADS_3

Xiao Ziya dengan segera berjalan menuju paviliun milik sang ayah, sesampainya di sana banyak orang yang sedang menjaga ayahnya. Melihat kedatangan Xiao Ziya dengan seorang pemuda yang tampak asing membuat beberapa orang sedikit terkejut, apalagi pemuda yang ada di belakang Xiao Ziya itu sedikit aneh telinga panjang yang runcing, dan mata yang begitu jernih tentu saja menarik perhatian.


"Bagaimana kondisi ayah saat ini." tanya Xiao Ziya yang langsung berlari untuk menggenggam tangan ayahnya yang terasa lebih dingin daripada sebelumnya.


"Kondisi ayah nona semakin memburuk, saya berharap nona membawa bahan terakhir untuk membuat obat." ucap seorang tabib kekaisaran yang sangat berharap pada Xiao Ziya, walau ia tau bahwa daun peri bukanlah sesuatu yang dapat ditemukan dengan mudah, mungkin jika Xiao Ziya mencari di seluruh dunia bawah ia belum tentu bisa menemukannya.


Mendengar perkataan sang tabib Xiao Ziya memberikan dua lembar daun peri pada tabib tersebut.


"Segera buatkan obat untuk ayah saya, berapapun biyayanya saya yang akan menanggungnya." ucap Xiao Ziya yang meminta agar tabib tersebut segera membuatkan obat untuk sang ayah.


Sambil menunggu obat itu selesai dibuat, Xiao Ziya terus memandangi wajah ayahnya yang masih pucat. Mengingat sang ayah jadi seperti itu karna sebuah aliansi hitam membuat amarah Xiao Ziya sedikit muncul gadis itu tak sadar bahwa ia telah mengeluarkan aura membunuh yang menekan beberapa orang yang ada di sana.


"Adikku tenanglah, auramu membuat yang lain ketakutan." ucap Xiao Xun yang sedang menenangkan adiknya. Xiao Xun tau bahwa saat ini adiknya sedang sangat marah.


"Maaf telah membuat kekacauan." ucap Xiao Ziya dengan nada yang sedikit bergetar, gadis itu tengah menahan tangis yang sedari tadi ingin keluar.


"Nona Ziya siapa pemuda yang ikut bersamamu ini." ucap Xiao Yuza yang sedikit penasaran.


"Ah maaf saya lupa memperkenalkan anda pada yang lainnya, perkenalkan dia Pangeran Roze dari kerajaan peri." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan Pangeran Roze pada anggota klannya yang lain.


Mendengar asal usul pemuda yang ada di samping Xiao Ziya membuat semua orang merasa terkejut, para ketua klan yang ada di sana langsung memberikan hormat pada Pangeran Roze.


"Maafkan kami karna sudah tidak sopan pada anda." ucap para ketua Klan Xiao.


Setelah memberi hormat para ketua klan dan juga beberapa orang yang ada di sana langsung melihat ke arah Xiao Ziya, bagaimana bisa gadis itu tetap santai walau bersanding dengan seseorang yang statusnya jauh lebih tinggi. Gadis itu tetap tenang tanpa ada rasa gugup sama sekali.


Setelah menunggu sedikit lama akhirnya tabib datang sembari membawa obat untuk Xiao Cunyu. Sang tabib meminumkan ramuan itu perlahan, setelah menunggu tubuh Xiao Cunyu kembali menghangat dan kondisinya sudah membaik. Xiao Ziya merasa sangat senang karna sang ayah saat ini sudah baik baik saja.


"Ayah lekaslah sembuh, putrimu ini akan membalaskan apa yang telah mereka perbuat padamu." ucap Xiao Ziya yang memiliki niat untuk membalas dendam.


Xiao Ziya mengantarkan Pangeran Roze kepaviliunnya, pangeran itu bisa tinggal disana untuk beberapa waktu karna Xiao Ziya akan menemani ayahnya hingga sang ayah sadar. Pangeran Roze tak menolak permintaan dari Xiao Ziya. Lagipula paviliun milik Xiao Ziya sangatlah mewah setelah direnovasi beberapa waktu yang lalu.


"Maaf bila saya merepotkan pangeran, saya harap pangeran bisa nyaman tinggal di paviliun saya." ucap Xiao Ziya sebelum kembali ke paviliun sang ayah. Pangeran Roze hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Saat ini Xiao Ziya kembali duduk disamping sang ayah, gadis itu benar benar menyayangi ayahnya. Sedangkan Xiao Xun harus kembali ke akademi karna ada urusan mendadak.


"Ayah apakah ayah tak ingin membuka mata dan melihat wajah cantik putrimu ini." ucap Xiao Ziya yang kini sudah berlinang air mata. Gadis itu menangis sejadi jadinya karna saat ini hanya ada dia dan sang ayah saja.


Tiba tiba saja tangan sang ayah bergerak, perlahan Xiao Cunyu mulai membuka matanya perlahan. Hal yang pertama kali ia lihat adalah sang putri yang sedang menangis.

__ADS_1


"Putriku yang cantik." ucap Xiao Cunyu dengan pelan namun Xiao Ziya bisa mendengarnya dengan jelas.


Mendengar suara sang ayah membuat tangis Xiao Ziya terhenti sebentar, Xiao Ziya langsung menatap ayahnya. Gadis itu langsung memeluk ayahnya.


"Ayah akhirnya ayah bangun juga." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat bahagia melihat sang ayah bisa membuka matanya kembali.


"Trimakasih sudah ada di sisi ayah, dan menemani ayah." ucap Xiao Cunyu. Selama ini Xiao Cunyu bisa mendengar semua percakapan orang orang yang ada di sekitarnya namun ia tak dapat membuat tubuhnya sadar.


Xiao Cunyu sangat cemas ketika mendengar sang putri akan pergi untuk mencari daun peri untuk kesembuhannya. Namun Xiao Cunyu sangat bangga pada sang putri karna rela melakukan apapun untuk kesembuhannya.


"Tidak ayah, ayah tak perlu bertrimakasih padaku. Bagaimana bisa putrimu ini membiarkan ayah terlalu lama berbaring di tempat tidur dengan wajah yang pucat dan tangan yang dingin." ucap Xiao Ziya yang kembali menangis dipelukan ayahnya.


Xiao Cunyu hanya bisa menepuk nepuk punggung sang putri dengan pelan. Ia tau sang putri saat ini sangat lelah karna sudah mencari daun peri untuknya.


"Bisakah ayah mendapatkan segelas air." ucap Xiao Cunyu yang merasa haus.


Dengan segera Xiao Ziya berlari menuju dapur klan untuk mengambilkan segelas air, sebenarnya Xiao Ziya bisa saja memanggil pelayan untuk mengambilkannya namun pelayan pelayan itu akan sangat lama dan ia tak ingin membuat ayahnya menunggu.


Melihat itu Xiao Cunyu hanya bisa menggelang gelengkan kepalanya saja. Putrinya tak pernah berubah.


"Kau pasti akan sangat bangga ketika bertemu dengan putrimu." gumang Xiao Cunyu dengan pelan sambil tersenyum tipis.


"Baiklah kalau begitu saya juga harus undur diri karna masih ada yang harus saya lakukan." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada ayahnya dan juga kedua pamannya.


Setelah itu Xiao Ziya pergi menuju paviliunnya untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Pangeran Roze. Saat tiba di halaman paviliun Xiao Ziya merasa terkejut karna saat itu ia melihat Pangeran Roze yang berusaha memanjat pohon persik.


"Apakah pangeran ingin memakan buah persik?." ucap Xiao Ziya yang sedang menahan tawanya.


"Ah maaf atas kelancangan saya nona." ucap Pangeran Roze yang merasa malu karna terpergok tengah memanjat sebuah pohon persik milik Xiao Ziya.


"Hahaha tidak apa apa Pangeran Roze, namun apakah anda tak bisa memanjatnya?." ucap Xiao Ziya yang tak bisa lagi menahan tawanya.


Xiao Ziyapun mulai beraksi untuk memanjat pohon persik itu, Xiao Ziya memanjat dengan sangat lancar tanpa ada kendala sama sekali.


Pangeran Roze hanya bisa tertegun melihat kegesitan seorang gadis manusia dalam memanjat sebuah pohon yang lumayan tinggi.


Xiao Ziyapun memetik beberapa buah persik kemudian ia masukkan ke cincinnya terlebih dahulu, setelah merasa cukup Xiao Ziya turun dan memberikan beberapa buah persik pada Pangeran Roze.


"Trimakasih nona, saya sudah lama tak makan buah persik yang sangat mahal ini, namun bagaimana bisa di halaman depan anda penuh dengan pohon persik ditambah lagi anda bisa memanjatnya." ucap Pangeran Roze yang memang pertama kali datang kedunia manusia, sehingga ia tak tau apa saja yang ada di dunia manusia terlebih lagi dunia bawah.

__ADS_1


"Baiklah saya akan mengajak anda untuk membeli beberapa cemilan sebelum kembali ke istana peri, bagaimana apakah Pangeran Rozd berkenan ?." tanya Xiao Ziya yang sedang meminta persetujuan dari pangeran Roze.


"Baiklah saya akan ikut dengan nona." ucap Pangeran Roze dengan raut wajah senang.


Xiao Ziya mengajak Pangeran Roze untuk berkeliling ke pasar yang ada di dekat klannya, Xiao Ziya juga mengajak Pangeran Roze untuk menikmati seporsi mie ayam yang sangat nikmat. Setelah selesai makan mereka berdua membeli berbagai macam cemilan yang ada di pinggir jalan. Setelah merasa puas berbelanja Xiao Ziya dan Pangeran Roze pergi kesebuah lorong yang sepi.


"Sudah saatnya kita kembali, genggam tangan saya." ucap Pangeran Roze yang langsung dituruti oleh Xiao Ziya.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua sampai di depan gerbang masuk istana peri. Para penjaga gerbang menyambut kedatangan Pangeran Roze dengan sangat ramah namun tidak dengan gadis manusia yang ada di sampingnya.


Xiao Ziyapun hanya menghiraukannya. Gadis itu memberikan beberapa tusuk manisan buah pada para penjaga gerbang itu dan mereka menerimanya dengan raut wajah curiga.


"Aku tak akan meracuni kalian jadi tenang lah." ucap Xiao Ziya yang mengerti apa yang sedang dicemaskan oleh para penjaga gerbang itu.


" Mari kita masuk nona, Yang Mulia Ratu pasti sudah menunggu anda." ucap Pangeran Roze yang langsung menarik pelan tangan Xiao Ziya, namun sebelum itu Xiao Ziya sempat melihat Pangeran Roze menatap tajam kearah para penjaga yang sedang meragukan pemberian gadis manusia yang ada di sampingnya.


"Baiklah." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam istana peri.


Saat bertanya pada seorang pelayan yang melintas, ternyata Yang Mulia Ratu Rexuca sedang ada di ruang rapat bersama para putra dan juga putrinya beserta beberapa pejabat penting lainnya.


Tok tok tok


Suara ruang rapat yang sedang diketuk oleh Pangeran Roze.


"Masuklah." ucap Ratu Rexuca yang tau bahwa yang mengetuk pintu adalah putranya sendiri.


Pangeran Roze pun masuk bersama dengan Xiao Ziya. Para pangeran dan seorang putri menatap manusia dengan tatapan yang tak bersahabat.


"Salam hormat saya pada Yang Mulia Ratu Rexuca." ucap Xiao Ziya yang masih belum mau membungkukkan badannya. Namun sepertinya sang ratu sudah memaklumi sikap Xiao Ziya itu.


"Siapa gadis manusia itu, mengapa ia sangat tak hormat pada ibunda." ucap Putri Orewen yang merupakan putri satu satunya dari Kerajaan Peri.


"Sudahlah itu bukan masalah. Jadi bagaimana kondisi ayahmu?." tanya Ratu Rexuca dengan ramah.


"Berkat daun peri yang anda berikan kondisi ayah saya sudah jauh lebih baik, dan sekarang saya akan memberikan balas budi yang setimpal." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum dan melihat kerarah Ratu Rexuca.


Semua orang merasa penasaran balas budi apa yang bisa diberikan oleh seorang gadis manusia yang berpenampilan biasa itu. Walaupun penampilan Xiao Ziya sangat biasa namun aura kepemimpinanya sangat terpancar dengan jelas.


Jangan lupa Vote, Like, Komen, Rate, and share ya.

__ADS_1


__ADS_2