
Setelah pemilik Restoran Bulan Bintang mati di tangannya, Xiao Ziya turun ke lantai paling bawah dan meminta semua yang tersisa keluar dari tempat itu. Beberapa pelayan restoran berusaha untuk menghentikan Xiao Ziya akan tetapi gadis itu tak menggubris perkataan mereka, Ziya hanya menatap tajam ke arah para pelayan yang berusaha menghentikannya.
"Apa yang sedang kau lakukan, pergilah dari sini dan jangan membuat kekacauan lagi." ucap seorang pelayan wanita dengan sorot mata penuh kebencian.
Xiao Ziya ingat pelayan wanita itu salah satu pelayan yang mencoba mengusirnya dari restoran karna menanyakan menu aneh yang mereka jual. Seharusnya pelayan itu sudah di usir oleh Xin Zunli tapi kenyataanya ia tetap bekerja di Restoran Bulan Bintang.
"Wah kau masih berada di sini." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin dan senyuman menakutkan.
"Tuan Xin Zunli tak akan memecat kami berdua hanya karna gadis sepertimu." ucap salah seorang pelayan dengan bangga.
"Terserah kalian saja." ucap Xiao Ziya, gadis itu keluar dari restoran setelah selesai memastikan tak ada lagi pengunjung yang tersisa di dalam sana, hanya ada beberapa pelayan menyebalkan saja.
Xiao Ziya menyalakan api hitam miliknya lalu melempar api itu ke arah pintu masuk Restoran Bulan Bintang, dalam waktu beberapa detik saja sang api hitam berhasil membakar hingga ke lantai paling atas. Semua orang yang ada di sekitar restoran itu merasa panik dan berusaha memadamkan api, semakin banyak air yang mereka siramkan semakin besar pula api hitam itu berkobar.
"Sepertinya tak ada cara untuk memadamkan api aneh ini." ucap salah seorang penduduk dengan raut wajah bingung.
"Restoran Bulan Bintang sudah lenyap dari Kerajaan Bintang Timur." ucap Xiao Ziya dengan nada pelan. Gadis itu berjalan menjauh dari kerumunan penduduk, ia pergi menuju Istana Kerajaan Bulan Bintang karna ini wakti yang tepat memata-matai aktivitas yang sedang mereka lakukan.
Sebelum menerobos masuk kedalam Istana Kerajaan Bintang Timur Xiao Ziya harus merubah penampilannya terlebih dahulu, gadis itu menggunakan pakaian berwarna merah tua dengan topeng yang menutupi wajahnya, setelah persiapannya selesai gadis itu melesat masuk kedalam istana tanpa diketahui oleh penjaga yang berada di luar.
"Istana ini tak terlalu buruk." itulah kesan pertama yang Xiao Ziya dapatkan setelah masuk kedalam Istana Kerajaan Bintang Timur, anehnya gadis itu merasa bahwa Kekaisaran Qiyu yang berada di dunia bawah jauh lebih megah dari istana tersebut.
Xiao Ziya berjalan di sekitar lorong bagian belakang istana dengan sangat santai, di sana tak ada seorang prajurit yang sedang berjaga. Di sekitar lorong tersebut terdapat banyak kamar yang ditinggali oleh para pelayan, tiba tiba saja ada seorang pelayan yang keluar dari dalam kamar dan melihat ke arah Xiao Ziya.
"Kau!! apa yang kau lakukan di sini." triak pelayan itu dengan cukup kencang.
Dengan sigap Xiao Ziya membungkam mulut pelayan tersebut dan memintanya untuk diam.
"Saya tak akan melakukan hal buruk di istana ini, biarlah saya berkeliling dengan tenang apa kau mengerti?." tanya Xiao Ziya pada pelayan itu dan sang pelayan hanya menganggukkan kepalanya.
Xiao Ziya melepas tangan kanannya yang sedang membungkam mulut pelayan istana itu, Ziya hanya ingin memastikan apakah sang pelayan akan berteriak dengan keras lalu menimbulkan keributan ataukah ia memilih untuk percaya pada seorang penyusup yang hanya ingin berkeliling saja.
"Saya harap anda benar benar tak melakukan kejahatan di tempat ini." ucap pelayan itu dengan tatapan memohon, sang pelayan istana tau bahwa ia tak akan bisa mengalahkan wanita berpakaian merah itu.
"Anda percaya pada saya?." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi terkejut yang tertutupi oleh topengnya. Mengapa pelayan istana sangat ceroboh seperti ini? bagaimana jika yang menyusup adalah penjahat sungguhan? bukankah akan sangat berbahaya bagi anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur.
__ADS_1
"Saya tak bisa melakukan apapun untuk menghentikan anda, jika saya berteriak mungkin pelayan lain akan terbangun dan membantu saya untuk menangkap anda. Namun bagaimana jika anda adalah seorang kultivator berkemampuan tinggi? saya tak ingin membuat pelayan lain dalam posisi yang sulit." ucap si pelayan yang sedang memberi penjelasan pada Xiao Ziya alasan mengapa pelayan itu memilih untuk percaya.
"Alasan anda memang logis, anda beruntung karna hari ini yang datang adalah saya. Di lain hari saya berharap anda bisa mengambil tindakan lebih tegas lagi." ucap Xiao Ziya dengan nada datar, meskipun alasan sang pelayan sangat masuk akal namun itu tetap membahayakan anggota keluarga kerajaan.
Pelayan itu hanya diam lalu masuk kembali ke dalam kamarnya dan bersikap seolah oleh ia tak melihat apapun, Xiao Ziya hanya menggelengkan kepala saat mengetahui sikap dari pelayan yang ada di Istana Kerajaan Bintang Timur. Gadis itu melanjutkan penelusuran di sekitar area istana, kini Ziya sudah berasa di bagian istana utama sehingga penjagaan sangat ketat. Gadis itu melesat dengan kecepatan penuh agar tak ada prajurit yang melihat keberadaannya di sana, Xiao Ziya berhenti di depan pintu ruangan yang sangat mewah, ia yakin bahwa ruangan itu adalah kamar utama tempat Raja Yongling Zu dan ibunya beristirahat.
"Haruskah saya masuk ke dalam?." tanya Xiao Ziya pada dirinya sendiri dengan ragu ragu, ia tak ingin membuat keributan yang besar malam itu karna Ziya hanya berniat untuk berkeliling saja.
Xiao Ziya memejamkan matanya sebentar, gadis itu sedang merasakan hawa keberadaan orang orang yang ada di sekitar istana. Setelah yakin bahwa hanya ada satu orang didalam kamar tersebut, Xiao Ziya langsung membuka pintu secara perlahan kemudian masuk kedalam kamar utama dengan sangat berhati hati lalu menutup pintu dengan rapat.
Saat berjalan ke arah tempat tidur yang ada di kamar utama Kerajaan Bintang Timur, Xiao Ziya melihat seorang wanita dengan paras yang cantik sedang tertidur dengan lelap. Xiao Ziya menatap ke arah wanita itu dengan senyuman cerah, ia tau wanita yang sedang terlelap itu adalah ibu kandungnya.
"Sepertinya anda baik baik saja, saya sangat senang karna Raja Yongling Zu menjaga anda dengan sangat baik. Andai saja sang raja tak menghapus ingatan anda, mungkin anda akan mengingat saya saat pertemuan kita besok." ucap Xiao Ziya dengan suara bergetar, ia senang bisa melihat sang ibu dalam keadaan baik baik saja seperti ini. Di sisi lain Xiao Ziya juga merasa sedih ketika mengingat kenyataan bahwa ibunya tak akan pernah mengingatnya lagi.
Xiao Ziya semakin mendekat ke arah tempat tidur Ratu Junyi Zu, gadis itu duduk di tepi ranjang dan terus menatap ke arah ibunya. Xiao Ziya ingin melepas rindu yang telah ia simpan selama bertahun tahun, Ziya mengusap rambut Ratu Junyi Zu dengan sangat lembut kemudian mencium kening wanita itu.
"Saya hanya ingin anda mengingat saya kembali, meski saya tumbuh tanpa kasih sayang dari anda saya tetap menyayangi anda." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah cantiknya itu.
Di sisi lain Raja Yongling Zu sudah selesai mengerjakan dokumen dokumen penting dan beberapa berkas kerajaan, karne merasa lelah pria itu memutuskan untuk pergi ke kamar dan tidur bersama dengan istri kesayangannya. Saat perjalanan menuju kamarnya, Raja Yongling Zu merasakan aura asing yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, karna hal itulah sang raja langsung merapalkan mantra dan membuat aura keberadaanya tak bisa dirasakan oleh orang lain. Perlahan lahan Raja Yongling Zu masuk kedalam kamar lalu bersembunyi di balik almari besar yang ada di kamarnya itu. Raja Yongling Zu menatap penuh selidik ke arah gadis berpakaian serba merah dengan topeng yang menutup wajahnya, awalnya sang raja mengira penyusup itu ingin mencelakai Ratu Junyi Zu namun anehnya si penyusup hanya duduk di tepi ranjang sang istri sambil melihat ke arah wajah istrinya saja. Raja Yongling Zu memutuskan untuk tetap diam di sana, ia akan mengamati setiap pergerakan dari penyusup itu serta mendengar apa yang ia katakan.
"Untung saja hari ini saya yang datang untuk melihat bagaimana keadaan anda, saya cukup terkejut dengan tingkah aneh pelayan yang ada di istana ini. Saat saya melewati lorong belakang, saya bertemu dengan seorang pelayan dan pelayan itu membiarkan saya masuk begitu saja. Saya sangat cemas jika ada penjahat yang menerobos masuk istana untuk mencelakai anda." ucap Xiao Ziya seolah olah ia sedang menceritakan apa yang baru saja ia alami pada ibunya yang sedang tertidur.
"Jika suatu hari anda mengingat saya kembali, saya hanya ingin memeluk anda dengan erat dan mengatakan bahwa saya sangat menyayangi anda. Saya berjanji tak akan mengambil anda dari keluarga yang anda miliki saat ini, anda adalah Istri Yang Mulia Raja Yongling Zu dan tak ada yang akan menyangkal tentang fakta itu." ucap Xiao Ziya, gadis itu sudah memiliki pemikiran yang lebih terbuka.
"Sebelum menikah dengan ayah saya kemudian melahirkan saya ke dunia ini anda adalah Ratu Junyi Zu yang sangat dicintai oleh Yang Mulia Raja Yongling Zu. Atas nama ayah saya, saya meminta maaf sebesar besarnya karna telah hadir dalam hidup anda yang sangat sempurna. Meski begitu sebagai seorang anak yang pernah anda kandung selama sembilan bulan, saya tetap berharap anda mengenali saya sebagai putri anda. Hah, akan buruk jika saya terlalu lama di sini, sampai jumpa ibu besok saya akan menemui anda lagi." ucap Xiao Ziya yang berusaha sekuat mungkin untuk menahan air matanya jatuh, gadis itu mencium lagi kening Ratu Junyi Zu kemudian pergi dari ruangan itu melalui jendela.
Raja Yongling Zu teridam di tempat persembunyiannya, akhirnya ia tau mengapa penyusup itu tak melukai sang istri yang sedang tertidur lelap. Ternyata si penyusup adalah Xiao Ziya, putri kandung dari istrinya dengan seorang pria dari dunia bawah. Entah mengapa saat mendengar kata kata yang diucapkan oleh gadis itu, hati Raja Yongling Zu terasa sangat sakit seperti ia telah melakukan kejahatan yang besar. Raja Yongling Zu juga terkejut saat mendengar Xiao Ziya tak akan merebut istrinya dari sisinya, gadis itu hanya berharap bisa dikenali oleh istrinya sebagai seorang anak yang pernah istrinya lahirkan.
Selama ini Raja Yongling Zu begitu khawatir jika anak dari Xiao Cunyu akan datang ke Dunia Manusia Abadi untuk mengambil Ratu Junyi Zu dari kehidupannya. Ia takut gadis bernama Xiao Ziya yang mempu merebut Kerajaan Bulan itu akan datang ke Kerajaan Bintang Timur untuk mengambil semua yang ia miliki, ternyata semua ketakutannya hanyalah imajinasinya saja. Hari ini hati Raja Yongling Zu terasa sangat sakit karna ia telah mengambil semua ingatan Ratu Junyi Zu tentang semua yang terjadi di dunia bawah belasan tahun yang lalu, dan membuat wanita itu tak akan pernah mengingat anak perempuannya lagi.
"Apa yang telah aku lakukan, ternyata gadis itu hanya ingin sang ibu mengenalinya saja." ucap Raja Yongling Zu. Tubuh pria itu terasa lemas, ia terduduk di lantak kamarnya lalu beberapa air mata keluar tanpa izin darinya.
Saat ini Xiao Ziya sudah berada di luar Istana Kerajaan Bintang Timur, gadis itu melihat kesekitar kemudian melihat sebuah pohon yang cukup tinggi. Karna belum menemukan penginapan sedangkan malam sudah sangat larut akhirnya gadis itu naik ke atas pohon kemudian membuat sebuah dinding pelindung, tak lama setelahnya Xiao Ziya sudah tidur dengan lelap.
Malam itu Raja Yongling Zu tak bisa memejamkan mata meski ia sudah memposisikan diri berbaring di samping sang istri, kata kata dari Xiao Ziya terus terngiang di telinga pria itu.
__ADS_1
"Apa yang harus saya lakukan saat bertemu dengannya besok?." tanya Raja Yongling Zu pada dirinya sendiri. Mengapa banyak hal yang terjadi jauh dari prediksinya, gadis itu tumbuh menjadi gadis yang baik dan juga sangat kuat dalam melangkahkan kaki. Apa yang bisa pria itu lakukan untuk menebus kesalahan yang telah ia perbuat?.
"Mematahkan sihir kuno tingkat tinggi bukanlah hal yang bisa saya lakukan." ucap Raja Yongling Zu, ia tak bisa mengembalikan ingatan dari sang istri karna kekuatan yang ia miliki saat ini belum cukup untuk melakukannya.
Malam berlalu dengan sangat cepat kini pagi telah tiba, cahaya matahari mengenai tubuh seorang gadis yang sedang tertidur dengan lelap di atas pohon tinggi. Beberapa orang yang melintas di bawah pohon itu sempat melihat gadis aneh yang tidur di atas sana, ada beberapa pemuda yang ingin naik ke atas pohon dan membangunkan gadis itu karna sangat berbahaya jika sang gadis terjatuh akan tetapi ada sebuah penghalang yang membuat mereka tak bisa memanjat pohon.
"Nona tolong turunlah itu sangat berbahaya!." ucap seorang pemuda dengan pakaian yang cukup mewah sedang meneriaki Xiao Ziya.
Karna suara sang pemuda yang cukup kencang akhirnya Xiao Ziya terbangun dan melihat ke bawah, gadis itu sangat terkejut melihat banyak pemuda yang sedang mencoba untuk membangunkannya. Xiao Ziya menghilangkan pelindung yang telah ia buat kemudian loncat kebawah untuk menemui mereka semua.
"Wah lihatlah gadis itu sangat cantik, mengapa ia tidur di atas pohon seperti itu?." ucap seorang pemuda dengan tatapan heran.
"Mungkin ia diusir oleh keluarganya sehingga tak memiliki tempat tinggal." ucap pemuda lain yang sedang memperkirakan apa yang sudah terjadi pada gadis cantik itu hingga memilih tidur di atas pohon.
"Kalian jangan bercanda, lihatlah pakaian yang ia kenakan terlihat cukup mahal." ucap pemuda lain yang sibuk menilai pakaian dan beberapa hiasan rambut milik Xiao Ziya.
"Maaf karna membuat keributan di pagi hari seperti ini, semalam saya tak mendapat penginapan dengan kamar kosong sehingga harus tidur di atas sana." ucap Xiao Ziya dengan canggung, gadis itu tak mengerti mengapa banyak sekali pemuda di wilayah pusat kota Kerajaan Bintang Timur yang datang hanya untuk membangunkannya.
"Ah ternyata begitu, jika anda tetap tak memiliki tempat untuk tinggal sementara waktu anda bisa datang ke rumah penduduk dan membayar biyaya sewa harian." ucap salah seorang pemuda dengan senyuman lebar, Xiao Ziya hanya menganggukkan kepala karna baru mengetahui ada hal semacam itu di tempat ini.
"Baiklah kami akan pergi sekarang, lain kali tolong lebih berhati hati nona." ucap mereka semua kemudian pergi meninggalkan Xiao Ziya.
Kini hanya tersisa seorang pemuda dengan pakaian yang mewah serta penampilan seperti seorang pangeran, pemuda itu terus menerus melihat ke arah Xiao Ziya dan membuat Ziya merasa kebingungan.
"Apa yang sedang anda pikirkan?." tanya Xiao Ziya pada pemuda itu. Mungkinkah pohon yang ia tempati untuk tidur adalah milik sang pemuda? dan saat ini pemuda itu sedang kesal pada Ziya?.
"Darimana kau berasal? saya rasa tak ada penduduk Kerajaan Bintang Timur yang memiliki paras secantik dirimu?." ucap pemuda itu yang akhirnya mengungkapkan apa yang membuatnya terus melihat ke arah Xiao Ziya.
"Saya baru datang di tempat ini malam tadi, saya datang untuk memenuhi undangan dari Yang Mulia Raja Yongling Zu." ucap Xiao Ziya dengan jujur pada pemuda itu karna ia memprediksi pemuda yang ada di hadapannya adalah salah satu anak dari Raja Yongling Zu.
"Jadi kau anak haram dari ibuku?." ucap Pangeran Honzi Zu dengan spontan Benar saja pemuda yang sedari tadi melihat ke arah Xiao Ziya adalah anak terakhir dari Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu.
Xiao Ziya menatap tajam ke arah pemuda itu, ia tak suka dengan cara pemuda itu menyebutkan dirinya sebagai anak haram. Sebelum Xiao Ziya lahir sang ayah sudah menikah dengan Ratu Junyi Zu, artinya mereka adalah sepasang suami istri dan Xiao Ziya bukanlah anak haram.
"Anda ingin saya pukul hingga babak belur?." tanya Xiao Ziya dengan serius pada pemuda yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
Pangeran Honzi Zu langsung menelan ludah dengan kasar, meskipun ia tak menyukai Xiao Ziya namun perkataanya memang sudah kelewatan.
Hai semuanya author balik lagi nih, maaf kemarin libur update dua hari karna maaf author lagi kambuh. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.