
Raja Zu Fengzo sedikit gemetaran karna Zier sedang menatapnya dengan tajam, rupanya harimau itu tak suka pada Raja Zu Fengzo yang telah membuat tak nyaman nona mudanya.
"Kalian sangat berani memperlakukan nona muda saya seperti ini." ucap Zier dengan nada marah, Xiao Ziya berusaha untuk menenangkan harimaunya itu karna ia tak ingin berurusan dengan orang orang dari Kerajaan Zu Long untuk saat ini.
"Maaf atas kelancangan saya pada nona muda anda." ucap Raja Zu Fengzo yang memilih untuk mengalah jangan sampai ia menjadi santapan sang harimau.
"Jadi apa yang ingin anda tanyakan lagi pada saya?." tanya Xiao Ziya pada Raja Zu Fengzo karna ia tak memiliki banyak waktu untuk melayani sang raja.
"Untuk memastikan identitas anda maka besok saya akan mengundang Raja Zeuz kesini." ucap Raja Zu Fengzo yang masih tak percaya jika Xiao Ziya adalah putri angkat dari Raja Zeuz.
"Baiklah jika begitu saya permisi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang ingin pamit pergi karna orang orang yang ada di sana seperti tak menyukainya.
"Sebaiknya nona menginap di sini untuk hari ini." ucap Raja Zu Fengzo yang takut Xiao Ziya akan kabur jika dibiarkan berkeliaran di luar.
"Raja tenang saja karna saya bukan pengecut yang akan kabur begitu saja." ucap Xiao Ziya kemudian pergi dari aula utama Kerajaan Zu Long.
Gadis itu memilih untuk duduk di atas punggung Zier, karna di dunia atas ini sudah sangat biasa saat ada seorang kultivator yang berjalan jalan menaiki binatang milik mereka. Saat melintasi jalan stapak Xiao Ziya dan Zier bertemu dengan kultivator lain yang sedang menunggangi binatang mereka masing masing. Bahkan ada yang naik di atas punggung naga yang besar, anehnya saat Xiao Ziya dan Zier melintas semua binatang itu menundukkan kepala mereka entah takut pada Zier atau pada Xiao Ziya tak ada yang mengetahui hal itu.
"Lihatlah harimau itu terlihat sangat keren siapa pemiliknya?." ucap seorang gadis berusia delapan belas tahun yang terlihat sangat tertarik pada Zier.
"Hai tuan harimau, maukah kau ikut dan mengabdi pada saya." ucap gadis itu yang sepertinya tak melihat keberadaan Xiao Ziya.
Xiao Ziya yang mendengar ada seseorang yang ingin mengambil Zier darinya hanya tersenyum meremehkan kemudian melihat ke arah gadis yang ingin merebut Zier darinya.
"Kau menginginkan Zierku? jangan bermimpi." ucap Xiao Ziya yang berdiri dari duduknya, ia langsung loncat kebawah dan menemui gadis yang ingin merebut harimau kesayangannya itu.
"Jadi kau adalah pemilik dari harimau ini, bagaimana bisa tuannya adalah gadis biasa." ucap gadis itu yang menganggap Xiao Ziya sebagai gadis biasa yang tak memiliki kekuatan spiritual.
"Pulanglah Zier adalah harimau kesayangan saya dan dia juga keluarga saya." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya. Mengapa banyak sekali orang yang ingin merebut sesuatu yang sudah menjadi miliknya.
__ADS_1
Gadis itu ternyata bernama Shen Yume putri dari pemimpin Klan Shen. Klan Shen adalah salah satu klan tua yang ada di dunia atas, Klan Shen merupakan sekutu dari Klan Xiao yang ada di dunia atas, klan ini merupakan keturunan dari salah satu dewa sehingga ada beberapa anggota Klan Shen yang merasa bahwa diri mereka lebih agung daripada orang lain yang tinggal di dunia atas.
"Saya adalah putri dari pemimpin Klan Shen, lebih baik kau serahkan harimaumu itu maka saya akan anggap tak pernah terjadi apapun diantara kita." ucap Shen Yume yang sangat sombong.
"Sepeduli itukah saya tentang identitas anda, bawa ayahmu kesini jika kau memang menginginkan Zierku." ucap Xiao Ziya yang tak akan pernah memberikan Zier pada siapapun.
Setelah itu Shen Yume pergi, Xiao Ziya dan Zier menunggu di salah satu tanah kosong yang ada di sana. Ia ingin melihat sehebat apa pemimpin Klan Shen sehingga putrinya bisa se sombong itu.
Saat ini Shen Yume sudah ada di ruang kerja ayahnya, ia mengadu tentang seorang gadis yang membuatnya kesal, gadis yang tak ingin menyerahkan binatangnya padanya. Namun menurut ayah Shen Yume tindakan putrinya adalah suatu kesalahan karna ia memang tak pernah mengajarkan untuk merebut sesuatu yang sudah dimiliki oleh orang lain.
"Mengapa ayah membelanya, gadis itu sangat menyebalkan. Jika aku tak mendapat harimau itu aku akan pergi dari Klan Shen dan menikah dengan pemuda lain." ucap Shen Yume yang sedang mengancam ayahnya.
Shen Linhu adalah pemimpin Klan Shen sekaligus ayah dari Shen Yume, ia tak mengerti harus mengajari dan mendidik putrinya seperti apa lagi, setelah istrinya meninggal Shen Yume berubah menjadi gadis yang kasar dan arogan gadis itu tak akan mendengar perkataan orang lain dan ia harus mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Baiklah ayah akan ikut denganmu." ucap Shen Lihu yang harus mengalah lagi karna putrinya itu sangat manja padanya berbeda dengan adik laki lakinya yang baik dan berwibawa.
"Itu adalah gadis yang tak ingin menyerahkan harimaunya padaku ayah." ucap Shen Yume yang mengadu pada ayahnya.
Xiao Ziya yang tadinya sedang sibuk bermain dengan Zier langsung menolehkan kepalanya ke samping, terlihat seorang pria yang seumuran dengan ayahnya yang ada di Klan Xiao.
"Salam paman." ucap Xiao Ziya yang mengucapkan salam pada pria yang tak dikenalnya itu namun ia tau sang pria baik tak seprti gadis yang ada di hadapannya.
"Salam juga nona muda, maaf karna putri saya telah menggangu waktu anda." ucap Shen Linhu yang merasa tak enak pada gadis muda itu.
"Ayahku telah datang maka serahkan harimau itu padaku." ucap Shen Yume yang bersikeras agar Xiao Ziya menyerahkan Zier padanya.
Xiao Ziya tersenyum kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Zier agar harimau itu tak salah paham padanya nanti. Karna semua yang menjadi pengikut Xiao Ziya adalah hal hal berharga yang harus ia jaga dengan baik.
"Saya setuju namun anda harus menukarnya dengan sesuatu." ucap Xiao Ziya yang tak akan menyerahkan Ziernya secara cuma cuma pasa gadis itu.
__ADS_1
"Cepat katakan apa yang kau inginkan sebagai ganti dari hatimaumu itu." ucap Shen Yume yang tak sabar untuk memiliki seekor binatang yang luar biasa hebat.
"Saya menginginkan ayahmu bagaimana?." ucap Xiao Ziya yang ingin menukarkan Zier dengan ayab dari gadis itu.
Shen Yume tentu saja terkejut dengan apa yang diminta oleh Xiao Ziya, bagaimana ia bisa menukar ayahnya dengan seekor binatang spiritual. Ayahnya adalah hal berharga yang ia miliki.
"Tentu saja aku tak setuju dengan permintaanmu, ayah adalah satu satunya orang tua yang masih ku miliki." ucap Shen Yume yang tak terima dan hampir memukul Xiao Ziya untung saja ayah dari gadis itu menahannya.
"Kita memiliki beberapa hal yang berharga yang bahkan tak bisa diukar dengan apapun. Bukankah ayahmu sangat mencintaimu? lalu mengapa kau selalu menuntut lebih pada ayahmu. Saya tau pasti ayahmu tak setuju dengan apa yang kau inginkan namun kau memaksanya. Zier adalah harimau yang saya besarkan sendiri, ibu Zier mempercayakannya padaku. Bagaimana saya bisa melukai hati ibu Zier yang sudah tenang di alam sana?." ucap Xiao Ziya yang membuat Shen Yume terdiam tak bisa menjawab apa apa.
Apa yang dikatakan Xiao Ziya adalah kebenaran, Shen Yume sering kali membantah perkataan dari sang ayah ia bahkan tak segan meninggikan suaranya saat berbicara dengan sang ayah. Namun ayahnya selalu sabar dan berkata lembut padanya, adik laki lakinya juga begitu perhatian padanya.
"Ayah." ucap Shen Yume dengan mata yang sembap, gadis itu menangis karna ingat bahwa ia sudah sangat jahat pada sang ayah.
"Kemarilah putriku." ucap Shen Linhu yang langsung memeluk putrinya dengan erat. Setelah sang istri meninggal ini pertama kalinya Shen Yume menangis di pelukannya.
"Trimakasih ayah telah menyayangiku selama ini, dan maaf jika Yume selalu mengecewakan ayah." ucap Shen Yume.
Xiao Ziya tersenyum saat melihat ayah dan anak itu kembali akur lagi, gadis itu sengaja melakukan hal seperti itu agar Shen Yume bisa belajar dengan baik bahwa banyak hal berharga yang patut ia syukuri dan tak perlu merasa iri dengan milik orang lain karna bisa jadi apa yang kita miliki saat ini adalah hal yang sangat diinginkan oleh orang lain diuar sana.
"Baiklah ini sudah sangat larur saya harus kembali ke penginapan." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada Shen Linhu dan juga Shen Yume.
"Trimakasih nak, berkatmu putriku bisa berubah." ucap Shen Linhu yang tak tau harus membalas Xiao Ziya dengan apa.
"Anda adalab ayah yang baik sama seperti ayah saya." ucap Xiao Ziya sebelum ia semakin jauh dan menghilang.
Shen Linhu dan Shen Yume kembali ke Klan Shen untuk beristirahat, disepanjang jalan mereka selalu bercengkrama dan bersendagurau. Xiao Ziya yang baru saja tiba di penginapan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mulai memejamkan mata begitu pula dengan Zier yang berubah dalam wujud kecilnya kemudian tidur di samping Xiao Ziya.
Hai hai semuanya aku update lagi nih gimana kabar kalian, jangan lupa follow buat yang belum, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, komen, share.
__ADS_1