RATU IBLIS

RATU IBLIS
Wilayah Bagian Selatan


__ADS_3

Malam pun tiba saat ini Xiao Ziya sedang dalam perjalanan menuju Kekaisaran Binzo, ia sengaja tak menggunakan teleportasi agar kedatangannya nanti mengejutkan Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua pangeran. Ziya sedang berada di area perbukitan yang tak jauh dengan perbatasan Kekaisaran Binzo, gadis itu menatap kearah cahaya lampu yang menerangi rumah rumah penduduk yang ada di bagian selatan. Xiao Ziya sengaja mengunjungi wilayah Kekaisaran Binzo bagian selatan terlebih dahulu untuk memastikan bagaimana kondisi para penduduk yang tinggal di sana, apakah mereka juga terkana wabah cacing parasit sama seperti beberapa kerajaan lain.


Xiao Ziya melesat dengan kecepatan tinggi dari atas bukit hingga ia tiba di depan gerbang masuk wilayah Kekaisaran Binzo bagian selatan. Di sana hanya terdapat beberapa prajurit yang melakukan penjagaan, mungkin dengan perpecahan yang terjadi juga terdapat sekelompok prajurit yang membuat kubu mereka sendiri dan membangkang dari perintah Kaisar Yuzang Yanglang.


"Nona Ziya!." ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang bagian selatan yang langsung mengenali identitas gadis di hadapannya.


"Selamat malam, maaf jika kedatangan saya mengejutkan kalian semua. Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan kabar bahwa Kekaisaran Binzo memiliki Kaisar baru tanpa seizin saya, ada juga yang mengatakan kini wilayah kekaisaran terbagi menjadi dua yaitu wilayah bagian barat yang mendukung sang kaisar serta wilayah bagian selatan yang berada di pihak saya. Oleh karna itu saya datang untuk menemui kalian semua, bagaimana kondisi para penduduk yang berada di wilayah ini? apakah mereka juga terjangkit wabah?." tanya Xiao Ziya dengan raut wajah khawatir.


"Beberapa penduduk sudah kami asingkan agar tidak menular pada penduduk yang lain, Kaisar Yuzang Yanglang menolak membantu para penduduk yang berada di pihak Anda karna itu kami tak bisa melakukan banyak hal." jawab salah seorang prajurit dengan sorot mata penuh kesedihan. Diantara para penduduk yang terjangkit wabah mengerikan itu ada istri dan anaknya yang berjuang agar tetap hidup.


"Bawa saya ke tempat pengasingan, saya sudah menemukan ramuan penawar untuk mengatasi wabah ini. Penduduk Kekaisaran Qiyu dan Kerajaan Daun Perak sudah keluar dari situasi bahaya kini mereka semua hidup dengan damai." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis.


Tanpa mengatakan apapun lagi salah seorang prajurit berjalan terlebih dahulu karna ia akan memandu Xiao Ziya hingga sampai ke tempat pengasingan, suasana di beberapa desa yang ia lewati terpantau sepi dan sunyi mungkin para penduduk sudah mengakhiri aktivitas mereka dan memilih untuk beristirahat. Setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya prajurit itu menghentikan langkahnya di sebuah desa kecil dengan penjagaan yang sangat ketat, beberapa prajurit lain menghampiri Xiao Ziya dan menyambut kedatangan gadis itu penuh suka cita.


"Salam hormat kami pada Nona Xiao Ziya, senang bisa bertemu dengan Anda setelah sekian lama tak pernah berjumpa." ucap para prajurit itu sembari membungkukkan badan mereka.


"Saya juga merasa senang melihat kalian baik baik saja, terimakasih karna masih bersedia berdiri di pihak saya meskipun itu sangat sulit. Kalian tunggulah di sini saya akan melihat kondisi penduduk yang terjangkit wabah, jangan ada yang masuk ke dalam tanpa perintah dari saya." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk ke dalam desa tersebut. Para prajurit yang tadinya ingin mengehentikan gadis itu hanya bisa pasrah karna mereka kalah cepat.


Setelah berada di dalam Xiao Ziya masuk ke salah satu rumah penduduk, di sana terdapat tiga orang wanita paruh baya dan dua orang anak berusia dua belas tahun. Dengan segera Xiao Ziya mengeluarkan ramuan penawar miliknya dan meminta mereka untuk meminum ramuan tersebut, awalnya ketiga wanita paruh baya ragu ragu saat akan mengambil ramuan itu namun dua orang anak laki laki meminumnya tanpa rasa ragu.


"Tahanlah, kalian akan segera sembuh jika bisa menahan reaksinya." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara datar.


Kelima orang yang berada di rumah itu menunjukkan reaksi yang berbeda beda, kedua anak laki laki berusia dua belas tahun langsung memuntahkan puluhan cacing parasit sedangkan ketiga wanita paruh baya mengalami kejang kejang semua itu dikarenakan faktor kekebalan tubuh yang berbeda. Untunglah ketiga wanita paruh baya itu baik baik saja setelah memuntahkan beberapa cacing parasit dari dalam tubuh mereka.


"Bagaimana perasaan kalian saat ini? semua sumber wabah yang ada di tubuh kalian telah mati. Ramuan itu bukan hanya untuk menyembuhkan kalian saja namun dengan meminumnya kalian tak akan pernah terjangkit wabah yang sama." jelas Xiao Ziya dengan singkat.


"Terimakasih Nona Muda, maaf atas sikap kurang sopan kami tadi." ucap salah satu wanita paruh baya dengan menundukkan kepalanya.


"Sudahlah saya tidak mempermasalahkan hal itu, apakah kalian bersedia membantu saya mengobati penduduk yang lain?" tanya Xiao Ziya dengan tatapan dingin.


Kelima orang itu langsung menganggukkan kepala mereka tanpa ragu, setelah kedatangan Nona Muda Xiao Ziya maka kondisi para penduduk Kekaisaran Binzo yang berada di wilayah bagian selatan akan pulih seperti sebelumnya. Mereka tak perlu merasa takut lagi dengan ancaman yang diberikan Kaisar Yuzang Yanglang setiap harinya karna bagaimanapun juga kepemimpinan pria itu akan segera berakhir. Xiao Ziya mengeluarkan puluhan ramuan penawar dan meminta kelima orang itu untuk mengambil beberapa ramuan dan pergi ke rumah rumah yang lain, kini Xiao Ziya disibukkan dengan menangani para penduduk yang terjangkit wabah.


Di sisi lain kedatangan gadis itu ke wilayah bagian selatan Kekaisaran Binzo telah di dengar oleh Kaisar Yuzang Yanglang melalui beberapa mata mata yang ia tempatkan di beberapa wilayah perbatasan. Saat ini Kaisar Yuzang Yanglang sedang mengadakan rapat tertutup dengan kedua pangeran dan beberapa jenderal. Kedatangan Xiao Ziya bukanlah berita baik karna kemungkinan besar gadis itu ingin mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.


"Sebelum gadis itu datang ke pusat kota dan menemui Anda secara langsung di Istana Kekaisaran Binzo akan lebih baik jika kita menyerangnya saat ini juga." saran salah seorang jenderal.

__ADS_1


"Akan lebih mudah mengalahkan Xiao Ziya ketika ia masih berada di wilayah bagian selatan. Gadis itu pasti kewalahan melakukan serangan balasan sembari melindungi para penduduk yang berada di pihaknya." ucap jenderal yang lain dengan senyuman licik.


"Bagaimana ayah? apakah Anda setuju dengan saran para jenderal. Saya khawatir jika gadis itu datang kesini ia akan membuat penduduk lain merasa ragu dan mulai pergi ke sisinya lagi." ucap Pangeran Yuzang Xin dengan penuh pertimbangan.


Para penduduk di bagian barat memang lebih memihak pada kisar baru namun bukan berarti mereka tak bisa berpaling dan kembali ke sisi Xiao Ziya. Sejak awal semua orang tau bagaimana kekejaman dan keganasan dari gadis itu saat menghancurkan keluarga Kekaisaran Binzo yang sebelumnya, dengan begitu wilayah Kekaisaran Binzo seharusnya menjadi milik Xiao Ziya namun ia masih memiliki banyak utusan lain hingga membiarkan wilayah tersebut mengalami kekosongan kekuasaan dalam waktu yang lama. Karna hal itu muncul banyak konflik hingga Klan Yuzang datang, pemimpin Klan Yuzang yaitu Yanglang bersedia menjadi seorang kaisar dan mulai menata pemerintah baru hingga sekarang ini. Di saat masa kejayaan pemerintah Klan Yuzang tiba tiba pemilik dari wilayah Kekaisaran Binzo kembali, tentu si pemilik bisa mengambil semua itu tanpa izin dari Yuzang Yanglang.


"Itu saran yang bagus, persiapkan prajurit terbaik kita dan malam ini juga kita serangan wilayah bagian selatan." ucap Kaisar Yuzang Yanglang, ia tak sabar melihat kehancuran Xiao Ziya.


"Kalian dengar itu, siapkan pasukan sekarang juga!!!." triak Pangeran Yuzang Zuno dengan tegas dan suara lantang.


Akhirnya kedua pangeran dan beberapa jenderal langsung pergi meninggalkan aula utama Istana Kekaisaran Binzo, di sisi lain Kaisar Yuzang Yanglang masih berusaha untuk menenangkan dirinya. Apapun yang terjadi tahta kekaisaran tak boleh jatuh kembali ke tangan Xiao Ziya, ia telah bekerja selama beberapa tahun menjadi seorang kaisar dan memimpin wilayah ini dengan baik, jangan sampai usaha dan kerja kerasnya selama ini sia sia saja. Saat semua orang sedang sibuk mempersiapkan pasukan untuk menyerang wilayah bagian selatan Kekaisaran Binzo, Putri Zo Ruhi satu satunya anggota keluarga kekaisaran terdahulu yang masih hidup mendengar rencana dari ayah angkatnya itu. Selama menjalani kehidupan bersama keluarga barunya Putri Zo Ruhi mendapatkan perlakuan yang buruk, ia hanya boleh makan roti kering dan makanan sisa selain itu semua haknya sebagai anggota keluarga kekaisaran dicabut begitu saja.


Putri Zo Ruhi tau bahwa Xiao Ziya adalah orang yang telah membunuh semua anggota keluarganya namun ia tak pernah menaruh dendam pada gadis itu karna ia sudah menganggap Xiao Ziya sebagai kakak perempuannya sendiri. Putri Zo Ruhi saat ini sudah cukup dewasa untuk memahami ia harus berdiri di pihak yang mana untuk terus bertahan hidup karna itulah sang putri melarikan diri dari Istana Kekaisaran Binzo melalui gerbang belakang, ia akan memberitahukan rencana Kaisar Yuzang Yanglang pada Nona Xiao Ziya sebelum semuanya terlambat.


Putri Zo Ruhi berlari dengan sisa sisa energi yang ia miliki, perjalanan dari pusat kekaisaran ke wilayah bagian selatan lumayan jauh.


"Semoga saja saya datang tepat waktu." ucap Putri Zo Ruhi sembari terus berlari menyusuri rumah rumah penduduk.


Beberapa penduduk terlihat mengabaikan sang putri, mereka tak ingin ikut campur dengan apapun yang sedang dilakukan oleh anak perempuan itu.


"Syukurlah tak ada yang curiga pada saya, semoga saja penjagaan di perbatasan wilayah tak ketat seperti hari biasanya." gumam Putri Zo Ruhi dengan perasaan was was.


"Setidaknya mereka memperlakukan saya dengan baik, saya mendapatkan makanan yang layak dan diperlakukan layaknya manusia. Nona Ziya tolong tunggu kedatangan saya." ucap Zo Ruhi yang sudah cukup dekat dengan perbatasan antara wilayah bagian barat dengan wilayah bagian selatan.


Saat tiba di gerbang perbatasan gadis itu langsung bersembunyi di balik pohon pohon besar, Zo Ruhi menatap dengan bingung ke arah ratusan prajurit yang sedang berjaga. Bagaimana ia bisa keluar jika penjagaannya saja seketat ini?.


"Apa yang harus saya lakukan untuk bisa menyusup keluar." batin Putri Zo Ruhi dengan wajah bingung. Ia terus berfikir sembari melihat ke sekitar.


Di saat yang bersamaan Putri Zo Ruhi melihat rombongan pedagang kain yang ingin keluar dari wilayah barat, kemungkinan mereka ingin melakukan perdagangan di wilayah kerajaan tetangga. Dengan segera Putri Zo Ruhi berlari ke salah satu kereta yang memuat barang barang seperti kain, baju, dan lain lain. Sang putri bersembunyi diantara tumpukan kain, beberapa saat setelahnya terdengar roda kereta barang berjalan meninggalkan wilayah bagian barat Kekaisaran Binzo.


"Syukurlah saya selamat dari pemeriksaan." batin Putri Zo Ruhi sembari menghela nafas lega.


Kini yang harus ia lakukan adalah menunggu saat yang tepat untuk turun dari kereta kuda, semoga saja tak ada yang menyadari keberadaannya. Di sisi lain saat ini Xiao Ziya dan beberapa penduduk yang telah sembuh dari wabah cacing parasit masih sangat sibuk membantu penduduk lainnya, menurut keterangan kepala desa kurang lebih ada lima ratus penduduk yang terjangkit wabah dan diasingkan ke desa tersebut.


"Jika kalan merasa lelah beristirahatlah terlebih dahulu, saya akan melanjutkan pengobatan ini sendiri." ucap Xiao Ziya yang tak tega melihat beberapa penduduk dengan nafas tersengal sengal.

__ADS_1


"Kami baik baik saja, Nona Ziya tak perlu mengkhawatirkan kondisi kami." jawab beberapa penduduk secara bersamaan.


Saat mereka mulai melanjutkan pengobatan lagi tiba tiba ada beberapa prajurit yang masuk dengan wajah panik, Xiao Ziya menatap ke arah mereka dengan tatapan bingung. Apa yang terjadi mengapa para prajurit itu terlihat begitu gelisah?.


"Ada apa?." tanya Xiao Ziya dengan singkat.


"Putri Zo Ruhi datang untuk menemui Anda." ucap salah seorang prajurit.


"Putri Ruhi? apakah dia berada di tempat ini?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan bingung. Pantas saja ia tak melihat gadis itu ketika berada di Klan Xiao rupanya ia telah kembali ke Kekaisaran Binzo.


"Benar, sang putri mengatakan ada hal penting yang ingin ia sampaikan pada Anda mengenai rencana Kaisar Yuzang Yanglang." jawab sang prajurit. Meskipun Putri Zo Ruhi tinggal bersama dengan kaisar baru namun semua orang tau bagaimana keluarga kaisar memperlakukan sang putri, jadi wajar jika Putri Zo Ruhi lebih memilih untuk berpihak pada Xiao Ziya.


"Baiklah saya akan datang untuk menemuinya, ah iya jika kalian masih sanggup maka lanjutkan pengobatan ini namun jika kalian mulai merasa lelah beristirahatlah hingga saya kembali." pesan Xiao Ziya pada para penduduk yang berada di tempat pengasingan. Sebelum pergi Xiao Ziya mengeluarkan sekitar dua ratus botol ramuan untuk para penduduk yang masih terjangkit wabah setelan itu ia bergegas pergi dari tempat pengasingan menuju tempat Putri Zo Ruhi berada.


Xiao Ziya berjalan dengan santai menuju sebuah desa yang tak jauh dari tempat pengasingan, di sana ia melihat anak perempuan berusia kurang lebih sembilan tahun dengan pakaian lusuh dan kondisi tubuh tak terawat. Xiao Ziya menatap ke arah Putri Ruhi dengan tatapan bingung, mengapa seorang putri mirip dengan gelandang seperti ini?.


"Anda mencari saya Tuan Putri?." tanya Xiao Ziya yang kini berdiri tepat dihadapan Putri Ruhi yang sedang melihatnya dengan mata berkaca-kaca.


"Ziya jiejie." triak Putri Zo Ruhi yang langsung berdiri kemudian memeluk Xiao Ziya dengan erat. Entah mengapa ia sangat merindukan sosok yang sudah membantai habis anggota keluarganya itu.


"Saya kira Anda akan membenci saya setelah beranjak dewasa. Apakah perkiraan saya kali ini salah?." ucap Xiao Ziya yang membalas pelukan itu dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah cantiknya.


"Saya tau Anda adalah orang yang telah membunuh semua anggota keluarga saya, dan saya juga tau Anda mennyayangi saya hingga membiarkan saya tetap hidup hingga saat ini. Untuk semua itu saya ucapkan terimakasih." ucap Putri Zo Ruhi dengan tulus pada Xiao Ziya.


"Saya merasa lega mendengar hal itu. Apa yang membuat Anda datang menemui saya malam malam seperti ini? apakah Kaisar Yuzang Yanglang tak akan curiga?." tanya Xiao Ziya yang masih merasa penasaran dengan alasan sang putri menemuinya.


"Saya ingin menyampaikan sebuah informasi penting, saat ini Kaisar Yuzang Yanglang dan para jenderal sedang menyiapkan pasukan terbaik mereka untuk menyerang Anda. Mereka berfikir bahwa Anda akan mudah dikalahkan jika masih berada di wilayah bagian selatan." ucap Putri Zo Ruhi dengan serius serta tatapan tajam.


"Mengapa Anda menyampaikan berita sepenting ini pada saya? bukankah Anda tinggal di istana bersama keluarga kaisar yang baru?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau alasan Putri Ruhi memberontak pada Kaisar Yuzang Yanglang.


"Anggap saja ini bentuk rasa terimakasih saya karna diizinkan untuk tinggal di Klan Xiao selama beberapa bulan setelah kehancuran Kekaisaran Binzo beberapa tahun yang lalu. Saya sangat senang diperlukan dengan baik oleh Paman Xiao Cunyu dan Paman Xiao Yuza, selain itu saya selalu bermain dengan Zoe setiap harinya." jelas Putri Zo Ruhi dengan apa adanya.


"Lalu mengapa Anda pergi jika merasa nyaman tinggal di Klan Xiao? apakah menggiurkan tinggal di istana bersama anggota keluarga kaisar yang baru?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan sinis.


"Pemimpin klan yang meminta saya untuk pergi, ia mengatakan bahwa putrinya tak menyukai keberadaan saya di Klan Xiao. Saat itu ayah dan paman Nona Ziya berusaha untuk mempertahankan saya namun usaha itu sia sia, terimakasih atas semua kebaikan yang telah Anda berikan. Saya harus segera kembali ke istana, mungkin saat ini Kaisar Yuzang Yanglang sudah menyadari bahwa saya tak ada di tempat yang seharusnya. Saya permisi terlebih dahulu Nona Ziya, sampai jumpa lagi jika kita masih memiliki kesempatan untuk bertemu." ucap Putri Zo Ruhi yang ingin kembali ke Istana Kekaisaran Binzo.

__ADS_1


"Tetaplah di sini dan jangan membantah, untuk apa Anda kembali ke tempat mengerikan itu. Ayah selalu mencemaskan keadaan Anda, setelah masalah ini selesai tolong kembali ke Klan Xiao bersama saya." perintah Xiao Ziya pada Putri Zo Ruhi. Ziya tak ingin mendengar bantahan apapun alasannya.


Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2