
Pemuda itu sepertinya memang memiliki niatan untuk menghabisi Raja Zeus sehingga ia ingin membunuh kelima orang berzirah hitam yang ada di hadapannya itu. Pemuda itu mulai menyerang menggunakan pedang yang ada di tangannya, satu jenderl iblis maju untuk menghadapi sang pemuda.
Kemampuan jenderal iblis milik Xiao Ziya memang tak perlu diragukan lagi, satu jenderal iblis mampu menumbangkan sang penyusup setelahnya mereka membawa penyusup itu kedalam kamar Xiao Ziya dan mengikatnya dengan erat. Kelima jenderal iblis itu berniat untuk menunggu Xiao Ziya kembali dari pesta jamuan makan malam.
"Sebaiknya kita menunggu di sini saja, jangan mengganggu acara penting junjungan kita." ucap salah seorang jenderal yang memberitaukan pendapatnya.
"Iya hari ini adalah hari spesial untuk nona kita." jawab jenderal iblis yang lain.
Mereka melanjutkan perbincangan dengan topik mungkin saja junjungan muda mereka sudah bisa menebak penyerangan ini sejak awal sehingga ia meminta pada kelima jenderal iblisnya untuk memastikan keamanan Raja Zeus yang sedang dalam masa pemulihan itu.
Pesta jamuan makan malam berjalan dengan lancar, semua tamu undangan menimati makanan yang disajikan oleh pihak Istana Kerajaan Hitam, banyak dari mereka yang memberikan hadiah pada Xiao Ziya serta harapan semoga Raja Zeus segera pulih dan bisa beraktifitas seperti biasanya.
Saat ini Xiao Ziya sedang berada di taman depan Istan kerajaan Hitam, gadis itu ingin mengantar kepergian Ling Zungze yang akan pulang ke tempatnya.
"Maaf karna saya tak tau hari ini adalah hari ulang tahun anda sehingga saya tak mempunyai hadiah apapun." ucap Ling Zungze yang merasa tak enak hati karna di dalam istana tadi semua tamu undangan memberikan hadian untuk Xiao Ziya hanya dirinya yang tak membawa apapun.
"Bukankan beberapa hari lagi saya akan datang kesana untuk menemui bibi? anda masih mempunyai kesempatan untuk memberikan hadiah pada saya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum pada Ling Zungze, sebenarnya tidak apa apa jika ia tak mendapatkan hadiah dari pemuda itu namun sepertinya Ling Zungze sangat ingin memberikan sesuatu padanya.
"Saya akan pergi sekarang untuk menyiapkan hadiah untuk anda, sampai jumpa nona Xiao Ziya." ucap Ling Zungze yang langsung melesat pergi dari hadapan Xiao Ziya.
Setelah mengantar kepergian pemuda itu Xiao Ziya langsung masuk kedalam kamarnya, gadis itu terkejut saat melihat kehadiran kelima jenderal iblisnya di dalam kamar dengan seorang pemuda yang mereka ikat di pojok kamar gadis itu.
"Apa yang terjadi saat pesta jamuan makan malam berlangsung?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau apa yang telah terjadi dan mengapa Yue Agze diikat di pojok kamarnya seperti itu.
"Kami memergoki pemuda ini ingin menikam Raja Zeus saat sang raja sedang tertidur." ucap salah seorang jenderal iblis yang memberitaukan sedikit kejadian itu.
Xiao Ziya berjalan mendekat ke arah Yue Agze yang masih terikat dengan kepala yang menunduk, pemuda itu tak berani menatap ke arah Xiao Ziya karna tindakan yang ia lakukan sudah sangat jauh.
"Kau melakukan ini karna ingin saya merasakan apa yang kau rasakan?." ucap Xiao Ziya yang sedang menebak alasan mengapa Yue Agze berniat menikam Raja Zeus saat sang raja sedang tertidur dan dalam kondisi yang kurang sehat.
"Iya anda harus merasakannya." ucap Yue Agze yang masih menundukkan kepalanya dengan suara yang lirih dan masih bisa tedengar oleh Xiao Ziya.
"Bukankah tadinya saya sudah memberikan kekuasaan yang anda inginkan? namun anda sendiri yang tak mampu mempertahankannya, jadi ini bukan salah saya." ucap Xiao Ziya dengan matanya yang telah berubah menjadi merah.
Sorot mata merah darah yang tajam milik Xiao Ziya membuat Yue Agze merinding ketakutan meskipun mata mereka tak bertatapan secara langsung. Mungkin apa yang dikatakan oleh gadis itu benar setelah ayah, ibu, dan kedua saudarinya tak ada di kediaman kehidupannya menjadi lebih baik tak ada yang menyiksa dan memaksa dirinya untuk melakukan hal yang tak ia sukai.
Yue Agze hanya tak terima setelah kejadian itu Xiao Ziya mengabaikannya dan tak pernah berbincang dengannya lagi karna menurut pemuda itu apa yang telah ia lakukan bukanlah kesalahan yang besar ia hanya mengancam Xiao Ziya agar gadis itu mau membebaskan ibu dan kedua saudari perempuannya.
"Mengapa anda tak bisa memaafkan kesalahan saya?." tanya Yue Agze yang ingin kembali ke sisi Xiao Ziya, menjadi teman gadis itu dan diperhatikan lagi oleh teman temannya di akademi. Karna setelah kabar penghianatan yang dilakukannya tersebar ia merasa seperti dikucilkan.
"Saya sudah memaafkanmu namun saya tak bisa menerima kembali kehadiranmu." ucap Xiao Ziya yang menegaskan sekali lagi ia sudah memaafkan apa yang telah Yue Agze lakukan padanya namun Xiao Ziya tak akan pernah menerima kembali kehadiran seorang penghianat di sisinya.
__ADS_1
"Kau memang wanita yang kejam." ucap Yue Agze yang merasa bahwa Xiao Ziya sangatlah kejam padanya.
"Anggap saja begitu, itu bukan masalah untuk saya." ucap Xiao Ziya dengan wajah datarnya.
Xiao Ziya meminta pada kelima jenderal iblisnya untuk mengikutinya dari belakang sambil membawa Yue Agze yang masih diikat. Mereka akan pergi ke kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi untuk memulangkan pemuda itu. Saat dalam perjalanan rombongan Xiao Ziya menjadi sorotan banyak orang, para warga yang masih ada di jalan dan kedai kedai mereka bertanya tanya mengapa tuan muda Yue Agze dibawa dengan konsisi terikat.
Akhirnya ada seorang pemilik kedai yang menjadi langganan Xiao Ziya datang menghampiri gadis itu dan bertanya apa yang sedang terjadi. Dengan tenang Xiao Ziya menjelaskan bahwa pemuda yang ia bawa dengan kondisi terikat itu ingin membunuh Raja Zeus saat sang raja sedang tertidur, mendengar penjelasan dari Xiao Ziya membuat sang pemilik kedai mengerti dan menyebarkan kabar itu pada pengunjung yang ada di kedainya.
Dengan begitu Xiao Ziya yakin bahwa esok pagi berita tentang Yue Agze dari Keluarga Bangsawan Yue Funzi yang mencoba untuk membunuh Raja Zeus akan tersebar ke seluruh Wilayah Kerajaan Hitam. Setelah beberapa saat berjalan akhirnya rombongan Xiao Ziya sampai di depan Gerbang masuk Kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi. Para prajurit mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam karna mereka tak ingin membuat masalah dengan gadis itu sesuai yang diperintahkan oleh nyonya mereka yaitu Yue Yinha.
Yue Yinha pernah berpesan pada semua orang yang bekeja di Kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi untuk menerima kehadiran Xiao Ziya kapanpum gadis itu datang tanpa mempersulitnya. Kini Xiao Ziya dan rombongannya sudah ada di ruang tamu, Xiao Ziya duduk sambil menunggu kedatangan dari Nyonya Keluarga Bangsawan Yue Funzi.
"Salam hormat saya pada nona Xiao Ziya." ucap Yue Yinha yang baru saja datang ia langsung memberika salam pada Xiao Ziya.
"Saya terima salam anda." ucap Xiao Ziya dengan datar dan wajah tanpa ekspersinya. Saat ini ia tak memiliki kemarahan pada wanita itu lagi, ia juga tak ingin melihat wajah wanita itu dalam jangka waktu yang lama.
"Apa yang membuat anda datang ke Kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi larut malam begini?." tanya Yue Yinha yang tak mengerti maksut dari kedatangan Xiao Ziya yang mendadak, jangan sampai gadis itu datang untuk menangkap dirinya dan kedua putrinya yang baru saja bebas karna Yue Agze melaporkan penyiksaan yang mereka lakukan.
Xiao Ziya memberikan isyarat pada kelima jenderal iblisnya, para jenderal iblis yang mengerti isyarat itu langsung melemparkan tubuh Yue Agze yang masih terikat kehadapan ibunya. Melihat Yue Agze yang dilempar dengan kasar tentu membuat Yue Yinha terkejuta.
"Ada apa ini nona Xiao Ziya?." tanya Yue Yinha yang tak mengerti dengan situasi saat ini.
"Putramu tertangkap basah sedang mencoba melakukan pembunuhan pada Raja Zeus saat sang raja sedang tertidur, tolong disiplinkan dia hingga ia tak berani menginjakkan kaki ke istana. Saya sengaja menyerahkan hukuman ini pada anda, saya harap anda tak mengecewakan." ucap Xiao Ziya dengan panjang lebar. Yue Yinha tersenyum dengan menyeramkan pada putranya itu entah apa yanh ada dalam fikiran wanita itu.
Xiao Ziya tersenyum puas ia tau wanita itu adalah wanita kejam yang kekejamannya sudah melebihi iblis, ia akan tega menyiksa darah dagingnya sendiri dengan sangat kejam. Ini adalah hukuman yang pantas diterima oleh Yue Agze, pemuda itu akan memikirkan setiap tindakannya dengan baik di masa depan dan tak akan melakukan hal bodoh lagi, itu juga jika ia masih sanggup bertahan hidup.
"Kalian masuklah, trimakasih atas bantuannya hari ini." ucap Xiao Ziya yang memasukkan kelima jenderal iblisnya agar mereka biasa beristirahat di dalam cincin semesta.
Saat ini urusannya dengan Keluarga Bangsawan Yue Funzi telah selesai, kini saatnya untuk Xiao Ziya kembali ke istana dan membaringkan tubuhnya.
Saat Xiao Ziya tengah tertidur dengan lelap Ratu Minxunzi sedang berkeliling di istananya sepertinya sang ratu tak bisa tidur karna terus memikirkan masa depan keponakan kesayangannya, ia sedang memikirkan sebuah cara bagaimana agar keponakannya itu bisa bertemu dengan ibu yang telah melahirkannya, meski sangat sulit namun Ratu Minxunzi akan memastikan Xiao Ziya dapat bertemu dengan sang ibu.
"Sepertinya waktu yang dibutuhkan masih sangat lama apalagi suami dari kakak perempuan sangatlah keras kepala dan sedikit angkuh." ucap Ratu Minxunzi yang sedang mondar mandir di sebuah lorong yang ada di istananya.
Saat sang ratu sedang bingung memikirkan cara untuk mempertemukan Xiao Ziya dengan ibunya dengan samar samar sang ratu mendengar langkah kaki dari arah belakang.
"Ini sudah larut malam apa yang ibu lakukan di sini?." tanya Tuan Muda Min Xome ia adalah putra pertama dari Ratu Minxunzi.
"Hari ini ibu bertemu dengan sepupu perempuanmu." ucap Ratu Minxunzi yang ingin membahas tentang Xiao Ziya pada putra pertamanya.
"Maksut ibu putri dari kakak perempuan anda?." tanya Min Xome yang terlihat tertarik dengan topik pembicaraan itu. Sudah bertahun tahun ibunya mencari keberadaan anak dari kakak perempuannya dan akhirnya sekarang ibunya sudah bertemu dengan anak itu.
__ADS_1
"Dia tumbuh menjadi gadis yang cantik, manis, dan kuat lebih dari yang ibu bayangkan." ucap Ratu Minxunzi yang tersenyum ke arah putra pertamnya.
"Seberapa kuat adik sepupu saya itu?." tanya Min Xome yang penasaran seberapa kuat adik sepupunya itu hingga mampu membuat sang ibu yang terkenal datar, kejam, dan dingin menjadi terkesan padanya.
"Jika ibu tidak salah dia sudah ada di kultivasi alam dewa menengah akhir dan levelnya lebih dari seratus, hari ini adik sepupumu berusia tiga belas tahun." ucap Ratu Minxunzi pada putra pertamanya.
Mendengar perkataan dari sang ibu membuat Min Xome ingin pingsan pencapaian apa itu? mengapa adik sepupunya sangatlah luar biasa padahal ia merupakan darah campuran. Sedangkan Min Xome yang sudah berusia dua puluh tahun ia memasuki alam dewa awal tingkat akhir level dua puluh saja sudah dianggap sebagai jenius.
"Apakah ia seorang monster." ucap Min Xome yang sangat syok hingga akal sehatnya tak bisa berfikir dengan baik.
"Adik sepupumu memiliki takdir yang baik." ucap Ratu Minxunzi yang merasa lega walau keponakannya tak tumbuh dalam keluarga yang lengkap namun ia memiliki masa depan yang sangat cerah.
"Bukankah ibu bilang hari ini adalah hari ulang tahunnya? apakah ia akan datang lagi kesini?." tanya Min Xume yang ingin memberikan sebuah hadiah jika adik sepupunya itu datang lagi kesini.
"Lusa adik sepupumu akan berkunjung." ucap Ratu Minxunzo yang membuat Min Xome merasa sangat senang dan langsung pamit untuk pergi. Melihat sepertinya putra putranya akan akrab dengan putri dari kakaknya membuat Ratu Minxunzi merasa lega. Sang ratu berjalan menuju ruang kerjanya karna ia tak terbisa tidur malam.
Waktu berlalu dengan cepat kini pagipun telah tiba Xiao Ziya terbangun dari tidurnya, gadis itu langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan menggunakan sebuah gaun berwarna hijau muda dengan sulaman bung teratai yang indah.
"Ah hari ini adalah hari terakhir saya ada di wilayah Kerajaan Hitam." ucap Xiao Ziya yang tersenyum penuh arti kemudian gadis itu keluar dari kamarnya.
Xiao Ziya berjalan menuju kamar Raja Zeus untuk melihat bagaimana kondisi ayah angkatnya sekarang. Saat masuk kedalam kamar ia melihat sang raja tengah berbincng bincang dengan kedua putranya.
"Salam saya pada Yang Mulia Raja Zeus." ucap Xiao Ziya yang memberikan salam saat ia masuk kedalam kamar sang raja.
"Kemarilah putriku, ayah sudah tau nanti malam kau sudah harus pergi." ucap Raja Zeus yang sepertinya tau hal itu dari kedua pangeran.
"Maaf saya juga rindu pada keluarga saya yang ada di dunia bawah sehingga tak bisa menetap dalam jangka waktu lama." ucap Xiao Ziya yang juga merasa berat saat harus meninggalkan keluarganya yang ada di Kerajaan Hitam.
Raja Zeus memeluk Xiao Ziya dengan sayang, ia tau putrinya memiki keluarga yang sesungguhnya di dunia bawah sana. Ia tak bisa menjadi egois dan melarang Xiao Ziya untuk pulang.
"Kami akan datang kesana u tuk berkunjung saat kami merindukanmu." ucap Pangeran Zeeling yang tetap ingin bersama dengan Xiao Ziya namun ia sadar gadis itu bukanlah adik kandungnya.
"Nanti tinggalah di sana dengan jangka waktu lebih dari dua hari." ucap Xiao Ziya yang tertawa karna ia ingat bahwa mereka akan berada di dunia bawah dalam jangka waktu yang sebentar.
"Baiklah baiklah sesuai dengan keinginan nona muda kita ini." ucap Pangeran Anz yang menggoda adik perempuannya.
"Ayah lekaslah sembuh, jika ada waktu tentu saya juga akan menjenguk anda." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan hangat pada Raja Zeus.
Setelah itu Xiao Ziya berpamitan pada orang orang yang ada di Kerajaan Hitam, pelayan dan para prajurit yang telah merasa dekat dengan Xiao Ziya merasa sangat sedih karna gadis itu harus kembali ke dunia bawah.
"Kalian harus menjaga kesehatan dengan baik, saya pamit terlebih dahulu karna harus bertemu dengan beberapa orang sebelum pergi." ucap Xiao Ziya yang melambaikan tangan pada semua penghuni Istana Kerajaan Hitam kemudian gadis itu melesat pergi dari sana.
__ADS_1
^^^Hai hai semua akhirnya author update lagi gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, jangan lupa follow buat yang belum, vote karna itu wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips juga ya.^^^