RATU IBLIS

RATU IBLIS
Terungkap 1


__ADS_3

Mendengar Xiao Ziya menyebutkan nama Yuan Ana membuat salah satu anggota murid lencana emas yang bernama So Min langsung berkeringat dingin.


Ia masih ingat bahwa ia pernah menodai dan membunuh gadis bernama Yuan Ana saat berjumpa di salah satu rumah bordil yang ada di Kekaisaran Qiyu, tadinya So Min mengira bahwa Yuan Ana adalah salah satu wanita yang bekerja di rumah bordil itu, namun tebakannya salah gadis yang bernama Yuan Ana itu terus memberontak dan melawan ketika So Min memintanya untuk melayani dirinya.


Bahkan Yuan Ana ingin membunuh So Min dengan sebuah pisau karna merasa sangat terhina dengan apa yang pemuda itu lakukan padanya. So Min yang tak ingin mati mengenaskanpun terpaksa membunuh gadis itu untuk menghilangkan jejaknya ia meminta pada pemilik rumah bordil untuk berbohong ketika ada orang yang bertanya mengenai Yuan Ana.


Selain itu So Min juga meminta pada beberapa petinggi Akademi Kekaisaran Qiyu untuk merahasiakan hal itu. Pantas saja Xiao Ziya merasa ada yang tidak benar dibalik cerita orang orang yang melapor tentang kematian pelayan setianya itu, dan pantas saja Aron tak menemukan jejak yang sebenarnya karna setelah kejadian itu So Min pergi bersama para murid lencana emas lainnya untuk menjalankan misi baru yang mereka dapatkan.


Kematian Yuan Ana tak pernah terpecahkan, namun akhirnya setelah bertahun tahun lamanya Xiao Ziya mendapatkan petunjuk bahwa yang membunuh pelayan setianya itu adalah salah satu dari murid lencana emas.


"Katakan padaku apakah diantara kalian ada yang mengenal gadis bernama Yuan Ana!!!!!." triak Xiao Ziya yang sudah sangat marah. Berani beraninya orang itu mempermainkannya, apakah ia kira bisa bersembunyi dari Xiao Ziya untuk selamanya.


So Min yang berkringat dingin membuat Xiao Ziya semakin curiga. Xiao Ziya langsung melesat ke arah So Min dan mencekik leher pemuda itu.


"Kau .. pasti kau yang sudah membunuh Yuan Ana. Cepat katakan!!!." triak Xiao Ziya yang bola matanya sudah berwarna merah begitupun dengan rambutnya yang sudah berlapis dengan api merah yang sangat panas.


Para murid dan para petinggi Akademi Kekaisaran Qiyu merasa sangat bingung mengapa master mereka terlihat sangat marah dan siapa wanita yang bernama Yuan Ana mengapa master mereka begitu peduli dengan wanita itu.


"Siapa Yuan Ana?." tanya Ling An yang bertanya pada Xiao Xun yang tak jauh dari dirinya.


Xiao Xun tampak mengingat ingat siapa Yuan Ana akhirnya ia ingat Yuan Ana adalah pelayan yang melayani Xiao Ziya sedari kecil sehingga Xiao Ziya sudah menganggap Yuan Ana sebagai kakak perempuannya sendiri. Dulu Xiao Xun sangat sibuk dengan urusannya di akademi dengankan Xiao Yan sibuk menjalankan tugasnya sebagai seorang jenderal di Istana Kekaisaran sehingga mereka berdua tak ada waktu untuk bermain dengan adik perempuan mereka.


"Yuan Ana adalah pelayan setia yang melayani adik saya sedari kecil dan ia meninggal beberapa tahun yang lalu." ucap Xiao Xun yang menjawab pertanyaan dari kepala akademi.


Ling An yang mendengar itu akhirnya mengerti, dan ia juga tak bisa membantu jika benar di antara murid lencana emas ada pembunuh dari pelayan setia Xiao Ziya.


"Uhuk uhuk lepaskan aku tak mengenal Yuan Ana." ucap So Min yang mengelak dari tuduhan Xiao Ziya namun pemuda itu tak berani menatap mata Xiao Ziya yang sangat menakutkan.


"Lepaskan teman kami kau tak bisa membunuh tanpa ada bukti apapun." triak Yin Wangzo yang ingin menyelamatkan salah satu anggotanya dari kemarahan Xiao Ziya. Namun saat ia ingin menyerang semua binatang yang menjadi pengikut Xiao Ziya melindungi nona mereka.


Zier menyerang Yu Wangzo dengan cakarannya yang sangat tajam sehingga Yu Wangzo terluka.


"Kalian berlima diamlah di sana, saya belum selesai dengan kebohongan yang kalian buat." ucap Xiao Ziya yang tak akan melepaskan anggota murid lencana emas yang lain dengan mudah.


"Kami tak ada salah apapun denganmu." ucap Liu Yungha yang masih saja membela diri tanpa ada rasa malu ataupun bersalah sedikitpun. Mereka sudah terbukti berbohong dengan membawa naga ilahi yang palsu namun masih tetap tak mau mengakuinya.


"Bukankah kau tadi meminta bukti dariku maka akan ku bawa segera." ucap Xiao Ziya dengan mata yang berkilau merah.

__ADS_1


Xiao Ziya meminta pada ketiga naganya dan juga banteng besar untuk tetap di lapangan untuk mengawasi para murid lencana emas jika mereka melawan para binatang Xiao Ziya diberi izin untuk membunuh. Para petinggi dan kepala akademi tak bisa berbuat apapun karna para murid lencana emas mereka membuat masalah dengan Xiao Ziya yang tak akan pernah melepaskan mangsanya dengan mudah.


Xiao Ziya naik ke atas punggung Zier diikuti kedua srigalanya di belakang. Xiao Ziya meminta Zier untuk mengantarnya pergi ke rumah bordil mawar yang masih berada di wilayah Kekaisaran Qiyu.


Karna pergi dengan menunggangi harimau besar dan diikuti oleh dua srigala di belakangnya membuat Xiao Ziya seperti ratu dari para binatang hebat apalagi dengan sorot mata merah dan rambut merah yang terlapisi api membuat aura gadis itu sangatlah kuat. Para penduduk yang tadinya sedang sibuk melakukan aktivitas mereka akhirnya teralihkan oleh Xiao Ziya yang melintas di sepanjang jalan setapak, para penduduk yang berlalu lalang langsung menepi dan memberi jalan pada Xiao Ziya dan rombongannya yang akan lewat itu.


Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Ziya sampai di depan rumah bordil mawar, dengan segera Xiao Ziya turun dari punggung Zier, gadis itu mengeluarkan sebuah pedang berwarna merah darah dari cincin penguasa mutlaknya. Gadis itu masuk kedalam rumah bordil sembari menyeret pedangnya sehingga menimbulkan suara yang sangat nyaring.


Melihat kedatangan seorang gadis dengan aura yang tak bersahabat membuat para penjaga rumah bordil berniat menghentikannya namun dengan sigap srigala api dan srigala es yang ada di belakang Xiao Ziya menyerang para penjaga rumah bordil.


Kekacauan yang ada di luar rumah bordil membuat para pria dan wanita yang ada di dalam merasa penasaran dan berlari keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.


"Ada apa ini mengapa ada tiga binatang kuat di sini dan siapa gadis yang membawa pedang itu." ucap salah satu pemuda yang menjadi pengunjung dari rumah bordil.


"Wajah gadis itu terlihat tak asing." ucap salah satu wanita yang bekerja di rumah bordil, wanita itu memang pernah melihat Xiao Ziya beberapa tahun yang lalu.


"Panggilkan pemilik rumah bordil." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin dan mengintimidasi.


Seorang kultivator yang ada di sana berusaha menagan Xiao Ziya yang ingin masuk kedalam, namun kultivator itu tak tau bahwa gadis yang sedang ia hadang dalam kondisi yang sangat marah dan tak ada yang bisa meredakan kemarahannya.


"Sebaiknya nona pergi sebelum kami memanggil prajurit kekaisaran." ucap Kultivator itu yang mengancam Xiao Ziya.


"Aku bisa membuat nona di usir dari wilayah Kekaisaran Qiyu." ucap pria lainnya, saat Xiao Ziya menoleh kearah pria itu dia tau bahwa sang pria adalah jenderal baru yang direkrut dari wilayah tetangga.


"Lakukan saja jika kau mampu, saya juga bisa membuatmu tak diterima dimanapun." ucap Xiao Ziya yang sudah sangat marah.


Xiao Ziya menyerang beberapa kultivator yang menghalangi jalannya untuk masuk kedalam rumah bordil. Para kultivator yang diserang tiba tiba oleh Xiao Ziya berusaha untuk melawan hingga para prajurit kekaisaran datang untuk menghentikan gadis itu.


Benar saja ratusan prajurit kekaisaran datang dengan seorang jenderal mereka ketika ada yang melapor tentang kerusuhan yang terjadi di rumah bordil mawar.


"Dimana pelakunya berada?." tanya Jenderal Liu Anzo pada beberapa orang yang ada di pintu luar, Liu Anzo sedikit terkejut ketika melihat tiga binatang dengan tingkatan yang tak bisa ia lihat sedang menyerang beberapa penjaga rumah bordil.


Dengan segera Jenderal Liu Anzo dan ratusan prajuritnya masuk kedalam rumah bordil betapa terkejutnya mereka ketika yang mereka lihat adalah nona muda mereka yaitu Xiao Ziya yang sedang melawan beberapa kultivator.


"Salam hormat kami pada nona muda." ucap Jenderal Liu Anzo yang berlutut di hadapan Xiao Ziya diikuti oleh ratusan prajuritnya. Jika mereka tau bahwa yang pelapor itu maksut adalah Xiao Ziya maka mereka tak akan berani datang.


Mereka sudah sangat kenal dengan gadis itu, ia tak akan membuat kerusuhan seperti ini jika tanpa sebab yang jelas.

__ADS_1


"Ah kalian sudah datang segera tangkap bibi Lee Sun." ucap Xiao Ziya yang sudah seperti perintah mutlak untuk mereka semua. Para prajurit dan juga jenderal Liu Anzo segera menyusuri rumah bordil untuk mencari wanita paruh baya yang dimaksut oleh nona mereka.


Sedangkan para kultivator yang diserang oleh Xiao Ziya sudah terluka cukup parah hingga mereka tak bisa bertarung lagi sedangkan kedua srigala milik Xiao Ziya dan juga Zier sudah berhasil melumpuhkan semua penjaga rumah bordil ketika binatang itu juga menutup akses keluar masuk dari rumah bordil mawar.


Semua orang yang ada di sana dan menyaksikan hal itu merasa sangat heran mengapa para prajurit dan Jenderal Liu Anzo sangat takut pada seorang gadis muda.


Tak lama kemudian Jenderal Liu Anzo kembali dengan membawa seorang wanita paruh baya bernama Lee Sun pemilik dari rumah bordil mawar. Lee Sun sangat terkejut ketika melihat wajah Xiao Ziya, yang ia takutkan selama bertahun tahun akhirnya terjadi gadis itu kambali untuk mempertanyakan kebenaran dari apa yang ia ucapkan bertahun tahun yang lalu tentang kematian gadia bernama Yuan Ana.


"Hey jenderal Liu Anzo mengapa anda malah berpihak pada gadis itu." ucap seorang pria yang menyombongkan dirinya tadi.


"Bukankah kau seorang jenderal bagaimana kau tak mengenali nona Xiao Ziya adik dari Kaisar Yan." ucap Jenderal Liu Anzo yang membuat pria itu terkejut bukan main, ia memang baru satu minggu menjadi jenderal di Kekaisaran Qiyu sehingga ia belum pernah bertemu dengan Xiao Ziya adik dari sang kaisar.


"Katakan pada Kaisar Yan untuk memecatnya kirim surat pada semua kerajaan dan kekaisaran yang ada di dunia bawah agar tak pernah membukakan gerbang saat pria ini ingin pergi ke wilayah mereka, minta juga pada Kaisar Yan untuk menggunakan stampel merah yang artinya perintah mutlak dari Xiao Ziya." ucap Xiao Ziya, gadis itu menepati apa yang ia katakan tadi.


Sang pria hanya bisa meratapi nasibnya yang begitu malang, bagaimana ia bisa melanjutkan hidup jika seperti ini. Walaupun sang pria memohon berkali kali namun Xiao Ziya mengacuhkannya karna Xiao Ziya ingin fokus bertanya pada pemilik rumah bordil itu.


"Mengapa kau berbohong padaku Bibi Lee Sun, apakah anda tau apa yang harus anda bayar ketika membohongi seorang gadis bernama Xiao Ziya?." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin andalannya dan juga aura membunuh yang mulai keluar dari tubuhnya.


Bibi Lee Sun benar benar ketakuran hingga lututnya gemetaran namun wanita paruh baya itu berusaha untuk tenang agar ia bisa menyangkal apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.


"Saya tak mengerti apa yang anda katakan, kita baru pertama kali bertemu." ucap Bibi Lee Sun yang berusaha untuk menyangkal apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya.


"Rupanya ingatan anda sudah sangat buruk. Apakah anda ingat dengan kematian seorang gadis bernama Yuan Ana di rumah bordil anda ini?." tanya Xiao Ziya yang semakin mendekat ke arah Bibi Lee Sun.


Seorang wanita yang merupakan pekerja dari rumah bordil mawar mengangkat tangannya sepertinya wanita itu ingin mengatakan sesuatu pada Xiao Ziya.


"Majulah jika ada yang ingin kau katakan." ucap Xiao Ziya pada wanita cantik dengan gaun warna ungu itu. Sang wanitapun maju kedepan.


Melihat wanita itu sangat berani membuat Bibi Lee Sun kelabakan. Ia memberikan isyarat pada pekerjanya yang lain untuk membungkam wanita itu. Tiba tiba dari arah belakang ada seorang wanita bergaun putih yang hendak menyerang wanita bergaun ungu dengan sebilah belati namun dengan segera Xiao Ziya melesat dan menusukkan pedangnya kearah wanita bergaun putih hingga tewas.


"Jangan ada yang berani maju kedepan selain wanita itu jika tidak nyawa kalianlah taruhannya, semua prajurit amankan mereka." ucap Xiao Ziya yang meminta para prajurit kekaisaran itu menjaga orang orang yang ada di sana agar tak ada penyerangan lagi.


"Sialan kau tak tau apa apa pergilah Meiya." ucap Bibi Lee Sun yang mengusir wanita bergaun ungu yang ternyata bernama Meiya.


"Diamlah siapa yang menyuruhmu untuk berbicara bungkam dia." perintah Xiao Ziya pada Jenderal Liu Anzo agar membungkam mulut Bibi Lee Sun.


"Bolehlah saya menceritakan kejadiannya sekarang?." tanya Meiya yang meminta izin pada Xiao Ziya untuk menceritakan apa yang ia ketahui tentang kematian Yuan Ana beberapa tahun lalu di rumah bordil mawar.

__ADS_1


Hai hai semua aku update lagi, jangan lupa follow yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, jangan lupa gift hadiah, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, dan tips


__ADS_2