
Pangeran Zeeling berdecak kesal karna sang ayah melarangnya ikut dalam peperangan, padahal ia sangat ingin bertemu dengan adik perempuannya itu. Akhirnya Pangeran Zeeling kembali ke halaman untuk melanjutkan latihannya yang sempat terhenti, ia memiliki sebuah pemikiran jika dirinya belum memenuhi syarat untuk menjaga Xiao Ziya dari bahaya yang akan datang di masa depan nanti.
Di sisi lain Raja Zeus meminta beberapa jenderal untuk berkumpul di aula utama Kerajaan Hitam, Raja Zeus akan meminta saran pada beberapa jenderal itu mengenai perang yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Selain itu mereka harus memperhitungkan berapa banyak pasukan yang akan di bawa ke medan perang. Para jenderal saat ini sedang berada di tempat latihan, setelah mendapat kabar Raja Zeus memanggil mereka untuk datang ke aula utama Kerajaan Hitam mereka langsung pergi secepat mungkin.
"Salam hormat kami pada Yang Mulia Raja Zeus." ucap para jenderal secara bersamaan.
"Saya terima salam kalian." jawab Raja Zeus dengan tatapan tajam serta ekspresi serius.
Para jenderal sedang bertanya tanya mengapa raja mereka memanggil, apakah ada hal penting yang harus mereka lakukan ataukah sekedar rapat biasa. Sebelum rapat dimulai Raja Zeus meminta para jenderalnya untuk duduk di kursi mereka masing masing.
"Saya sengaja mengumpulkan kalian di sini karna ada hal penting yang ingin saya sampaikan." ucap Raja Zeus.
"Ada misi baru untuk kita?." tanya salah satu jenderal, ia merasa sangat penasaran tentang hal itu.
"Kita akan berperang dengan Kerajaan Bulan." ucap Raja Zeus yang membuat para jenderal terkejut bukan main. Mengapa mereka harus berperang dengan sebuah kerajaan besar dari Dunia Manusia Abadi? bukankah ini bunuh diri namanya.
"Kerajaan Bulan dari Dunia Manusia Abadi?." tanya salah seorang jenderal yang ingin memastikannya lagi.
"Benar, kalian tenang saja karna kita tak sendirian. Peperangan kali ini dipicu oleh pihak Kerajaan Bulan yang dengan berani menantang Xiao Ziya. Kalian jangan pernah melupakan bahwa Kerajaan Hitam berada di bawah kepemimpinan Xiao Ziya, jadi siapapun yang membuat masalah dengan gadis itu mau tidak mau kita akan ikut campur." ucap Raja Zeus dengan tatapan tajam yang ia arahkan pada jenderal jenderalnya, ia tak ingin mendengar penolakan dari siapapun itu.
"Tapi Kerajaan Bulan bukanlah lawan yang mudah." ucap salah seorang jenderal yang sedang mengkhawatirkan nasib para prajurit yang akan ikut dalam peperangan nanti.
"Sudah banyak jasa Xiao Ziya pada kerajaan kita ini, apakah kalian bisa membalasnya?. Jika kalian bisa maka lakukanlah." ucap Raja Zeus, ia tau peperangan kali ini tak akan mudah. Namun ada pasukan dari Dunia Peri dan Alam Neraka yang akan maju di barisan paling depan, mereka hanya perlu menyerang prajurit Kerajaan Bulan yang sudah sekarat saja.
Akhirnya rapat itu terus berlangsung hingga mereka semua menemukan sebuah titik terang, Raja Zeus juga yakin bahwa Xiao Ziya telah menyiapkan beberapa rencana untuk mengalahkan pihak musuh. Para jenderal tak bisa mengelak lagi, mereka segera keluar dari aula utama Kerajaan Hitam untuk menyiapkan pasukan khusus terbaik yang mereka miliki. Dalam peperangan kali ini keselamatan masing masing prajurit menjadi prioritas utama, jika lawan mereka sulit untuk ditaklukkan mereka boleh mundur beberapa saat untuk membuat sebuah rencana.
"Ayah harap kau baik baik saja di sana." ucap Raja Zeus, ia tak tau bagaimana nasib putri angkatnya saat tinggal di Dunia Manusia Abadi yang penuh dengan orang orang angkuh itu. Raja Zeus juga khawatir jika di dalam Klan Yuang Yie ada beberapa orang yang tak menyukai kehadiran Xiao Ziya.
Saat ini Xiao Ziya sedang berada di dalam kamar, gadis itu memilih beberapa ribu set amor untuk diberikan pada pasukan yang nanti bertarung di barisan paling depan. Xiao Ziya akan menempatkan para prajurit neraka dan prajurit dari dunia peri di barisan paling depan karna mereka memiliki skill menyerang paling baik diantara yang lain, untuk pasukan Kerajaan Hitam akan di pinjamkan pedang yang Xiao Ziya simpan di dalam cincin semestanya, pasukan Kerajaan Hitam akan berada di bagian tengah mengantisipasi jika pasukan neraka berhasil dipukul mundur oleh musuh. Sementara para penyihir hitam yang di bawa oleh bibinya akan berada di belakang bersama orang orang yang mempunyai kemampuan sihir penyembuh, penyihir yang dilakukan di bawa oleh Ratu Min Xunzi akan memberikan serangan terakhir pada prajurit musuh yang sudah melemah atau berusaha kabur dari medan perang.
"Mereka akan tiba esok hari, sepertinya saya harus mencari tempat strategis untuk mendirikan camp ataupun tenda sebagai tempat tinggal sementara para pasukan sekutu.
Xiao Ziya memasukkan kembali ribuan amor yang ia keluarkan, akan sangat berbahaya jika tiba tiba Yie Munha ataupun Yie Weinje masuk kedalam kamarnya. Xiao Ziya keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang kerja Yie Gu, gadis itu berencana untuk meminjam wilayah perbatasan Klan Yuang Yie sebagai markas pasukannya nanti.
"Kemana kau akan pergi?." tanya Yie Weinje yang tiba tiba datang entah dari mana, Xiao Ziya menatap ke arah wanita tua dengan tatapan datar.
"Bukan urusan anda Nyonya Weinje." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan langkah kakinya hingga sampai di depan ruang kerja Yie Gu.
Melihat Xiao Ziya ingin masuk kedalam ruang kerja suaminya membuat Yie Weinje kesal dan berlari ke arah gadis itu. Yie Weinje menebak jika Xiao Ziya ingin meminjam para prajurit dan murid dari Klan Yuang Yie dalam peperangan kali ini, tentu saja wanita tua itu tak akan setuju. Yie Weinje akan menghalangi rencana Xiao Ziya bagaimanapun caranya, Klan YuangYie akan rugi besar jika ikut campur dalam masalah yang ditimbulkan oleh Xiao Ziya.
Tok tok tok.
Suara pintu ruang kerja Yie Gu yang diketuk oleh Xiao Ziya, pria tua itu mengizinkan cucunya masuk ke dalam.
"Salam saya pada pemimpin Klan Yuang Yie." ucap Xiao Ziya sembari menundukkan kepalanya.
"Kakek terima salam mu." balas Yie Gu dengan senyuman hangat, ia sudah menebak cucunya akan datang untuk meminta bantuan.
__ADS_1
"Saya ingin meminta tolong pada kakek mengenai satu hal." ucap Xiao Ziya, gadis itu berharap sang kakek mau meminjamkan wilayah perbatasan Klan Yuang Yie.
"Apa yang bisa kakek bantu?." tanya Yie Gu menantikan perkataan selanjutnya dari Xiao Ziya.
Tiba tiba saja pintu ruang kerja Yie Gu dibuka secara terang paksa oleh sang istri, terlihat raut wajah kesal yang Yie Weinje tunjukkan pada Xiao Ziya. Gadis asing yang tak jelas asal usulnya itu ingin menghancurkan Klan Yuang Yie dengan cara meminta bantuan pada sang suami, sungguh gadis tak tau diri.
"Jangan pernah membantu gadis ini, saya tak mengizinkan anda mengirim anggota Klan Yuang Yie ke medan perang." triak Yie Weinje dengan cukup kencang. Xiao Ziya hanya menatap datar ke arah wanita tua yang gila itu.
"Anda bisa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kedalam ruangan saya." ucap Yie Gu dengan tatapan tak suka, semakin hari istrinya semakin berulah.
"Dengar kata kata saya dengan baik, meskipun darah Klan Yuang Yie mengalir dalam tubuhnya kau tetap orang luar bagi kami." ucap Yie Weinje, ia menampar pipi kiri Xiao Ziya dengan cukup keras. Xiao Ziya hanya diam dan menatap tajam ke arah wanita tua itu, tamparan yang ia terima kali ini akan ia balas berkali kali lipat nanti. Masih ada hal penting yang harus ia urus daripada meladeni seorang Yie Weinje.
"Cukup hentikan !!!. Sikapmu sudah sangat keterlaluan, keluar dari ruang kerja saya." bentak Yie Gu, ia tak bisa berfikir dengan jernih lagi karna kali ini sang istri sudah sangat keterlaluan. Yie Weinje boleh tak menyukai kehadiran Xiao Ziya di Klan Yuang Yie ini, akan tetapi wanita itu tak memiliki hak melakukan kekerasan pada cucu kesayangannya.
"Kau sekarang lebih menyayangi gadis ini daripada aku istrimu sendiri." ucap Yie Weinje dengan ekspresi sedih, seolah olah ialah wanita yang paling tersakiti di dunia ini.
"Saya tak meminta anda untuk mengirim anggota Klan Yuang Yie turun ke medan perang, saya hanya ingin meminjam wilayah perbatasan Klan Yuang Yie untuk dijadikan markas bagi pasukan saya nanti." ucap Xiao Ziya, gadis itu segera mengatakan bantuan apa yang ia inginkan dari sang yang kakek agar Yie Weinje menghentikan pertengkaran tak berguna itu.
"Baiklah kau bisa menggunakan wilayah perbatasan Klan Yuang Yie sesuka hatimu, maaf karna hanya ini yang bisa kakek lakukan untukmu." ucap Yie Gu dengan tatapan sedih, ia ingin pergi ke medan perang untuk membantu cucunya itu. Dilain sisi Yie Gu yakin tak banyak anggota Klan Yuang Yie yang siap berperang dengan gadis itu, jika hanya meminjamkan sepetak tanah bukanlah hal yang sulit.
"Ini sudah lebih dari cukup, trimakasih atas bantuannya kakek. Saya permisi terlebih dahulu karna banyak hal yang harus saya persiapkan." ucap Xiao Ziya yang ingin pergi dari ruang kerja Yie Gu. Xiao Ziya sudah sangat muak melihat tingkah laku Yie Weinje, seandainya Xiao Ziya tak menahan diri mungkin wanita tua itu sudah dibuat lumpuh olehnya.
"Ahahaha berapa banyak pasukan yang kau miliki itu hingga ingin meminjam wilayah perbatasan Klan Yuang Yie." tawa Yie Weinje terdengar seperti sedang mengejek Xiao Ziya.
"Terlepas dari status saya sebagai cucu dari pemimpin Klan Yuang Yie, jika dalam peperangan kali ini pihak saya yang akan menang maka Nyonya Weinje dan cucu kesayangannya dilarang menginjakkan kaki di wilayah Kerajaan Bulan." ucap Xiao Ziya kemudian keluar dari ruang kerja sang kakek, gadis itu merasa iblis dari dalam dirinya ingin keluar dan menghabisi nyawa Yie Weinje dengan beberapa kali serangan.
Ucapan Xiao Ziya masih terngiang di telinga Yie Weinje dan Yie Gu, sepertinya mereka berdua terkejut dengan perkataan gadis itu. Bisa di bilang Xiao Ziya satu satunya orang yang berani mengatakan hal itu pada Yie Weinje yang terkenal sangat kejam dan gila. Sedangkan Yie Gu keheranan dengan kepercayaan diri yang di miliki oleh cucunya itu, mengapa Xiao Ziya sangat yakin jika pasukannya akan menang melawan Kerajaan Bulan.
Kali ini Xiao Ziya sudah berada di luar Kastil Klan Yuang Yie, gadis itu peri ke pasar terdekat untuk membeli beberapa bahan makanan, selain itu Xiao Ziya perlu menyewa orang untuk dijadikan juru masak. Peperangan kali ini membutuhkan waktu yang lama, pasukan sekutu Xiao Ziya tentu memerlukan makanan untuk menambah energi mereka.
"Bibi bisakah kita bicara sebentar." ucap Xiao Ziya pada seorang wanita penjual sayur sayuran.
"Ada apa nona? apakah anda ingin membeli sayur sayuran tertentu." ucap wanita penjual sayur itu dengan ekspresi kebingungan.
"Berapa banyak sayur yang anda miliki?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan serius, ia akan membeli beberapa kilo sayuran dan di simpan di dalam cincin semestanya.
"Katakan saja sayuran apa yang nona butuhkan dan berapa banyak jumlahnya." ucap wanita penjual sayur itu yang menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan keheranan.
"Seratus kilo kubis, delapan puluh kilo wortel, lima puluh kilo kentang, dua puluh kilo bawang bombay, dua puluh kilo bawang merah, dua puluh kilo bawang putih, lima puluh kilo cabai merah, dua puluh kilo cabai keriting. Itu saja yang saya perlukan untuk saat ini bibi, apakah anda memilikinya?." tanya Xiao Ziya, ia tak ingin pasukan sekutunya kelaparan saat peperangan sudah di mulai.
Wanita penjual sayur itu hampir pingsan mendengar jumlah sayuran yang di butuhkan oleh gadis muda yang ada di hadapannya itu, apakah sang gadis berbelanja untuk keperluan pesta sebuah kerajaan yang tak jauh dari wilayah Klan Yuang Yie?.
"Anda dari kerajaan mana? mengapa membeli sayur dalam jumlah yang sangat banyak?." tanya wanita penjual sayur itu, ia harus memberitahukan para pekerja dan juga suaminya untuk menyiapkan seluruh pesanan gadis itu.
"Saya yang memerlukan semua sayuran itu, berapa lama waktu yang anda perlukan untuk menyiapkannya?." tanya Xiao Ziya karna dia harus membeli bahan makanan yang lain.
Wanita penjual sayur itu merasa ragu melayani Xiao Ziya saat mengetahui gadis itu berbelanja sebanyak ini untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
"Berapa uang muka yang harus saya bayar agar anda percaya bibi?." tanya Xiao Ziya pada sang bibi penjual sayur. Wanita penjual sayur itu menghitung beber biyaya yang harus di bayar oleh Xiao Ziya untuk semua sayuran yang dipesannya.
"Anda perlu membayar sepuluh ribu dua ratus koin emas sebagai pembayaran awal dan sisanya anda bisa membayar lagi nanti." ucap wanita penjual sayur itu, ia perlu bukti bahwa gadis muda di hadapannya itu mampu membayar semua sayuran yang ia pesan. Sebagai seorang pedagang tentu wanita penjual sayur itu tak mau rugi karna di tipu.
Dengan segera Xiao Ziya mengambil koin emas dari dalam cincin semesta miliknya, gadis itu memasukkan sepuluh ribu dua ratus koin emas ke dalam karung dengan ukuran yang cukup besar. Setelah selesai Xiao Ziya mengeluarkan karung berisi koin emas dari dalam cincin semestanya dan diberikan pada wanita penjual sayur, wanita itu membuka karung itu dan terkejut melihat koin emas dalam jumlah yang sangat banyak.
"Baiklah saya akan menyiapkan seluruh pesanan anda nona muda." ucap wanita penjual sayur itu dengan ekspresi senang.
"Saya akan kembali lagi nanti, sampai jumpa bibi." ucap Xiao Ziya yang pergi dari toko wanita penjual sayur menuju toko lainnya.
"Permisi, dimana pusat penjualan daging di pasar ini?." tanya Xiao Ziya pada seorang pemuda yang melintas di depannya.
Pemuda itu berhenti dan melihat ke arah Xiao Ziya dari atas hingga ke bawah lalu tersenyum, baru pertama kali pemuda itu melihat gadis secantik ini ditambah tutur kata yang halus dan sopan. Andai saya ia anak orang kaya, maka pemuda itu akan memberanikan diri untuk mengajak gadis yang ada di hadapannya itu untuk berkenalan.
"Nona tinggal lurus kedepan kemudian belok ke kiri." ucap pemuda itu memberikan petunjuk arah pada Xiao Ziya.
"Trimakasih, saya permisi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat menuju tempat yang diberitahukan oleh pemuda tadi.
"Ternyata dia seorang kultivator." ucap pemuda itu yang mengurungkan niatnya dalam dalam untuk berkenalan dengan gadis cantik yang baru ia jumpai.
Tak lama setelahnya Xiao Ziya sampai di toko penjual daging terbesar yang ada di pasar tersebut, gadis itu membeli dua ratus kilo daging sapi tanpa lemak, dan seratus sepuluh kilo daging ayam seger. Awalnya pekerja di toko daging itu terkejut dengan pesanan Xiao Ziya, namun pemilik toko dengan sangat yakin mempersiapkan semua pesanan gadis itu. Setelah semua pesanan Xiao Ziya selesai, gadis itu memasukkannya kedalam cincin semesta karna gadis itu telah menyiapkan pendingin menggunakan sihir es miliknya.
"Berapa yang harus saya bayar paman?." tanya Xiao Ziya pada sang pemilik toko daging.
"Ini sangat banyak nona." ucap pemilik toko daging, ia tak tega memberitahukan jumlah koin emas yang harus dibayar oleh nona muda di hadapannya itu.
"Katakan saja paman, saya akan membayar seluruh tagihannya." ucap Xiao Ziya dengan senyuman ramah, ia tau laki laki itu takut membebani Xiao Ziya.
"Sekitar tiga ratus dua puluh delapan ribu koin emas." ucap pemilik toko daging itu dengan raut wajah sedih, darimana gadis muda itu mendapat uang untuk membayar seluruh pesanannya. Seorang putri dari kerajaan besar hanya memiliki uang bulanan sebanyak lima ribu koin emas saja.
Xiao Ziya diam sejenak karna ia perlu mencari wadah dengan ukuran sangat besar untuk menampung seluruh koin emas itu, gadis itu merasa senang setelah sekian lama akhirnya koin emas miliknya berkurang sebanyak tiga persen.
"Paman bisakah anda menutup toko sebentar?." tanya Xiao Ziya yang ingin meletakkan tiga ratus dua puluh delapan ribu koin emas di lantai toko daging karna tak memiliki wadah yang cukup untuk menampungnya.
Tanpa bertanya apapun pemilik toko itu meminta beberapa karyawannya untuk menutup toko mereka sementara, pria itu berfikir sang nona muda ingin membicarakan tentang penundaan pembayaran daging yang telah ia beli.
"Keluarlah." ucap Xiao Ziya dengan mengibaskan tangan kanannya, seketika muncul ratusan ribu koin emas yang memenuhi lantai toko daging itu.
"Maaf karna saya tak memiliki tempat yang cukup untuk menampungnya, karna itu saya meletakkan koin emas ini di lantai toko anda." ucap Xiao Ziya dengan cengiran tak bersalahnya. Andai gadis itu tau sang pemilik toko dan beberapa karyawan yang ada di sana sangat terkejut melihat koin emas sebanyak itu.
"Nona membayarnya langsung?." ucap pemilik toko itu yang hampir terjungkal kebelakang.
"Bukankah wajar saya membayar semua yang saya beli?." tanya Xiao Ziya dengan polos.
Pemilik toko daging itu menghela nafas panjang, ia tak tau dari mana asal gadis ajaib yang ada di hadapannya. Mungkinkah gadis itu memiliki kekayaan yang melimpah seperti kekayaan sebuah kerajaan besar?.
"Saya permisi paman, ini sudah larut malam." ucap Xiao Ziya yang harus bergegas pergi ke toko wanita penjual sayuran.
__ADS_1
"Trimakasih telah berbelanja di toko kami, terimakasih banyak nona." ucap pemilik toko itu dengan air mata yang menetes, dengan uang sebanyak ini ia bisa membayar gaji pekerjanya yang sempat tertunda karna toko daging miliknya sepi pengunjung.
Hai guys author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.