
Saat ini kondisi istana kekaisaran sedikit kacau orang orang dari kerajaan Xingmen itu benar benar tak tau malu, mereka berteriak kesana kesini untuk mencari pertolongan dan membuat para prajurit dan pelayan yang sedang bertugaspun datang.
"Kaisar telah melecehkan putriku hiks, namun dia tak ingin bertanggung jawab. Seperti inikah sikap dari anggota Kekaisaran Qiyu." ucap Selir Xi Jinhu yang sangat mendramatisir.
Para pelayan dan prajurit hanya menatap dengan iba ke arah Putri Xi Anhi, mereka tak tau apa yang sebebarnya terjadi dan mereka juga tidak percaya jika Kaisar Yan melakukan hal rendahan seperti itu.
"Mengapa kalian diam saja!! apakah kalian akan membela kaisar yang telah melakukan kejahatan." ucap Pangeran Xi Wunho yang langsung membawa Putri Xi Anhi dalam pelukannya. Drama yang sangat bagus hingga membuat Xiao Yan, Xiao Xun, dan Xiao Cunyu ingin membunuh mereka semua sekarang.
Namun masalah seperti ini tak bisa diselesaikan secara tergesa gesa, jika tidak nama Kekaisaran Qiyu akan tercemar karna isu tak benar yang akan tersebar akibat datangnya para pelayan dan prajurit.
Xiao Cunyu berdiri dan mendekati Putri Xi Anhi, pria itu menunjukkan ekspresi iba entah itu dibuat buat ataukah tulus tak ada yang tau maksut dari ayah kaisar itu.
"Bukankah putri Xi Anhi sangatlah malang? putraku apakah kau mau menikah dengannya?." ucap Xiao Cunyu sambil tersenyum, namun dibalik senyuman itu tersimpan aura membunuh yang terlihat samar samar.
Orang orang dari Kerajaan Xingmen merasa senang dengan apa yang dikatakan oleh ayah sang kaisar. Namun apa yang terjadi selanjutnya benar benar diluar dugaan mereka. Xiao Cunyu menampar dengan keras kedua pipi Selir Xi Jinhu, tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada di sana merasa terkejut.
"Akh mengapa kau menamparku pria sialan." pekik Selir Xi Jinhu yang sudah lupa akan tata krama, ia merasa harga dirinya telah diinjak injak oleh perlakuan Xiao Cunyu.
"Seperti inikah caramu mendidik putri tertuamu? kau mengajarkannya untuk menggoda pria kaya dan melemparkan tubuhnya pada mereka. Kau kira aku sudi memiliki menantu seperti itu." ucap Xiao Cunyu yang membuat Selir Xi Anhi merasa tertampar berkali kali lipat sangat sakit di dalam hatinya.
Entah ucapan Xiao Cunyu benar benar sangat menyakiti hati Selir Xi Jinhu yang merupakan seorang ibu. Namun Selir Xi Jinhu memilih untuk menutup telinga dan hatinya ia tak peduli sekalipun perkataan pria yang ada dihadapannya itu benar.
"Sudah jelas putramulah yang memperlakukan putriku dengan dangat tidak senonoh." triak Selir Xi Jinhu yang masih saja mengelak.
Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan yang hanya bersifat sementara itu mereka rela memjual harga diri mereka, benar benar sebuah contoh yang tak layak untuk ditiru.
Disis lain Pangeran Xi Wunho, Pangeran Xi Yizu, Pangeran Xi Minho, dan juga Pangeran Xi Zexu sudah mengangkat pedang mereka dan menodongkannya pada Xiao Cunyu. Xiao Yan dan Xiao Xun tentu saja merasa panik dan hendak melawan namun pihak dari kerajaan Xingmen mengatakan mereka akan menggoreskan pedang itu ke leher Xiao Cunyu jika kedua putranya berani mendekat.
"Sekarang kedua putramu tak bisa melakukan apapun, saat ini nyawamu ditanganku. Satu perkataanku saja bisa membuat putra putraku menghunuskan pedangnya padamu. Pria tua siapa yang akan menyelamatkanmu." ucap Selir Xi Jinhu dengan sangat sombong.
__ADS_1
Sekarang ia merasa semua sudah ada dalam kendalinya, jika kaisar ingin ayahnya selamat maka ia harus menikah dengan Putri Xi Anhi jika tidak maka nyawa ayahnya tak bisa tertolong lagi.
Saat Selir Xi Jinhu sedang tertawa dengan sangat bangga karna tak ada yang berani melawan untuk menyelamatkan Xiao Cunyu, tiba tiba beberapa serpihan es menancap di tangan para pangeran yang sedang menodongkan pedang pada Xiao Cunyu hingga pedang mereka terlepas dari genggaman.
"Apa yang terjadi, siapa yang berani melawan." triak Selir Xi Jinhu yang terkejut.
Keluarlah seorang gadis dari balik pintu masuk, gadis itu menatap dengan tatapan dingin dan mematikan. Ya gadis itu adalah Xiao Ziya. Saat tau banyak orang yang menodongkan pedang pada ayahnya tentu saja gadis itu tak akan terima.
"Kalian berani menodongkan pedang pada ayahku, apa kalian sudah bosan hidup !!!!." triak Xiao Ziya dengan lantang kemudian memeluk ayahnya dengan erat dan menatap setiap orang yang ada di sana dengan tajam.
"Aku putrinya akan selalu melindungi ayahku dengan segenap jiwa dan ragaku, jangan kira setelah ini kalian penghianat Kerajaan Xingmen bisa pergi dengan mudah." ucap Xiao Ziya yang sangat marah.
Xiao Yan dan Xiao Xun hanya bisa menundukkan kepala mereka, mereka merasa sangat malu karna tak berani membela ayah mereka sendiri seperti adik perempuannya. Bukannya mereka tidak berani namun jika mereka melawan maka nyawa ayahnya akan dalam bahaya.
"Maafkan kami adik, kami sangat tak berguna." ucap Xiao Xun yang merasa sangat bersalah.
"Tidak apa apa gege, aku tau pasti penghianat penghianat sialan ini telah mengancam kalian." ucap Xiao Ziya.
"Penghianat? siapa yang kau teriaki penghianat itu kami adalah orang orang dari Kerajaan Xingmen." ucap Putri Xi Miju yang tersulut emosinya, entah mengapa setiap ia melihat Xiao Ziya, ia tak bisa untuk tutup mulut.
"Tentu saja kalian siapa lagi, masuklah." ucap Xiao Ziya yang mempersilahkan seseorang untuk masuk.
Melihat kedatangan Pangeran Pangeran Xi Mingu dan juga Pangeran Xi Binxi membuat para penghianat itu kini wajahnya menjadi pucat. Mengapa para pangeran itu ada disana dan kapan gadis sialan itu datang ke kerajaan Xingmen.
"Bukankah tadi Selir Xi Anhi berlagak sangat sombong? lalu mengapa tiba tiba wajah anda menjadi pucat seperti itu?." tanya Xiao Ziya dengan nada yang meremehkan.
"Dengan datangnya merekapun tak akan merubah keadaan kaisar tetap saja harus menikahi putriku." ucap Selir Xi Jinhu yang masih saja kukuh pada pendiriannya yang salah itu.
Xiao Ziya dan yang lainnya hanya bisa menggeleng gelengkan kepala mereka. Setelah itu Xiao Ziya mengeluarkan sebuah dekrit yang ia dapatkan dari Raja Xi Yunzo dengan stempel asli Kerajaan Xingmen.
__ADS_1
"Saya Raja Xi Yunzo menyatakan bahwa Nona Xiao Ziya, adik dari Kaisar Yan bebas untuk membunuh para penghianat Kerajaan Xingmen yang telah melakukan kekacauan di Kekaisaran Qiyu. Dan sebagai Raja dari Kerajaan Xingmen saya meminta maaf atas kekacauan yang terjadi, dengan ini Nona Xiao Ziya memiliki hak untuk menentukan hidup dan mati para penghianat itu.
Salam hormatku pada Kaisar Yan." itu adalah isi dari dekrit Raja kerajaan Xingmen yang diberikan pada Xiao Ziya.
Saat Xiao Ziya membacakan dekrit resmi itu tentu saja Selir Xi Jinhu perserta anak anaknya hanya bisa pasrah, mereka sebenarnya ingin melarikan diri namun banyak orang yang menghalangi pintu keluar.
"Kau tak bisa membunuh kami, kau tak bisa melakukannya." triak Putri Xi Miju yang tak ingin hidupnya berakhir begitu saja, ia masih belum tumbuh dewasa, ia belum merasakan apa itu cinta, ia belum menikah dan berkeluarga mengapa ia harus mati disini apalagi ditangan gadis yang paling ia benci.
"Kau.. kau pasti tak akan tega melakukannya pada kami. Tentu saja kau hanyalah gadis yang belum menginjak usia 15 tahun." ucap Putri Xi Miju dengan suara yang terbata bata, ia saat ini sangat ketakutan.
Namun Xiao Ziya hanya memandang mereka dengan tajam tanpa peduli perkataan yang diucapkan oleh Putri Xi Miju, siapapun yang menggangu keluarganya mereka pantas untuk mati. Itulah yang menjadi prinsip Xiao Ziya saat ini apalagi orang orang itu berani menodongkan senjata pada ayahnya.
"Kau kira aku tak akan tega membunuh kalian? hahaha lelucon macam apa itu." ucap Xiao Ziya dengan suata tawa yang terdengar lembut namun mematikan, semua yang ada di sana tak bisa menahan diri untuk tidak merasa takut.
Tiba tiba saja kepala Pangeran Xi Wunho menggelinding di lantai, Xiao Ziya bergerak terlalu cepat hingga tak ada yang menyadari kapan gadis itu memenggal kepala Pangeran Xi Wunho.
"Putraku, apa yang kau lakukan pada putraku aku akan membunuhmu." triak Selir Xi Jinhu yang hendak menyerang Xiao Ziya namun tiba tiba saja tubuhnya terbakar. Selir Xi Jinhu hanya bisa berteriak kesakitan hingga dalam sekejab mata tubuhnya menjadi abu.
Xiao Ziya sangatlah kejam, caranya membunuh dan menyiksa sangat menyeramkan. Mungkin para pembunuh bayaranpun tak akan sanggup menyaingi kekejaman gadis itu.
"Apa kau melihatnya Putri Xi Miju?." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba ada dibelakang Putri Xi Miju dan membisikkan kata kata itu ketelinga Putri Xi Miju.
"Kau bukan manusia, kau pasti seorang iblis." ucap Putri Xi Anhi yang kini sudah terjatuh dilantai dengan tubuh yang gemetaran.
Mengapa semuanya menjadi kacau, rencananya untuk menjadi permaisuri dari Kaisar Yan telah gagal dan sekarang ia kehilangan ibu dan juga kakak laki lakinya.
"Maafkan kami Nona Ziya, kami bersedia mengabdikan hidup kami untuk nona." ucap Pangeran Xi Yizu, Pangeran Xi Minho, Pangeran Xi Zexu yang bersujud di hadapan Xiao Ziya.
Xiao Ziya masih menatap mereka dengan tatapan yang sama. Orang yang tega menghianati keluarganya adalah orang orang yang tak dapat dipercaya. Jika Xiao Ziya memaafkan mereka dan memberi kesempatan maka sangat beresiko mereka akan menghianatinya juga.
__ADS_1
**Hai semua akhirnya aku update lagi maaf ya kalau kemaleman karna aku jarang ada waktu nulis di pagi hari, ini aja mendadak banget aku nulisnya.
Jangan lupa Vote sebanyak banyaknya, follow author ya biar lebih semangat nulis, like, komen buat ninggalin jejak, dan share**.