
Yue Lunzo menatap Xiao Ziya dengan tajam ia tak menyangka lidah gadis berumur dua belas tahun sangat tajam dan membuatnya tersinggung.
"Tentu saja putri saya dan para bangsawan lainnya lebih pantas daripada kau." ucap Yue Lunzo yang masih saja memancing kemarahan Xiao Ziya, dia tak tau jika gadis itu benar benar marah maka ia tak akan segan segan menghancurkan mereka.
"Ahahahaha kalian bercanda pada saya?." ucap Xiao Ziya yang malah tertawa dengan apa yang dikatakan oleh Yue Lunzo.
Yue Lunzo berjalan mendekati Xiao Ziya kemudian menarik tangannya dengan kasar, lalu pria itu dengan seenaknya menampar pipi Xiao Ziya dihadapan banyak orang. Raja Zeus dan para putranya sudah tak bisa bersabar lagi karna kali ini apa yang dilakukan oleh Yue Lunzo sangat keterlaluan. Raja Zeus maju kemudian menampar balik pipi Yue Lunzo.
"Mengapa raja lebih membela gadis antah berantah ini daripada saya yang sudah banyak membantu Kerajaan Hitam." ucap Yue Lunzo yang tak terima karna Raja Zeus lebih memilih gadis asing itu daripada keluarga Bangsawan Yue Funzi.
Xiao Ziya bertepuk tangan dengan tiba tiba, kemudian gadis itu mengelilingi Yue Lunzo. Tiba tiba saja suhu menurun drastis hingga semua orang yang ada di dalam aula menggigil kedinginan kecuali Xiao Ziya yang tetap hangat karna tubuhnya sudah dilapisi oleh api biru yang tipis.
"Hari ini akan kuberitau pada seekor tikus yang tak tau malu, bahwa saya bukan anak antah berantah yang tak jelas asal usulnya." ucap Xiao Ziya yang matanya tiba tiba memerah bahkan sebuah tanduk kecil tumbuh dikepala Xiao Ziya.
Saat ini Xiao Ziya sudah dalam transformasi enam puluh persen sebagai seorang iblis. Raja Artur yang sedang sibuk di istana Kerajaan Neraka merasakan bahwa tekanan yang hebat dari penerusnya sedang meluap luap.
"Orang bodoh mana yang sedang memancing kemarahan gadis itu." ucap Raja Artur yang menghela nafasnya panjang, dengan terpaksa Raja Artur harus pergi ke dunia atas untuk mencegah Xiao Ziya menghancurkan banyak orang karna saat gadis itu marah ia akan kehilangan kendali.
"Tahan emosimu adik Ziya." ucap Pangeran Zeeling yang berusaha untuk menenangkan Xiao Ziya yang sedang marah besar, jika hal ini terus berlangsung maka akan ada banyak korban yang berjatuhan.
"Dia telah menghina saya, akan saya beri tahu satu hal. Banyak sampah yang berusaha menjatuhkan saya namun apakah anda tau apa yang terjadi pada mereka?." ucap Xiao Ziya yang mengajukan sebuah pertanyaan pasa Yue Lunzo yang membuat pria itu kebingungan. Apakah gadis itu sedang mengibaratkannya sebagai sampah?.
"Apa yang terjadi pada mereka semua?." tanya Yue Lunzo yang penasaran dengan apa yang terjadi pada orang orang itu ketika mereka mengusik seoranf gadis berusia dua belas tahun yang tampak lemah.
"Putriku kau tak perlu melanjutkannya." ucap Raja Zeus yang berusaha mencegah Xiao Ziya agar gadis itu tak memusnahkan Keluarga Bangsawan Yue Funzi.
"Dia telah menghina putrimu ayah, apakah saya harus diam saja saat dihina? tentu saja tidak." ucap Xiao Ziya yang sudah tak bisa memberikan toleransi lagi pada pria bernama Yue Lunzo itu.
Tiba tiba saja pintu aula terbuka lebar nampaklah seorang pria tampan dengan rambut putihnya yang panjang serta mata merah darah yang sangat memikat, siapa lagi jika bukan Raja Artur. Melihat kedatangan dari penguasa neraka membuat semua orang yang ada di aula utama membungkukkan badan mereka kecuali Xiao Ziya yang masih berdiri tegak dengan tatapan lurusnya seolah olah tak menghiraukan keberadaan Raja Artur.
"Salam hormat kami pada penguasa neraka." ucap semua orang kecuali Xiao Ziya yang masih dikuasai oleh amarahnya, gadis itu tak peduli siapa yang datang dan untuk apa Raja Artur datang kesana.
"Lihatlah bahkan gadis itu sangat tak sopan pada Raja Artur, dia sangat tak layak menjadi putrimu Raja Zeus." ucap Yue Lunzo yang mendapatkan sebuah asalan mengapa Xiao Ziya tak layak diangkat menjadi putri dari Raja Zeus.
Duarr
Suara ledakan yang cukup keras, suara itu bukan karna Xiao Ziya melempar benda ataupun melempar Yue Lunzo hingga membentur tembok dan membuat tembok itu ambruk. Suara ledakan itu berasal dari aura membunuh Xiao Ziya yang tiba tiba saja meledak dan meluap gadis itu benar benar marah dengan apa yang diucapkan oleh Yue Lunzo, jika sudah seperti ini kemungkinan besar Raja Arturpun tak biasa membantu.
"Mengapa kau tak bisa menjaga mulutmu." ucap Raja Artur sembari menatap pria itu dengan malas, jika seperti ini maka sia sia saja kedatangannya ke Kerajaan Hitam untuk menenangkan Xiao Ziya.
Kali ini Raja Artur datang bukan untuk sekedar menenangkan Xiao Ziya, ia punya alasan dibalik kedatangannya itu. Keluarga bangsawan Yue Funzi adalah salah satu keluarga bangsawan terkuat kedua yang ada di dunia atas, leluhur mereka merupakan pengikut setia dari Raja Artur dan sudah banyak membantunya. Maka kali ini ia datang untuk mencegah kehancuran Keluarga Bangsawan Yue Funzi akibat kemarahan dari penerusnya sendiri. Ini memang sedikit sulit bagi Raja Artur karna Xiao Ziya adalah gadis yang keras kepala dan tak akan mendengarkan perkataan siapapun ketika ia ingin menghabisi seseorang yang telah membuatnya marah, namun kali ini Raja Artur benar benar harus mencegah gadis itu.
"Hentikanlah kemarahanmu ini nona Ziya." ucap Raja Artur yang masih mencoba menggunakan cara halus untuk membujuk Xiao Ziya karna dia juga tak ingin melukai gadis yang telah ia plilih menjadi penerusnya.
"Dengan apa anda akan menawar nyawa pria sampah itu." ucap Xiao Ziya yang kini beralih menatap kearah Raja Artur, gadis itu benar benar sulit ditebak tak ada rasa takut sedikitpun yang terbersit diwajahnya.
__ADS_1
"Kali ini saja menurutlah pada saya." ucap Raja Artur yang meminta pada Xiao Ziya untuk mematuhi keinginannya.
Gadis itu menatap Raja Artur dengan tajam sebuah senyuman manis yang sangat dingin terukir di bibir gadis itu.
"Anda ingin menggunakan kekuasaan anda untuk menghentikan saya? anda kira saya takut kehilangan posisi sebagai penerus anda?." ucap Xiao Ziya yang benar benar tak peduli jika harus kehilangan posisinya sebagai penguasa muda dari wilayah neraka.
Kini Raja Artur semakin bingung karna Xiao Ziya benar benar keras kepala, gadis itu memang tak takut kehilangan posisinya namun Raja Arturlah yang takut kehilangan penerus terbaik seperti Xiao Ziya. Sedangkan semua orang yang ada di aula utama Kerajaan Hitam kecuali Raja Zeus dan kedua putranya merasa terkejut saat mengetahui fakta bahwa Xiao Ziya adalah penerus dari Raja Artur artinya gadis itu adalah penguasa muda. Yue Lunzo seketika tak bisa mengucapkan apapun lagi, ia sadar perkataanya sangat keterlaluan apalagi yang ia singgung adalah penerus dari Raja Artur.
"Tolong selamatkan saya Yang Mulia Raja Artur." ucap Yue Lunzo yang meminta perlindungan pada Raja Artur.
"Sebaiknya kau memaafkan kesalahan pria ini, karna leluhurnya hingga generasi sekarang adalah pengikut setiaku jadi saya harap kau bisa memaafkannya karna bagaimanapun juga dia adalah pengikutmu." ucap Raja Artur yang masih berusaha membujuk Xiao Ziya agar nyawa Yue Lunzo dapat diselamatkan.
"Pengikutku?? apakah anda pernah mendengar seorang pengikut setia menghina atasannya?? bukankah saya hanya sekedar gadis antah berantah yang tak jelas identitasnya tuan Yue Lunzo. Lantas mengapa anda begitu ketakutan? dimana keberanian anda tadi, mengapa tiba tiba hilang begitu saja." ucap Xiao Ziya dengan seringai yang menyeramkan.
Kali ini Raja Artur terpaksa menggunakan sedikit kekerasan agar Xiao Ziya mau menuruti perintahnya, Raja Artur mengeluarkan sebuah sabit berwarna merah darah dengan aura kematian yang cukup pekat, sabit itu adalah senjata dengan tingkatan yang tak bisa diukur, dan merupakan senjata yang ia dapatkan karna ia adalah pemilik wilayah neraka.
"Fikirkanlah sekali lagi sebelum saya menggunakan kekerasan padamu penerusku." ucap Raja Artur yang sekali lagi memperingatkan Xiao Ziya agar gadis itu menuruti kata katanya.
"Paman dan kakekku pernah berkata, jangan pernah takut walau lawanmu seribu kali lebih kuat darimu. Jika hari ini seorang Xiao Ziya mati ditangan Raja Artur maka akan ada Xiao Ziya, Xiao Ziya lain yang akan membalaskan dendam saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan penuh keberanian, Raja Artur meneguk ludahnya ia tak mengira gadis itu akan mengucapkan kata kata yang membuatnya merinding.
"Namun saya tidak akan kalah dari anda Yang Mulia Raja Artur. Silahkan anda membela pengikut anda dan saya akan mempertahankan harga diri saya. Pada pertarungan kali ini lupakan bahwa saya adalah penerus anda, dan saya juga akan lupakan bahwa anda adalah penguasa neraka." ucap Xiao Ziya lagi yang sepertinya sudah siap jika harus melawan Raja Artur.
"Baiklah jika itu keputusanmu, sepertinya saya memang harus sedikit memberi pelajaran." ucap Raja Artur yang pasrah dan akan melawan Xiao Ziya.
Akhirnya mereka semua pergi ke lapangan utama Kerajaan Hitam karna jika pertarungan dilangsungkan di aula maka seluruh aula utama akan hancur. Kini Raja Artur sudah siap dengan sabit merah miliknya, ia hanya berharap penerusnya itu tak akan mati saat pertarungan berlangsung.
"Kami tak ingin kau terluka adikku." ucap Pangeran Anz yang mengkhwatirkan kondisi Xiao Ziya.
"Ini sudah menjdi keputusanku." ucap Xiao Ziya yang tak akan merubah apa yang telah menjadi keputusannya, kali ini harga dirinya telah diinjak injak oleh seorang pria bernama Yue Lunzo siapapun yang menghalanginya untuk membunuh pria itu maka ia akan tetap melawan.
Raja Artur mulai menyerang Xiao Ziya menggunakan sabit merahnya, gadis itu berusaha menghindar dengan cepat ia tau senjata yant dipegang oleh Raja Artur bukanlah senjata biasa walaupun berhasil menghindar namun Xiao Ziya tetap terluka.
Brug
Sebuah serangan tepat mengenai perut Xiao Ziya hingga gadis itu memuntahkan darahnya, Xiao Ziya menggenggam tangannya ia tak boleh kalah dalam pertarungan ini.
"Menyerahlah saya tak ingin kau terluka lebih parah lagi." ucap Raja Artur yang kasihan saat melihat kondisi Xiao Ziya yang terluka cukup parah.
"Menyerah? lelucon macam apa yang tengah anda katakan Yang Mulia Raja Artur." ucap Xiao Ziya yang tetap ingin melanjutkan pertarungan walau lukanya lumayan parah.
Kini Xiao Ziya mengeluarkan pedang hitam miliknya dan menyerang Raja Artur dengan kecepatan tinggi, namun sangat disayangkan setiap serangannya dapat dihindari oleh Raja Artur. Karna tak ingin pertarungan ini memakan waktu yang lama Raja Artur menggoreskan sabit merahnya pada punggung Xiao Ziya hingga gadis itu terjatuh ketanah.
Kondisinya benar benar mengenaskan, bukannya menangis dan mengakui kekalahannya ia malah berusaha untuk berdiri lagi dan melanjutkan pertarungan.
"Sudah putriku jangan memaksakan dirimu seperti itu." ucap Raja Zeus yang taj tega melihat kondisi Xiao Ziya yang sudah sangat parah bahkan darah sudah berceceran dimana mana, luka goresan memenuhi kulit putih gadis itu.
__ADS_1
"Saya tidak akan menyerah ayah." ucap Xiao Ziya yang masih saja keras kepala.
Raja Artur kembali menyerang Xiao Ziya tanpa ada jeda sedikitpun gadis itu mulai kelelahan dan kehabisan tenaga, jarak kultivasinya dengan Raja Artur sangatlah jauh jika hari ini ia akan mati maka ia tak akan pernah menyesalinya.
Xiao Ziya kembali tersungkur kondisinya sudah benar benar lemah, ia kehabisan energi qi, ia kehabisan tenaga yang tersisa hanyalah semangatnya saja.
"Kau sudah kalah nona Xiao Ziya." ucap Raja Artur yang mengumumkan kemenangannya secara sepihak padahal Xiao Ziya belum mengaku kalah.
"Saya tidak akan kalah, sang penguasa alam semesta menciptakan saya bukan untuk menjadi pecundang." ucap Xiao Ziya yang masih menggenggam tangannya, ia sangat yakin bahwa ia bisa menang dan membalikkan keadaan bagaimanapun caranya.
Tiba tiba saja mata sebelah kanan gadis itu berubah warna menjadi biru, begitupun dengan rambutnya yang berubah warna menjadi merah dan setengahnya lagi biru. Raja Artur menatap gadis itu penuh dengan rasa heran, dengan sangat mengejutkan seluruh luka milik Xiao Ziya pulih kembali, energi qi milik gadis itu juga terisi penuh.
"Bukankah saya sudah mengatakan bahwa saya tak akan kalah." ucap Xiao Ziya yang kembali berdiri dan menatap Raja Artur dengan tajam, tatapannya lebih mengerikan daripada saat gadis itu bertransformasi dalam wujud iblisnya.
"Bagaimana bisa?." ucap Yue Lunzo yang kebingungan dengan apa yang sedang terjadi, ia kira nyawanya akan aman karna Xiao Ziya sudah terluka parah namun semua itu salah besar.
"Bagaimana bisa saya kalah begitu saja." ucap Xiao Ziya yang mendekat ke arah Raja Artur. Gadis itu mengeluarkan sabit hitam miliknya yang memancarkan aura kematian lebih besar daripada sabit milik Raja Artur.
"Siapa kau sebenarnya?." tanya Raja Artur yany semakin bingung siapa sebenarnya Xiao Ziya?.
"Xiao Ziya." ucap gadis itu yang menjawab dengan singkat.
Xiao Ziya menghentakkan sabit hitamnya ketanah dan tiba tiba saja Raja Artur terpental hingga menabrak tembok istana dan membuat tembok itu hancur. Semua orang terkejut seorang penguasa neraka dipentalkan oleh gadis berusia dua belas tahun.
"Jika hari ini saya tak bisa mengambil nyawa dari pria itu maka nama saya bukan Xiao Ziya." ucap Xiao Ziya yang kini mendekat ke arah Yue Lunzo, pria itu benar benar ketakutan. Jika ia tau gadis yang ia singgung sekuat ini maka ia tak akan melakukan hal sebodoh itu.
Xiao Ziya mengangkat tangan kirinya, seketika tubuh Yue Lunzo terangkat keatas lalu Xiao Ziya menghempaskan tubuh pria itu ketanah.
"Hentikan leluhurnya adalah pengikut setiaku kau tak bisa membunuhnya begitu saja." triak Raja Artur yang segera melindungi Yue Lunzo.
Xiao Ziya sudah muak dengan apa yang dikatakan oleh Raja Artur, ia melindungi pria itu dengan alibi bahwa leluhur Keluarga Bangsawan Yue Fuzi adalah pengikut setianya. Jika yang setia adalah leluhurnya lalu apa hubungannya dengan pria tak tau diri itu.
"Bawa roh leluhur Yue Fuzi datang kesini." ucap Xiao Ziya pada Raja Artur.
"Saya tidak bisa membawanya karna ia tak berada di alam neraka." ucap Raja Artur yang menjawab dengan jujur.
Xiao Ziya melihat kearah sabit hitam miliknya kemudian membisikkan sesuatu pada sabit hitam itu, tiba tiba saja sabit itu menghilang entah kemana.
"Saya pastikan pria itu akan mati hari ini." ucap Xiao Ziya yang masih pada pendiriannya.
Raja Artur membuat sebuah prisai pelindung agar Xiao Ziya tak bisa menyerang Yue Lunzo secara tiba tiba. Setelah beberapa saat sabit hitam milik Xiao Ziya kembali membawa roh yang tak asing bagi Raja Artur. Ya roh itu adalah milik Yue Funzi sang pengikut setianya.
"Salam saya pada Raja Artur dan junjungan." ucap roh Yue Funzi yang kemberikan salam pada Raja Artur dan juga Xiao Ziya.
"Bagaimana caramu datang kesini?." ucap Raja Artur yang keheranan.
__ADS_1
"Sabit milik junjungan yang membawa saya kemari, saya memang pengikut setia Raja Artur semasa hidup saya. Namun saya tak bisa membantah keinginan junjungan muda." ucap roh milik Yue Funzi yang langsung bersujud di hadapan Xiao Ziya, namun Xiao Ziya memintanya untuk kembali berdiri.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat terus ya, jangan lupa follow buat yang belum follow, vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ya.