
Kaki Hermione diobati oleh Reno dan Ariel sedangkan yang punggung tidak dengan mereka, Hermione mengobati punggungnya sendiri menggunakan kekuatannya.
Sekarang jam menunjukkan pukul 6 pagi, Hermione masih berada didalam kamarnya dia duduk diranjang sambil memainkan ponsel.
Ceklek...
Suara pintu kamar dibuka oleh seseorang, Hermione menengadahkan kepalanya ternyata Reno yang membukakan pintunya, Reno berjalan kearah ranjang lalu duduk ditepi ranjang, dia membawa sarapan untuk Hermione yaitu roti dan segelas susu.
"Sarapan dulu" ucap Reno.
"Nggak" balas Hermione.
"Aku suap" ucap Reno, Hermione menggeleng.
"Gak mau tau pokoknya harus" ucap Reno.
"Buka mulut cepet" ucap Reno mendekatkan sepotong roti kemulut Hermione, Hermione menggeleng.
"Kakak ayolah" ucap Reno memohon.
"Katanya besok kita mau pergi mendaki" ucap Reno.
"Huh" Hermione menghembuskan nafas kasar lalu memakan roti yang ada ditangan Reno. Reno tersenyum manis dia terus menyuapi Hermione sampai habis.
"Sekarang minum" ucap Reno menyodorkan segelas susu tersebut, Hermione mengambil gelasnya lalu meminum susu yang ada didalam gelasnya.
"Habisin" ucap Reno, Hermione menghabiskan susunya.
"Dah" ucap Hermione menyimpan gelasnya dimeja.
"Kayak anak kecil aja kakak nih" ucap Reno mengelap bibir Hermione. Mata mereka berdua saling pandang dan terkunci.
"Aku gak akan biarin Reno disiksa, gak pokoknya gak" batin Hermione.
"Mungkin kita ditakdirkan untuk bertemu bukan untuk bersatu" batin Reno. Hermione langsung memutuskan kontak mata tersebut, Reno mengalihkan pandangannya.
"Aku mau kebawah dulu, kakak istirahat aja" ucap Reno membawa gelas dan piring yang tadi dia bawa.
"Iya" balas Hermione. Reno keluar dari kamar tak lupa dia menutupnya kembali.
"Mungkin No mungkin" ucap Hermione membalas batin Reno tadi.
*****
Besoknya mereka semua sudah siap dengan perlengkapan untuk mendakinya. Kaki Hermione dibalut perban padahal sudah tidak kenapa-kenapa.
"Aku yang nyetir" ucap Dimas.
"Iya deh iya" ucap Hermione.
Mereka semua masuk kedalam mobil masing-masing posisinya sama seperti saat pergi ke Bali. Tapi sekarang bedanya Hermione yang berada disebelah kursi mengemudi.
Selama diperjalanan Andre termenung dia terus mencoba menembus melihat masalalu Hermione tapi selalu gelap karena Hermione menutupinya.
Setelah sampai dilokasi, mereka semua turun dari mobil. Banyak warga disana tersenyum sambil mengangguk san dibalas juga oleh mereka walaulun Sarah dkk terpaksa.
"Ihh tempatnya kok gini becek" ucap Sarah jijik dengan tempatnya.
"Kita tinggal disini?" tanya Wawa.
__ADS_1
"Iya tapi lebih tepatnya tuh diatas gunung" jawab Mona.
"Kita harus naik kesana aduh pasti capek" ucap Santi.
"Kalau kalian gak mau gak masalah kalian bisa tinggal disini, disini juga ada villa tapi gak kayak villa yang ditempatin kita tadi, villanya sederhana" ucap Dela.
"Ihh gak mau" ucap Santi.
"Kita bakal jalan?" tanya Sarah.
"Yaiyalah" jawab Ariel.
"Ihh badan aku pasti pegel pegel nanti" ucap Sarah mengeluh dengan nada manja.
"Belum juga jalan" ucap Iliana jijik melihat kelakuan Sarah dkk uang seperti itu.
"Udah jangan berantem ini tempat orang harus menghormati orang disini, ayo kita cari petugas yang akan mengarahkan kita dulu, yang gak mau ikut kalian cari villa disekitar sini atau pulang lagi kevilla tadi" ucap Dimas. Mereka semua menurut, Sarah dkk cemberut tapi tetap ikut juga.
Saat sampai dipos petugas yang berjaga, ternyata disana tidak ada orang.
"Kita tunggu disini" ucap Dimas.
"Langsung aja kali nunggu siapa lagi sih" ucap Sarah.
"Nunggu petugasnya kita harus tau larangan-larangannya saat berada disini" ucap Ariel.
"Aaa sialan untung ada cogan kalau gak ogah banget gue kesini" batin Sarah
"Gue pergi sebentar bawa kak Dara, ayo kak" Andre menarik tangan Hermione menjauh dari mereka.
"Kak sebenarnya apa yang terjadi saat kakak dibawa oleh papa dulu sampai kita terpisah 1 tahun?" tanya Andre menatap mata Hermione.
"Kakak bohong gak mungkin gak ada yang terjadi, jelas-jelas pada saat pertama kita ketemu selama 1 tahun gak ketemu keadaan kakak acak-acakan" ucap Andre.
"Dan keadaan kamu jadi pemabuk" ucap Hermione, Andre terdiam mendengar itu.
"Udahlah Dre jangan bahas yang dulu, kita hidup kedepan bukan kebelakang" ucap Hermione tersenyum.
"Iya kak maaf" ucap Andre menunduk.
"Jangan nunduk gitu, ayo kita gabung sama yang lain" ucap Hermione mengangkat dagu Andre supaya tidak menunduk.
"Ayo" ucap Andre tersenyum, mereka berdua lalu berjalan kearah yang lain.
"Tapi aku akan terus cari tau yang sebenarnya terjadi kak" batin Andre yang tak didengar oleh Hermione atau yang lainnya.
"Gimana udah selesai ngobrolnya?" tanya Mona.
"Dah" jawab Andre cuek.
"Belum ada juga petugasnya" Hermione melihat sekeliling, dia lalu menutup mata mencoba melihat apa yang terjadi. Setelah itu Hermione membuka matanya kembali lalu melirik Sarah dkk sekilas.
"Mereka ternyata mengumpat" batin Hermione.
"Ya mereka bertiga mengumpat dan membuat para penghuni disini marah" batin Evan.
"Biarkan saja, biar tau rasa" batin Iliana.
"Ya kita biarkan sama sebentar nanti jika terjadi apa-apa" batin Hermione.
__ADS_1
"Setuju banget deh kalau itu" batin Andre.
"Tapi ini gimana masa mau disini terus?" batin Drew.
"Bentar lagi petugasnya datang" batin Hermione.
"Ratu kita nih gak ada lawan deh" batin Dela.
Benar saja para petugas itu datang kearah mereka.
"Maaf menunggu tadi kami ada masalah" ucap salah satu petugas yang berjaga.
"Tidak apa-apa pak" ucap Dimas.
"Tidak apa-apa bagaimana pegel nih gue, mending divilla main sama Ariel, walaupun Ariel sekarang sedikit cuek tapi tak masalah, atau gue gak usah ikut sekalian ke Bali mending main ke bar cari sugar daddy" batin Sarah.
"Apa yang perempuan tidak sedang datang bulan?" tanya petugasnya, yang dijawab gelengan dari para perempuan.
"Bagus jadi kalian boleh ikut mendaki, larangan disini adalah pertama tidak boleh bicara sembarangan, kedua jika mengalami kejadian aneh atau mendengar hal aneh simpan dulu jika ingin dibicarakan nanti saja, ketiga dilarang mengambil apapun, keempat dilarang membuang sampah sembarangan, kelima jaga sikap jangan berbuat hal macam-macam, mengerti?" ucap petugas.
"Mengerti" jawab mereka semua. Petugas itu lalu memberitahukan jalur yang akan mereka semua lewati supaya mencapai puncak.
"Kalian semua paham?" tanya petugas.
"Paham" jawab mereka.
"Jika sudah kalian boleh naik sekarang" ucap petugas.
"Terima kasih informasinya" ucap Dimas.
"Sama-sama" jawab petugas.
"Kami semua permisi" ucap Hermione ramah.
"Iya mbak" ucap petugas.
Mereka mulai berjalan naik, para iblis itu saling lirik dan tersenyum kecil. Sarah dkk belum apa-apa sudah mengeluh dan manja kepada Ariel dkk, tapi Ariel dkk bersikap cuek kepada mereka.
Mata para iblis melihat kanan dan kiri, disana banyak sosok yang mengikuti karena mencium aroma Sarah dkk, terlebih lagi mencium aura negatif dari Dimas, Reno, dan Ariel.
"Ih sumpah jijik banget gue disini, pura-pura baik suci dan baik gak enak banget, biasanya juga gue Wawa sama Santi di bar jadi ja****" batin Sarah.
Jedar...
Suara petir terdengar nyaring padahal matahari sedang bersinar terang diatas langit, Sarah dkk langsung bergelayut manja dilengan Ariel dkk.
"Ariel aku takut kita pulang aja yuk" ucap Sarah.
"Dani gimana ini mau ujan kayaknya" ucap Wawa.
"Sani kita pulang yuk baru disini aja udah serem" ucap Santi.
"Apanya yang serem aneh lo" ucap Sani.
"Matahari terang kayak gitu gimana mau ujan" ucap Dani.
"Lo aja deh yang pulang gue mau lanjut" ucap Ariel cuek.
Para penunggu menunduk hormat kepada para iblis itu seperti ingin menjalankan sesuatu dan meminta izin kepada para ibis itu, dan para iblis membalas dengan anggukan pelan saja.
__ADS_1
Bersambung...