
"Kenapa kamu nanya kayak gitu?" bukannya menjawab Hermione malah bertanya balik.
"Ya kepo aja kak" ucap Reno mencari alasan.
"Kita berdua teman kok" ucap Hermione.
"Yakin teman?" tanya Reno.
"Yakin" jawab Hermione.
"Nggak mungkin bilang suami manusia aku" batin Hermione.
"Kenapa kakak jadi termenung gitu, ada yang kakak pikirin?" tanya Reno.
"Nggak kok" jawab Hermione. Jalan kembali lancar Hermione langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menjauhi gadung apartemen.
"Ada yang kakak sembunyiin ya?" tanya Reno.
"Nggak ada" jawab Hermione.
"Masa temen kayak gitu banget sih" ucap Reno pelan.
"Kayak gitu gimana?" tanya Hermione masih fokus menyetir.
"Mesra gitu" ucap Reno.
"Ohh perasaan gak pernah mesra" ucap Hermione.
"Itu perasaan kakak tapi bagi yang melihat itu mesra" ucap Reno.
"Siapa yang melihat?" tanya Hermione.
"Oranglah kak" jawab Reno.
"Yang bilang i love you itu gimana yakin cuman temen?" tanya Reno.
"Hmmm ntah lah" jawab Hermione cuek.
"Kakak suka gak sama bang Dimas?" tanya Reno.
"Gak tau" jawab Hermione.
"Kok gak tau sih jawab yang bener dong" ucap Reno kesal.
"Ya emang gak tau, kakak gak pernah suka sama orang jadi gak tau" ucap Hermione.
"Gak pernah suka?" Reno terkejut mendengar itu.
"Hmmm" jawab Hermione.
"Kamu kenapa nanya kayak gitu sih?" tanya Hermione pura-pura tidak tau.
"Nggak apa-apa kok kak" jawab Reno tersenyum kecil.
"Bang Dimas tau gak kalau kakak pernah tidur sama aku?" tanya Reno.
"Kakak gak tau juga sih mungkin nggak" jawab Hermione.
"Ya enggaklah kalau tau abis mungkin lo" batin Hermione.
__ADS_1
"Bang Dimas pernah tidur sama kakak?" tanya Reno.
"Yang pulang dari kota a kan kakak sama bang Dimas tidur bareng disofa" ucap Hermione.
"Bukan tidur itu kak, maksudnya tidur kayak kakak sama aku dulu" ucap Reno, Hermione langsung menepikan mobilnya.
"Kenapa berhenti kak?" Reno heran dengan Hermione. Hermione melihat kearah Reno dengan wajah datar.
"Kamu kenapa sih nanya kayak gitu?" tanya Hermione.
"Ng ngak kenapa-kenapa" jawab Reno sedikit takut melihat ekspresi Hermione.
"Dari tadi kamu nanyanya aneh terus sekarang nanyanya makin aneh" ucap Hermione.
"Langsung keintinya aja jangan mutar kesana kesini" ucap Hermione lagi, Reno hanya terdiam saja karena baru pertama kali dia liat Hermione seperti itu.
"Maksud kamu apa nanya aku udah tidur sama Dimas atau belum!?" tanya Hermione.
"A aku ng nggak bermaksud apa-apa cuman nanya aja" Reno menunduk karena takut melihat mata Hermione.
"Kamu tadi nanya aku ada hubungan apa sama Dimas, aku suka gak sama Dimas nggak mungkin gak ada maksudnya" ucap Hermione.
"Aku tanya sekali lagi maksud kamu apa!?" ucap Hermione.
"Aku suka sama kakak!" Reno menatap mata Hermione.
"Aku cemburu liat kakak deket sama bang Dimas!" Reno langsung memeluk Hermione.
"Aku cemburu kak hiks hiks" ucap Reno memeluk Hermione erat wajahnya berada dibahu Hermione, Hermione tersenyum dia lalu mengusap punggung Reno.
"Setiap kakak deket sama bang Dimas aku cemburu, aku gak suka liatnya, aku gak mau kakak deket sama cowok lain selain aku" ucap Reno masih memeluk Hermione.
"Kak" panggil Reno menengadahkan kepalanya karena Hermione diam saja.
"Eh iya" Hermione sadar dari lamunannya, Hermione langsung melihat Reno.
"Ihh malah nangis, aku gak suka ya liat orang nangis apalagi ini cowok yang nangis" Hermione mengusap air mata Reno.
"Bagus ya masih sma kelas 10 udah suka sukaan" ucap Hermione mencubit hidung Reno gemas.
"Gimana lagi dong, gak bisa dihindari nih" ucap Reno mengusap hidungnya, Hermione hanya tersenyum mendengar itu. Tiba-tiba ada yang menelpon Hermione, dia melihat siapa yang menelpon.
"Inikan nama cowok yang gue temuin di Bali beberapa bulan yang lalu sebelum nikah sama Dimas, untung pas ketemu pake wujud Dara, astaga ni orangkan udah pernah tidur bareng gue haduhhh pusing dah, kenapa dulu gak langsung gue bunuh aja ni orang ya. Tapi dia mau ngapain nelpon ya?" batin Hermione.
Reno melihat siapa yang menelpon, Hermione masih sibuk dengan pikirannya.
"Kak itu siapa?" tanya Reno.
"Eh" Hermione sadar dia langsung mengangkat telponnya.
"Halo......... eh satu-satu nanyanya kabar aku baik, aku gak pernah telpon kamu dan ngangkat telpon kamu karena sibuk, aku ke Bali nanti pas adik aku liburan sekolahnya beberapa bulan lagi, oh iya kabar kamu gimana?..... iya sama yang lain, aku juga nanti bawa temen baru sekitar 9 orang eh tambah 1 lagi yang tadinya musuh aku sekarang jadi temen.... iya Drew dia udah jadi temen aku lagi, oh iya udah dulu ya nanti aja lanjut lagi aku lagi dijalan..... bye" Hermione mematikan telponnya dan langsung menyimpan ditas, Reno melihat Hermione dengan bibir cemberut.
"Baru dibilangin aku cemburu, gak suka kalau kakak deket sama cowok lain sekarang udah ada yang nelpon aja mana cowok lagi" ucap Reno.
"Kakaknya terlalu cantik sih makanya banyak cowok yang suka sama kakak" ucap Reno.
"Kalau kakak gak cantik kamu juga gak bakal suka" Hermione menjalankan mobilnya kembali.
"Belum tentu" ucap Reno.
__ADS_1
"99%" ucap Hermione fokus kejalan.
"Yang tadi siapanya kakak?" tanya Reno.
"Hmm siapa ya" goda Hermione.
"Kak serius, pacar atau apa?" tanya Reno.
"Temen" jawab Hermione.
"Temen aja terus, kalau aku siapanya kakak?" tanya Reno.
"Adik" jawab Hermione.
"Anak tiri No, kamu anak tiri aku" batin Hermione.
"Kakak nganggap aku adik gak lebih gitu?" tanya Reno.
"Maunya dianggap apa?" tanya Hermione.
"Pacar gitu" jawab Reno.
"Boleh sih, tapi gaklah" ucap Hermione.
"Kenapa kak?" tanya Reno.
"Karena kamu masih kecil gak boleh pacaran" ucap Hermione.
"Udah besar kak dibilang kecil, kalau aku masih kecil mungkin aku belum nidurin kakak" ucap Reno.
"Ngawur aja ngomongnya" Hermione mengusap wajah Reno gemas.
"Nggak ngawur kak beneran" ucap Reno.
"Terserah kamu ajalah aku ikut asal kamu bahagia" ucap Hermione.
"Berarti terserah aku juga kalau aku mau kakak nganggap aku ini pacar kakak" ucap Reno.
"Serah No serah" ucap Hermione. Reno hanya tersenyum kecil melihat Hermione dari samping.
Tak terasa mereka sudah sampai dirumah, Reno turun dari mobil Hermione.
"Cepet masuk udah malam" ucap Hermione.
"Kakak gak masuk dulu?" tanya Reno.
"Nggak ada urusan" jawab Hermione.
"Urusan apa kak jam 11 malam kayak gini?" tanya Reno.
"Urusan menjaga jodoh orang" ucap Hermione bercanda.
"Cepet masuk" ucap Hermione.
"Iya" ucap Reno berjalan kearah pintu.
"Dadah kakak sayang" Reno melambaikan tangannya dan Hermione membalas lambaian tangannya. Reno masuk kedalam rumah, Hermione langsung menjalankan mobilnya menjauhi rumah Dimas.
"Aku harus keneraka sekarang" ucap Hermione melajukan mobilnya kearah rumah miliknya.
__ADS_1
Bersambung...