RATU IBLIS

RATU IBLIS
Klan Xiao Dunia Atas


__ADS_3

Xiao Ziya berjalan menyusuri Kerajaan Zu Long, gadis itu sedang mencari cari dimana Klan Xiao berada. Karna tak kunjung menemukannya akhirnya Xiao Ziya bertanya pada seorang gadis yang tengah membeli beberapa manisan.


"Permisi nona bolehkah saya bertanya sesuatu?." tanya Xiao Ziya pada gadis itu, sang gadis menengok kearah Xiao Ziya kemudian tersenyum dengan ramah.


"Silahkan adik ingin bertanya apa?." ucap sang gadis yang sepertinya tau jika Xiao Ziya jauh lebih muda darinya. Ini pertama kalinya Xiao Ziya bertemu dengan orang yang sangat ramah saat ia ada di dunia atas.


"Saya sedang mencari cari keberadaan Klan Xiao namun saya tak kunjung menemukannya." ucap Xiao Ziya yang bertanya pada gadis itu. Sang gadis menatap Xiao Ziya dengan tatapan kebingungan.


"Kebetulan sekali saya adalah anggota Klan Xiao, nama saya Xiao Ningxu. Adik bisa menunggu sebentar saya sedang membeli manisan." ucap gadis itu yang meminta agar Xiao Ziya menunggu sebentar.


"Baiklah nona Ningxu." ucap Xiao Ziya yang tak keberatan untuk menunggu sebentar saja.


Tak lama kemudian gadis bernama Xiao Ningxu sudah selesai membeli manisan, ia meminta pada Xiao Ziya untuk berjalan di sampingnya. Di sepanjang jalan gadis itu hanya diam dan tatapan orang orang yang ada di sekitar gadis itu sangat tak bersahabat. Xiao Ziya ingin menanyakan hal itu namun ia takut menyinggung perasaan Xiao Ningxu yang sudah sangat ramah padanya.


Tak lama kemudian mereka masuk kesebuah kawasan para bangsawan yang ada di Kerajaan Zu Long. Saat mereka berdua ingin masuk ada dua prajurit yang menghentikan langkah mereka.


"Maaf nona Xiao Ningxu, jika anda ingin membawa seorang tamu masuk kedalam, anda harus melapor terlebih dahulu." ucap seorang prajurit yang menjaga wilayah para bangsawan yang ada di Kerajaan Zu Long.


"Maaf karna saya sedang terburu buru sehingga lupa melapor." ucap Xiao Ningxu yang meminta maaf karna lupa dengan peraturan yang ada di wilayah bangsawan.


"Cih nona muda tak berguna seperti anda memang lalai." ucap seorang penjaga wilayah bangsawan yang lain. Tampaknya Xiao Ningxu memang memiliki sedikit masalah di sini.


"Jaga ucapanmu." ucap Xiao Ziya yang tak terima saat gadis yang baik seperti Xiao Ningxu diperlakukan dengan sangat kejam.


"Kau hanyalah tamu di sini." ucap penjaga wilayah bangsawan itu yang semakin menjadi jadi.


Tak lama kemudian dari arah belakang para prajurit penjaga gerbang muncul seorang pria yang tak asing bagi Xiao Ziya. Ia adalah Jenderal Zu Cinling yang sempat ia kalahkan beberapa hari yang lalu. Melihat Xiao Ziya ada di sana tentu saja membuat Zu Cinling getar getir ia berharap para penjaga wilayah bangsawan tak mengusik gadis itu.


"Selamat siang nona Ziya." ucap Jenderal Zu Cinling yang menyapa Xiao Ziya dengan ramah, namun ia tak melirik sedikitpun ke arah gadis yang ada di samping Xiao Ziya.


"Siang juga Jenderal Zu Cinling, mengapa anda hanya menyapa saya saja apakah anda tak melihat kehadiran nona Xiao Ningxu di sini?." ucap Xiao Ziya dengan nada yang lembut namun sorot mata gadis itu sangat tajam.


"Selamat siang nona Xiao Ningxu." ucap Jenderal Zu Cinling yang memilih untuk menurunkan egonya daripada dihajar lagi oleh Xiao Ziya.


Para penjaga wilayah bangsawan merasa sangat heran mengapa jenderal mereka sangat menghormati gadis asing yang ada di hadapan mereka itu, terlebih lagi Jenderal Zu Cinling sampai menyapa Xiao Ningxu ini adalah sebuah keajaiban.


"Saya ingin masuk ke wilayah para bangsawan ini, namun sepertinya status saya tak cukup tinggi sehingga para penjaga wilayah melarang saya untuk masuk." ucap Xiao Ziya dengan beberapa kata yang menyinggung. Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya membuat Jenderal Zu Ningxu ingin memukul para penjaga wilayah bangsawan.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kalian melarang tamu kehormatan Yang Mulia Raja Zu Fengzo untuk masuk." ucap Jenderal Zu Cinling penuh dengan penekanan.


"Maaf karna kami tak tau siapa nona muda, dilain hari hal seperti ini tak akan terjadi." ucap para penjaga wilayah bangsawan yang merasa tak enak karna menyinggung orang yang salah.


"Tak ada di lain hari, dan jangan ada yang berani memandang rendah Nona Xiao Ningxu jika tak ingin kepala kalian lepas dari badan." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam wilayah para bangsawan dengan menarik tangan Xiao Ningxu.


Para penjaga wilayah bangsawan ingin bertanya pada Jenderal Zu Cinling mengapa mereka harus menghormati gadis antah berantah yang tak mereka kenali itu, sebelum ada yang bertanya sang jenderal sudah faham dan langsung mengatakan sesuatu.


"Dia adalah putri angkat Raja Zeus, Raja Zeus saja sangat menghormati gadis itu siapa kalian sehingga ingin merendahkannya." ucap Jenderal Zu Cinling yang juga ikut pergi ketika selesai menjelaskan pada para penjaga wilayah bangsawan.


Saat ini Xiao Ziya dan juga Xiao Ningxu telah sampai di depan gerbang masuk Klan Xiao yang ada di dunia atas. Saat Xiao Ningxu masuk kedalam tak ada penjaga gerbang yang menunduk hormat, Xiao Ziya semakin yakin bahwa ada yang tak beres dengan Klan Xiao ini. Mungkin saja Xiao Ningxu mengalami penghinaan seperti jiwa lama dari tubuh yang ditempati oleh jiwa Zoya saat ini.


"Mari ikut saya untuk menemui ayah terlebih dahulu." ucap Xiao Ningxu yang mengajak Xiao Ziya untuk menemui ayahnya yaitu ketua kedua dari Klan Xiao yang ada di dunia atas.


Mereka melalui beberapa paviliun yang tampak sangat megah, hingga mereka sampai di sebuah paviliun yang sama mewahnya dengan yang lain namun ada hal yang berbeda yaitu di paviliun milik Xiao Ningxu dan keluarganya tak terlalu banyak pelayan dan juga penjaga.


"Selamat datang nona Ningxu, tuan dan juga tuan muda sudah menunggu anda di jalan." ucap salah satu penjaga gerbang masuk paviliun. Untung saja semua orang yang ada di paviliun ketua kedua adalah orang orang yang baik dan juga ramah.


Xiao Ningxu mengajak Xiao Ziya untuk masuk kedalam paviliun, di sana sudah ada seorang pria paruh baya dan juga pemuda yang sedang menunggu kepulangan Xiao Ningxu. Melihat putrinya sudah pulang seorang pria paruh baya menghampiri gadis itu lalu memeluknya.


"Akhirnya kau pulang juga putriku, ayah dan juga kakakmu sangay khawatir." ucap Xiao Minzo merupakan ketua kedua dan juga ayah dari Xiao Ningxu.


Melihat keharmonisan keluarga itu membuat Xiao Ziya teringat dengan ayah dan kedua kakak laki lakinya yang mungkin saat ini sedang merindukannya juga.


"Ayah, Hinji gege, aku baik baik saja. Ah iya ada seorang tamu yang datang bersamaku." ucap Xiao Ningxu yang menoleh kearah seorang gadis kecil yang terlihat cantik dan begitu menawan hingga Xiao Hinji lupa untuk berkedip.


"Salam paman dan juga tuan muda." ucap Xiao Ziya yang memberikan salam hanya dengan menundukkan kepalanya.


Xiao Minzo membawa mereka semua untuk masuk kedalam paviliun, kemudian ia menanyai beberapa hal pada Xiao Ziya dan apa tujuan gadis itu datang ke Klan Xiao.


"Jika saya boleh tau siapa nama nona muda dan dari mana nona berasal?." tanya Xiao Minzo yang ingin mengetahui asal usul gadis yang sedang duduk bersebrangan dengannya itu.


"Perkenalkan saya Xiao Ziya, saya datang dari Klan Xiao yang ada di dunia bawah saya datang ke Klan Xiao yang ada di dunis atas karna ada sesuatu yang ingin saya sampaikan." ucap Xiao Ziya yang sedang mencoba untuk menjelaskan sesingkat mungkin mengenai asal usulnya.


Ketiga orang yang ada di sana sangat terkejut bagaimana tidak seorang gadis yang sangat muda dan berasal dari dunia bawah memiliki kemampuan yang diakui oleh aturan yang ada di dunia atas sehingga gadis yang ada di hadapan mereka itu bisa tinggal di dunia atas. Dan ini adalah kali pertama mereka bertemu dengan salah satu Klan Xiao yang ada di dunia bawah.


"Lalu hal apa yang ingin nona sampaikan?." ucap Xiao Minzo yang tak sabar untuk mengetahui hal apa yang ingin disampaikan Xiao Ziya.

__ADS_1


Xiao Ziya mengeluarkan sebuah token yang sangat familiar untuk Xiao Minzo yang merupakan ketua kedua dari Klan Xiao yang ada di dunia atas.


"Bukankah ini adalah token milik leluhur Wingza yang pergi ke dunia bawah beberapa puluh tahun yang lalu namun ia sudah lama tak memberikan kabar." ucap Xiao Minzo yang sangat sedih karna ia merupakan keturunan terakhir dari Xiao Wingza.


"Leluhur Wingza telah tiada, saya tak tau kapan ia meninggal namun saya menemukan kerangka beliau saat melakukan perjalanan keselatan. Dalam secarik kertas yang ditinggalkan oleh leluhur Wingza ia ingin saya memberikan token ini pada keturunannya yang saya kira itu adalah anda." ucap Xiao Ziya dengan lebih rinci agar tak ada kesalahfahaman di sini.


Mata Xiao Minzo mulai memanas dan pria itu akhirnya menangis, walau ia tak bisa lagi bertemu dengan kakeknya namun setidaknya sekarang ia memiliki peninggalan berharga dari sang kakek.


"Trimakasih karna nona muda bersedia mengantarkan token ini pada saya." ucap Xiao Minzo yang lega karna gadis yang menemukan tengkorak kakeknya adalah gadis baik yang bertanggung jawab.


"Ayah sebaiknya adik Ziya tinggal di sini untuk sementara waktu." ucap Xiao Ningxu yang sepertinya menyukai Xiao Ziya.


Xiao Minzo menujui saran dari putrinya ia meninta beberapa pelayan untuk membersihkan kamar tamu yang sudah lama kosong.


"Maaf jika ini sedikit menyinggung namun apa yang terjadi pada nona Ningxu?." tanya Xiao Ziya yang sudah tak sabar lagi ingin mengetahui apa yang terjadi karna ia merasa sangat kesal.


"Sepertinya nona sudah menyadari sesuatu. Begini ceritanya sejak putri saya lahir ia tak memiliki kekuatan spiritual ataupun kekuatan sihir sehingga ia ditertawakan oleh anggota Klan Xiao yang lain." ucap Xiao Minzo yang menjelaskan bagaimana kondisi anaknya saat ini. Sebagai seorang ayah tentu saja Xiao Minzo sangat sedih namun ia tak bisa melakukan apapun.


"Saya harap nona muda masih mau berbincang dengan adik setelah mengetaui hal ini." ucap Xiao Hinji yang sepertinya takut Xiao Ziya akan memusuhi adiknya sama dengan yang lain.


Dengan segera Xiao Ziya menggelengkan kepalanya dan berkata ia tak akan melakukan hal yang seperti itu, ia sangat senang karna telah bertemu dengan Xiao Ningxu yang sangat baik dan ramah padanya.


"Baiklah mari kita berjalan jalan disekitar Klan Xiao agar adik Ziya tak merasa bosan." ucap Xiao Ningxu yang ingin mengajak Xiao Ziya untuk berjalan jalan ke sekitar Klan Xiao.


Saat Xiao Ziya dan Xiao Ningxu sedang berjalan jalan mereka bertemu dengan dua orang pemuda. Kedua pemuda itu menatap Xiao Ziya dengan rasa keheranan karna ini kali pertama bagi mereka bertemu dengan Xiao Ziya.


"Adik Ningxu siapa gadis yang ada di sampingmu." ucap salah seorang pemuda yang menatap Xiao Ziya penuh dengan rasa kagum.


"Ini adalah adik Ziya, tamu yang tinggal di paviliun ayah." ucap Xiao Ningxu yang memperkenalkan Xiao Ziya dengan singkat.


"Mengapa nona muda tak tinggal di paviliun saya saja." ucap pemuda yang bernama Xiao Linho ia adalah anak pertama dari panatua Klan Xiao.


"Karna saya memiliki urusan dengan Ningxu jiejie sehingga saya tinggal dipaviliun tempatnya tinggal." ucap Xiao Ziya yang menjawab seadanya karna ia tak ingin berbincang bincang terlalu lama dengan kedua pemuda itu.


"Lain kali nona harus mengunjungi kami." ucap Xiao Zinjun yang merupakan putra dari ketua pertama.


Karna tak ingin mendengar lebih lama lagi omong kosong dari kedua pemuda itu yang membuat Xiao Ziya merasa sangat kesal.

__ADS_1


Saat ini di dunia bawah tepatnya di Klan Xiao sedang terjadi perselisihan antara Klan Xiao dengan dua kelompok pedagan yaitu pedagang dari daerah barat dan pedagang dari derah timur.


Hai guys hayati lelah hiks, jangan lupa follow, vote, gift, like, komen, share


__ADS_2