
Xin Zunli baru pertama kali melihat gadis itu dan kesan pertama yang ia dapatkan adalah gadis itu bukanlah gadis sembarangan yang bisa mereka singgung. Sebagai penjual informasi tentu Restoran Bulan Bintang memiliki beberapa kultivator tingkat tinggi yang dapat membantu mereka, akan tetapi tingkatan gadis yang ada di hadapan Xin Zunli sangat sulit untuk diutarakan.
"Saya minta maaf atas kesalahan dua pekerja saya ini, saya harap nona dapat memaafkannya." ucap Xin Zunli yang langsung memasang wajah ramah di hadapan Xiao Ziya.
"Permintaan maaf anda tak akan membuat mereka jera." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar yang tak bersahabat.
Xiao Ziya berjalan mendekat ke arah dua pelayan itu, Ziya menampar mereka berdua dengan dangat keras hingga meninggalkan bekas lebam berwarna ungu. Kedua pelayan itu berteriak kesakitan, ini pertama kali bagi mereka diperlakukan seperti itu oleh seorang pelanggan.
"Melihat wajah badut kalian berdua membuat saya merasa muak, segeralah pergi menjauh sebelum saya melepas wajah kalian dari tengkoraknya." ancam Ziya dengan serius, kata kata gadis itu membuat semua orang yang ada di sana merinding ketakutan.
Kedua pelayan itu berlari ke lantai atas untuk menyelamatkan wajah mereka, siapa yang tau gadis muda itu memiliki tingkat emosi yang sangat tinggi. Pemilik Restoran Bulan Bintang terus meminta maaf pada Ziya hingga permintaan maafnya diterima, Xiao Ziya hanya diam dan langsung pergi dari restoran itu tanpa mengatakan apapun. Xin Zunli cemas jika gadis tadi akan datang kembali ke restorannya dan membuat keributan yang lebih besar, pria itu naik ke lantai atas dan meminta seseorang untuk datang ke ruangannya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?." ucap seorang wanita dengan pakaian serba hitam serta cadar yang menutupi wajahnya. Wanita itu salah satu mata mata yang diperkerjakan oleh Restoran Bulan Bintang untuk mendapat informasi.
"Awasi gadis muda yang baru saja keluar dari sini, cari semua informasi tentangnya." ucap Xin Zunli dengan sorot mata tajam, gadis seperti itu harus dibereskan secara diam diam.
"Baiklah saya mengerti." ucap wanita berpakaian serba hitam yang langsung pergi ke luar Restoran Bulan Bintang.
Xiao Ziya berjalan di sekitar pusat kota untuk mencari tempat makan lain, akhirnya ia menemukan sebuah kedai makanan dengan pengunjung yang sangat ramai. Xiao Ziya masuk kedalam kedai tersebut, semua pengunjung yang ada di sana melihat ke arah gadis itu dengan tatapan bingung. Seorang pemuda datang menghampiri Xiao Ziya, pemuda itu pekerja di sana.
"Ada yang bisa saya bantu?." tanya pemuda itu dengan sopan, ia bingung harus memanggil Xiao Ziya dengan julukan nona muda ataukah tidak karna dari penampilan gadis ini sangat biasa biasa saja.
"Saya ingin semangkuk mie kuah pedas, dua porsi daging asam manis, satu porsi ikan bakar, dan dua gelas minuman seger." ucap Xiao Ziya setelah melihat daftar menu di kedai itu.
"Semuanya dua ribu tiga ratus koin emas." ucap pemuda itu dengan canggung, ia khawatir gadis yang ada di hadapannya tak memiliki uang sebanyak itu.
Xiao Ziya memberikan tiga ribu koin emas pada sang pemuda dan mengatakan sisa pembayaran makanan adalah tip untuk pemuda itu. Dengan tip yang sangat besar tentu pemuda itu sangat bersemangat menyajikan makanan yang dipesan oleh Xiao Ziya.
"Tunggu sebentar nona muda, saya akan segera kembali dengan membawa pesanan anda." ucap si pemuda yang langsung berlari menuju dapur dan memberitahukan pesanan nona muda kaya raya tersebut.
Koki mengatakan agar pemuda yang bekerja sebagai pelayan itu untuk bersabar karna masih banyak pesanan yang belum ia sajikan, perkataan sang koki membuat pemuda itu khawatir.
"Tolong masakan untuk nona muda itu terlebih dahulu, dia memberikan tip sebanyak tujuh ratus koin emas untuk kedai kita." ucap si pemuda dengan suara pelan agar tidak didengar pelanggan lain.
"Benarkah nak? mengapa kau tak mengatakannya sejak awal." ucap sang koki yang cukup terkejut dengan jumlah tip yang mereka terima. Koki dan pemuda itu adalah ayah dan anak, mereka membuka usaha kedai tersebut sekitar dua tahun yang lalu dan memiliki beberapa pelanggan tetap.
Dengan jumlah tip yang Xiao Ziya berikan tentu gadis itu akan mendapatkan pelayanan yang lebih cepat daripada lainnya, tak perlu menunggu lama pesanan gadis itu sudah sampai diantarkan langsung oleh sang koki dan pemuda tadi.
"Silahkan dinikmati nona muda." ucap koki tersebut dengan senyuman bahagia.
"Lain kali jika saya datang kesini tolong perlakukan saya sebagai pelanggan biasa, berapapun tip yang saya berikan saya tak ingin membuat orang lain menunggu lebih lama." ucap Xiao Ziya yang memberi peringatan pada sang pelayan dan pemuda yang bekerja sebagai pelayan.
"Baik kami mengerti, saya akan kembali ke dapur terlebih dahulu." ucap koki itu yang langsung pergi ke dapur setelah mendengarkan perkataan Xiao Ziya.
Xiao Ziya menikmati semua makanan yang sudah tersaji di meja makannya, saat gadis itu sedang menikmati mir kuah pedas ada dua orang anak kecil yang masuk kedalam kedai dengan pakaian lusuh. Kedua anak itu memesan makanan paling murah yang dijual oleh kedai itu, seorang anak yang lebih muda dari anak satunya melihat ke arah Xiao Ziya yang sedang menikmati kuah mie panas.
"Adik berhenti menatap nona itu, bagaimana jika nona itu merasa risih dengan kehadiran kita." ucap anak laki laki yang lebih tua.
__ADS_1
"Aku ingin mie kuah pedas seperti itu gege." ucap anak laki laki yang lebih kecil.
"Gege belum memiliki cukup uang untuk membelikan mu makanan mewah." ucap anak laki laki yang lebih tua pada adiknya.
Xiao Ziya mendengar percakapan antara keduanya dan langsung melihat ke arah mereka dengan tatapan bingung, kemana orang tua kedua anak itu hingga terlihat seperti anak terlantar? Bukankah Kerajaan Bintang Timur adalah kerajaan besar dengan tingkat kemakmuran yang tinggi, lalu mengapa ada anak anak kecil yang tak terus seperti ini.
"Kemarilah adik kecil." ucap Xiao Ziya yang memanggil kedua anak laki laki itu, mereka berdua langsung menghampiri Xiao Ziya dengan ekspresi ketakutan.
"Maaf karna adik saya telah mengganggu anda makan." ucap sang anak laki laki yang lebih besar.
"Siapa nama kalian?" tanya Xiao Ziya.
"Nama saya Yoe dan ini adik saya Yue." ternyata anak laki laki yang berperan sebagai kakak bernama Yoe dan adiknya bernama Yue.
"Pelayan tolong kemari sebentar." triak Xiao Ziya dengan suara yang cukup keras namun terdengar lembut.
Pemuda itu langsung berlari menghampiri Xiao Ziya, ia tak ingin membuat pelanggan itu merasa tak mendapat pelayanan yang baik.
"Apa kedua anak ini mengganggu anda nona muda?." tanya pemuda itu yang langsung melihat ke arah kedua anak laki laki yang ada di sampingnya.
"Berikan mereka dua porsi mie kuah pedas dan dua porsi daging bakar, sediakan minuman juga untuk mereka. Ini bayarannya." ucap Xiao Ziya yang langsung meletakkan seribu koin emas di atas meja makan.
"Baik saya mengerti nona." ucap pemuda itu yang kembali menuju dapur.
Yoe dan Yue saling bertatapan satu sama lain, mereka tak mengenal nona muda itu namun mengapa sang nona muda sangat baik pada mereka? apa yang bisa mereka lakukan untuk membayar kebaikannya?.
"Kalian berdua duduklah dengan tenang, saya tak meminta apapun pada kalian. Bukankah Yue sangat menginginkan mie kuah pedas itu? karenanya jiejie membelikannya." jawab Xiao Ziya dengan senyuman cantik yang ia tunjukkan pada kedua anak laki laki malang itu.
"Terimakasih jiejie sudah sangat baik pada kami berdua." ucap Yoe yang langsung membungkukkan badannya di depan Xiao Ziya.
Karna Xiao Ziya sudah selesai makan ia harus segera pergi dari kedai itu, Ziya merasakan ada sepasang mata yang terus mengawasinya sedari tadi. Xiao Ziya memberikan dua ribu koin emas kepada kedua anak itu, ia mengatakan akan menemui mereka di lain waktu.
"Maaf karna jiejie harus segera pergi dari sini, bisakah Yoe membisikkan dimana tempat tinggal kalian agar jiejie bisa mampir nantinya?." tanya Xiao Ziya dengan perasaan was was.
Yoe memberitahukan pada Xiao Ziya bahwa ia tinggal di sebuah rumah tua yang tak jauh dari kedai ini, setelah mengetahui dimana rumah Yoe dan Yue gadis itu segera pergi dari kedai itu menuju tempat yang lebih sepi lagi. Benar saya orang yang mengawasinya saat berada di kedai tetap mengikuti Ziya hingga sampai kesebuah tempat yang sepi, Xiao Ziya berdecak kesal karna ia mendapatkan musuh baru saat baru sampai di wilayah Kerajaan Bintang Timur.
"Apa yang kau inginkan?." tanya Xiao Ziya dengan sorot mata tajam yang mengarah pada seseorang berpakaian serba hitam itu.
"Ternyata kau menyadari keberadaan ku sejak awal, pantas saja kau terburu buru pergi dari kedai itu." ucap sang wanita berpakaian serba hitam yang dikirim oleh Xun Zunli.
Xiao Ziya mengambil pedang hitam miliknya dari dalam cincin semesta, gadis itu tak ingin membuang buang waktu hanya untuk masalah kecil seperti ini. Satu satunya orang yang berkemungkinan besar memiliki dendam pada Xiao Ziya adalah sang pemilik Restoran Bulan Bintang, pria itu mengabaikan kesempatan yang telah Xiao Ziya berikan dan mengirim mata mata untuk mengikutinya.
Xiao Ziya melesat ke arah wanita berpakaian serba hitam itu dan langsung menebas kepalanya dengan satu kali tebasan, Xiao Ziya dapat merasakan bahwa wanita itu bukan penduduk asli dari Dunia Manusia Abadi sehingga akan sangat mudah untuk membunuhnya. Setelah berhasil memisahkan kepala dan badan wanita berpakaian serba hitam itu Xiao Ziya langsung membawa mayat wanita tersebut menuju lantai teratas Restoran Bulan Bintang.
"Mengapa kau bisa naik ke sini?." ucap Xin Zunli dengan ketakutan, Restoran miliknya memiliki delapan lantai dan ia berada di lantai delapan, artinya gadis itu perlu loncat dengan sangat tinggi untuk sampai keatas sana tanpa melewati tangga.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Xin Zunli, Xiao Ziya langsung melemparkan potongan tubuh wanita berjubah hitam kehadapan pria itu.
__ADS_1
"Lain kali jika anda ingin memata matai saya kirim saja kultivator tertinggi yang anda miliki." ucap Xiao Ziya dengan tatapan malas.
"Kau membunuhnya? mengapa kau membunuhnya!!!." triak Xin Zunli dengan sangat marah, Xin Yungha adalah mata mata terbaik yang ia miliki selama ini karna wanita itu ia mendapatkan banyak informasi yang dibutuhkan.
"Wanita itu sangat mengganggu, ia mengikuti saya saat saya pergi kemanapun seperti seekor tikus." jawab Xiao Ziya tanpa rasa bersalah sedikitpun, seandainya Xin Zunli tak memperpanjang masalah ini maka Ziya tak perlu membunuh wanita itu.
Xin Zunli memberi sinyal tanda bahaya pada semua kultivator yang bekerja untuknya, para kultivator yang saat itu sedang berpencar di beberapa tempat langsung berkumpul di ruangan khusus milik Xin Zunli. Ada dua puluh lima kultivator tingkat kaisar langit dan lima kultivator tingkat alam dewa awal yang bekerja untuk pria itu, Xiao Ziya menatap mereka semua dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Ada kepentingan apa hingga Tuan memanggil kami semua datang kemari?. tanya salah seorang kultivator yang berada di tingkat awal alam dewa.
"Gadis ini telah membunuh Xin Yungha dengan begitu sadis, saya ingin kalian membunuhnya untuk membalas dendam atas kematian Xin Yungha." ucap Xin Zunli yang sedang memojokkan Xiao Ziya, Ziya tau pria itu tak akan menceritakan secara detail tentang kejadian yang baru saja terjadi agar semua kultivator yang bekerja untuk Xin Zunli tak menyalahkan pria itu.
"Saya kira anda punya nyali untuk melawan saya, ternyata anda seorang pecundang." ucap Xiao Ziya dengan tawa yang menggelegar hingga terdengar sampai ke lantai bawah, gadis itu menggunakan teknik khusus untuk melakukannya.
"Diamlah gadis sialan, jika bukan karna mu aku tak akan rugi sebesar ini." ucap Xin Zunli yang memberikan isyarat pada keduapuluh kultivator itu.
"Baiklah mari kita bersenang senang." ucap Xiao Ziya yang tak merasa takut saat dikepung oleh tiga puluh kultivator yang sedang mengincar nyawanya itu.
Xiao Ziya mengambil sabit kematian yang ia simpan di dalam cincin penguasa mutlak, aura kematian memancar dengan sangat kuat di penjuru restoran. Lima kultivator yang berada di tingkat alam dewa awal merasa takut dengan kekuatan yang dipancarkan oleh sabit itu, sebenarnya siapa gadis muda yang sudah tuan mereka singgung itu.
"Karna kalian datang untuk menjemput kematian maka saya akan mengabulkannya." ucap Xiao Ziya yang sudah berubah wujud menjadi lima puluh persen iblis. Ziya menghentakkan sabit kematiannya itu ke lantai hingga menyebabkan getaran yang sangat hebat, semua pelanggan yang ada di dalam restoran langsung keluar untuk menyelamatkan nyawa mereka.
"Apa yang sedang kalian lihat, cepat habisi gadis itu!!." triak Xin Zunli penuh dengan amarah, sekuat apapun gadis itu pasti tak akan mampu menghadapi tiga puluh kultivator miliknya.
Tiga puluh kultivator itu menyerang Xiao Ziya secara bersamaan karna mereka yakin satu lawan satu hanya akan memberikan kerugian di pihak mereka, Xiao Ziya mengarahkan sabit kematiannya itu pada beberapa kultivator hingga mereka meregang nyawa karna jiwa yang terangkat dari tubuhnya.
"Sialan, ada empat rekan kita yang sudah mati di tangan gadis itu. Lakukan yang terbaik jika kalian masih ingin hidup!." triak seorang kultivator yang berada di tingkat alam dewa awal, ia berusaha meyakinkan teman temannya yang lain untuk tetap bertarung.
"Kalian sedang bercanda? jalan terbaik untuk tetap hidup adalah segera pergi dari tempat ini. Hal semudah itu saja tak terfikirkan di otak kalian itu." jawab Xiao Ziya dengan senyum meremehkan yang menghiasi wajah cantiknya itu.
Pertarungan terus berlangsung, Xiao Ziya hanya menghindari serangan dari mereka dan belum melakukan serangan balik. Sepertinya gadis itu masih ingin bermain main dengan kultivator yang tersisa, Ziya juga merasa sangat puas melihat ekspresi cemas Xin Zunli akibat pintu ruangannya tak bisa dibuka.
"Membeku." ucap Xiao Ziya yang menggunakan sihir es miliknya, seketika semua kultivator yang tersisa menjadi beku dan tak bisa menggerakkan tubuh mereka.
Xiao Ziya memasukkan sabit kematiannya ke dalam cincin penguasa mutlaknya lagi, gadis itu hanya perlu memukul bongkahan es yang ada di hadapannya hingga hancur berkeping keping. Di sisi lain Xin Zunli merasa bingung, haruskah ia menyelamatkan dua puluh enam kultivator yang tersisa dengan memohon ampun pada Xiao Ziya atau membiarkan mereka mati begitu saja?.
"Nona besar tolong maafkan kebodohan saya yang telah berani menyinggung kehadiran orang hebat seperti anda, tolong biarkan mereka semua untuk tetap hidup." ucap Xin Zunli yang bersujud di hadapan Xiao Ziya, pria itu sedang menurunkan gengsinya untuk melakukan hal itu.
"Anda bersedia menukar nyawa anda dengan mereka?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman miring. Perkataan Xiao Ziya membuat Xin Zunli sesmakin terkejut, pria itu langsung berdiri dan mengurungkan niatnya untuk menyelamatkan dua puluh enam kultivator yang tersisa.
"Anda masih sangat muda, tak baik jika anda memiliki banyak musuh di masa depan." ucap Xin Zunli yang tak mengerti dengan jalan fikiran gadis di hadapannya itu.
"Kemanapun saya pergi saya akan menemukan musuh baru, satu hal yang perlu saya lakukan adalah membasmi mereka hingga ke akar akarnya." ucap Xiao Ziya yang langsung memukul bongkahan es besar yang ada di hadapannya itu. Sekarang dua puluh enam kultivator yang tersisa sudah hancur menjadi ribuan kepingan es, tubuh Xin Zunli menjadi lemas saat menyaksikan kejadian itu.
"Kau iblis." ucap Xin Zunli dengan tubuh gemetaran, seorang manusia tak akan melakukan hal sekejam ini pada manusia lain.
"Anda terlambat menyadarinya Tuan Xin Zunli." ucap Xiao Ziya. Gadis itu mencekik leher Xin Zunli dengan sangat kencang hingga pria itu kesulitan bernafas, cukup lama Xiao Ziya melakukan hal itu hingga Xin Zunli kehilangan nyawanya.
__ADS_1
Hai hai semuanya author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima share juga ya. Jangan lupa baca Putri Amerilya buat naikin viewer ya.