
Saat ini Xiao Ziya sedang berkemas kemas gadis itu telah berpamitan pada bibi, paman, dan sepupu laki lakinya. Gadis itu akan menggunakan mantra teleportasi agar segera sampai di dunia bawah dan ia berharap pendaratannya kali ini tepat di wilayah Kekaisaran Qiyu. Xiao Ziya mulai bersila di atas ranjangnya gadis itu mengumpulkan energi qi yang ada di sekitar, setelah selesai ia mulai membaca mantra teleportasi. Karna dimensi ruang dan waktu yang harus ia tembus cukup panjang gadis itu merasa sedikit bosan. Setelah lama melalui perjalanan teleportasi akhirnya Xiao Ziya sampai di perbatasan Kekaisaran Qiyu.
Para prajurit yang ditugaskan untuk menjaga perbatasan menatap ke arah Xiao Ziya dengan kebingungan, mereka merasa familiar dengan wajah gadis yang ada di hadapan mereka itu namun siapa gadis itu. Setelah mengingat ingat cukup lama akhirnya para prajurit penjaga gerbang itu mengenali Xiao Ziya.
"Salam hormat kami pada nona Xiao Ziya." ucap mereka secara serempak.
"Saya trima salam dari kalian." ucap Xiao Ziya yang merasa senang karna ia bisa kembali ke tanah kelahirannya.
"Akhirnya nona kembali, segeralah pergi ke istana kekaisaran nona karna kondisinya sedang kacau." ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang yang meminta Xiao Ziya untuk segera pergi ke istana Kekaisaran Qiyu.
"Trimakasih informasinya." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi menuju istana Kekaisaran Qiyu, gadis itu sangat cemas mengapa saat ia baru saja kembali ada masalah yang menimpa kekaisaran.
Setelah melesat dengan cepat hingga Xiao Ziya tak sengaja menabrak orang yang ada di jalan akhirnya gadis itu sampai di gerbang masuk istana Kekaisaran Qiyu, para prajurit penjaga gerbang masuk istana kekaisaran mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam karna mereka masih ingat wajah gadis itu dengan sangat baik.
Xiao Ziya membuka pintu aula istana Kekaisaran Qiyu dengan sangat keras sehingga membuat beberapa orang terkejut dan menoleh ke arahnya, mereka tambah terkejut karna melihat sosok Xiao Ziya yang sangat mereka rindukan.
"Putriku akhirnya kau kembali." ucap Xiao Cunyu yang langsung berlari ke arah putrinya dengan cepat lalu ia memeluk putri yang sangat ia rindukan itu.
"Iya saya pulang ayah, bagaimana kabar anda selama saya tak ada di sini?." ucap Xiao Ziya yang berbalik memeluk ayahnya, akhirnya ia bisa merasakan pelukan yang sangat ia rindukan selama ini. Meski saat di dunia atas ia juga memiliki keluarga namun bisa bersama dengan keluarga aslinya itu jauh lebih menyenangkan.
"Ayah sangat senang kau kembali dengan selamat." ucap Xiao Cunyu yang berlinangan air mata.
"Dimana Yan gege mengapa saya tak melihatnya?." tanya Xiao Ziya yang menyadari bahwa salah satu kakak laki lakinya tak ada di sana.
"Gegemu menghilang, kami belum bisa menemukannya." ucap Xiao Cunyu yang kembali merasa sedih, putrinya baru saja kembali namun ia harus mendapatkan kabar buruk seperti itu.
"Saya akan pergi mencarinya." ucap Xiao Ziya yang melepaskan pelukan sang ayah dan langsung pergi dari aula Kekaisaran Qiyu. Gadis itu pergi ke kamar Xiao Yan untuk melihat apakah ada jejak yang ditinggalkan oleh pelaku.
Saat masuk kedalam kamar Xiao Yan kondisi kamar sangatlah berantakan baju, selimut, dan beberapa dokumen kekaisaran berserakan di lantai. Xiao Ziya mengambil beberapa kertas yang terjatuh dan membaca apa yang ada di dalam kertas itu, Xiao Ziya melihat kesudut kamar ia juga menemukan sebuah kertas yang telah sobek menjadi dua dengan cap stampel Kekaisaran Qiyu. Saat ia menggabungkan kedua kertas itu menjadi satu menggunakan api putih miliknya Xiao Ziya mendapat sebuah kesimpulan bahwa pelaku penculikan Xiao Yan adalah seseorang yang berasal dari Kekaisaran Lungzo.
"Sepertinya banyak kekacauan saat saya tak ada di sini." ucap Xiao Ziya yang langsung keluar dari kamar gegenya ia berjalan dan melalui gerbang masuk istana kekaisaran.
Xiao Ziya berniat pergi menuju Akademi Kekaisaran Qiyu sebelumnya ia telah menggunakan jubah berwarna merah agar tak banyak orang yang melihat wajahnya bisa saja penculik itu menempatkan beberapa mata mata di Wilayah Kekaisaran Qiyu. Setelah berjalan cukup lama akhirnya Xiao Ziya sampai di gerbang utama Akademi Kekaisaran Qiyu. Para penjaga gerbang masuk mematap kerah gadis berjubah merah itu dengan keheranan.
"Ada keperluan anda datang ke Akademi Kekaisaran Qiyu?." tanya salah seorang penjaga gerbang masuk yang menanyakan niat orang yang ada di hadapannya.
Xiao Ziya mengeluarkan sesuatu dari sakunya ia menunjukkan kartu identitasnya sebagai master dari Akademi Kekaisaran Qiyu. Para penjaga gerbang masuk akademi terkejut dan langsung membungkukkan badan mereka dan meminta maaf.
"Bersikaplah biasa saja, kepulangan saya masih dirahasiakan sampai Kaisar Yan ditemukan." ucap Xiao Ziya dengan lirih pada para penjaga gerbang masuk Akademi Kekaisaran Qiyu dan para penjaga gerbang itu langsung menganggukkan kepala mereka.
Sebelum pergi menemui Xiao Yuna, Xiao Ziya memutuskan untuk menemui Kepala Akademi terlebih dahulu. Saat dalam perjalanan menuju ruang kerja Ling An, Xiao Ziya menjadi perhatian para murid yang sedang berlalu lalang di sekitar akademi mungkin mereka penasaran dengan Xiao Ziya karna ia menggunakan jubah merah dan berjalan menunduk. Setelah berjalan cukup lama akhirnya Xiao Ziya sampai di depan pintu masuk ruang kerja Ling An.
Tok tok tok
Suara pintu ruang kerja kepala Akademi Kekaisaran Qiyu yang diketuk oleh Xiao Ziya. Ling An mempersilahkan orang yang mengetuk pintunya untuk masuk, dengan segera Xiao Ziya masuk kedalam dan mengunci pintu itu.
"Siapa kau ada keperluan apa datang mencari saya?." tanya Ling An yang sedikit was was karna orang yang ada di depannya itu tampak mencurigakan.
Xiao Ziya melepas tudung kepala yang membuat wajahnya tak terlihat, Ling An memasang ekspresi terkejutnya ketika melihat Xiao Ziya.
__ADS_1
"Kapan kau pulang master?." ucap Ling An yang penasaran sejak kapan gadis itu kembali.
"Beberapa saat yang lalu, saya datang kesini karna ada perlu dengan Yuna jie jie. Namun kepulangan saya masih dirahasiakan karna Kaisar Yan yang menghilang saya harap anda bisa memanggilkan Yuna jie jie kesini." ucap Xiao Ziya yang tanpa basa basi karna ia ingin segera menemukan kakak laki lakinya yang menghilang itu.
"Baiklah master tunggu di sini saya akan panggilkan Xiao Yuna." ucap Kepala Akademi yang membungkukkan badannya kemudian pergi dari ruang kerjanya.
Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu berjalan menuju kelas murid dalam karna saat ini teman teman Xiao Ziya telah menjadi murid dalam, setelah itu Ling An meminta pada Xiao Yuna agar ikut dengannya. Ling An dan Xiao Yuna sampai di depan ruang kerja kepala akademi mereka masuk kedalam. Xiao Yuna menatap ke arah seorang gadis yang sedang duduk dengan rambut panjang yang terurai indah, Xiao Yuna langsung menghampiri gadis itu dan memeluknya dengan erat.
"Mengapa kau tak mengabariku jika kau sudah kembali." ucap Xiao Yuna yang merasa sedikit kesal pada Xiao Ziya.
"Bukankah saat ini saya sedang memberitau jie jie." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dan melepas pelukan Xiao Yuna karna punggungnya basah akibat Xiao Yuna yang tiba tiba menangis dengan sangat deras.
"Muyen menghianatiku." ucap Xiao Yuna dengan nada yang bergetar.
"Ceritakan perlahan pada saya." ucap Xiao Ziya yang meminta pada jie jienya untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa kekasih jie jienya itu tiba tiba menghianatinya.
Xiao Yuna menghela nafas panjang dan mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah satu minggu kepergian Xiao Ziya ke dunia atas sikap Muyen perlahan lahan mulai berunah pemuda itu tak terlalu perhatian lagi pada Xiao Yuna, namun Yuna mengira itu hal yang wajar mungkin saja kekasihnya itu sedang ada masalah karna Muyen sering pergi ke kekaisaran Lungzo tanpa mengajaknya. Namun semakin lama sikap Muyen semakin tak bisa diprediksi pemuda itu bahkan sempat menampar Xiao Yuna beberapa kali saat Yuna menanyakan apa yang terjadi pada Muyen dan mengapa ia berubah. Karna penasaran dan tak mendapatkan jawaban apapun dari kekasihnya itu akhirnya Xiao Yuna memilih untuk mencari tau sendiri apa yang sebenarnya terjadi, saat ia menyusup ke Istana Kekaisaran Lungzo dibantu oleh Aron mata mata kepercayaan adik sepupunya itu Xiao Yuna mendengar percakapan antra Morong Xu yaitu ayah dari Muyen dengan salah satu anggota keluarga basawan mereka berdua sedang membahas pertunangan Muyen dengan putri keluarga bangsawan itu. Karna hatinya terasa panas akhirnya Xiao Yuna memilih pergi dari sana dan tak mendengarkan lagi apa yang mereka katakan. Setelah beberapa hari tak bertemu dengan Muyen akhirnya mereka bertemu satu minggu yang lalu. Xiao Yuna menanyakan kebenaran atas pertunangan kekasihnya itu dengan orang lain hanya satu kelimat yang menjadi jawaban dari Muyen. Pemuda itu mengatakan bahwa ia tak mencintai Xiao Yuna lagi.
Xiao Yuna menceritakan semua itu pada Xiao Ziya dengan air mata yang mengalir deras di pipinya, mendengar cerita dari kakak sepupunya membuat darah Xiao Ziya mendidih gadis itu mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Jangan beritau kepulangan saya pada siapapun, saya akan pergi ke Kekaisaran Lungzo untuk menghukum pemuda berengsek itu." ucap Xiao Ziya yang tak akan membiarkan Muyen hidup dengan tenang, mereka yang telah menyakiti keluarganya harus merasakan kehancuran.
"Apa yang akan kau lakukan padanya adikku?." tanya Xiao Yuna dengan ekspresi bingung.
"Membinasahkan mereka semua." jawab Xiao Ziya dengan datar kemudian gadis itu melesat pergi.
Saat ini Xiao Ziya sedang dalam perjalanan menuju wilayah Kekaisaran Lungzo gadis itu tak berniat untuk masuk melalui gerbang perbatasan ia akan masuk melompati benteng tinggi yang menjadi pembatas sekaligus pelindung dari wilayah Kekaisaran Lungzo. Saat sampai di benteng bagian selatan Xiao Ziya langsung melompat ke atas dan mendarat tepat di belakang rumah salah satu warga, untung saja tak ada yang melihat gadis itu.
"Saatnya pembalasan, kali ini tak ada ampun untuk penghianat yang berani melukai keluarga saya." ucap Xiao Ziya yang penuh dengan amarah, gadis itu menggunakan sebuah topeng yang cukup menyeramkan sorot mata merah yang tajam membuat kesan menyeramkan itu jauh lebih kental lagi.
Para penduduk yang sedang melakukan aktivitas mereka langsung berlarian ketika melihat seseorang menggunakan topeng semenyeramkan itu, sebagian dari mereka melapor pada para prajurit yang sedang berjaga. Langkah Xiao Ziya dihentikan oleh beberapa prajurit Kekaisaran Lungzo namun dengan satu hempasan tangan prajurit itu kehiangan kepala mereka. Para penduduk semakin cemas dan memilih untuk masuk kedalam rumah mereka masing masing dan tak ikut campur dengan urusan gadis bertopeng itu.
Xiao Ziya terus berjalan di setiap tanah atau tempat yang ia pijak meninggalkan jejak berwarna hitam, akhirnya gadis itu sampai di gerbang masuk Kekaisaran Lungzo para prajurit berbondong bondong datang dengan jumlah yang sangat besar mereka berniat untuk menghalangi Xiao Ziya masuk kedalam.
"Mengapa kalian menghalangi saya." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya.
"Kami akan melindungi keluarga Kekaisaran Lungzo dengan nyawa kami." ucap para prajurit secara serempak.
"Kalian ingat siapa yang mendapatkan Kekaisaran Lungzo ini?." tanya Xiao Ziya dengan nada datarnya.
"Nona Xiao Ziya yang mendapatkannya, ia adalah pemimpin kami yang sebenarnya namun nona memberikan otoritasnya pada Keluarga Bangsawan Mung-e." jawab para prajurit Kekaisaran Lungzo yang tak akan lupa bahwa Xiao Ziyalah yang memiliki wewenang tertinggi di Kekaisaran Lungzo.
"Kalau begitu bebaskan Kaisar Yan, apakah kalian kira Ziya akan senang saat kakaknya di tahan si sini? apa kalian ingin mati dengan keadaan terbakar?." ucap Xiao Ziya yang masih menggunakan topeng, ia berkata seperti ia bukanlah Xiao Ziya.
Para prajurit Kekaisaran Lungzo yang sedang berkumpul sedang saling bertatapan satu sama lain, mereka bingung karna Raja Murong Xu mengatakan bahwa nona Xiao Ziya telah gugur di dunia atas dan tak akan pernah kembali lagi ke dunia bawah sehingga apapun yang raja perintahkan mereka harus menurutinya.
"Raja Murong Xu mengatakan bahwa nona Xiao Ziya telah tiada." jawab salah satu prajurit.
"Kami diminta untuk mematuhi perintahnya saja dan kami terpaksa melakukannya karna keluarga kami yang menjadi taruha." jawab prajurit yang lain, apa yang dikatakan mereka adalah sebuah kebenaran.
__ADS_1
Mendengar itu Xiao Ziya semakin marah, ia yang masih hidup dan sehat seperti itu dikatakan telah meninggal di dunia atas sehingga tak bisa kembali ke dunia bawah selamanya. Apa apaan ini apakah Murong Xu berniat untuk menguasai semua wilayah yang menjadi daerah kekuasaan Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengeluarkan token pengenal miliknya yang akan dikenali semua orang yang tinggal di dunia bawah.
"Saya di utus nona Xiao Ziya datang kedunia bawah, karna itu bebaskan Kaisar Yan atau kalian akan mati saat ini juga." ucap Xiao Ziya yang masih berperan seolah olah ia adalah orang lain.
Para prajurit Kekaisaran Lungzo sangat terkejut dengan fakta bahwa pemimpin kekaisaran mereka ternyata masih hidup, berarti selama ini mereka telah dibohongo oleh Raja Murong Xu.
"Baik kami akan mematuhi perintah anda perwakilan dari nona Ziya." ucap para prajurit yang langsung membubarkan diri sebagian dari mereka pergi ke tempat dimana Xiao Yan ditahan. Beberapa prajurit membukakan gerbang masuk Istana Kekaisaran Lungzo.
Xiao Ziya melangkahkan kakinya masuk kedalam istana Kekaisaran Lungzo gadis itu pergi ke aula utama karna ia mendapat informasi bahwa para anggota kekaisaran sedang mengadakan rapat mengenai hari baik yang akan menjadi hari pertunangan Muyen dengan salah satu keluarga bangsawan.
Duaaar.
Suara pintu aula utama Kekaisaran Lungzo yang ditendang dengan keras oleh Xiao Ziya hingga hancur berkeping keping. Semua orang yang ada di dalam menatap ke arah gadis bertopeng itu.
"Siapa kau? mengapa kau mengganggu kami." ucap Raka Murong Xu dengan tatapan tajamnya ke arah Xiao Ziya.
"Saya datang untuk membinasahkan kalian." jawab Xiao Ziya dengan nada datarnya.
"Prajurit tangkap gadis bertopeng itu." triak Raja Murong Xu.
Beberapa prajuri masuk kedalam aula istana Kekaisaran Lungzo namun mereka hanya diam tak ada yang berani menangkap gadis bertopeng itu karna ia adalah utusan dari pemimpin mereka.
"Mengapa kalian hanya diam saja." triak sang raja yang sangat marah pada para prajuritnya.
"Maaf Yang Mulia Raja, gadis bertopeng ini adalah utusan nona Ziya sehingga kami tak berani menangkapnya." jawab salah seorang prajurit dengan hati hati dengan Raja Murong Xu.
"Xiao Ziya telah mati, kalian dibodohi oleh gadis ini. Bisa saja gadis ini adalah pembunuh dari Xiao Ziya." ucap Raja Murong Xu yang mulai membolak balikkan fakta.
Para prajurit terlihat bimbang setelah mendengar perkataan dari Raja Murong Xu, pantas saja para prajurit juga percaya dengan perkataan sang raja bahwa Xiao Ziya telah tiada ternyata sang raja sangat pandai berkata kata.
"Siapa yang telah mati Raja Murong Xu?." ucap Xiao Ziya yang melepas topeng yang ia kenakan. Semua yang hadir di aula terkejut karna gadis bertopeng itu adalah Xiao Ziya.
"Bagaimana bisa?." ucap Muyen yang menatap tak percaya ke arah Xiao Ziya yang berdiri dengan kondisi baik baik saja.
"Tentu saja bisa, kalian kira saya tak bisa menaklukan dunia atas?." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan jahat.
"Salam hormat kami pada nona pemimpin." ucap prajurit yang ada di aula mereka bersimpuh dihadapan Xiao Ziya.
"Amankan Yan Gege, jangan sampai ada yang melukainya. Antar ia ke Istana Kekaisaran Qiyu dengan seribu prajurit yang mengawalnya." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada para prajurit itu, mereka langsung pergi untuk menjalankan tugas dari Xiao Ziya.
"Kau tak bisa melukai kami karna putra saya adalah kekasih saudari anda." ucap Murong Xu yang mengira bahwa Xiao Ziya belum mengetahui bahwa Xiao Yuna dan Muyen telah putus.
"Ahahaha siapa yang ingin anda bodohi?." ucap Xiao Ziya yang tertawa dengan lantang.
"Jadi kau sudah tau?." tanya Muyen dengan badan yang gemetaran. Ia tak menyangka Xiao Ziya akan kembali sebelum ia dan keluarganya mendapatkan semua aset gadis itu.
Hai hai semuanya author update lagi nih giman kabar kalian semoga sehat selalu ya, jangan lupa follow buat yang belum, vote karna itu wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.
__ADS_1