RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ada Apa Dengan Zier?


__ADS_3

Harimau Ying berusaha keras menahan kekesalannya karna gadis manusia itu tak kunjung turun juga, ia sangat ingin menendang batang pohon itu hingga menimbulkan guncangan kencang dan membuat si gadis terbangun. Elang Api yang melihat kedalam dalam sorot mata rekannya itu mengingatkan agar Harimau Ying lebih bersabar lagi, bagaimanapun juga gadis manusia itu memiliki energi yang tak biasa.


"Sebentar lagi fajar akan tiba dan ia akan segera bangun, bersabarlah sedikit lagi kawan." ucap Elang Api yang sedang menasehati Harimau Ying.


"Jika bukan karna aura emas yang gadis itu miliki, mungkin saja sudah sedari tadi menjatuhkannya dari atas sana." ucap Harimau Ying dengan sorot mata tajam, meskipun ia hewan suci yang berasal dari Alam Dewa, binatang tetaplah binatang mereka memiliki instingnya sendiri.


Setelah menunggu sangat lama akhirnya gelapnya malam digantikan dengan cerahnya cahaya matahari. Xiao Ziya yang sedang tertidur pulas mulai terusik dengan beberapa sinar matahari yang mengenai wajah cantiknya, gadis itu membuka matanya perlahan kemudian meregangkan otot otot tubuh yang terasa sedikit kaku. Xiao Ziya menarik kembali dinding pembatas dan sihir pelindung yang ia buat kemudian melihat ke bawah pohon, gadis itu tersenyum tipis saat matanya bertemu dengan mata harimau Ying.


"Mengapa kedua binatang suci itu bersikeras untuk menunggu ku di bawah sana." gumang Xiao Ziya dengan suara pelan kemudian gadis melompat ke bawah dan terjun bebas dengan sangat santai.


Harimau Ying dan Elang Api terkejut bukan main melihat tingkah gadis manusia itu, mungkinkah ia ingin bunuh diri karna merasa takut dengan kehadiran mereka berdua, ataukah itu memang cara sang gadis untuk turun dari atas pohon.


"Haruskah kita menangkapnya?." tanya Elang Api dengan sedikit perasaan khawatir.


"Jika kita diam saja dia akan mati ketika berbenturan dengan tanah." jawab Harimau Ying yang memposisikan dirinya tepat di mana tempat seharusnya Xiao Ziya mendarat.


Xiao Ziya melakukan beberapa rol depan lalu mendarat dengan sempurna di atas tanah tanpa menyentuh kedua binatang suci yang telah siap menangkapnya itu. Harimau Ying dan Elang Api saling bertatapan satu sama lain, ternyata begitulah cara sang gadis manusia turun dari pohon.


"Maaf sebelumnya mengapa kalian menunggu saya sedari malam tadi?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan bingung seperti orang tak bersalah saja.


"Jadi kau sudah tau bahwa kami berdua menunggumu semalaman? dan mengapa kau tak berinisiatif untuk turun menemui kami?." tanya Harimau Ying dengan tatapan tak suka yang ia tunjukkan pada Xiao Ziya.


Harimau Ying sedang berfikir mengapa seorang manusia memiliki keangkuhan yang luar biasa hingga tak ingin menemui mereka? seharusnya gadis itu merasa bersyukur karna tak merasakan tekanan dari kedua binatang suci itu. Mendengar pertanyaan dari sang Harimau Ying membuat Xiao Ziya menunjukkan ekspresi datar, untuk apa ia turun kebawah jika kedua binatang suci itulah yang ingin bertemu dengannya?.


"Jika saya membutuhkan seseorang ataupun ingin melakukan sesuatu pada orang itu maka saya akan mendatanginya tanpa menunggu ia datang menemui saya, bukankah begitu adab yang berlaku di dunia ini?. Mengapa kalian tak mengatakan dan memintaku untuk turun malam tadi." jawab Xiao Ziya dengan tatapan datar dan nada bicara dingin. Gadis itu tak peduli dengan asal usul kedua binatang suci itu, selama ia tak menganggu mereka berdua maka ia tak bertanggung jawab untuk melakukan apapun dari awal.


"Darimana datangnya keangkuhan mu itu gadis manusia. Kau datang ke lembah kehidupan ini tanpa izin dari kami, kau bahkan dengan sengaja mengabaikan kehadiran kami berdua." ucap Elang Api dengan helaan nafas yang memunculkan api dari hidungnya.


"Apakah Lembah Kehidupan ini milik kalian? jika tidak maka saya tak perlu meminta izin untuk melintas di tempat ini." ucap Xiao Ziya.


"Apa yang ingin kau lakukan dengan masuk ke dalam Lembah Kehidupan ini? apakah kau ingin menguasai aura kehidupan yang ada di sini? ataukah kau ingin mencari tanaman tananam langka yang dapat membuatmu kaya ketika kau menjualnya." tuduh Harimau Ying mengenai kedatangan gadis manusia itu ke dalam lembah kehidupan.


"Saya hanya melintas, tempat yang ingin saya kunjungi mengharuskan saya untuk melewati lembah kehidupan ini. Entah kalian percaya ataupun tidak itu bukan urusan saya." jawab Xiao Ziya dengan jujur meski nada bicara gadis itu terdengar menyebalkan di telinga Harimau Ying dan Elang Api.

__ADS_1


Dari kejauhan datang segerombolan serigala berwarna hitam pekat yang dipimpin oleh seekor serigala berwarna abu abu, mereka datang untung menyerang Harimau Ying dan Elang Api kemudian merebut wilayah Lembah Kehidupan ini. Sudah sejak lama sering terjadi pertarungan antara para binatang yang tinggal di dalam Lembah Kehidupan untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka, Xiao Ziya menghela nafas ketika kelompok serigala hitam itu sudah sangat dekat dengannya.


"Kalian memiliki masalah dengan serigala serigala busuk ini?." tanya Xiao Ziya pada Harimau Ying dan Elang Api sembari menunjuk ke arah gerombolan serigala hitam yang berada di hadapannya.


Serigala berwarna abu abu yang memimpin kelompok itu melihat ke arah Xiao Ziya dengan tatapan tajam, darimana datangnya gadis manusia bermulut tajam itu?. Serigala berwarna abu abu itu tersenyum lebar saat membayangkan betapa lezatnya daging muda dari Xiao Ziya.


"Hilangkan fikiran kotor mu itu sebelum saya bertindak lebih jauh." ucap Xiao Ziya yang dapat mendengar isi hati dari sang serigala berwarna abu abu itu.


"Sebaiknya kau mundur gadis manusia, serigala serigala ini bukanlah lawan mu." ucap Harimau Ying yang meminta pada Xiao Ziya untuk bersembunyi di belakang mereka.


"Dia berniat untuk memakan saya, haruskah saya berdiri dan diam saja?. Saya Xiao Ziya tak pernah takut pada apapun kecuali kedua orang tua saya dan Sang Pencipta Alam Semesta." ucap Xiao Ziya dengan tegas, ia akan melawan gerombolan serigala itu dan memberi pelajaran pada mereka semua.


"Apakah kau yakin ingin melawan mereka gadis manusia?." tanya Elang Api dengan tatapan bingung.


"Biarkan saya yang melawan mereka, jika sesuatu terjadi pada saya itu bukan kesalahan kalian." jawab Xiao Ziya dengan keyakinan penuh.


"Baiklah kami akan berada di belakang untuk mengawasi pertarungan mu." ucap Harimau Ying, ia menghargai keputusan dan keberanian gadis manusia bernama Xiao Ziya itu. Jika situasi mendesak maka Harimau Ying dan Elang Api akan membantunya melawan para serigala.


"Mokuzo, Wilre, Mongi, Yoongi, Wingzo, Lunzi, dan Zier. Keluarlah kalian semua!!." ucap Xiao Ziya yang memanggil semua binatang setianya untuk ikut membantu dalam petarungnya kali ini karna jumlah serigala hitam ada dua ribu ekor. Gadis itu tak ingin terlalu banyak membuang energi Qi miliknya hanya untuk melawan binatang angkuh seperti mereka.


Dalam sekejap muncul naga hitam, piton salju, serigala api, serigala es, banteng hitam besar, naga putih, dan juga harimau YinYang kesayangan Xiao Ziya. Semua binatang setia itu berdiri dengan tegak di depan Nona Besar mereka, aura yang dipancarkan oleh binatang setia milik Xiao Ziya sangatlah besar hingga membuat kelompok serigala hitam itu sedikit gemetaran.


Harimau Ying menatap ke arah Zier dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, ia merasa harimau milik gadis itu memiliki aura suci dari Alam Dewa sekaligus aura kematian dari Alam Neraka. Mungkinkah harimau itu adalah anak dari adiknya yang diburu oleh para dewa karna jatuh cinta pada seekor harimau iblis dari neraka? jika tebakannya benar maka ia sudah bertemu langsung dengan keponakannya.


"Cih, darimana datangnya semua binatang lemah ini. Semua persiapkan diri kalian, kita harus menang dalam pertarungan ini agar mendapat daging segar." ucap sang serigala abu abu yang memberi semangat pada kelompok yang ia pimpinan.


"Bisakah kami menyerang mereka sekarang Nona Ziya?." tanya Zier dengan tatapan geram, ia sangat ingin mencabik cabik tubuh para serigala yang sedang menantang nona mudanya itu.


"Serang mereka sekarang, jangan biarkan ada yang berhasil lolos." ucap Xiao Ziya memberi perintah pada para binatang setianya.


Ketujuh binatang setia milik Xiao Ziya berlari ke arah gerombolan serigala hitam itu, mereka menyerang dengan brutal dan membunuh puluhan serigala hitam dalam beberapa menit saja. Kini Xiao Ziya sedang bertatapan langsung dengan serigala berwarna abu abu yang berniat untuk memakannya itu, Ziya mengeluarkan pedang hitam miliknya dari dalam cincin semesta dan bersiap untuk bertarung.


"Keluarga mu akan menangis karna kau tak akan pernah kembali dari Lembaga Kehidupan ini." ucap serigala berwarna abu abu itu, ia sedang meremehkan seorang Xiao Ziya yang bisa menundukkan para Dewa dan Dewi. Andai saja serigala berwarna abu abu itu tau, hanya dengan kemarahan memuncak dari Xiao Ziya dapat mengguncang tatanan antara Alam Neraka dengan Alam Dewa.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak membual, mari kita buktikan siapa yang akan menjemput ajalnya." ucap Xiao Ziya, gadis itu melesat ke arah serigala berwarna abu abu dan langsung menyerang menggunakan pedang hitamnya itu.


Harimau Ying dan Elang Api menyaksikan bagaimana seorang gadis manusia sangat lihai mengayunkan sebuah pedang yang lebih besar dari badannya sendiri, Harimau Ying juga tak menyangka bahwa gadis manusia itu dapat menyudutkan sang serigala berwarna abu abu hanya dalam beberapa serangan. Serigala berwarna abu abu itu menggerang kesal karna tak bisa melakukan serangan balasan, ia terus dipojokkan dengan serangan demi serangan dari Xiao Ziya.


"Sialan aku akan membunuhmu." ucap Serigala berwarna abu abu itu, ia mengeluarkan semua aura membunuh yang ia miliki untuk menakan gadis manusia yang tengah menyerangnya.


"Hanya segitu saja?." tanya Xiao Ziya yang kini ikut mengeluarkan setengah dari aura kematian yang ia miliki. Suasana di lembah kematian yang tadinya sangat damai terasa begitu suram dan mencekam karna aura milik gadis itu sangat mendominasi, beberapa binatang memilih untuk masuk kembali dalam persembunyian mereka masing masing. Harimau Ying dan Elang Api melindungi tubuh mereka dengan energi suci agar tetap bisa bernafas meski tekanan dari gadis itu sangatlah kuat.


"Dia memang bukan gadis biasa seperti yang dikatakan oleh para Dewa." ucap Harimau Ying, akhirnya ia percaya dengan beberapa pesan yang ditinggal para Dewa dan Dewi sebelum mengirimnya untuk menjaga Lembah Kehidupan itu.


"Untunglah kita tak menyinggung perasaan gadis itu, jika tidak Lembah Kehidupan hanya tinggal nama saja." balas Elang Api dengan tatapan mata tajam, ia ingin tau identitas gadis yang berhasil memaksanya mengeluarkan energi suci dalam jumlah besar itu.


Serigala berwarna abu abu ketakutan saat matanya bertemu dengan mata tajam gadis yang sedang ia lawan, berapa banyak yang telah mati di tangan gadis itu hingga memiliki aura membunuh yang sangat kental? serigala berwarna abu abu ingin menyerah dalam pertarungan kali ini namun ia tak melihat adanya celah untuk meminta maaf pada sang gadis manusia. Di sisi lain saat ini Zier dan binatang setia milik Xiao Ziya yang lain sedang asyik membantai para serigala hitam dengan mudah. Saat ini tersisa lima ratus serigala hitam dari jumlah semula dua ribu ekor, mungkin para binatang pengikut setia Xiao Ziya ingin melampiaskan amarah yang selama ini mereka pendam saat mendengar hinaan hinaan dari banyak pihak mengenai Nona Besar Xiao Ziya.


"Siapapun yang berani menghina dan mencari masalah dengan Nona Xiao Ziya, maka kematian adalah hadiah yang akan diberikan. Bunuh mereka semua!!." ucap Mokuzo penuh dengan semangat, ia menyemburkan api yang sangat panas pada targetnya kemudian dalam beberapa detik belasan serigala hitam mati dalam kondisi terpanggang.


Pertarungan yang terjadi sangatlah tak seimbang, meski jumlah pihak musuh sangatlah banyak namun dengan kekuatan yang Xiao Ziya dan para binatang setianya miliki tak akan menjadi masalah besar. Xiao Ziya mengarahkan pedangnya secara vertikal hingga membelah tubuh serigala berwarna abu abu itu menjadi dua bagian, pertarungan Xiao Ziya berakhir dengan sangat cepat dan dimenangkan oleh gadis itu. Kini Xiao Ziya tinggal menunggu para binatang setianya membantai seluruh serigala hitam yang tinggal tersisa seratus ekor lagi.


"Ada yang ingin ku tanyakan padamu gadis manusia." ucap Harimau Ying, sang harimau tiba tiba mendekat ke arah Xiao Ziya.


"Apa yang ingin Anda tanyakan? katakan saja." ucap Xiao Ziya dengan wajah santai meski ia baru saja bertarung.


"Darimana Anda mendapatkan harimau itu?." tanya Harimau Ying sembari menunggu ke arah Zier yang sedang mencabik cabik tubuh beberapa serigala hitam.


"Namanya adalah Zier, saya bertemu dengan seekor harimau perempuan yang sedang mengandung anaknya. Saat itu sang harimau dikejar oleh beberapa orang asing, karna saat itu saya sedang melintas akhirnya saya membantu sang harimau dan mengalahkan orang orang itu. Sangat disayangkan ia mati setelah melahirkan anaknya, harimau itu meminta saya untuk menjaga dan merawat anaknya dengan baik. Saya sudah menganggap Zier sebagai keluarga saya sendiri, jadi urungkan niat Anda untuk mengambilnya dari saya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam pada akhir kalimat yang ia ucapkan, ia sudah tau kemana arah pembicaraan itu akan berlangsung.


Harimau Ying terdiam setelah mendengar penjelasan dari Xiao Ziya, jadi perkiraannya benar bahwa harimau yang kini menjadi binatang setia gadis bernama Xiao Ziya itu adalah anak dari adik perempuannya yang diusir dari Alam Dewa.


"Harimau itu adalah keponakan saya." ucap Harimau Ying dengan sorot mata tajam, ia sangat ingin merawat keponakannya itu.


"Dia adalah anggota keluarga saya, jangan harap saya akan memberikan Zier pada Anda. Jika perlu saya akan membunuh Anda jika Anda bersikeras untuk mengambilnya dari sisi saya." ucap Xiao Ziya dengan tegas, apapun yang telah menjadi bagian dari hidupnya tak boleh diambil oleh yang lain.


Hai semuanya untuk akhir bulan ini up nya satu chapter dulu ya, awal bulan depan balik lagi dua chapter. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya guys.

__ADS_1


__ADS_2