RATU IBLIS

RATU IBLIS
Hubungan Membaik


__ADS_3

Xiao Ziya menatap ketiga pemuda itu lekat, ia berusaha mencari tau melalui penglihatannya apa yang terjadi pada ketiga pemuda itu dan mengapa ada rantai yang menjerat di lautan spiritual mereka, setelah sedikit lama mengamati Xiao Ziyapun paham apa yang menjadi masalah.


Mungkin saja sejak mereka bertiga lahir di dunia mereka membawa kutukan dari kedua orang tuanya, kedua orang tuanta bisa saja melakukan kesalahan yang besar pada seseorang di masa lalu sehingga orang itu mengutuk keturunan dari Hue Yingha dan Hue Sinling.


"Sepertinya kalian terkena sebuah kutukan, sihir ini dapat hilang kalian bertiga harus berpuasa tiga hari tiga malam tanpa makan apapun, dan kalian juga harus meminta maaf atas nama langit. Walaupun kutukan ini bukan karna kesalahan kalian bertiga, hanya kalian bertigalah yang dapat melepaskannya." ucap Xiao Ziya yang menjelaskan pada Hue Mozi, Hue Lungzi, dan Hue Mogozi.


"Jika kutukan itu bukan karna ulah mereka sendiri siapa yang menyebabkan semua ini?." tanya Yin Jung yang merasa penasaran karna setaunya kutukan hanya bisa menimpa orang orang yang memiliki kesalahan entah itu di masa lalu atas masa sekarang.


"Menurutmu?." ucap Xiao Ziya pada Yin Jung, gadis itu sengaja menutupi fakta bahwa semua itu kesalahan orang tua mereka bertiga karna Xiao Ziya tau ia tak memiliki hak untuk ikut campur dalam urusan orang tua dan anaknya.


"Baiklah saya mengerti nona muda." ucap Yin Jung yang hanya bisa pasrah karna tak mungkin ia memaksa nona mudanya.


Ketiga pemuda itu mengangguk faham atas apa yang Xiao Ziya katakan, sebelum pergi untuk melihat apa saja yang di jual di pasar gelap Xiao Ziya memberikan masing masing pemuda sebuah pil berwarna emas.


"Minumlah pil ini setelah kalian selesai berpuasa." ucap Xiao Ziya.


"Trimakasih karna nona sudah berbaik hati pada kami, selanjutnya nona ingin pergi kemana? kami akan mengantar nona muda." ucap Hue Mozi yang ingin mengantar Xiao Ziya berkeliling.


"Saya ingin pergi sendirian untuk melihat apa saja yang dijual di sini, saya harap kalian bisa mengerti." ucap Xiao Ziya yang langsung mendapat anggukan dari keempat pemuda yang ada di depanya.


Hue Mozi dan kedua adiknya mengantar Yin Jung ke kamarnya, mereka berencana untuk menceritakan pengalaman hidup masing masing sedangkan Xiao Ziya pergi ke pusat pasar gelap Yanghue. Terlihat banyak sekali barang barang bagus yang di jual di sini.


"Apakah nona ingin membeli sesuatu?." tanya seorang pria yang menjual beraneka macam vas bunga yang cantik.


Karna Xiao Ziya memilik banyak bunga liar di dalam cincin semestanya gadis itu berniat untuk membeli beberapa vas bunga.


"Saya akan memilih beberapa vas bunga, apakah tuan memiliki vas dengan warna yang menawan?." tanya Xiao Ziya.


Pria penjual vas bunga itu mengeluarkan beberapa vas bunga terbaik yang ia miliki, Xiao Ziya sudah memutuskan untuk membeli semua vas bunga dengan kualitas terbaik yang ada di sana.


"Saya ingin membeli dua puluh vas bunga yang paman tunjukkan pada saya tadi." ucap Xiao Ziya yang membuat penjual vas bunga itu cukup terkejut karna vas bunga yang ia tawarkan memiliki nilai yang sangat tinggi.


"Apakah nona yakin total semuanya seratus ribu keping emas." ucap penjual itu dengan jujur tanpa melebih lebihkan.


"Apakah tuan juga menerima pembayaran penukaran barang?." tanya Xiao Ziya yang enggan menggeluarkan koin emasnya karna akan sangat melelahkan bila harus menghitungnya satu persatu.


"Jika nilainya sepadan saya akan menerimanya." ucap penjual vas bunga itu yang ingin tau dengan benda apa gadia itu ingin menukar vas vas berharganya.


"Pinjamkan saya sebuah vas bunga biasa." ucap Xiao Ziya yang langsung dituruti oleh penjual vas bunga.


Xiao Ziya mengeluarkan sebuab bunga yang sangat cantik dan memiliki bau yang sangat wangi, saat ia mengeluarkan bunga berwarna biru muda itu banyak penjual di toko lain yang menengok ke arahnya.


"Apakah bunga ini cukup?." ucap Xiao Ziya pada penjual vas bunga yang hampir saja pingsan karna bunga yang Xiao Ziya tawarkan padanya sangarlah langka dan ia pernah melihatnya di dalam buku saja.


"Nona bisa mengambil semua vas yang ada di toko saya bahkan itu belum cukup." ucap pria itu yang berusaha untuk menahan kesadarannya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya akan menukar bunga ini dengan semua vas bunga yang tuan miliki." ucap Xiao Ziya yang mengibaskan tangannya kemudian semua vas bunga yang ada di toko itu menghilang. Xiao Ziya memberikan bunga langka yang ia pegang pada pria penjual vas bunga.


Xiao Ziya hanya merasa heran saja karna bunga yang ia tunjukkan itu adalah yang paling buruk diantara koleksinya yang lain, siapa yang akan menyangka jika bunga itu benar benar berharga.


Xiao Ziyapun pergi dan menyusuri toko toko lainnya, ia melihat sebuah senjata yang sangat familiar namun tak pernah ia lihat lagi setelah terdampar kedalam tubuhnya yang ada di zaman antah berantah ini.


"Paman apakah senjata itu dijual?." tanya Xiao Ziya pada seorang pria yang merupakan sang pemilik toko.


"Senjata ini tak ada yang minat dengannya, saya sudah ditipu dengan membelinya seharga dua ribu koin emas." ucap pria itu yang merasa sangar sedih karna ia telah ditipu orang yang menjual senjata itu padanya, orang itu berkata bahwa senjata bernama pistol itu akan sangat kuat dan berbahaya jika ada di tangan orang yang tepat. Namun setelah tiga bulan pria itu memajang pistol di tokonya tak ada seorangpun yang berniat untuk membeli senjata itu.


"Saya akan membelinya seharga tiga ribu koin emas bagaimana?. Ucap Xiao Ziya yang sudah tak sabar untuk memiliji sebuah pistol.


"Syukurlah kalau nona ingin membelinya." ucap pria itu yang langsung memberikan pistol beserta pelurunya pada Xiao Ziya, dan gadis itu membayar seharga tiga ribu koin emas.


Xiao Ziya menatap pistol yang kini sudah ada di tangannya, ia sedikit merasa bingung apakah ada orang lain yang berreingkarnasi di zaman ini bersamanya?.


"Sudahlah lebih baik kutanyakan pada Raja Artur." ucap Xiao Ziya yang tak ingin ambil pusing tentang kemunculan pistol di pasar gelap Yanghue.


Setelah merasa cukup berkeliling Xiao Ziyapun kembali ke rumah tempat pemilik pasar gelap tinggal, saat ia tiba di depan pintu masuk sudah ada Hue Sinling yang sedang menunggu kepulangannya.


"Ini sudah sangat larut malam, nona sebaiknya berisrirahat." ucap Hue Sinling yang cemas dengan kondisi kesehatan Xiao Ziya karna wanita itu berfikir gadis yang ada di hadapannya sudah terbiasa tidur larut malam seperti ini.


"Sebelumnya ada yang ingin kutanyakan pada bibi." ucap Xiao Ziya yang ingin tau apa yang telah Hue Sinling dan suaminya lakukan sehingga ketiga putranya menerima hukuman atas perbuatan mereka berdua.


"Saya melihat rantai yang menjerat di lautan spiritual ketiga putra anda, dan saya tau rantai itu berasal dari karma yang kau dan suamimu lakukan. Apa yang sebenarnya kalian lakukan?." ucap Xiao Ziya dengan nada yang serius dan juga mata yang tajam.


"Bagaimana nona bisa tau?." ucap Hue Sinling yang sangat terkejut wanita itu juga hampir pingsan karna apa yang ia rahasiakan selama berpuluh puluh tahun akirnya terbongkar juga.


"Saya telah mengatakan semuanya pada ketiga putra anda kecuali fakta bahwa kedua orang tuanyalah yang menyebabkan semua ini, saya juga sudah memberitaukan sebuah cara pada ketiga putra anda agar terbebas dari jeratan rantai itu. Saya harap suatu hari nanti anda dan suami anda menceritakan hal ini pada ketiga putra kalian dan meminta maaf pada mereka. Bagaimanapun semua ini karna kesalahan kalian." ucap Xiao Ziya yang memberikan sedikit nasehat pada Hue Sinling.


"Nona tau sendiri kami memiliki pasar gelap yang cukup besar pada awalnya kami adalah pasangan kekasih yang sangat kejam, kami menculik bahkan membunuh anak anak yang tak berdosa hingga suatu saat ada seorang wanita yang sangat marah pada kami karna kami telah membunuh anaknya. Wanita itu menyumpahi keturunan kami berdua hanya akan menjadi sampah yang tidak berguna. Setelah kejadian itu saya dan Hue Yingha menikah dan memiliki tiga putra, dan benar ketiga putra kami tak bisa berkultivasi." ucap Hue Sinling yang merasa sangat sedih ketika ia harus mengingat kembali kejadian berpuluh puluh tahun yang lalu.


"Semua orang pernah melakukan kesalahan entah itu besar ataupun kecil, selama bibi Hue Sinling berniat untuk menjadi lebih baik lagi maka semesta juga akan memberikan hal baik pada bibi." ucap Xiao Ziya yang mengerti bahwa wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu telah menyesali semua yang ia lakukan di masa lalu.


"Apakah ketiga putraku tak akan membenciku dan suamiku ketika mereka mengetahui hal ini?." tanya Hue Sinling yang takut jika ketiga putranya akan membenci dirinya dan juga suaminya.


"Ketiga putra anda adalah pemuda yang baik." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam rumah dan melihat tiga orang pemuda yang sedang menguping pembicaraan di belakang pintu.


Xiao Ziya menatap ketiga pemuda itu sejenak kemudian tersenyum, ketiga pemuda itu menganggukan kepala mereka seakan akan mengerti isyarat yang diberikan oleh Xiao Ziya.


"Bicarakan baik baik setelah ayah kalian kembali." ucap Xiao Ziya dengan pelan kemudian pergi menuju sebuah kamar yang memang dipersiapkan khusus untuknya.


Xiao Ziya merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur kemudian ia memajamkan matanya, Xiao Ziya berharap masalah antara orang tua dan tiga putranya itu akan segera selesai. Tadinya Xiao Ziya tak ingin ikut campur sejauh ini namun jika tak ada pihak ketiga maka masalah mereka tak akan pernah selesai.


Malam yang begitu sunyi dan dingin seorang pemuda tengah mencari keberadaan Xiao Ziya namun ia tak kunjung menemukannya.

__ADS_1


"Hah kemana gadis itu pergi, dari dulu hingga pindah dimensi sekalipun kebiasaan gadis itu tetap sama." ucap pemuda itu yang merasa kesal karna sangat sulit menemukan keberadaan Xiao Ziya, jika di fikir fikir lagi gadis itu lebih sibuk daripada seorang dewa.


Pemuda itupun segera pergi dari istana Kekaisaran Qiyu karna ia tak merasakan aura dari gadis yang sedang ia cari, dan parahnya Xiao Ziya tak ada di sekitar wilayah Kekaisaran Qiyu.


"Sebaiknya aku bertanya pada ayah." ucap pemuda itu yang tiba tiba saja menghilang tanpa jejak.


Aron yang diberikan tugas untuk mengawasi wilayah Kekaisaran Qiyu selama Xiao Ziya tak ada di sana juga merasa keheranan dengan munjulnya seorang pemuda asing. Dan yang lebih aneh lagi pemuda itu hanya pergi ke tempat tempat yang biasanya dikunjungi atau ditinggali oleh nona mudanya.


"Sebaiknya kuberitaukan semua ini ketiga nona Ziya kembali." ucap Aron yang melanjutkan tugasnya.


Sebagai mata mata dan pengikut setia dari Xiao Ziya tentu saja kemampuan Aron dalam memata matai dan mencari informasi tak dapat diragukan pemuda itu sudah diberi arahan oleh Xiao Ziya dan ia juga diberikan sebuah buku yang berisi cara cara untuk menjadi mata mata yang hebat.


Tak terasa pagipun telah tiba namun Xiao Ziya masih saja enggan untuk membuka matanya karna gadis itu masih sangat mengantuk. Hingga ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya dan memaksanya untuk membuka mata dan terbangun dari tidur.


"Selamat pagi nona Ziya, mari kita sarapan bersama." ucap Hue Lungzi.


"Baiklah saya akan membersihkan diri sebentar." ucap Xiao Ziya yang ingin mandi karna tubuhnya terasa tak nyaman.


"Baiklah kami akan menunggu nona di ruang makan." ucap Hue Lungzi yang kemudian pergi, sedangkan Xiao Ziya segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia selesai dengan sangat cepat kemudian ia pergi ke ruang makan karna tak ingin membuat yang lain menunggu lama.


"Selamat pagi nona Ziya." ucap orang orang yang sudah duduk dengan rapi.


"Pagi semua maaf telah membuat kalian menunggu." ucap Xiao Ziya yang merasa sedikit tak enak hati ketika harus membuat orang lain menunggu cukup lama.


"Tidak apa apa nona Ziya, karna nona Ziya sudah datang maka kita akan sarapan pagi bersama." ucap Hue Yingha yang terlihat sangat senang entah apa yang telah ia alami.


Suasana di ruang makan sangat hening hanya terdengar dentingan sendok saja, Xiao Ziya memasukkan makanan ke mulutnya kemudian ia melihat ke arah tiga orang yang sangat asing baginya, selain itu ketiga putra dari Hue Yingha juga tak ikut sarapan bersama, sepertinya mereka mendengarkan dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Xiao Ziya. Acara sarapan bersapun telah selesai dan Xiao Ziya berniat untuk keluar dari ruang makan namun Hue Yingha memanggilnya.


"Bisakah saya dan istri saya berbicara sebentar pada nona Ziya?." tanya Hue Yingha yang ingin membicarakan sesuatu yang penting pada Xiao Ziya.


"Baiklah." jawab Xiao Ziya dengan singkat.


Hue Yingha dan Hue Sinling mengajaknya kesebuah ruangan yang tak jauh dari ruang makan, setelah menutup pintu ruangan itu Hue Yingha dan Hue Sinling menatap Xiao Ziya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Kami berdua ingin mengucapkan trimakasih pada nona, karna berkat bantuan anda kami bisa menceritakan segelanya pada ketiga putra kami tenpa perasaan cemas." ucap Hue Yingha yang tengah meneteskan air matanya.


"Semalam saya dan suami saya menceritakan kejadian sesungguhnya pada ketiga putra kami dan mereka mengatakan bahwa mereka tak membenci kami. Namun nona bisa lihat mereka tak ikut sarapan mungkin mereka bertiga sedang marah pada kami." ucap Hue Sinling yang mengira bahwa ketiga putranya sedang marah, dan itu adalah hal yang wajar karna apa yang terlah mereka lakukan memang sangat keterlaluan.


"Mereka tak ikut sarapan karna saya meminta mereka untuk berpuasa tiga hari tiga malam." ucap Xiao Ziya yang membuat pasangan suami istri itu sempat bingung.


"Jadi mereka bertiga tak marah pada kami?." tanya Hue Yingha yang ingin memastikan hal itu.


"Bertanyalah kepada ketiga putra kalian namun sebelum itu antar saya dan Yin Jung untuk menemui para budak." ucap Xiao Ziya yang ingin segera membawa semua budak yang ia beli ke kota kecil miliknya.


Hai hai semua setelah akhir Maret aku banyak kegiatan dan sibuk banget sekarang aku bisa up lagi, semoga bulan April ini aku bisa up tiap hari. Jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian dam tips juga ya

__ADS_1


__ADS_2