
Xiao Ziya dan para penduduk Desa Elnz sudah sampai di depan gerbang masuk Kediaman Keluarga Mouzi, para pendukung meneriaki nama Tuan Zunhi Mouzi dan Nyonya Ribel Mouzi agar keduanya keluar dari rumah. Beberapa bawahan Keluarga Mouzi berusaha untuk menghentikan aksi penduduk desa yang ingin menerobos mauk ke dalam, beberapa penduduk menggunakan sihir es mereka untuk mengurung bawahan Keluarga Mouzi.
"Keluar kalian berdua, lihatlah apa yang telah dilakukan putra pertama dan kedua kalian." triak salah seorang penduduk dengan suara yang sangat kencang.
"Bagaimana cara Tuan Zunhi Mouzi dan Nyonya Ribel Mouzi mendidik putranya." ucap seorang wanita dengan kemarahan yang memuncak, mengintip seorang gadis yang masih lajang adalah tindakan tak beretika ditambah lagi gadis itu berasal dari luar Desa Elnz.
Nyonya Ribel Mouzi dan kedua putranya yang lain sangat terganggu dengan teriakan para penduduk desa, saat ini mereka sedang berada di ruang perawatan karna Tuan Zunhi Mouzi mengalami luka yang cukup parah saat bertarung dengan gadis bernama Xiao Ziya. Karna tak tahan dengan suara suara yang berasal dari luar kediamannya, Nyonya Ribel Mouzi keluar dari kamar tersebut dan berjalan menuju halaman depan.
"Apa yang sedang kalian semua lakukan di luar gerbang masuk Kediaman Keluarga Mouzi?." tanya Nyonya Ribel Mouzi dengan tatapan tak suka. Ia bisa saja membunuh semua penduduk Desa Elnz yang sangat berisik itu namun Nyonya Ribel Mouzi merasakan aura yang sangat kuat diantara rombongan penduduk Desa Elnz.
"Lihatlah tindakan tercela apa yang telah dilakukan kedua putra Anda ini, Tuan Muda Denxi Mouzi dan Tuan Muda Esland Mouzi sengaja memanjat sebuah pohon yang ada di dekat Penginapan Yunha untuk mengintip seorang gadis yang menginap di sana." ucap seorang pria dengan perawakan tinggi dan tubuh kekar, pria itu tak suka jika ada pemuda yang memperlakukan gadis gadis dengan seenak hati mereka.
"Kedua putraku mengintip seorang gadis? memang secantik apa gadis itu hingga menarik perhatian kedua putraku!." jawab Nyonya Ribel Mouzi, putra pertama dan keduanya tak akan tertarik dengan gadis di Desa Elnz ini karna mereka memiliki paras yang biasa biasa saja.
Saat dipertanyakan paras seperti apa yang membuat kedua Tuan Muda dari Keluarga Mouzi tertarik padanya, Xiao Ziya langsung maju ke depan dan menatap ke arah Nyonya Ribel Mouzi dengan tatapan tajam kemudian tiba tiba saja gadis itu menangis dan membuat penduduk Desa Elnz kebingungan untuk menenangkannya.
"Saya memang tak secantik yang Nyonya Ribel Mouzi bayangkan namun saya tak terima dengan perilaku kedua putra Anda." ucap Xiao Ziya dengan sesenggukan.
Nyonya Ribel Mouzi berdecak kesal, pantas saja kedua anaknya mengintip gadis yang tinggal di Penginapan Yunha. Siapa yang akan menyangka gadis yang datang dari luar Desa Elnz itu memiliki paras yang sangat cantik, bahkan Nyonya Ribel Mouzi terpesona dengan kecantikannya. Nyonya Ribel Mouzi mengalihkan pandangannya ke arah Denxi Mouzi dan Esland Mouzi, jika kedua putranya menyukai gadis itu seharusnya mereka memberitahu pada sang ibu karna Nyonya Ribel Mouzi bersedia melamar gadis dari luar Desa Elnz itu.
"Kedua putra Anda harus mendapatkan hukuman sesuai aturan yang ada di Desa Elnz ini." ucap Gunzo dengan tegas, sebagai cucu dari Kepala Desa ia tak bisa membiarkan kedua tuan muda itu bebas begitu saja.
"Bagaimana jika saya melamar gadis itu untuk salah satu putra saya sebagai bentuk pertanggungjawaban Keluarga Mouzi terhadapnya?." ucap Nyonya Ribel Mouzi, ia memberikan saran agar Xiao Ziya dinikahkan dengan salah satu Tuan Muda dari Keluarga Mouzi.
Mendengar perkataan yang keluar dari mulut Ribel Mouzi membuat Lunx sang leluhur Bangsa Elf yang kini menjadi pelayan setia Xiao Ziya menjadi sangat marah, Lunx memiliki penilaian bahwa para tuan muda dari Kediaman Mouzi tak pantas bersanding dengan nona mudanya. Lunx yang saat itu masih berada di barisan paling belakang menatap tajam ke arah Ribel Mouzi sembari mengeluarkan aura dingin yang ia arahkan pada wanita itu.
"Hentikan, siapa yang ingin membunuh saya menggunakan tatapan es ini." ucap Nyonya Ribel Mouzi yang mulai kesulitan bernafas. Matanya membelalak ketika menemukan seorang elf diantara para penduduk Desa Elnz. Nyonya Ribel Mouzi sangat yakin padang gandum yang menjadi tempat tinggal para elf letaknya sangat jauh dari Desa Elnz ini, lagipula untuk apa seorang elf berkunjung ke Desa Elnz?.
"Maaf karna saya tak menyadari kehadiran Tuan Elf yang berada di belakang sana. Mengapa Tuan Elf ikut berdemo bersama penduduk Desa Elnz ini? lebih baik Tuan masuk ke dalam Kediaman Keluarga Mouzi." ucap Nyonya Ribel Mouzi dengan sangat ramah pada Lunx, nada bicara wanita itu juga berubah menjadi sangat halus.
__ADS_1
Lunx berjalan ke barisan depan kemudian berdiri di belakang Xiao Ziya, leluhur bangsa elf itu masih memandang nyonya dari Kediaman Mouzi dengan tatapan tak suka. Mengapa ia harus menjadi tamu dari Keluarga Mouzi saat anggota keluarga itu tak bisa menghormati nona muda yang ia layani.
"Mengapa saya harus menerima saran dari Anda? saya tak ingin menikah dengan salah satu Tuan Muda dari Keluarga Mouzi." jawab Xiao Ziya dengan tegas, gadis itu mengusap air mata yang masih tersisa kemudian kembali menatap Nyonya Ribel Mouzi dengan tatapan tajam.
"Sombong sekali Anda, menikah dengan salah satu Tuan Muda dari Keluarga Mouzi akan memberikan Anda banyak keuntungan. Bukankah Anda hanya gadis biasa dari sebuah desa kecil yang ada di luar wilayah Desa Elnz." ucap Nyonya Ribel Mouzi, wanita itu sedang merendahkan status Xiao Ziya yang bahkan jauh lebih tinggi dari para raja yang ada di lapisan Dunia Manusia Abadi.
"Apa bagusnya menjadi bagian Keluarga Mouzi? saya adalah pemimpin dari Kerajaan Bulan. Apakah keluarga kecil ini ingin berperang dengan Kerajaan Bulan?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman miring, gadis itu menunjukkan token identitas miliknya sebagai penguasa Kerajaan Bulan.
Beberapa penduduk desa yang tak mengetahui asal usul gadis yang tinggal di Penginapan Yunha itu langsung menatap ke arah Xiao Ziya. Sulit dipercaya pemimpin baru dari Kerajaan Bulan adalah seorang gadis yang masih sangat muda, rumornya gadis itu bisa mengalahkan Raja Anling Zee dalam peperangan karna memiliki sekutu yang kuat. Rumor lain yang sempat terdengar adalah betapa kuatnya pemimpin baru dari Kerajaan Bulan hingga sanggup menghancurkan sebuah klan besar seorang diri. Nyonya Ribel Mouzi gemetaran saat melihat token identitas yang dipegang oleh Xiao Ziya, bagaimana bisa gadis monster itu sampai ke Desa Elnz?.
"Argh sialan, mengapa Anda ada di tempat ini?." tanya Nyonya Ribel Mouzi dengan tatapan pasrah, jadi gadis muda yang telah membuat suaminya terluka parah adalah Nona Besar Xiao Ziya yang sangat terkenal itu.
"Mengapa saya tak boleh datang ke Desa Elnz ini? apakah Anda takut saya akan membongkar kebusukan Keluarga Mouzi?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman puas karna ia berhasil membuat Nyonya Ribel Mouzi ketakutan.
"Omong kosong apa yang kau katakan." triak Denxi Mouzi, ia tak bisa membiarkan gadis asing itu membongkar rahasia keluarganya. Denxi Mouzi dan Esland Mouzi memberontak kemudian mereka berdua berhasil membebaskan diri dari cengkraman penduduk Desa Elnz.
Denxi Mouzi dan Esland Mouzi berlari ke arah Xiao Ziya dan hendak menyerang gadis itu, dengan sigap Lunx membuat sebuah perisai yang terbuat dari api untuk melindungi nona mudanya itu. Kedua tuan muda dari Keluarga Mouzi terpental kebelakang karna perisai milik Lunx memancarkan elemen api yang sangat panas. Nyonya Ribel Mouzi tak tinggal diam ia meminta bawahan Keluarga Mouzi untuk menyerang Xiao Ziya, ribuan orang keluar dari Kediaman Keluarga Mouzi mereka berlari ke arah Xiao Ziya dan siap menyerang gadis itu.
"Biarkan kami tetap di sini untuk membantu Nona Ziya." ucap beberapa penduduk Desa Elnz yang ingin membantu Ziya melawan ribuan bawahan Keluarga Mouzi.
"Kalian hanya membebani Nona Ziya jika tetap berada di sini, percayalah bahwa Nona Muda Xiao Ziya dapat mengatasi mereka semua." ucap Jinglia, ia mengerti tujuan nona muda itu menyuruh semua penduduk Desa Elnz untuk mundur ke tempat yang aman. Nona Ziya hanya tak ingin ada korban yang jatuh dari pihak penduduk Desa Elnz.
Setelah mendengar perkataan Jinglia semua penduduk Desa Elnz yang ada di sana pergi ke tempat yang aman, mereka tak ingin menjadi beban bagi nona muda itu. Setelah semua penduduk Desa Elnz berada di jarang yang aman Xiao Ziya langsung mengeluarkan lima ratus lima prajurit Iblisnya, lima ratus prajurit dengan armor berwarna hitam pekat dan lima Jenderal Iblis dengan armor berwarna merah darah. Mereka semua berdiri di depan Xiao Ziya dan siap melindungi Junjungan mudanya.
"Habisi mereka yang ingin menyerang saya." ucap Xiao Ziya yang memberikan perintah pada lima ratus lima pasukan iblis miliknya.
"Kalian dengar itu, bunuh semuanya dan jangan sisakan satupun. Tunjukkan seberapa tangguh pasukan milik Nona besar Xiao Ziya!!." teriak kelima Jenderal Iblis secara bersama. Suara gema mereka saja sudah menumbangkan beberapa bawahan Keluarga Mouzi.
Kini pertarungan sengit terjadi antara pasukan iblis milik Xiao Ziya dengan ribuan bawahan Keluarga Mouzi, jika dilihat lebih teliti pasukan milik Xiao Ziya memiliki persiapan yang lebih baik karna mereka menggunakan armor perang dan memiliki senjata di tingkat yang tinggi. Perbedaan kekuatan diantara kedua kelompok itu juga sangat jauh, meski bawahan Keluarga Mouzi berjumlah ribuan orang mereka tak akan menang melawan pasukan iblis milik Xiao Ziya.
__ADS_1
"Dimana gadis itu menyembunyikan semua pasukannya? mungkinkah ia memiliki semacam cincin ruang yang dapat ditinggali oleh makhluk hidup." tanya Nyonya Ribel Mouzi pada dirinya sendiri, saat arakan penduduk Desa Elnz sampai di depan gerbang rumahnya ia tak melihat pasukan dengan armor perang itu.
"Saya tau banyak hal yang telah dilakukan oleh Keluarga Mouzi ini, dan saya masih berada di tempat ini meski urusan saya telah selesai karna saya ingin membongkar kebusukan kalian." ucap Xiao Ziya dengan suara keras dan juga lantang. Suara gadis itu dapat didengar oleh Tuan Zunhi Mouzi dan kedua putranya yang masih menemaninya di ruang kesehatan.
"Kalian pergilah dan hentikan gadis itu, jangan sampai penduduk Desa Elnz tau darimana kita mendapatkan semua bahan pangan yang kita jual pada mereka selama ini." ucap Tuan Zunhi Mouzi yang memberikan perintah pada anak ketiga dan keempatnya. Gadis bernama Xiao Ziya itu sangat meresahkan, kehadirannya di Desa Elnz bisa membuat bisnis Keluarga Mouzi hancur.
"Jangan dengarkan apa yang ia katakan, selama ini Keluarga Mouzi yang telah memasok bahan makanan pokok untuk Desa Elnz ini. Tanpa bantuan dari kami kalian tak akan bisa makan dan mati kelaparan." ucap Nyonya Ribel Mouzi dengan keringat dingin yang bercucuran dari keningnya.
"Tak ada Kerajaan di dekat Desa Elnz ini kecuali Kerajaan para Elf. Bukankah kalian tau bahwa bangsa elf sangat sulit untuk didekati? selain itu mereka hanya menanam gandum saja. Lalu darimana Keluarga Mouzi mendapatkan beres, jagung, serta sayur sayuran segar untuk mereka jual pada penduduk Desa Elnz?." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam yang ia berikan pada Nyonya Ribel Mouzi. Para penduduk Desa Elnz yang cukup jauh dari tempat Xiao Ziya berdiri mulai mempertanyakan hal itu, selama ini mereka selalu percaya bahwa ada Kerajaan dengan tanah yang sangat subur yang jaraknya tak terlalu jauh dari Desa Elnz.
Saat Xiao Ziya ingin mengatakan hal lain mengenai kebohongan yang telah dilakukan oleh Keluarga Mouzi selama ini tiba tiba ada dua pemuda yang melesat ke arah Xiao Ziya dengan kecepatan tinggi dan ingin menyerang gadis itu menggunakan pedang es yang telah mereka buat. Xiao Ziya menangkap kedua pedang es itu dengan tangan kosong beberapa saat setelahnya pedang milik Yarland Mouzi dan Ezad Mouzi meleleh di tangan gadis itu, semua itu terjadi karna seluruh tubuh Xiao Ziya masih dilapisi oleh api hitam miliknya. Yarland Mouzi dan Ezad Mouzi saling bertatapan satu sama lain, mereka perlu memikirkan sebuah cara untuk mengalahkan Xiao Ziya jika tidak Keluarga Mouzi akan hancur ditangan gadis itu.
Yarland Mouzi dan Ezad Mouzi membuat sebuah pola sihir dengan bentuk bintang terbalik di depan Xiao Ziya, kedua pemuda itu melukai ibu jari mereka sendiri kemudian meneteskan darah tersebut pada pola sihir yang telah di buat. Dalam sekejap muncul sesosok naga yang terbuat sari es yang sangat dingin, naga itu menatap tajam ke arah Xiao Ziya karna gadis itulah yang akan menjadi mangsanya.
"Habisi gadis yang ada di depanmu itu." ucap Yarland Mouzi yang memberikan perintah pada naga es.
Xiao Ziya berusaha keras untuk menahan tawanya, apa apaan naga yang dipanggil oleh tuan muda ke tiga dan tuan muda ke empat dari Keluarga Mouzi ini. Naga es itu tak memiliki esensi seekor naga asli, ia hanyalah bongkahan batu es yang membentuk seekor naga dengan jiwa binatang lain yang tinggal di dalamnya. Akhirnya Xiao Ziya tak dapat menahan tawanya lagi, gadis itu tertawa dengan sangat kencang hingga membuat banyak orang kebingungan terutama sang naga es yang ada di hadapannya itu.
"Apa yang sedang kau tertawakan wahai manusia, apakah kau tak pernah melihat naga?." ucap naga es itu dengan sombong.
"Apakah kau seekor naga? ahahaha jangan bercanda dengan saya. Mokuzo keluarlah, tunjukkan pada naga palsu itu seperti apa kekuatan dari seekor naga sesungguhnya." ucap Xiao Ziya yang memanggil naga hitamnya untuk keluar dari cincin semesta.
Seekor naga berwarna hitam legam dengan aura kematian yang sangat kuat keluar dari cincin semesta milik Xiao Ziya. Tatapan tajam dan sorot mata berwarna merah darah membuat naga es yang tadinya meremehkan Xiao Ziya kini dibuat merinding oleh naga milik gadis itu. Bagaimana bisa seorang manusia biasa memiliki binatang pengikut setia berupa naga asli yang sangat kuat.
"Bagaimana tuan naga es?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman lebar.
"Aku tak akan kalah dari naga mu itu wahai gadis manusia, lihatlah bagaimana aku mengalah naga palsu mu itu." ucap sang naga es yang ini membalikkan ucapan Xiao Ziya, ia mengatakan bahwa Mokuzo adalah naga palsu.
"Bolehkah saya melelehkan naga es itu Nona Ziya? dia terlalu banyak bicara tanpa menyadari situasi saat ini." ucap Mokuzo dengan tatapan kesal, ia bisa melihat jiwa seekor ular es berada di dalam tubuh naga palsu itu.
__ADS_1
"Lakukanlah seperti apa yang kau inginkan." jawab Xiao Ziya dengan santai, gadis itu tak perlu turun tangan untuk menghabisi naga es palsu itu dan kini ia bisa fokus mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh Keluarga Mouzi.
Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.