
Xiao Ziya dengan segera pergi ke toko wanita penjual sayur, di depan toko tersebut sudah terdapat beberapa ratus kotak kayu besar berisi semua sayuran yang dipesan oleh Xiao Ziya. Sang pemilik toko tengah melayani pelanggan yang lain, dan ia merasa senang melihat Xiao Ziya sudah datang.
"Ini semua sayuran yang nona pesan." ucap wanita penjual sayur itu dengan senyuman lebar.
"Berapa kekurangan yang harus saya bayar?." tanya Xiao Ziya.
"Lima ribu koin emas." ucap sang wanita penjual sayur, Xiao Ziya mengibaskan tangannya dan masuklah semuanya kotak kayu itu kedalam cincin semesta milik Xiao Ziya. Gadis itu juga memberikan lima ribu koin emas sebagai pelunasan lalu pergi begitu saja karna banyak hal yang harus ia persiapkan.
Xiao Ziya melesat menuju wilayah perbatasan Klan Yuang Yie, di sana sudah ada beberapa prajurit yang bekerja untuk Klan Yuang Yie. Para prajurit itu menyambut kedatangan Xiao Ziya dengan ramah sesuai perintah pemimpin klan.
"Salam hormat kami pada nona muda, kami dikirim oleh Tuan Yie Gu untuk membantu nona mempersiapkan tempat tinggal untuk pasukan nona nanti." ucap para prajurit itu dengan ramah, mereka tak keberatan jika harus membantu Xiao Ziya karna gadis itu sangat baik dan juga cantik.
"Trimakasih karna telah bersedia membantu saya, ada satu hal yang saya butuhkan namun saya tak tau dimana harus mencarinya." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah bingung, ia belum menemukan juru masak yang bersedia menyiapkan seluruh kebutuhan gizi untuk para pasukan sekutunya nanti.
"Jika kami boleh tau apa yang nona muda butuhkan?." tanya salah seorang prajurit dengan antusias tinggi.
"Saya memerlukan beberapa puluh orang dengan keahlian memasak yang tinggi." ucap Xiao Ziya, mendengar perkataan gadis itu membuat para prajurit Klan Yuang Yie kebingungan. Mengapa nona muda mencari puluhan koki untuk memasak di markas? seberapa banyak pasukan yang akan datang nantinya.
"Apakah nona sudah tau jumlah pasti dari pasukan sekutu anda?." tanya salah seorang prajurit yang hanya ingin memastikan hal itu. Ia hanya khawatir nona mudanya membuang buang banyak uang untuk menyewa puluhan koki padahal pasukan sekutu yang datang tak sebanyak itu.
"Saya belum tau pasti berapa jumlah mereka, namun saya yakin akan lebih dari seratus ribu prajurit." ucap Xiao Ziya, diantara semua sekutu yang ia miliki saat ini, hanya pasukan neraka saja yang bisa Xiao Ziya prediksinya. Raja Artur akan membawa seratus ribu prajurit neraka terbaik untuk mengalahkan Kerajaan Bulan, kakek tua itu memiliki ambisi yang tinggi jika sudah menyangkut tentang Xiao Ziya.
"Apakah nona yakin dengan jumlah pasukan yang akan datang?." ucap seorang prajurit dengan ragu ragu, seratus ribu pasukan adalah jumlah yang sangat besar.
Xiao Ziya hanya menganggukkan kepalanya sebagai isyarat bahwa ia yakin dengan jumlah pasukan yang akan datang lebih banyak dari seratus ribu prajurit. Karna sang nona muda sangat keras kepala dengan keyakinannya itu, beberapa prajurit Klan Yuang Yie pergi untuk mencari para koki yang diminta oleh Xiao Ziya.
"Untuk tempat tinggal pasukan anda nanti, anda ingin membuat tenda atau camp?." tanya salah seorang prajurit Klan Yuang Yie, mereka yang tersisa akan membantu Xiao Ziya menyiapkan tempat tinggal sementara.
"Untuk tempat tinggal para pasukan sekutu, saya akan membuatnya sendiri." jawab Xiao Ziya dengan senyuman manisnya kemudian menyalahkan api hitam di tangan kiri dan api berwarna putih di tangan kanannya.
Xiao Ziya memejamkan mata lalu merapal sebuah mantra yang sangat asing bagi para prajurit Klan Yuang Yie, api hitam dan api putih milik gadis itu membesar dan membakar tanah yang ada di sekitar Xiao Ziya. Melihat kebakaran besar seperti itu para Prajurit Klan Yuang Yie panik, apa yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan diri tak ada jalan keluar dari kobaran api itu.
Setelah cukup lama api hitam dan api putih milik Xiao Ziya mulai padam, ratusan rumah kayu berjajar dengan rapi di wilayah perbatasan Klan Yuang Yie. Setiap rumah kayu memiliki enam lantai, masing masing lantai dapat di isi dengan seribu prajurit karna Xiao Ziya menambahkan dimensi ruang di dalam rumah kayu tersebut. Dengan semua rumah kayu yang telah Xiao Ziya buat, ia yakin dapat menampung seluruh prajurit yang dibawa oleh sekutunya. Di sisi lain prajurit Klan Yuang Yie terdiam membeku, mereka tak bisa mempercayai apa yang mereka lihat itu mana mungkin api yang berkobar dapat membentuk bangunan secepat ini.
"Sihir apa yang nona muda rapalkan?." tanya salah seorang prajurit Klan Yuang Yie yang ingin mempelajari sihir itu juga, mungkin ia bisa membangun beberapa penginapan dan berhenti menjadi seorang prajurit.
"Mantra sihir ini hanya bisa dipelajari oleh mereka yang memiliki inti api murni dengan dua jenis yang berbeda, hapus jauh jauh pemikiran kalian untuk mempelajarinya." ucap Xiao Ziya dengan tatapan datar dan nada bicara serius. Bukannya Xiao Ziya tak ingin mengajari mereka tentang mantra sihir yang baru saja ia rapalkan itu, akan sangat beresiko jika mereka tanpa inti api mempelajarinya.
"Apakah tak ada cara lain untuk mempelajarinya nona muda?." tanya prajurit itu yang masih penasaran.
"Setidaknya kalian sudah berada di tingkat kultivasi alam dewa tingkat atas, dan memiliki sepuluh ribu pil api merah dan pil api biru." jawab Xiao Ziya dengan apa adanya, prajurit itu akhirnya terdiam karna tak memiliki semua persyaratan yang dikatakan oleh nona mudanya tadi.
"Apa lagi yang bisa kami bantu nona? jika tak ada kami akan kembali ke Klan Yuang Yie." ucap beberapa prajurit dengan ekspresi sedih karna mereka tak dapat membantu apapun.
__ADS_1
"Kalian jangan sedih seperti itu, saya sangat berterimakasih atas bantuan kalian semua. Meskipun saya sudah membuat rumah sementara untuk para pasukan sekutu namun rumah ini belum memiliki perabotan apapun. Bisakah kalian membelikan selimut, dan peralatan masak?." tanya Xiao Ziya yang memberikan tugas pada prajurit Klan Yuang Yie yang tersisa.
"Berapa banyak yang harus kami beli?." tanya salah seorang prajurit.
"Saya akan memberikan masing masing orang sepuluh ribu koin emas, siapapun yang membawa selimut dengan kualitas bagus serta jumlah terbanyak akan mendapat hadiah sebesar lima ribu koin emas." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba saja memiliki ide untuk membuat sebuah perlombaan. Mata para prajurit Klan Yuang Yie tiba tiba berbinar mendengar hadiah yang ditawarkan oleh Xiao Ziya, gaji mereka dalam satu bulan saja berkisar dua ratus sampai tiga ratus koin emas.
"Bagaimana dengan yang kalah?." tanya prajurit lainnya. Saat ini ada sekitar tiga puluh prajurit Klan Yuang Yie yang belum mendapatkan tugas jadi persaingan akan sangat ketat untuk mendapat hadiah utama.
"Setidaknya kalian harus membelanjakan koin emas itu dengan jujur, membawa semua selimut yang berhasil kalian beli kesini maka saya akan memberikan dua ribu koin emas sebagai hadiah hiburan." ucap Xiao Ziya dengan penuh semangat.
"Bagaimana jika kita membawa kabur sepuluh ribu koin emas yang nona berikan?." tanya prajurit lain, ia sedikit heran mengapa gadis muda itu mempercayai uang sebanyak sepuluh ribu koin emas pada masing masing prajurit yang tak ia kenali untuk dibelikan selimut.
"Saya sudah mengingat wajah kalian semua, hal mudah bagi saya untuk mencari informasi dimana rumah kalian atau kemana kalian melarikan diri. Setelah menemukan kalian yang membawa kabur uang saya, maka saya akan menebas kepala kalian sebagai ganti ruginya." jawab Xiao Ziya dengan tatapan tajam, gadis itu mengeluarkan sedikit aura membunuh untuk meyakinkan para prajurit Klan Yuang Yie bahwa ia sanggup membunuh seseorang diusianya yang masih muda.
"Kami tak berani macam macam dengan harta anda nona, mendapat imbalan sebesar dua ribu koin emas saja merupakan berkah bagi kami." ucap seluruh prajurit Klan Yuang Yie, akhirnya Xiao Ziya memberikan masing masing prajurit sekantung penuh berisi koin emas. Dengan segera mereka pergi ke pasar untuk membeli selimut terbaik dengan harga terjangkau.
Disaat semua prajurit Klan Yuang Yie sibuk berbelanja selimut, Xiao Ziya pergi menuju sebuah rumah kayu dengan ukuran paling besar diantara yang lain. Rumah kayu itu akan menjadi dapur tempat memasak dan menyimpan semua bahan makanan yang telah Xiao Ziya beli, gadis itu mengeluarkan semua sayuran dan daging yang ia simpan di dalam cincin semesta miliknya. Sayur sayuran masih tertata tapi dalam kotak kayu, sedangkan daging sapi dan daging ayam yang ia beli masih berada di dalam kotak es besar agar tahan lama.
"Baiklah mari menyusun ruangan ini agar terlihat seperti dapur." ucap Xiao Ziya yang mulai menata setiap sudut ruangan dengan sangat teliti, gadis itu juga menambahkan beberapa perabotan di dalam rumah rumah kayu yang akab ditinggali para prajurit sekutunya nanti.
Satu kamar bisa diisi enam orang prajurit, masing masing prajurit mendapatkan kasur dan kelengkapan tidur lainnya. Terdapat ruang tengah yang bisa digunakan saat mereka ingin membicarakan sesuatu entah hal penting ataupun tidak, setiap lantai di masing masing rumah kayu memiliki seratus kamar mandi, hanya itu saja yang bisa Xiao Ziya lakukan untuk para prajurit sekutunya. Sedangkan untuk para jenderal dan pemimpin pasukan mendapatkan ruangan khusus yang hanya diisi satu sampai dua orang di setiap kamar, hal itu sengaja Xiao Ziya lakukan sebagai tanda penghormatan atas jabatan yang mereka miliki.
Saat gadis itu sedang sibuk menyiapkan segala sesuatunya hingga tak terasa malam semakin larut, di sisi lain Ratu Min Xunzi sudah siap dengan Seratus lima puluh ribu penyihir yang akan ia bawa ke medan perang. Kini semua penyihir di wilayah penyihir hitam sudah berkumpul di sebuah tanah lapang yang sangat luas, mereka akan dibagi menjadi tiga kelompok menurut tiga kategori berbeda.
"Kami akan mengutuk mereka semua. Raja dari Kerajaan Bulan pantas untuk mati !!!." triak para penyihir dengan kemarahan yang sama dengan ratu mereka. Meskipun wilayah Penyihir Hitam bukan wilayah besar, mereka memiliki jumlah penduduk terbanyak di Dunia Atas.
"Kebencian yang kita pendam selama ini harus kita keluarkan, jangan biarkan para prajurit Kerjaan Bulan bernafas dengan lega." ucap Ratu Min Xunzi lagi yang semakin menyulut amarah para penyihir.
"Kami bersedia membantu Xiao Ziya menguasai Kerajaan Bulan itu." ucap para penyihir hitam yang lebih percaya pada seorang gadis berumur belasan tahun itu daripada seorang raja yang angkuh seperti Raja Anling Zee.
"Untuk kalian yang unggul dalam menggunakan sihir kutukan membuat mayat hidup akan dipimpin langsung oleh Raja Min Lunxi, untuk kalian yang unggul dalam sihir kekuatan lima elemen akan dipimpin oleh Tuan Muda Min Xome, untuk kalian yang unggul dalam membuat formasi sihir dan sihir pelindung akan dipimpin oleh Tuan Muda Min Wungi. Apa kalian semua mengerti." triak Ratu Min Xunzi lagi dengan suara yang sangat keras. Beberapa penduduk yang tinggal di kerajaan lain sampai tak bisa tidur karna merinding mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Ratu Min Xunzi.
"Kami mengerti Yang Mulia Ratu, pergi membawa rasa dendam dan akan pulang dengan kemenangan." triak setiap penyihir yang ikut dalam peperangan kali ini.
"Baiklah segera baca mantra teleportasi, kita akan berangkat ke markas sekarang." ucap Ratu Min Xunzi yang langsung membaca mantra teleportasi bersama dengan penyihir hitam yang lain.
Karna jumlah orang yang membaca mantra teleportasi sangat banyak, muncul sebuah lingkaran besar di bawah para penyihir. Dalam hitungan detik seratus lima puluh ribu penyihir hitam menghilang begitu saja, mereka semua melewati dimensi ruang dan waktu secara bersamaan.
"Kapan mereka akan datang?." ucap Xiao Ziya yang sudah menunggu di depan wilayah perbatasan Klan Yuang Yie.
Saat sedang menunggu pasukan sekutunya datang tiba tiba para prajurit Klan Yuang Yie kembali dengan membawa tumpukan selimut dengan kualitas yang berbeda, ada juga prajurit yang memasukkan semua selimut yang mereka beli kedalam gerobak lalu mendorongnya hingga samapi di tempat Xiao Ziya.
"Kalian semua datang dengan cepat, padahal dua puluh rekan kalian yang mendapat tugas mencari koki belum kembali." ucap Xiao Ziya dengan senyuman senang, ia merasa puas karna tak ada prajurit yang melarikan diri ataupun menyembunyikan sebagai koin emas yang ia berikan untuk membeli selimut.
__ADS_1
"Silahkan nona Ziya melihat semua selimut yang kami bawa." ucap ketiga puluh prajurit dengan penuh semangat mereka tak sabar menerima hadiah dari gadis itu.
Xiao Ziya menghitung total selimut yang dibeli masing masing prajurit, lucunya mereka semua memiliki selimut dengan jumlah yang sama dan kualitas yang sama pula. Apakah di wilayah Klan Yuang Yie ini hanya terdapat satu produk selimut saja? karna semuanya sama rata, Xiao Ziya membuat sebuah keputusan.
"Kalian memiliki jumlah dan kualitas selimut yang sama." ucap Xiao Ziya dengan tawa yang ia tahan agar tak pecah di hadapan ketiga puluh prajurit Klan Yuang Yie itu.
"Lalu bagaimana dengan hadiah utamanya?." ucap para prajurit Klan Yuang Yie dengan tatapan sedih. Mereka takut hadiah yang dijanjikan oleh nona muda akan hangus karna tak puas dengan kualitas selimut yang mereka bawa.
"Karna hal itu saya sudah membuat sebuah keputusan, saya harap kalian semua bisa menerima keputusan itu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan dingin yang sengaja ia perlihatkan untuk menakut nakuti ketiga puluh prajurit Klan Yuang Yie.
"Mungkinkah hadiah utama dan hadiah hiburan kami hangus?." ucap para prajurit itu dengan raut wajah kecewa, mereka semua sudah berusaha melakukan sebaik mungkin.
"Hadiah utama akan saya tiadakan, akan tetapi masing masing orang akan menerima tiga ribu koin emas. Tolong berbaris rapi dan ambil hadiah kalian." ucap Xiao Ziya, gadis itu sudah menyiapkan lima puluh kantung besar. Masing masing kantung berisikan tiga ribu koin emas.
Dengan patuh ketiga puluh prajurit itu berbaris dengan rapi dan maju kedepan satu persatu untuk mengambil hadiah mereka, kini mereka tak perlu memusingkan gaji bulanan yang kadang tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehati hari.
"Gunakan koin emas itu dengan bijak, kalian bisa menjadikan tiga ribu koin emas itu mejadi puluhan ribu koin emas." ucap Xiao Ziya yang memberikan sedikit nasehat pada para prajurit.
"Bagaimana cara kami melakukannya?." tanya mereka semua dengan penuh antusias.
"Lihat di sekitar kalian, lalu gunakan otak kalian untuk membuka sebuah bisnis yang menjanjikan." jawab Xiao Ziya, ia harap mereka bisa memahami apa yang ia katakan.
"Trimakasih atas nasehat dan jiga hadiah yang sangat besar ini. Kami harus segera kembali ke Klan Yuang Yie, anda pasti tau bagaimana sikap nyonya Yie Weinje." ucap para prajurit, mereka masing ingin membantu dan menemani Xiao Ziya di sana. Namun jika mereka tak segera kembali, Yie Weinje akan memecat mereka semua.
"Saya yang seharusnya berterimakasih atas bantuan yang telah kalian berikan, cepat kembalilah sebelum nenek sihir itu marah." ucap Xiao Ziya yang kini tertawa dengan pelan.
Akhirnya ketiga puluh prajurit Klan Yuang Yie itu kembali, kini tinggal dua puluh prajurit yang masih sibuk mencari koki untuk nona muda mereka. Kedua puluh prajurit Klan Yuang Yie itu sudah berkeliling di sekitar pasar untuk mencari koki, namun anehnya semua orang menolak ajakan Prajurit itu.
"Apa yang harus kita katakan pada nona muda nantinya?." ucap salah seorang prajurit dengan raut wajah bersalah.
"Tak ada orang yang mau menjadi koki pribadi nona Ziya selama peperangan berlangsung." ucap prajurit lain dengan raut wajah khawatir.
"Kita harus kembali sekarang dan memberitahu hal ini pada nona muda." ucap prajurit lain, hari sudah sangat larut dan mereka harus bergegas pulang ke Klan Yuang Yie sebelum Yie Weinje murka.
Akhirnya kedua puluh prajurit itu memilih untuk kembali dengan tangan kosong, namun dari arah belakang ada seorang pria yang berlari menghampiri mereka.
"Saya dengar kalian menyebut tentang nona Ziya?." tanya pria itu dengan rasa penasaran tinggi.
"Nona muda kami ingin menyewa beberapa koki untuk memasak selama perang berlangsung, kami sudah mencari keseluruhan penjuru kedai maupun restoran yang ada di sini namun mereka menolak." ucap salah seorang prajurit yang menjelaskan pada pria itu.
"Saya memiliki beberapa anggota keluarga yang memiliki kemampuan memasak yang baik, bisakah kami sekeluarga mendaftar untuk menjadi koki?." ucap pria itu dengan penuh harapan.
"Mari ikut dengan kami untuk menemui nona Ziya." ucap para prajurit itu yang tak bisa memutuskan apapun. Mereka semua berjalan menuju perbatasan Klan Yuang Yie.
__ADS_1
Hai hai semuanya author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.