RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menyelamatkan Putri Beiling Zu


__ADS_3

Lee Brian diam sembari menatap tajam ke arah Raja Yuan Monzi yang sedang bersujud meminta ampunan kepadanya, jika ia membiarkan pria seperti ini tetap hidup maka suatu hari nanti akan ada banyak gadis yang menjadi korban kebejadtannya. Lee Brian mengarahkan ujung sabit kematian miliknya pada leher Raja Yuan Monzi, pria itu bisa mendengar jeritan ampunan dari anggota Keluarga Kerajaan Yuan Liong yang lain untuk raja mereka, entah sihir apa yang telah digunakan oleh Raja Yuan Monzi hingga mendapatkan cinta dari banyak orang.


"Kalian fikir pria seperti ini pantas untuk hidup, saya tak akan peduli jika yang ia bayangkan adalah gadis lain namun kali ini dengan terang terangan Raja Yuan Monzi membayangkan keponakan kesayangan saya menikah dengannya. Paman mana yang akan menyerahkan keponakannya pada pria brengsek seperti ini." ucap Lee Brian dengan amarah yang menggebu begu, jika diperbolehkan ia juga ingin meluluh lantahkan Kerajaan Yuan Liong bersama seluruh penduduknya.


"Saya berjanji tak akan melakukan hal itu lagi." jawab Raja Yuan Monzi dengan tubuh gemetaran, menghadapi Xiao Ziya saja sudah membuatnya kesulitan dan kali ini ia harus meredan amarah dari seorang malaikat kematian yang sangat kejam.


Lee Brian tak ingin mendengar omong kosong lagi, dalam dua detik kepala Raja Yuan Monzi terlepas dari badannya dalam kondisi bersujud. Selain itu Lee Brian mengambil esensi keabadian yang ada di dalam tubuh raja tersebut agar tak ada yang bisa menghidupkannya kembali, keempat istri Raja Yuan Monzi menjerit dengan begitu keras mereka tak terima nyawa sang suami melayang begitu saja hanya karna membayangkan gadis seperti Xiao Ziya.


"Ada begitu kejam pada kami." triak Ratu Yuan Mingi, wanita itu berlari ke arah sang suami dan langsung memeluk tubuh tanpa kepala suaminya.


"Kami sudah meminta maaf atas tindakan kami pada Nona Ziya, Anda tak memiliki hati karna tak bersedia memaafkan kesalahan kami dan Yang Mulia Raja Yuan Monzi." ucap Permaisuri Yuan Bianze, wanita itu menggenggam tangan dengan erat. Tiba tiba sang permaisuri berlari ke arah Lee Brian dan ingin melayangkan sebuah tamparan pada pria itu, dengan cepat Lee Brian menangkap tangan Permaisuri Yuan Bianze lalu mematahkannya.


"Jika ada dari kalian yang maju satu langkah saja, akan saya pastikan Istana Kerajaan Yuan Liong rata dengan tanah." ucap Lee Brian, mata pria itu memancarkan aura kematian yang sangat kuat hingga kedua selir yang sedang melihat ke arahnya pingsan di tempat.


"Kami tak akan mengganggu Nona Xiao Ziya lagi, sebaiknya Anda segera pergi dari Istana Kerajaan Yuan Liong." ucap Putra Mahkota Yuan Konju, dengan berani pemuda itu meminta Lee Brian untuk pergi dari sana. Lee Brian tersenyum dingin dan langsung menghilang dari hadapan semua orang, ketika Lee Brian menghilang terdengar suara ledakan yang sangat keras dari arah gerbang Istana Kerajaan Yuan Liong.


Dengan segera Putra Mahkota dan beberapa pangeran berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi, mereka membelalakkan mata ketika melihat gerbang masuk Istana Kerajaan Yuan Liong yang runtuh dan menewaskan para prajurit penjaga gerbang tersebut.


"Sialan pria itu membuat ulah lagi, lihat saja suatu hari saya akan membunuh keponakan yang sangat kau sayangi itu." ucap Putra Mahkota Yuan Konju dengan tatapan penuh kebencian, ia akan berlatih dengan giat agar bisa menyaingi kekuatan Xiao Ziya dan membuat gadis itu bertekuk lutut di hadapannya.


Malam berlalu dan pagi pun datang, Xiao Ziya membuka matanya perlahan dan melihat kesekeliling kamar. Xiao Ziya berharap jika Putri Beiling Zu sudah kembali ke kamar namun tak ada siapapun di sana, hati Xiao Ziya merasa tak tenang sepertinya ada hal yang terjadi dengan Putri Beiling Zu.


"Saya harus memastikan bagaimana konsisi Putri Beiling Zu sekarang, jika ada seseorang yang berani menyentuhnya maka saya akan membuat orang itu menyesal." ucap Xiao Ziya yang langsung turun dari tempat tidur dan segera keluar dari kamar. Gadis itu berjalan cepat menuju Istana Utama, raut wajah panik dari Xiao Ziya membuat para prajurit dan pelayan di istana utama yang melihatnya menjadi bingung.


Xiao Ziya mengetuk pintu ruang kerja Raja Yongling Zu, setelah mendapatkan izin gadis itu masuk ke dalam.


"Malam tadi apakah Putri Beiling Zu tidur di kamar utama bersama Anda dan Yang Mulia Ratu Junyi Zu?." tanya Xiao Ziya langsung pada intinya, saat ini ia membutuhkan jawaban yang pasti dari Raja Yongling Zu. Jika Putri Beiling Zu tak ada di istana utama artinya ada seseorang yang menculik sang putri.


Raja Yongling Zu menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung, bukankah semalam gadis itu tidur bersama putrinya di kamar yang sama? lalu mengapa Xiao Ziya kebingungan mencari Putri Beiling Zu?.


"Seharunya sang putri tidur bersama Anda Nona Ziya, bagaimana mungkin gadis yang sudah menginjak usia remaja sepertinya tidur bersama dengan kedua orang tuanya." jawab Raja Yongling Zu dengan santai, mungkin Xiao Ziya panik karna tak menemukan Putri Beiling Zu saat ia baru saja terbangun dari tidur lelap.


"Kemarin sore saya keluar dari Istana Kerajaan Bintang Timur karna ada urusan yang harus saya selesaikan dan saya baru kembali malam tadi. Saat saya masuk ke dalam kamar Tuan Putri Beiling Zu tak ada di sana, jadi saya berfikir dia menginap di istana utama." jelas Xiao Ziya pada Raja Yongling Zu agar pria itu tak menunjukkan wajah santainya lagi.

__ADS_1


Seketika raut wajah Raja Yongling Zu berubah menjadi sangat panik, dengan segera ia menarik tangan Xiao Ziya untuk pergi menuju Istana Pangeran karna di tempat itulah Putri Beiling Zu biasa menginap. Beberapa jenderal Kerajaan Bintang Timur melihat raja mereka sedang berlarian dengan menarik tangan Xiao Ziya, karna penasaran dengan apa yang terjadi para Jenderal itu menyusul kemana raja mereka pergi.


Bruaak.


Suara pintu masuk Istana Pangeran yang ditendang dengan cukup kuat oleh Raja Yongling Zu, para pangeran yang tadinya sedang mempersiapkan diri untuk memulai pekerjaan mereka di pagi hari menjadi terkejut dan keluar dari ruang kerja masing masing.


"Apa yang terjadi ayah, hingga Anda membuka pintu dengan sangat kasar?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu.


"Apakah adik perempuan mu ada di sini?." tanya Raja Yongling Zu.


"Bukankah seharusnya Putri Beiling Zu berada di istana putri, jika ia bermain ke Istana Pangeran ia akan meminta izin pada ayah." jawab Putra Mahkota Yunzo Zu dengan tatapan bingung. Apa yang sedang terjadi hingga ayah dan Xiao Ziya mencari cari keberadaan Putri Beiling Zu.


"Tuan Putri Beiling Zu tak ada di istana, kemarin sore saya pergi ke luar karna ada urusan penting dan baru kembali malam tadi. Saat saya kembali tak ada siapapun di dalam kamar sang putri, saya kira Tuan Putri sedang tidur bersama ayah dan ibunya di Istana Utama." ucap Xiao Ziya yang harus mengulang kembali penjelasan yang telah ia katakan pada Raja Yongling Zu.


"Sebaiknya kita segera berpencar dan mencari adik Beiling Zu." ucap Pangeran Jungso Zu, ia tak ingin ada hal buruk yang menimpa adik perempuan kesayangannya itu.


"Kami akan memimpin beberapa kelompok prajurit untuk mencari Tuan Putri di luar istana." ucap para Jenderal Kerajaan Bintang Timur yang akan ikut mencari sang putri.


"Mengapa Anda hanya diam saja Nona Ziya? mungkinkah Anda tak ingin membantu pencarian Putri Beiling Zu." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu dengan raut wajah kecewa, meski sang putri bukan kakak kandung dari Xiao Ziya namun seharusnya gadis itu membantu pencarian sang putri karna hubungan mereka berdua sangat dekat.


"Kerajaan Bintang Timur memiliki wilayah yang sangat luas, dimana tempat teraman untuk seorang penjahat bersembunyi." ucap Xiao Ziya yang masing mengingat ingat beberapa tempat di Kerajaan Bintang Timur yang pernah ia lewati. Setelah beberapa saat memikirkan hal itu akhirnya Xiao Ziya mengetahui dimana penculik itu menyembunyikan Putri Beiling Zu.


"Mari ikut dengan saya, saya sudah tau dimana Tuan Putri Beiling Zu disembunyikan." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat meninggalkan Putra Mahkota, sang putra mahkota berusaha menyusul Xiao Ziya dengan sekuat tenaga karna perbedaan kecepatan diantara mereka cukup jauh.


Di sisi lain saat ini Mue Sanron sedang berada di ruangan berbeda bersama dengan suaminya, ia menatap ke arah sang suami yang hanya tersenyum dan menggumangkan kata kata yang tak jelas. Mue Sanron mengusap wajah sang suami dengan perasaan sayang, hatinya begitu sakit ketika melihat suaminya dalam kondisi tidak baik baik saja.


"Tunggulah sebentar sayang karna aku akan mendapatkan pil obat itu untuk kesembuhan mu." ucap Mue Sanron, beberapa tetes air mata mengalir membasahi pipi wanita itu.


Saat ini Xiao Ziya hampir sampai di sebuah pasar dekat perbatasan Kerajaan Bintang Timur, gadis itu mendarat di sebuah toko terbengkalai. Putra Mahkota Yunzo Zu menatap ke arah toko itu dengan tatapan bingung, mengapa Xiao Ziya mengajaknya ke tempat seperti ini? bukankah akan sangat mencurigakan jika ada seseorang yang masuk ke toko itu.


"Anda yakin adik saya berada di sini?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu dengan ragu ragu.


"Jika Anda tak yakin silahkan cari di tempat lain." jawab Xiao Ziya dengan nada bicara dingin, yang perlu ia lakukan saat ini hanyalah menemukan keberadaan Putri Beiling Zu.

__ADS_1


Xiao Ziya melangkahkan kakinya menuju bagian belakang toko tersebut, gadis itu membuka sebuah lubang di tanag yang tertutup oleh kotak kayu ukuran besar, Putra Mahkota Yunzo Zu terus mengikuti kemanapun Xiao Ziya pergi. Sepertinya sangat Putra Mahkota penasaran dengan ketepatan insting yang dimiliki seorang Xiao Ziya. Ziya masuk ke dalam lubang itu, ternyata di bawah sana terdapat beberapa anak tangga yang dapat ia pijak, setelah turun ke bagian paling bawah gadis itu langsung menemukan banyak bilik ruangan di dalam sana. Putra Mahkota Yunzo Zu terkejut bukan main karna ia baru mengetahui ada tempat tersembunyi di dalam toko tersebut.


"Ada banyak ruangan di dalam sini, dimanakah adik saya berada?." tanya Putra Mahkota Yunzo Zu, ia mencoba membuka sebuah pintu ruangan yang dekat dengannya namun dengan sigap Xiao Ziya menarik kerah belakang Putra Mahkota Yunzo Zu hingga mundur beberapa langkah.


"Tempat ini tak sesederhana yang Anda kira, ada banyak jebakan di setiap ruangan. Jika Anda salah membuka pintu ruangan itu, kemungkinan terburuknya Anda akan mati karna ledakan sihir." ucap Xiao Ziya yang sedang memperingatkan Putra Mahkota Yunzo Zu agar lebih berhati hati lagi.


"Maaf karna saya tak mengetahui hal itu, syukurlah karna Anda memberitahu saya sebelum terlambat." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu yang merasa sangat lega.


Xiao Ziya menatap ke beberapa bilik ruangan, ia merasakan ada tiga aura kehidupan di ruangan yang berbeda, wajah gadis itu berubah menjadi kesal karna mengetahui siapa yang telah menculik Putri Beiling Zu. Xiao Ziya meminta Putra Mahkota Yunzo Zu untuk masuk ke sebuah bilik ruangan yang berada di urutan nomer enam sebelah kanan, di sana ada Putri Beiling Zu yang sedang disekap sedangkan Xiao Ziya masuk ke sebuah bilik paling ujung untuk menemui kedua orang yang telah menculik sang putri.


Xiao Ziya mengambil sebilah pedang berwarna merah di dalam cincin semesta miliknya, gadis itu membelah pintu tersebut dengan sekali tebasan. Mue Sanron terkejut ketika tempat persembunyiannya diketahui dengan cepat oleh Xiao Ziya, Mue Sanron membalikkan badan kemudian melihat ke arah Ziya, wanita tua itu gemetaran setelah melihat tatapan penuh kebencian yang Ziya berikan padanya.


"Mengapa kau langsung menemui saya gadis sialan, seharunya kau mencari terlebih dahulu dimana Putri Beiling Zu disembunyikan." ucap Mue Sanron dengan senyuman miring, ia telah menyiapkan banyak jebakan agar gadis itu mendapatkan luka parah ketika membuka pintu ruangan yang salah.


"Ketika saya sudah menemukan keberadaan Anda itu artinya saya sudah menemukan dimana Putri Beiling Zu berada." ucap Xiao Ziya yang tersenyum juga dengan sebuah senyuman lebar.


Mue Sanron membelalakkan matanya, bagaimana bisa gadis itu dengan mudah menemukan Putri Beiling Zu padahal di tempat itu terdapat lebih dari seratus bilik ruangan. Jika orang lain yang masuk ke sana mungkin mereka sudah masuk ke dalam jebakan Mue Sanron, wanita tua itu salah jika menganggap dirinya dapat menipu Xiao Ziya yang memiliki insting serta kepekaan yang sangat tinggi. Mue Sanron berlari ke arah sang suami, ia akan melindungi suami yang ia sayangi dari Xiao Ziya yang mungkin akan melukainya.


"Anda tak perlu menyakiti suami saya lagi, karna suami saya tak ikut campur dalam masalah ini." ucap Mue Sanron dengan tatapan tajam, suaminya sudah dalam kondisi yang sangat mengenaskan.


Plak, plak, plak, plak.


Empat buah tamparan yang sangat keras mendatar di pipi Mue Sanron hingga wanita tua itu meringis kesakitan, siapa yang akan menyangka jika Xiao Ziya berani melakukan hal seperti itu terhadap seseorang yang lebih tua darinya. Tanpa basa basi Xiao Ziya menarik tangan Mue Sanron dan Mue Linzong untuk keluar dari ruangan itu, setelah sampai di luar ruangan mereka bertemu dengan Putra Mahkota Yunzo Zu yang serang membopong Putri Beiling Zu dalam keadaan pingsan.


"Jadi mereka berdua yang telah menculik Putri Beiling Zu." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu dengan tatapan penuh kebencian. Suatu saat nanti ketika ia sudah duduk di singgasana Kerajaan Bintang Timur, ia akan memastikan Selir Mue Zu dan seluruh keluarganya dicoret dari Istana Kerajaan Bintang Timur.


"Keluarlah terlebih dahulu, saya harus membawa dua sampah ini bersama saya menuju Istana Kerajaan Bintang Timur." ucap Xiao Ziya yang meminta Putra Mahkota keluar dari ruang bawah tanah terlebih dahulu. Putra Mahkota Yunzo Zu menuruti perkataan Xiao Ziya dan naik ke atas menggunakan tangga dengan menggendong sang putri.


Setelah Putra Mahkota Yunzo Zu dan Putri Beiling Zu berada di atas sana, Xiao Ziya langsung melemparkan Mue Sanron ke beberapa bilik ruangan yang telah wanita tua itu lapisi dengan sihir peledak. Tubuh Mue Sanron terlempar ke dalam sebuah bilik ruangan, setelah itu terdengar suara ledakan yang sangat kencang. Xiao Ziya melesat ke arah Mue Sanron dan menarik kembali tangan wanita itu untuk di ajak naik ke atas.


"Anda baik baik saja Nona Xiao Ziya, saya mendengat suara ledekan yang sangat kencang dari ruang bawah tanah." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu dengan wajah pucat, jika sesuatu terjadi pada Xiao Ziya apa yang bisa ia jelaskan pada sang ayah dan keluarga gadis itu nantinya.


Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2